
Tiba-tiba ponsel Raka yang ada di atas meja berdering. Raka menoleh dan berjalan, meraih ponsel dan melihat nama yang sedang menghubunginya.
Raka menaikkan satu alisnya melihat nama yang sedang menghubunginya.
"Ini nomor, Fiona yang saat itu di gunakan untuk menghubungiku" ucap Raka dalam hatinya, Dengan segera Raka menekan tombol jawab dan mendekatkan ponselnya di telinga.
"Hallo" Ucap Raka saat tidak mendengar suara dari balik telfon
"Halo kak Raka" Balas fiona dengan nada yang terdengar bersemangat.
"Ada apa? Kedengarannya sangat senang,"
Ucap Raka dengan lemah lembut
"Kak Raka Sebulan lagi, Tinggal sebulan lagi Fiona akan kembali, bersama dengan mama." Jelas Fiona dengan nada yang bahagia
Raka pun tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Fiona
"Cepatlah kembali aku akan selalu menunggumu" Ucap Raka dengan tulus
"Benarkah? Fiona akan memegang ucapan kak Raka" Ucap Fiona dengan senang
"Setelah kembali Fiona janji tidak akan meninggalkanmu lagi! Fiona akan terus menemani kak raka dalam suka maupun duka." Ucap Fiona lagi.
Namun ucapan Fiona itu membuat Raka mengerutkan keningnya dan terdiam sesaat
"Fiona apa yang kamu katakan," Tanya Raka tidak mengerti
"Kak Raka sudah dulu, Fiona harus melakukan sesuatu" Ucap Fiona dan memutuskan panggilannya
Raka berdiri menatap ponselnya saat Fiona sudah memutuskan panggilannya, Dan memikirkan tentang arti dari ucapan Fiona.
"Apa maksudnya?" Tanya Raka dalam hati
Raka menggelengkan kepalanya mencoba untuk tidak ambil pusing dari ucapan itu
***
Di sisi lain, Wajah bahagia Shasa terlihat,
saat pesan teks masuk di ponselnya
Shasa dengan serius melihat ponselnya itu dan membacanya dengan serius
Setelah itu Dengan cepat Shasa berdiri dari duduknya dan memanggil-manggil bibinya dengan kegirangan,
"Bibi.. bibi.. lihat sekarang kita punya banyak pesanan lagi," Ucap Shasa dengan senyum bahagia di bibirnya dan berjalan menghampiri Rita yang tengah sibuk mencuci piring
Shasa mengerutkan keningnya dan melihat cet yang masuk di ponselnya
"Bukannya ini nomor pemesan yang memesan kemarin?" Bisik Shasa pada diri sendiri.
Shasa memperhatikan nomor pemesan yang sekarang dan mencocokkan dengan nomor pemesan yang kemarin.
"Ini beneran yang kemarin ucap Shasa lagi pada dirinya sendiri.
"Bibi ternyata bibi benar, Mereka yang memesan kemarin, Hari ini memesan lagi.
Ayam Kentucky bibi memang membuat orang ketagihan" Ucap Shasa dengan gembira riang.
"Sudah jangan bicara terus,nCepat bantu bibi untuk menyediakan pesanan itu, agar mengantarnya juga cepat, jangan sampai membuat pelanggan menunggu lama, itu akan membuat reputasi penjualan kita akan menjadi jelek." Jelas Rita pada Shasa yang tengah sibuk dengan ponselnya
__ADS_1
"Oh iya dan jangan lupa, hubungi Radit agar bisa mengantarmu ke sana, Jika naik motor itu akan berbahaya bagimu" Jelas Rita lagi dan sambil memasukkan ayam Kentucky kedalam kemasan.
Shasa tersenyum dan mengangguk mengerti dan segera membantu Rita.
Setelah semua selesai, Shasa mengambil ponselnya dan terlihat sedang memencet tombol dan menghubungi seseorang.
Tidak lama kemudian panggilan Shasa mendapat jawaban dari seseorang yang di hubungi nya
"Halo.." Suara lelaki dari balik telfon menjawab panggilan Shasa
"Halo paman Radit, Sekarang banyak yang perlu di antar, Kami butuh tumpangan," Ucap Shasa pada seseorang yang ada di balik telfon
"Baik, Tunggu paman di sana, paman akan segera datang" Ucap suara lelaki itu
Tidak menunggu lama, sebuah mobil datang dan parkir mobil di depan warung.
Saat melihat mobil itu sudah terparkir, Shasa mengangkat semua pesanan keluar dari dalam warung di bantu oleh Rita. Dan memasukkannya ke dalam mobil
Setelah itu Shasa berangkat.
Sesampai di tujuan shasa bergegas untuk keluar dari mobil dan mengambil semua kotak kemasan yang tersusun rapi di dalam mobil.
"Terimakasih paman" Ucap Shasa sambil menundukkan kepalanya.
"Jangan sungkan," Ucap Lelaki paruh baya itu sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya dengan pelan
Shasa mencoba untuk menyusun pesanan itu Dan membawanya sekaligus, masuk kedalam kantor.
Vero yang melihatnya, dengan cepat berdiri dan menghampiri Shasa yang sudah berjalan ke arah mereka, dengan langkah kaki yang sepoyongan
"Sini-sini aku bantu," Ucap Vero dan mengambil sebagian bawaan dari Shasa.
"Terimakasih" Ucap Shasa dan menundukkan kepala pada Vero dengan hormat dengan tatapan senang.
"Tidak perlu berterimakasih" Ucap Vero yang tengah berjalan berdampingan dengan shasa
Mendengar itu Shasa melirik Vero dan tersenyum
"Nah ini pesanan dari kalian," Ucap Vero saat mereka berdua sudah ada di tengah para karyawan yang berkumpul, sambil membagikan kotak ayam Kentucky kepada rekan kerjanya
Vero terlihat sedang serius membagikan kotak kemasan itu, pada rekan kerjanya dan di bantu oleh shasa.
"Apa semuanya sudah dapat bagian?" Tanya Vero sambil melihat satu kotak yang masih tersisa di atas meja
Mereka yang ada di situ saling menatap dan mengangguk-anggukan kepalanya
"Semuanya sudah dapat" Ucap salah satu dari mereka
"Terus ini milik siapa?" Tanya Vero sambil melihat Shasa
"Itu milik bos direktur" Ucap Sindi dengan cepat
Mereka semua yang mendengar tidak percaya begitupun dengan Shasa.
"Ah jangan bercanda, Tidak mungkin atasan kalian akan memesan ayam Kentucky pada warung kecil kami." Ucap shasa dengan tersenyum pada sindi, dan mengambil kotak yang ada di tangan vero
"Beneran itu asisten Romi yang menyuruhku untuk memesannya." Ucap Sindi lagi
Sindi mendekati Shasa dan memegang bahunya
"Sekarang antar ini keruangan direktur" Ucap Sindi sambil menyentuh kotak makan yang di tangan shasa.
__ADS_1
"Dan ini bayaran dari pesanan kami" Ucap Sindi lagi.
"Terimakasih" Ucap shasa dengan senyum manisnya
Sindi mengangguk
"Sekarang antar pesanan ini ke ruang direktur" Ucap sindi
"Kamu lewat sana dan belok kiri. Setelah itu masuk lift dan naik ke lantai tujuh, Kamu akan menemukan ruang direktur di sana" Jelas Sindi lagi yang mengarahkan Shasa untuk keruang direktur
Shasa mengangguk dan berjalan kearah, yang di sebutkan oleh Sindi. Meski merasa ragu, tapi Shasa tetap menurut dengan apa yang di katakan Sindi.
Shasa berjalan menuju lift, dan disaat lift terbuka Shasa berjalan masuk dan tiba-tiba Shasa merasa sesak di dadanya.
Shasa dengan cepat menekan tombol di dalam lift dan berjongkok mencoba menahan sakit yang dirasakannya. Di dalam lift Shasa hanya sendiri, dengan rasa sakit yang di rasakannya, Shasa duduk bersandar di dinding lift itu.
Sesampai di lantai tujuh, rasa sakit yang di rasakan oleh Shasa sudah berkurang, Shasa mencoba berdiri merapikan pakaiannya dan keluar dari dalam lift. dan berusaha untuk menunjukkan wajah yang cerah seperti biasa, berjalan mencari ruang direktur,
Dan di tengah perjalanan Shasa mendapati Romi dan Lola yang tengah bersantai, duduk di kursi mereka masing-masing yang ada dalam ruangan sekertaris dan di luar ruangan kantor direktur.
"Siang ini pesanan direktur dari kantor ini"
Ucap Shasa sambil mengangkat kotak yang ada di tangannya memperlihatkan pada Romi dan Lola.
"Pesanan?" Tanya Lola dan melihat Romi
"Iya,, ini ayam Kentucky yang di pesannya dari warung kami" Jelas shasa
Mendengar perkataan Shasa, dengan cepat romi berdiri,
"Kamu pengantar pesanan itu?" Tanya Romi.
Shasa menjawabnya dengan anggukan dan melihat Romi dengan tatapan bingung dengan melihat tingkahnya
"Tunggu sebentar" Ucap Romi sambil berdiri dan berjalan menuju pintu dan mengetuknya.
Tok.. tok.. tok.. Suara ketukan pintu
"Masuk" Terdengar ucapan dari dalam ruangan
Mendengar itu Romi dengan cepat membuka pintu
Kleek.. Suara pintu di buka, Romi berdiri di ambang pintu
"Bos pesanan anda sudah datang" Ucap Romi dengan menundukkan kepala
"Baik suruh dia membawanya masuk," Ucap Raka Tampa melihat romi.
"Oh iya sekarang kalian boleh keluar untuk makan siang." Ucap Raka dengan nada yang tegas
" Baik bos" ucap Romi dan kembali menutup pintu dan berjalan mendekat pada lola. Dan Romi melihat kearah Shasa
"Kamu mendengar sendiri kan?masuklah,
Sekarang kami juga akan keluar untuk makan siang" Jelas Romi dan mengajak Lola untuk makan siang
Kleek,,, Shasa membuka pintu dari luar dan berjalan masuk.
Dengan langkah yang berat Shasa tetap mencoba untuk mengangkat kakinya dan berjalan mendekati meja
"Tuan ini pesanan anda" Ucap Shasa dengan nada yang lembut pada orang yang tengah duduk di kursi dengan posisi membelakanginya.
__ADS_1
Shasa yang berdiri di dekat meja melihat orang yang tidak menyahut saat dia berbicara dengannya, Shasa memasang wajah asem saat memandanginya
"Tuan ini pesanan anda saya taruh di atas meja, Dan aku pamit" Ucap Shasa sambil berbalik