
"Tuan maaf, kami tidak bisa menahannya," ucap sang security sambil memegangi wajahnya yang terasa sakit
"Kenapa kalian ingin menahan ku? Aku kemari hanya ingin bertemu dengan Shasa" tutur Rendi dengan nada yang keras hingga membuat Shasa mendengar jelas suaranya
Shasa bangun dan melihat Raka dan Anton berdiri di ambang pintu sambil membelakanginya
"Dokter Rendi,, saat ini Shasa sedang istirahat, tolong untuk tidak mengganggunya" jelas Raka
"Aku tidak mau tahu itu, Sebaiknya kamu minggir, Sebelum aku bertindak kasar padamu" ucap Rendi memberi ancaman pada Raka
"Kak Rendi!" Ucap Shasa, setelah memastikan itu suaranya. Shasa dapat mengenalinya meski tidak melihat rupanya,
Shasa yang selalunya bersama dengan Rendi, kini menjaga jarak darinya, hingga membuatnya ada rasa rindu di hati Shasa, namun dia juga tidak bisa selalu mengharap dan bergantung padanya. Dia tetap harus menjaga jarak darinya, dari itu Shasa harus menahan rindu yang ada dalam hatinya
Raka menoleh saat mendengar Shasa menyebut nama Rendi, dan dengan itu Rendi mengambil kesempatan untuk masuk kedalam kamar, Tampa di halangi oleh Raka.
Rendi dengan cepat berjalan menghampiri Shasa yang tengah duduk di tempat tidur dan duduk di tepi ranjang menghadap pada Shasa
Rendi memeluk Shasa dengan cukup lama, hingga pemandangan itu membuat Raka merasa cemburu, Raka mengepalkan tangannya dan menatap tajam pada Rendi seakan ingin menikam Rendi dengan tatapan matanya itu.
melihat majikannya yang sekarang di penuhi dengan amarah, Anton keluar dari kamar dan menyuruh semuanya untuk pergi dari tempat itu
Rendi melepaskan pelukannya saat rasa cemas dan kekuawatiran nya telah terobati, Rendi memegang kedua tangan Shasa dan melihat beberapa luka goresan yang terdapat pada tangan dan lengannya.
"Shasa ini apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu mendapat luka-luka ini?" Tanya Rendi dengan penasaran
__ADS_1
"Hah,, ini hanya luka biasa kak, saat Shasa sedang main dan terjatuh" jawab Shasa
"Kak Rendi apa bibi tidak bersamamu?" Tanya Shasa dengan sengaja untuk mengalihkan pembicaraan Rendi.
"Tidak,, Shasa saat ini bibi sangat cemas dan mengkawatirkan mu, sebaiknya kamu pulang agar rasa cemasnya bisa hilang" ajak Rendi, agar Shasa ingin ikut bersamanya
"Maaf kak Rendi, Shasa tidak bisa pulang untuk saat ini," ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
"aku sudah menghubungi bibi dan mengatakan jika aku ada disini, aku tidak ingin melihat bibi sedih jika melihat keadaanku yang seperti ini, Kakak tahu pasti bagaimana dengan sifat bibi jika melihatku terluka, meski itu hanya luka kecil." Jelas Shasa yang membuat hati Rendi menjadi tidak tenang
"Jika begitu, sebaiknya kamu tinggal di apartemen kakak, atau kamu bisa tinggal di rumah papa, Shasa itu sudah seperti rumah kamu sendiri, kamu dulunya sering tinggal di rumah papa dan di apartemen kakak," berbeda jika kamu tinggal disini, kakak tidak yakin, orang di kediaman ini bisa menjagamu dengan baik" jelas Rendi agar bisa membuat Shasa mau ikut dengannya.
Shasa berfikir keras, dan dalam hatinya dia membenarkan ucapan dari rendi, dia yang dari kecil sudah terbiasa tinggal di kediaman Antoni, dan bahkan Shasa juga sering tinggal di apartemen Rendi, ada rasa Shasa ingin mengiyakan ajakan Rendi, Tapi tiba-tiba Shasa teringat akan perkataan dari vani
"Kak Rendi,, maaf Shasa tidak bisa ikut dengar Kakak, sekarang aku sudah ada disini dan Raka merawatku dengan sangat baik, dan lagi pula bibi juga sudah tahu aku ada disini," jelas Shasa hingga membuat Rendi merasa kecewa karena penolakan Shasa.
Mendengar itu Raka yang masih berdiri di dekat pintu sambil menguping pembicaraan mereka berdua tersenyum bahagia dalam hatinya saat mendengar Shasa lebih memilih dirinya di bandingkan dengan Rendi, ada rasa bangga dalam hatinya hingga membuatnya dengan penuh percaya diri menghampiri mereka yang sedang berbicara dengan serius.
"Dokter Rendi, Shasa sudah mengatakan tidak, jadi jangan memaksanya lagi." Jelas Raka, yang tengah ikut campur dalam pembicaraan serius itu
Rendi mengepalkan tangannya dan merasa marah dalam hatinya, Amara yang begitu membara membuat ada rasa ingin memukul wajah Raka, tapi dia mencoba untuk menahannya karena adanya Shasa di tengah-tengah mereka
"Shasa,,,
"Kak Rendi, itu sudah menjadi keputusanku, tolong jangan membujukku lagi" tutur Shasa dengan cepatnya sengaja memotong ucapan dari rendi yang masih berusaha untuk membujuknya.
__ADS_1
"Kak, terimakasih karena kakak peduli pada Shasa, dan maaf karena Shasa sudah membuat kakak merasa cemas dan kawatir, tapi tekat Shasa sudah bulat, shasa akan tinggal disini sampai luka-luka ini sudah sembuh" jelasnya lagi. Kini Rendi tidak bisa berkata apa-apa lagi, merasa di tolak oleh Shasa membuat hatinya terasa hancur
"Dokter Rendi, anda adalah seorang dokter itu pastinya anda tahu jelas, seorang pasien harus banyak istirahat, begitupun dengan Shasa yang sekarang, dia tidak jauh berbeda dengan pasien yang ada di rumah sakit, sekarang dia butuh istirahat! sebaiknya anda jangan mengganggunya" jelas Raka dengan nada yang terdengar sedang mengusir Rendi dengan secara halus.
Shasa hanya terdiam mendengar perkataan dari Raka yang mencoba untuk mengusir Rendi dengan cara halus, dan melihat Rendi yang ada di depannya, dalam hati Shasa terasa sakit melihat Rendi yang begitu menyayanginya, memasang wajah kecewa terhadapnya.
Karena mengingat akan kebersamaan dan kedekatan dari mereka, Rendi merasa tidak percaya Shasa akan memperlakukannya seperti itu, tapi dia tetap berusaha untuk terlihat baik-baik saja di hadapannya.
"Baiklah, untuk saat ini kakak akan membiarkanmu untuk tinggal disini, tapi sha,, jika kamu merasa tidak nyaman disini cepat hubungi kakak, kak Rendi akan menjemputmu dengan segera" ucapnya sambil mengelus rambut Shasa
"Ingat jika seseorang berani macam-macam padamu, kamu harus memberitahu kak Rendi, kakak janji akan mematahkan semua tulang-tulangnya" ucapnya lagi sambil melirik Raka yang berdiri tidak jauh darinya
"Baik kak!" Shasa mengangguk dan tersenyum pada Rendi sambil memegang tangannya
"Kak Rendi maaf karena kali ini Shasa membantah kakak" ucap Shasa dan terlihat ada rasa penyesalan di matanya
"Jangan di pikirkan, Kamu tetap akan menjadi kesayanganku dari dulu sampai sekarang!" Jelas Rendi yang tidak berhenti untuk mengusap rambut Shasa dan tersenyum
"Sekarang sudah larut kamu istirahatlah," ucap Rendi dan membantu Shasa untuk berbaring dan menyelimutinya
"Kakak akan pergi kamu jaga diri baik-baik," ucapnya lagi sambil berdiri dan menatap Raka yang kini berhadapan dengannya.
Rendi melangkahkan kakinya dan berhenti saat berdiri berdampingan dengan Raka
"Malam ini aku meninggalkannya, bukan berarti aku merelakannya bersama denganmu, dia milikku dan hanya akan menjadi milikku, jadi jangan merasa senang," jelas Rendi dengan cara berbisik pada Raka, setelah itu menoleh pada Shasa yang melihatnya dan tersenyum
__ADS_1