
Raka mendekat lagi pada Shasa dan mencoba untuk bertanya, tentang Rendi dan dirinya, Raut wajah Raka yang terlihat serius menatapi Shasa yang ada di sampingnya.
"Kalau boleh tahu, Rendi dan kamu itu ada hubungan apa?" Tanya Raka dengan rasa penasarannya
"Kak Rendi, ya,, kakak aku Terus apa lagi, kami itu saudara!" Jelas Shasa pada Raka
Raka hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan penjelasan dari Shasa.
"Maksudmu,,? Saudara dari mana? Tidak mungkinkan kalian saudara kandung. Wajah kalian tidak terlihat mirip sama sekali" Ucap Raka sambil terus menatap Shasa
Shasa terdiam saat mendengar ucapan dari Raka. Dalam hatinya tiba-tiba merasakan kesedihan yang mendalam.
Mengingat dengan asal usulnya yang tidak di ketahui oleh siapapun, bahkan dirinya sendiri. Shasa menggelengkan kepalanya, mencoba untuk tidak ambil pusing dengan ucapan dari Raka, Namun rasa sakit di hatinya itu tidak bisa di tahannya, matanya mulai berkaca-kaca, ketika mencoba mengingat siapa dirinya itu. Dan Dia sama sekali tidak mengingat lagi dari mana dia berasal, Shasa terus mencoba untuk mengingat siapa orang tuanya, namun dalam memori ingatannya itu sudah hilang.
Shasa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan keras. Berusaha menahan air matanya, namun tetap menetes jatuh membasahi pipinya.
Raka melihat Shasa dengan mata yang meneteskan air mata, dia tidak mengerti apa yang terjadi, karena hal itu Dengan segera dia menegurnya.
"Shasa Ada apa? Apa yang membuatmu hingga harus mengeluarkan air mata? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah dan telah menyakitimu?" Tanya Raka yang merasa bersalah pada shasa
Shasa berhenti melangkah dan membalas tatapan dari Raka, Mereka saling bertatapan, Raka menatap dalam pada mata Shasa, Dan melihat ada banyak hal yang tersembunyi di dalam sana, Mata yang begitu indah, menjadi benteng tempat untuk menyembunyikan kesedihan dan keresahan yang ada pada hatinya. Raka memegangi kedua bahu Shasa yang tengah berdiri di hadapannya.
"Apa kamu memiliki kesulitan dalam hatimu?" Tanya Raka dengan nada yang serius dan terdengar tegas
"Jika memiliki kesulitan, kamu bisa membaginya denganku, aku akan membantumu untuk menemukan solusi nya." Ucap Raka dengan penuh harapan agar Shasa mau berbagi suka dan duka dengannya
Tiba-tiba di dalam adegan yang mulai memercikkan sedikit api kecil, di padamkan oleh kedua anak kecil, yang tengah bermain di taman itu, yang saling berkejaran mengelilingi mereka berdua
Shasa mengedip-ngedipkan matanya dan tersadar dari hal yang seakan membuatnya terhipnotis, Shasa segera memalingkan wajahnya, dan menghapus air matanya,
melihat anak kecil yang sudah merusak suasana tegang itu.
Meski tidak mengatakannya namun Raka tahu, Shasa terus menyembunyikan kesedihannya, dia memendam sendiri kesulitan-kesulitan yang ada dalam hatinya. Karena itu Raka tidak ingin membahas hal itu lagi, yang sudah membuatnya bersedih
Raka mencoba untuk mengalihkan perhatian Shasa, agar tidak lagi mengingat dengan apa yang di pertanyakan tadi.
Raka menegur kedua anak yang tengah bermain kejar-kejaran di dekatnya itu
__ADS_1
"Hey... Kalian berasal dari mana? Kenapa tiba-tiba muncul dan bermain disini? Sana pergi dan cari tempat bermain yang lain" Ucap Raka dengan nada tegasnya
tersenyum Shasa kini terlihat lagi, Di saat mendengar perkataan dari raka
Namun kedua anak kecil itu menganggap dirinya sedang di marahi dan menangis di hadapan Raka
Raka jadi bingung dan melihat ke arah Shasa.
"Bagaimana ini?" Tanya Raka bingung
"Heeeeeheeeee.... Heeeeeheeeee
Om jahat" Ucap kedua anak kecil itu bersamaan dalam tangisnya
Shasa terus tersenyum melihat raut wajah Raka yang terlihat kebingungan, akibat membuat kedua anak kecil itu menangis tersedu-sedu
"Cup.. cup.. cup.. Jangan menangis, tadi aku hanya bercanda" Ucap Raka mencoba untuk menenangkan hati mereka
Terlihat Raka, memasukkan tangan ke dalam saku celananya, dan terlihat dia mengambil dua permen dari dalam.
"Jangan menangis lagi, Lihat aku punya sesuatu untuk kalian, Ini rasanya sangat enak, aku yakin kalian pasti suka" Ucap Raka pada dua anak kecil itu dan memperlihatkan senyum manisnya
"Sayang sekarang jangan menangis lagi ya.." Ucap Shasa dan mengelus-elus rambut kedua ana itu dengan lembut
Kedua anak itu mengangguk
"Terimakasih kak," ucap salah satu dari mereka dan menundukkan kepalanya
"Terimakasih om" Ucap mereka lagi dan menundukkan kepalanya dan berlari pergi meninggalkan Raka dan Shasa
Raka membulatkan matanya mendengar kedua anak kecil itu menyebutkan dengan sebutan om kepadanya
Raka menunjuk ke wajahnya sendiri dan melihat Shasa yang berdiri di dekatnya.
"Apa aku sudah terlihat seperti om-om?" Tanya Raka, hingga membuat Shasa tertawa lepas
Mendengar tawa Shasa itu membuat Raka merasa bahagia.
__ADS_1
Shasa berjalan dan duduk di bangku yang ada di taman itu. Melihat itu Raka pun mengikutinya dan duduk di sebelah shasa
Heeemmm.. Suara hembusan nafas Shasa terdengar jelas di telinga raka, hingga membuat Raka menoleh dan melihatnya.
"Ada apa?" Apa ada yang telah mengganggu pikiran mu?" Tanya Raka, pada Shasa yang terlihat ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.
Shasa tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Tidak,, Tidak ada apa-apa, Sekarang aku hanya memikirkan tentang kak Rendi, Apa yang sekarang mereka lakukan ya?" Tanya Shasa pada diri sendiri namun di dengar oleh Raka
Mendengar nama Rendi, Raka jadi murung dan berdiri, dia melangkah ke depan Shasa dan berdiri
"Jika dilihat-lihat dari segi pandangan mereka berdua memang sangat cocok, Tapi apa kamu tidak merasa cemburu dengan mereka berdua, jika mereka berdua benar-benar jadian?" Tanya Raka, mencoba untuk mengetahui isi hati Shasa
"Cemburu? Kenapa aku harus cemburu?
Malah aku senang jika kak Rendi memiliki seorang wanita di hatinya. Di usianya yang sekarang, seharusnya dia sudah menikah, Tapi dia sama sekali tidak pernah melirik wanita selama ini, jadi itu aku ingin menjodohkannya dengan vani." Jelas Shasa dengan raut wajah yang bahagia
Raka tersenyum melihat ekspresi wajahnya itu
"Ingat untuk menjauhi Vani" Ucap Shasa dengan nada yang memerintah dan mengangkat jari telunjuk mengarah ke arah Raka
"Tenang saja, hatiku ini sudah memiliki seseorang. Dan aku sama sekali tidak tertarik pada Vani," Ucap Raka dan memegang jari telunjuk Shasa yang tengah menunjuknya
Shasa akhirnya terdiam dan menatapi Raka yang memegangi jarinya
"Apa Kamu tidak ingin bertanya siapa dia?"
Ucap Raka pada Shasa
"Cccceeh,, Tuan aku tidak punya hak bertanya tentang masalah perbadi mu, dan juga aku tidak ingin tahu, Kita tidak memiliki hubungan apa-apa, sehingga harus menanyai mu." Jelas Shasa dengan nada cuek dan menarik tangannya melepaskan jari telunjuknya yang di pegang oleh Raka dan memalingkan pandangannya
Raka tersenyum dan kembali duduk di sebelah shasa, Dia menghentakkan tangan ke belakang dan meletakkan di atas sandaran bangku dan ikut menyandarkan punggungnya. Kemudian mengangkat kaki kanannya dan meletakkannya di atas paha kirinya. Raka duduk dengan santai di sebelah shasa dan tersenyum melihatnya
Shasa menoleh
"Ada apa kenapa tersenyum?" Tanya Shasa dengan Cuek pada Raka
__ADS_1
"Aku hanya merasa, kita seperti dengan pasangan itu" Ucap Raka dan menunjuk kearah pasangan yang tengah duduk tidak jauh dari mereka,
.