
Dona yang mondar-mandir di depan pintu ruangan dengan sabar menunggu kedatangan seseorang yang sangat dia nantikan kedatangannya,
Selama ini pria yang di idolakan banyak wanita, akan datang sendiri padanya untuk merayakan hari ulang tahunnya.
Sesekali dia terlihat merapikan makeup di wajahnya agar tetap terlihat cantik, dan merapikan rambut panjang bergelombang yang terurai dengan jemari tangannya,
Dengan pakaian yang dipakainya, Dona merasa puas dengan penampilannya malam ini
Suasana bahagia dalam hati Dona membuatnya selalu tersenyum-senyum sendiri, Hal yang di impikannya sudah begitu lama, Menurutnya kini akan bisa terwujud.
Dari luar Seseorang terdengar mengetuk pintu
Tok.. tok.. tok
dan seseorang itu pun masuk dalam ruangan tersebut.
Kleek.. Suara pintu terbuka dari luar
Dan terlihat seorang pelayan wanita berjalan menghampirinya
"Nona Dona,, tuan Raka sudah datang"
Ucap pelayan itu yang berbicara dengan menundukkan kepalanya
Mendengar perkataan pelayan itu, Dona seperti melayang tinggi, Ekspresi wajahnya terlihat sangat bahagia
Senyum di wajah Dona terlihat melebar dan melihat ke arah pintu. Dimana saat Raka yang kini berjalan santai masuk dalam ruang makan tersebut, yang telah di sewa oleh Dona
Pria dengan tubuh yang kekar dan tinggi, memakai jas dengan stelan kemeja putih di dalamnya, membuat ketampanannya itu makin memukau
Dona yang melihat ketampanan itu semakin tertarik padanya.
Dan di Saat Raka masuk dalam ruangan
Raka memicingkan matanya, melihat ruangan yang iya datangi itu sangat sunyi dan sepi, Pesta yang seharusnya diramaikan oleh kedatangan tamu undangan namun tidak untuk pesta yang di adakan oleh Dona. Hal itu yang membuat Raka jadi tidak begitu bersemangat, namun tetap mengikuti alur cerita yang sudah di susun oleh dona. Ruang makan yang ditata dengan sangat indah dan romantis terlihat sangat mewah.
__ADS_1
Raka terdiam dan tetap santai dengan wibawa yang iya miliki, Dengan sikap dinginnya dia terlihat acuh tak acuh, dengan suasana di dalam ruangan itu
"Tuan mudah silahkan" Pelayan itu menarik kursi untuk Raka dan mempersilahkan nya untuk duduk
Dona yang dari tadi cengar-cengir karena senang melihat kedatangan Raka, Dengan bersemangat berjalan dan menggandeng lengan Raka, mengajaknya untuk duduk dan menyuruh pelayan untuk meninggalkan mereka berdua.
"Sebaiknya kamu meninggalkan kami" Ucap Dona pada pelayan itu
"Baik nona Dona!" Ucap sang pelayan sambil menundukkan kepalanya"
"Jika butuh sesuatu anda bisa memanggil kami" Ucap pelayan itu lagi dan melangkahkan kaki berjalan meninggalkan mereka berdua
Setelah pelayan itu keluar dan menutup pintu ruangan itu kembali
Dona dengan cepat mempersilahkan Raka untuk duduk
"Tuan Raka,, silahkan duduk, Terimakasih karena telah menerima undangan dariku, Aku tidak menyangka anda akan datang kemari" Ucap Dona dengan memperlihatkan senyum manis di bibirnya.
Raka menurut dan duduk, di kursi yang sudah di sediakan untuknya! Melihat Raka sudah duduk, Dona pun melangkah dan duduk.
Raka yang kini duduk berhadapan dengan Dona menatap tidak suka dengan suasana itu. Suasana yang menurutnya sangat tidak berarti.
"Nona Dona Aku menerima undangan darimu, Hanya untuk ikut serta merayakan hari ulang tahun mu, karena mengingat akan kerja sama di antara kita, aku rasa tidak salah menghadiri pesta mu. Tapi,, ini?
Apa yang terjadi, bukanya pesta seharusnya ramai? Ini malah sebaliknya, sepi dan sunyi seperti ini" Tanya Raka lagi dan melihat Dona yang selalu menunjukkan senyum padanya
"Tuan Raka,, Aku sengaja hanya mengundangmu seorang saja," Jawab Dona dan tersenyum bahagia
"Aku tidak ingin malam yang berharga bagiku terdapat gangguan dari siapa pun untuk acara yang spesial ini, Aku ingin ulang tahunku malam ini menjadi yang tak terlupakan, karena merayakannya bersama denganmu." Ucap Dona, sambil berdiri dari duduknya dan menuangkan minuman mahal ke dalam gelas kosong yang ada di depan Raka.
Dona berjalan mendekat pada Raka mengangkat gelas yang ada di hadapan Raka dan menyodorkan nya
"Ini silahkan di minum, Ini aku siapkan khusus buat tuan Raka," Pinta dona dengan suara lembut yang disengaja untuk menggodanya.
Raka menerima gelas yang berisi minuman alkohol itu dari tangan Dona, dan menyimpannya kembali.
__ADS_1
"Malam ini aku menyetir sendiri, jadi dari itu aku tidak minum minuman yang mengandung alkohol." Ucap Raka dan hanya melihat gelas yang sudah berada pada posisi semula
Dona terdiam sesaat mendengar perkataan dari Raka Dan mengangguk-anggukkan kepalanya
"Itu tidak masalah, aku bisa meminta pelayan untuk menggantinya dengan jus." Ucap Dona dan hendak untuk memanggil pelayan
"Tidak perlu" Dengan cepat Raka menolak
Dona mengangguk-anggukkan kepalanya lagi dan kembali duduk di kursinya
Suasana dalam ruangan menjadi hening untuk sesaat, Mereka hanya duduk diam menatapi hidangan yang sudah tersedia di atas meja. Dona yang merasa detak jantungnya berdegup kencang, membuatnya tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, Dia sesekali melirik Raka yang tengah duduk santai di hadapannya, Memasang wajah datar Tampa ekspresi, Pria yang berhati dingin kini benar-benar membuat dalam ruangan itu menjadi beku.
Dona menarik nafas dan membuangnya, dan memberanikan diri untuk berbicara
"Tuan Raka,, Malam ini suatu kebahagian untukku, Karena kedatangan anda. Dan ke hadiran anda itu suatu kehormatan bagiku juga" Ucap Dona dan menatap Raka yang ada dihadapannya
Dona tersenyum, meski mulut yang terasa kaku untuk di gerakkan tapi dia tetep berusaha untuk membukanya dan berbicara, agar pria yang di depannya ini , merasa nyaman dan tidak merasa bosan
"Tuan Raka Anda pasti tahu jelas dengan isi hati ku saat ini, Jujur selama ini aku menyukaimu dan berfikir ingin hidup bersamamu," Ucap Dona dengan tersenyum malu
"Aku sudah bersusah paya untuk mencari kesempatan seperti ini, berdua denganmu,
Berusaha untuk memiliki hatimu, Aku berharap malam ini kamu memberiku kesempatan itu." Ucap Dona lagi. Tanpa basa basi, Dona Dengan semangat dan dengan sangat jelas menyatakan isi hatinya pada Raka yang sudah di pendam nya selama ini.
Namun buat Raka dengan perkataan dan perasaan Dona yang di utarakannya itu hanya seperti sebuah lulucong,
Kata-kata yang di ucapkan oleh Dona membuat Raka tersenyum sinis padanya
"Heeemm.." Raka menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan kasar
Raka menuang segelas air putih dalam gelas dan meminumnya, Setelah itu Raka pun tersenyum lagi
"Nona dona, Kamu telah salah menilai ku,
Aku tidak tertarik padamu," Ucap Raka singkat dengan jelas dan jujur
__ADS_1
"Buatku ini bukan yang pertama kalinya, seorang wanita menyatakan isi hatinya padaku, dengan cara yang norak seperti ini." Ucap Raka lagi sambil memainkan gelas yang di depannya, Raka menaikkan satu alisnya melihat Dona yang hanya terdiam dan tak bersuara.
"Buatku,, Ini hanya membuang-buang waktuku saja" Ucap Raka lagi dengan sengaja