
Raka hanya memalingkan pandangannya dan bermaksud untuk keluar dari dalam kamar
"apa kamu mengenal Shasa? Apa dia Shasa yang kamu cari waktu itu?" Santoso sengaja memancing Raka agar mau Berbicara padanya, karena Santoso merasa jika Raka sangat peduli pada Shasa! dan untuk itu Santoso mencoba ingin memperbaiki masalah yang membuat Raka begitu membencinya.
Raka berhenti untuk melangkah saat mendengar perkataan Santoso dan menoleh
"Untuk apa kamu mempertanyakannya? Ingat jangan coba-coba untuk mendekatinya. Dan jangan pernah mencoba untuk menyulitkannya, aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu." Ancam Raka
"Aku tahu" ucap Santoso sambil tersenyum
"Bersama dengan Andra, siapa yang berani menyentuhnya" ucap Santoso lagi dan mendekat pada Raka, mengangkat tangannya ke bahu Raka
"Jika kamu dan Shasa saling menyukai, papa akan mendukungmu! Soal Laura papa yang akan memberi penjelasan pada keluarganya"
Raka melerai tangan Santoso yang memegang bahunya, dan melihatnya dengan tatapan sinis
"Tiba-tiba kamu begitu peduli padaku, ada maksud apa? Dulu kamu bersikeras untuk menjodohkan ku dengannya, dan sekarang kamu mendukung ku bersama dengan wanita lain, apa yang sedang kamu rencanakan?" Tanya Raka
Santoso kembali tersenyum,
"Papa tidak punya maksud apa-apa! dan mengenai wanita yang bernama Shasa! Papa punya hubungan baik dengan orang tuanya di masa lalu, dari itu papa sangat menyukainya, dan menginginkan kamu bersamanya"
Penjelasan Santoso, membuat Raka memicingkan matanya
"Kamu mengenal orang tuanya, bahkan dirinya sendiri tidak tahu apa-apa tentang orang tuanya, tidakkah menurutmu itu aneh? itu sungguh luar biasa" ucap Raka dan tersenyum
"Raka.. Shasa adalah putri dari teman papa dulu, dia putri dari..."
"Apa yang sedang kalian bahas?"
Tiba-tiba suara Ratna Terdengar, membuat Santoso menoleh tanpa melanjutkan ucapannya! Santoso Tersenyum dan mengalihkan pembicaraannya
"Kamu sudah sadar" Santoso Menghampiri Ratna yang masih terbaring
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu? Sekarang bagaimana perasaanmu?" Tanya santoso, namun pertanyaannya itu tidak mendapat jawaban dari Ratna.
Ratna melihat kearah Raka yang sedang berdiri di dekat pintu.
"Terimakasih karena kamu sudah membawaku kemari," ucap Ratna
Raka tidak menghiraukan ucapan dari Ratna, keras kepalanya membuat dirinya begitu dingin terhadap kedua orangtuanya. Tatapan matanya yang cuek terus memandangi setiap sudut kamar, menghindari untuk bertatap mata langsung dari Santoso dan Ratna.
Raka dengan kedua tangannya yang disilang dan di letakkan di bawah dadanya, berdiri dengan sangat santai sambil bersandar di dinding.
Sedangkan Santoso kini berdiri disisi ranjang tempat Ratna yang masih terbaring.
Satu keluarga tinggal di dalam kamar bersama, namun di antara mereka sama-sama canggung satu sama lain.
Keluarga yang tidak harmonis, menjadikan mereka tampak seperti orang asin, tapi meski begitu, di dalam hati mereka masih peduli satu sama lain
"Raka maaf jika mama harus mempertanyakan ini! Bukannya kamu dan Shasa saling mencintai, tapi kenapa kamu harus melanjutkan pertunangan mu dengan Laura?" Tanya Ratna, sambil bangun untuk duduk!
"Mama selalu mengingingka kamu bahagia, dan selalu memimpikan kebahagiaanmu. bersama dengan Laura! Mama tahu kamu tidak akan pernah bahagia. Raka jangan pernah melakukan hal yang bertentangan dengan hatimu, itu bisa saja membuatmu menyesal suatu hari nanti" jelas Ratna yang mampu membuat Raka yang kini hampir membekukan seisi ruang kamar itu karena sikap dingin yang iya tunjukkan. Berhasil membuat Raka merespon ucapanya.
"Maaf jika mama ikut campur dalam kehidupan pribadimu, mama sering jalan bersama dengannya, dan mama pun sudah pernah berkunjung di rumah kakaknya" jelas Ratna
"Raka,, Shasa sangat mencintaimu, itu yang sering iya katakan pada mama, tapi kenapa kamu malah menghianatinya, dan bertunangan dengan wanita lain"
"Jangan pernah lagi mencampuri urusan pribadiku, dan satu hal yang kalian harus tahu, aku tidak pernah menghianatinya, malah dia yang menghianati ku" tegas Raka
"Tidak mungkin,, Shasa melakukan itu! Kamu pasti salah paham, mama percaya padanya. Raka mama hanya ingin melihatmu bahagia, jika memang kamu tidak mencintai Laura, dan Sebelum hubungan kalian semakin jauh sebaiknya kamu memutuskan pertunangan itu"
" Benar,, yang mama kamu katakan, Raka selama ini mungkin papa selalu membuatmu merasa tidak nyaman dengan setiap yang papa lakukan padamu, dan mungkin hanya selalu memikirkan diri sendiri! tapi untuk saat ini tidak,, Papa juga ingin kamu bahagia, mungkin itu bisa mengurangi sedikit rasa bersalah papa padamu" Santoso menyambung ucapan dari Ratna untuk membuat Raka memikirkan hidup yang seharusnya iya jalani
Santoso dan Ratna mencoba untuk membuat Raka, agar mau memikirkan kembali hubungannya dengan Shasa dan mau mempertimbangkan pertunaganya dengan Laura, mereka tidak ingin Raka menghancurkan hidupnya hanya karena keras kepalanya
"Mama bisa saja, ke rumah tuan Andra untuk melamar Shasa! jika saja kamu mau mama melakukan itu" tutur Ratna
__ADS_1
"Sebagai kakak kandung dari Shasa , mama melihat tuan Andra sangat tulus menyayanginya, dan mama sangat yakin jika tuan Andra juga sangat menginginkan Shasa bahagia" jelas Ratna.
Raka merasa aneh dengan perkataan Ratna, yang menyatakan, Andra adalah kakak kandung dari Shasa.
"Apa maksudmu? Andra adalah kakak kandung dari Shasa?" Raka yang penasaran mempertanyakan kembali pernyataan dari Ratna
"Bukankah Andra adalah..
Sebelum ucapan Raka iya lanjutkan, Raka teringat akan perkataan dari Andra
("Tuan Raka, ada hal yang sebenarnya perlu kita ketahui, sebelum melakukan sesuatu, yang akan merugikan kita nantinya. Ingat jika Penyesalan akan selalu datang belakangan, jadi sebelum itu terlalu jauh, pikirkan dulu dengan baik-baik. Mungkin anda akan dapat melihat apa sebenarnya yang terjadi, dan mungkin saja itu akan berbeda dengan apa yang kita lihat ataupun apa yang kita dengar, dengan kenyataan yang sebenarnya")
Raka menggelengkan kepalanya
"Apa aku sudah salah paham padanya? Apa aku sudah melakukan kesalahan?" Gumam Raka
"Tapi kenapa Shasa mengakui jika Andra itu adalah kekasihnya, apa yang sebenarnya yang ingin iya tunjukkan padaku? kenapa dia melakukan ini? Kenapa dia membuat hubungannya denganku jadi berantakan, dengan mengakui Andra sebagai kekasihnya, padahal itu adalah saudara kandungnya." tanda tanya Raka pada dirinya sendiri Membuatnya berpikir keras untuk mendapatkan jawabannya.
"Raka ada apa?" Tanya Ratna, yang melihat Raka seperti orang yang kebingungan
"Raka.. Raka.." pertanyaan yang tidak mendapat jawaban, membuat Ratna memanggil-manggil nama Raka berulang kali
Namun Raka yang hanyut dalam pemikirannya sendiri, tidak peduli dengan Ratna yang terus memanggil namanya
"Jangan-jangan.." Raka menggelengkan kepalanya
"Jangan sampai ucapan dari Reza itu benar" gumamnya dalam hati dan Raka terus menggelengkan kepalanya
"Tidak.. itu jangan sampai terjadi, ucapnya lagi" dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Raka apa yang kamu pikirkan?" Tanya Ratna lagi
Raka terus menggelengkan kepalanya, dan dengan cepat melangkahkan kakinya, berjalan keluar dari dalam kamar pasien yang di tempati oleh Ratna
__ADS_1
"Raka apa yang terjadi?" Tanya santoso yang penasaran saat melihat Raka sudah berjalan keluar. Namun Raka tidak menghiraukan pertanyaannya dan tetap terus melangkahkan kakinya