Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa aku sehina itu


__ADS_3

"tapi pa,,, Rendi benar-benar mencintai Shasa, Rendi hanya ingin menikah dengannya! Tampa dia, Rendi tidak akan menikah, tolong beri Rendi dukungan untuk itu, beri kami restu, Rendi mohon" ucap Rendi yang tengah memohon restu dari papanya (dokter antoni)


Shasa yang ada di balik pintu, terdiam mendengar ucapan dari Rendi, yang sedang meminta restu dari papanya, agar bisa menikah dengannya.


ada niat dalam hati Shasa untuk masuk dan menolak langsung permintaannya itu, tapi Shasa mengurungkan niatnya untuk mendengarkan apa pendapat dari dokter Antoni tentangnya.


mengingat perlakuan dokter Antoni terhadapnya, Shasa yakin dalam hatinya dokter antoni pasti akan memberikan restu, namun Shasa ingin mendengar langsung tanggapan dokter Antoni terhadapnya


"Rendi,, kamu putra satu-satunya yang papa punya! yang papa inginkan, kamu bahagia bersama dengan wanita pilihanmu sendiri, siapapun itu papa tidak akan ikut campur! bahkan wanita malam pun papa tidak akan menghalangimu, asalkan kamu bahagia! tapi tidak dengan Shasa. papa tidak mengijinkan itu! Papa akan menentang soal itu, jika kamu bersikeras untuk menikahinya


Shasa yang ada di luar bersandar di tembok menguping pembicaraan dari dokter Antoni dan Rendi, dia yang tadinya memiliki kepercayaan diri yang kuat kini tertunduk malu pada dirinya sendiri! senyum di bibirnya terlihat dan di iringi dengan air mata yang menetes saat mendengar ucapan dari dokter Antoni,


"Apa aku sehina itu, bahkan wanita malam pun tak dapat di bandingkan denganku" ucap Shasa sambil duduk dan memeluk lututnya, dan membiarkan kepalanya tertunduk di atas lutut dan menangisi nasibnya


"Pa,,, apa itu tidak terlalu kasar? Aku selama ini yakin jika papa sangat menyayangi Shasa, papa tidak pernah membedakan kami! Tapi kenapa malah menentang soal aku menyukainya? Jelaskan alasan papa mengapa tidak merestui jika aku hanya menginginkan Shasa


Dokter Antoni terdiam tidak memberi jawaban pada Rendi yang kini berdiri di hadapannya.


Dia memalingkan wajahnya, mengambil sebuah berkas yang ada dalam map dan mengeluarkan selembaran kertas sambil menatapnya


"Pa kenapa hanya terdiam? Apa tidak ada alasan yang bisa papa katakan padaku?" Rendi menarik kursi yang ada di depan meja papanya dengan perasaan kesal, dia duduk dan melihat papanya, yang tidak lagi memperdulikannya


Untuk sesaat di dalam ruangan itu jadi sunyi, tak ada kata dari Rendi atau pun dokter Antoni


Shasa mengangkat kepalanya dan berdiri, dia menghapus air matanya dan berusaha tersenyum, dan berniat untuk masuk ke dalam ruangan itu. Shasa melangkahkan kakinya yang terasa berat dan hendak membuka pintu


"Jika papa bersihkeras untuk menentang aku dengan Shasa, Rendi bisa menikahinya Tampa persetujuan dari papa!" Ucap Rendi dengan tiba-tiba, Membuat Shasa yang tadinya ingin membuka pintu, menggelengkan kepalanya dan mengurungkan niatnya kembali, dan tetap berdiri di depan pintu

__ADS_1


"Rendi,,


"Pa,, tekat Rendi sudah bulat dan itu tidak bisa di ganggu gugat, meskipun itu papa


Plaak... Tiba-tiba tamparan keras melayang ke pipi Rendi yang masih duduk di kursi sambil menatap tajam pada dokter Antoni yang sudah berdiri di hadapannya


" Papa tidak pernah mengajarimu untuk melawan orang tua," tutur dokter Antoni sambil menunjuk wajah Rendi


"Jadi selama ini, kasih sayang yang papa berikan pada Shasa semuanya hanyalah kebohongan? Papa tidak pernah benar-benar tulus padanya, semua itu hanya palsu" Rendi Tersenyum menanggapi papanya yang begitu munafik


Dokter Antoni menggelengkan kepalanya, matanya mulai berkaca-kaca


"Itu ketulusan dariku, aku selalu menganggapnya seperti anak kandungku sendiri, kebahagiaannya adalah yang terutama bagiku. Papa pernah berpikiran sama denganmu! berniat untuk membuat kalian bersama, tapi...


Tiba-tiba ucapan Dokter Santoso terhenti, dia melepas kacamata yang di pakainya dan menghapus air matanya yang kini sudah menetes


"Rendi,, papa sangat menyayangi kamu dan Shasa! Tidak ada perbedaan perasaanku terhadapmu dan dirinya, papa menginginkan kebahagiaan kalian.


Kamu bersama dengannya itu akan menjadi sebuah kebahagiaan untuk papa, tapi keadaan Shasa tidak memungkinkan itu.


Rendi dengan raut wajah yang kesal terhadap papanya, dengan cepat merubah raut wajahnya menjadi penasaran dan di penuhi dengan tanda tanya


"Ada apa dengan shasa? Apa yang sedang papa sembunyikan dari Rendi? Katakan" Tanya Rendi mendesak dokter antoni dan menatapnya dengan tatapan yang mendalam


Shasa yang masih berdiri di luar pintu, menyentuh daun pintu saat mendengar perkataan dari dokter antoni, Shasa menggelengkan kepalanya berharap dokter Antoni tidak mengatakan yang sebenarnya pada Rendi


"Tidak,, jangan mengatakan itu! Om,, Shasa mohon jangan memberitahu kak Rendi" Shasa terus menggelengkan kepalanya, berharap dokter Antoni Mendengar perkataan dari hatinya

__ADS_1


" Pa,, apa yang sebenarnya terjadi?" Rendi makin penasaran saat melihat papanya meneteskan air matanya


Dokter Antoni menggelengkan kepalanya dan melangkahkan kakinya berjalan menuju tempat duduknya, dokter Antoni menarik kursi dan duduk.


Dia mengangkat kembali kertas yang dilihatnya dari tadi, dan kemudian memberi lembaran kertas itu pada Rendi tanpa mengucapkan apa-apa.


"Apa ini" Tanya Rendi yang penasaran lalu mengambil kembaran kertas itu dan memulai untuk melihat dan membacanya


"Selama ini, Shasa sebenarnya mengidap penyakit kanker dalam hatinya, ini sudah dua belas tahun telah berlalu! Selama itu dia berusaha untuk melawan penyakit itu, tidak mengenal waktu malam, pagi dan siang penyakit itu selalu menyerangnya secara tiba-tiba


Rendi menutup mulutnya, dan melihat papanya yang tengah duduk di depannya


"Ini tidak mungkin" tutur Rendi sambil menggelengkan kepalanya, dan menatap kembali lembaran kertas yang kini ada di tangannya


Dokter antoni berdiri dan melangkahkan kakinya mendekat pada rendi dan Memegang bahu putranya itu


"Selama ini papa selalu, menyarankan padanya untuk melakukan operasi, tapi Shasa selalu menolak! Karena mengingat tingkat keberhasilan begitu kecil, dan di tambah lagi itu karena kamu dan rita, dia tidak ingin kamu mengetahui masalah penyakitnya itu, dia tidak ingin melihat kalian bersedih dan mencemaskannya


Rendi yang merasa tidak percaya terus menggelengkan kepalanya, dan merobek kertas yang ada di tangannya


"Papa jangan mencoba untuk menipuku! Jangan hanya karena papa tidak merestuiku dengan Shasa, papa Setega itu membuat pernyataan tentang penyakit Shasa


Dokter Antoni masih tetap ada di posisinya, memegangi bahu Rendi yang menyebutnya merekayasa penyakit tentang Shasa


"Itu hasil pemeriksaan terakhir Shasa bersama dengan dokter Bobi teman papa, kamu juga mengenalnya bagaimana dia adalah dokter ahli untuk penyakit dalam


"Ini tidak mungkin, papa sudah membohongi Rendi! pa,, jangan katakan jika itu adalah hasil dari penelitian yang asli" Rendi kini terus menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya

__ADS_1


__ADS_2