
Raka yang sekarang ada di dalam ruang kerja Andra, berdiri di depan Andra yang tengah duduk di kursi besarnya.
"Apa yang membuatmu kemari, Shasa tidak disini, dia sekarang di kamarnya" ucap Andra dengan nada dingin.
Andra bersandar di kursi dan menaikkan satu kakinya meletakkannya di atas pahanya duduk santai menatap Raka yang berdiri di hadapannya
"Aku katakan padamu! mungkin kamu dan Shasa saling menyukai, tapi bukan berarti aku menyukaimu! aku tidak bisa membiarkanmu datang sesuka hatimu kemari, dan ingat Shasa adalah keluarga satu-satunya yang aku punya, jadi jangan pernah memiliki pemikiran untuk menyakiti perasaannya, kamu akan menanggung akibatnya, jika berani melakukan itu" ancam Andra pada raka
Raka tersenyum, Mendengar ancaman dari Andra, dia melihat ke arah David yang berdiri di sampingnya
"Aku tahu,, sehebat apapun aku.. itu tidak akan bisa menandingi mu, kamu memiliki apa yang tidak aku miliki" ucap Raka
"Baguslah jika kamu menyadari itu" tutur Andra
"Dan jangan kawatir Shasa adalah kebahagiaanku, jadi tidak mungkin bagiku untuk menyakitinya. Dia hidupku adanya dia aku akan hidup bahagia"
"Tuan Raka,, jangan mengucapkan kata-kata manis di hadapanku, kamu sudah tahu dengan penyakit Shasa, dan kamu pasti sudah mendengar apa yang di katakan oleh dokter, bahwa Shasa.."
"Aku tahu, dari itu aku kemari untuk bertemu denganmu, aku tidak ingin selalu di beri jarak dengannya, aku ingin selalu bersamanya! untuk itu aku kemari untuk melamar Shasa" ucap raka
Ucapan dari Raka Membuat Andra menatap Raka untuk sesaat, mencari tahu akan keseriusan Raka di raut wajahnya
Andra tersenyum
"Apa kamu yakin? Kamu sudah tahu pasti bagaimana dengan keadaannya sekarang, Shasa sekarang..."
"Tidak perlu mengatakannya" ucap Raka yang sekali lagi memotong ucapan dari Andra
"Aku tahu, aku sudah tahu semuanya! Dan itu tidak membuatku untuk mengurungkan niat untuk bersamanya, apapun yang akan terjadi aku tetap akan menikahinya, ini sudah keputusan dariku!" Ucap Raka lagi dengan lantang
"Aku mencintainya, dan buatku tidak akan ada lagi sesuatu yang bisa membuatku untuk berpaling darinya, apa yang akan terjadi kedepannya, itu aku sudah memikirkannya" jelas Raka
Andra berdiri dan melangkahkan kakinya mendekat pada raka dan meletakkan tangannya di bahu Raka, Andra menepuk-nepuk bahu Raka dan tersenyum kagum pada ucapanya
"Tahu tidak,, sebelumnya aku sangat bersemangat, saat mendengar kabar jika adik perempuan yang selama itu aku selalu cari-cari ada di kota di mana aku berada. Waktu itu Aku selalu merasa bersalah di saat mengetahui jika dia hilang, tapi perasaan bersalah itu berubah menjadi amarah saat aku tahu jika sebenarnya dia tidak hilang, tapi sengaja di hilangkan" ucap Andra sedikit curhat pada Raka
__ADS_1
"Dan apa kamu tahu, siapa mereka yang sudah berbuat seperti itu? Dia adalah paman dan bibiku sendiri, saudara kandung dari ibuku, demi uang demi harta dia menelantarkan anak kecil yang baru berusia tujuh tahun, itu tidak bisa membuatku menerimah itu, dari itu aku memberinya hukuman untuk meminta maaf pada ibuku, di alam sana" Andra kembali duduk di kursinya
"Sebelum ibuku meninggal, dia berpesan padaku untuk merawatnya dengan baik, tapi... Aku lalai dalam tugas itu. saat aku sudah menemukannya, aku merasa sangat bahagia, dan untuk menembus kesalahan ku, aku bermaksud untuk menyerahkan semua yang aku punya padanya, tapi..." Andra terdiam untuk sesaat
"Tiba-tiba Dokter mengatakan jika hidupnya tidak lama lagi, aku benar-benar hancur. Andai saja aku bisa menukar semua kekayaan ini dekan hidupnya, aku bisa melakukan itu asalkan dia hidup dan selalu sehat." Andra kembali berdiri dia menatap raka
"Aku tahu kamu tulus padanya, tapi sebelum kamu menyesali semuanya, aku memberimu kesempatan untuk berpikir lagi" tutur Andra
"Apa yang perlu aku pikirkan? Aku tidak ingin membuang waktu lagi! seperti yang kamu katakan jika dia tidak memiliki banyak waktu, untuk apa aku membuang waktu yang berharga itu! kebersamaan ku dengannya itulah yang paling penting bagiku" jelas Raka
"Baiklah itu terserah padamu, buatku apapun itu! asalkan Shasa bahagia, itu tidak akan jadi masalah"
Raka tersenyum
"Terimakasih," Raka menjulurkan tangannya mengajak Andra untuk bersalaman, dan Andra pun dengan senang hati menggapai tangan Raka dan berjabat tangan dengannya
Raka mengetuk pintu kamar Shasa dan membukanya, tanpa menunggu izin dari Shasa.
Shasa yang tengah duduk dan bersandar di tempat tidur, menoleh saat pintu kamar terbuka
"Raka.." Shasa tersenyum menyambut kedatangan Raka
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Raka
"Tidak ada.." Shasa menggelengkan kepalanya
"Katanya kamu belum makan siang, ini aku bawakan makanan," ucap Raka sambil duduk di sisi ranjang dan mengambil sendok makan untuk menyuapi Shasa
"Raka,, Aku dengar kamu habis menemui kak Andra, apa yang kalian bicarakan?" Tanya Shasa penasaran
Raka tersenyum dan tetap menyuapi shasa
"Makanlah,," ucap Raka, Shasa membuka mulutnya dan menyantap makanan yang di sodorkan padanya oleh Raka
"Shasa apa kamu mencintaiku?" tanya Raka hingga membuat Shasa menatapnya keheranan
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa bertanya seperti itu?" Shasa balik bertanya
"Tidak.." Raka menggelengkan kepalanya, dan terus menyuapi Shasa
Raka tersenyum dan membersihkan sisa makanan yang menempel di mulut Shasa
"Apa kamu ingin menikah denganku?"
Pertanyaan itu membuat Shasa berhenti untuk mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya, pertanyaan yang tidak pernah iya harapkan membuatnya kebingungan untuk menjawab
"Shasa Menikahlah denganku! Itu permintaan dariku"
"Tapi.. Raka,, aku..
"Jangan menolak ku, aku mohon! Shasa aku selalu mendambakan kita bersama, sekarang aku tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada padaku," ucap Raka
" aku bertemu dengan Andra juga untuk membahas masalah ini, aku sudah melamar dan iya setuju jika kamu setuju.
Shasa Memegang tangan Raka dan menatap Raka dalam-dalam
"Raka,, aku..
Shasa menghentikan ucapannya, melihat tatapan mata Raka yang begitu tulus Membuatnya tidak tega untuk menolaknya! namun juga,, Shasa tidak mungkin menerimanya, mengingat akan penyakitnya, Shasa tidak mungkin bisa menikah dengan Raka karena itu benar-benar akan menghancurkannya Jika sewaktu-waktu sesuatu benar-benar akan terjadi padanya
"Shasa,, aku hanya ingin mendengar kata iya darimu, aku mohon jangan bilang tidak, jika kamu benar-benar menginginkan kebahagiaan ku, maka menikahlah denganku" ucap Raka mencoba untuk meyakinkan Shasa
Shasa terdiam, dan tidak membalas dengan apa yang sudah Raka katakan
"Shasa,, kakak setuju dengan Raka. Menikahlah, bukan hanya Raka, kakak pun juga akan merasa sangat bahagia" jelas Andra yang tiba-tiba masuk dan ikut campur dengan apa yang di katakan oleh Raka
"Tapi kak,, Shasa..
Ucapan Shasa lagi-lagi terhenti ketika Raka memegang tangannya menggenggamnya dengan kedua tangannya,
"Aku mohon.." ucap Raka, Shasa benar-benar tidak bisa mengatakan apa-apa lagi selain mengangguk
__ADS_1
Raka tersenyum bahagia melihat anggukan dari Shasa, dia dengan cepat memeluk Shasa yang ada di hadapannya
"Terimakasih.." ucap Raka dengan begitu bahagia