
Vani berdiri saat melihat rendi tengah berdiri di hadapannya
"Rendi kamu sudah datang, di rumah sakit susah sekali untuk menemukanmu, jadi aku kemari, karena aku tahu kamu selalu kemari sehabis pulang kerja." Jelas Vani
"Mencari ku ada apa?" Tanya rendi lagi dengan rasa penasaran nya yang belum terjawab
Terlihat dari luar Shasa mencoba untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Tapi di cegah oleh Rita. Rita menjewer telinga Shasa saat melihatnya mengintip
Aaaaoohk.. aaaaoohk..
"Bibi, lepaskan ini sakit" ucap Shasa dan menahan tangan Rita
Rendi dan vani, menoleh kearah suara Shasa yang menjerit kesakitan, Rendi ingin menghampirinya, namun di tahan oleh Vani yang telah memegang tangannya.
"Rendi aku mencari mu karena ada suatu hal yang ingin aku katakan padamu" Ucap Vani dengan serius.
Vani menatap Rendi dengan sangat dalam, dan berusaha untuk mengatakan isi yang ada dalam hatinya. Namun Vani terdiam sesaat, sebelum melanjutkan perkataannya
***
Dan di adegan lain Rita melepaskan tangannya dari telinga shasa
"Kamu ini.. Sudah jangan ganggu mereka,
Biarkan mereka berbicara dengan nyaman" Ucap Rita dan menarik tangan Shasa untuk keluar
Sesampai di luar, Rita dan Shasa duduk di bangku yang tersedia untuk para pengunjung.
Sesekali Shasa melihat ke dalam dengan wajah penasaran dengan kedatangan Vani.
"Bibi.. Menurut bibi,, kak Rendi dan Vani apa memiliki hubungan?" Tanya Shasa dengan rasa ingin tahunya
"Entahlah" Jawab Rita singkat
Dan disaat itu, mereka kedatangan pengunjung dengan mobil mewah yang sedang di parkir kan
Rita dan Shasa berdiri, saat melihat Raka yang keluar dari dalam mobil mewah itu.
Raka terlihat berjalan menghampiri mereka sambil melihat kearah Shasa, Setelah melihat Shasa dengan cukup lama. Raka melihat Rita sedang menatapnya. Raka tersenyum
"Bibi Rita ini aku Raka" Ucap Raka mengingatkan Rita akan dirinya
"Raka,,, Raka yang malam itu?" Tanya Rita saat sudah mengingatnya
"Benar bi.." Ucap Raka membenarkan Rita dan tersenyum
"Kamu benar-benar mampir," Tanya Rita dengan nada yang terdengar sedang senang.
Raka mengangguk
"Iya bi.." Ucap Raka singkat
Rita tersenyum,
"Aku hampir tidak mengenalimu, Karena Kamu cukup tampan hari ini" Ucap Rita menggoda Raka.
__ADS_1
"Benarkah" Tanya Raka bangga dan melihat ke arah shasa
Rita mengangguk dan tersenyum
"Silahkan duduk kebetulan tadi bibi membuatkan Shasa kue favoritnya, dan itu banyak, bisa di makan banyak orang" Ucap Rita dan berjalan masuk untuk mengambil kue yang iya maksud
Raka mengangguk
"Tidak perlu repot-repot" Ucap Raka tidak enak hati
"Tidak itu sama sekali tidak merepotkan bibi" Jelas Rita yang kini sudah ada di dalam.
Raka menoleh pada Shasa yang dari tadi tidak begitu menghiraukannya yang hanya berdiri dengan wajah datarnya.
"kita bertemu lagi" Ucap Raka pada Shasa yang hanya terdiam dari tadi
Hemm.. Jawab Shasa dan mengangguk dengan wajah yang tidak memiliki ekspresi.
Raka tersenyum saat melihatnya seperti itu dan duduk di tempat dimana Rita dan Shasa tadi duduk. Shasa pun Duduk di samping Raka.
Raka terus menatap Shasa yang kini duduk di sampingnya dan Tampa sengaja Raka melihat bekas suntikan yang ada di lengan Shasa
"Eh ini apa?" Tanya Raka sambil menyentuh bekas itu.
"Sepertinya ini bekas suntikan, apa kamu sakit?" Tanya Raka lagi dan memegang dahi Shasa dengan rasa kawatir
"Tidak.." Jawab Shasa dengan cepat dan menjauhkan tangan Raka dari lengannya dan dari dahinya
"Ini bekas gigitan nyamuk, lihat aku sehat begini kamu bilang sakit," Ucap shasa yang sambil berdiri di hadapan Raka.
Tak lama kemudian Rita keluar dan membawa kue untuk mereka.
"Ini untuk kalian , silahkan di cicipi!" Ucap Rita dan tersenyum pada mereka berdua
Shasa kembali duduk di samping Raka, saat melihat Rita datang dengan membawa kue di loyang yang kini ada di tangannya
"Bibi memang yang terbaik" Ucap Shasa dan duduk menyantap makanan yang sudah ada di depannya itu.
"Kamu suka makan kue ini?" Tanya Raka dan mengunyah makanan yang di mulutnya
"Iya dia paling suka dengan kue itu," Ucap Rita menjawab pertanyaan Raka yang di tujukan pada Shasa
"Ini lumayan enak" Ucap Raka dan menganggukkan kepalanya
Tiba-tiba Shasa memukul belakan kepalanya.
Aaaohk..
"Ada apa?" Tanya Raka bingung sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Apanya yang lumayan? Ini sangat enak tau!" Ucap Shasa dan terus mengunyah
Raka tersenyum dan melihat kue yang di tangannya
"Iya ini sangat enak Terimakasih bibi.." Ucap Raka dan menunduk pada Rita yang berdiri di dekat mereka.
__ADS_1
Shasa terus mengambil kue itu satu persatu, seperti ingin segera menghabisinya, dan tidak ingin membaginya dengan orang lain.
Melihat itu Raka dengan cepat menyita satu kue yang ada di tangan Shasa dan segera ingin memasukkannya ke dalam mulutnya
"Eh itu milikku,, Kembalikan" Ucap Shasa dan merebut kembali kue yang ada di tangan raka, seperti anak kecil
Rita tertawa melihat Shasa yang seperti anak kecil, begitupun dengan Raka, tawa mereka meledak hingga terdengar jelas di telinga Rendi, yang ada di dalam warung bersama dengan Vani.
Rendi menoleh ke arah suara namun tidak dapat melihat dengan siapa Rita dan Shasa di luar sana, karena terhalang oleh tirai bambu.
"Apa yang kalian tertawa kan? Apa ini lucu?" Tanya Shasa dan mengambil piring yang sudah kosong di depannya dan menyimpan semua kue yang sudah dia ambilnya
Raka terus saja tertawa, dan mengambil satu kue Shasa lagi.
"Ka.." Sebelum Shasa mengucapkan ucapan yang ingin di ucapkan nya, Raka langsung memasukkan kue itu dalam mulut Shasa,
"Itu untukmu Makan lah!" Ucap Raka dengan lembut dan terus tersenyum manis padanya
Shasa menganguk dan melahap kue yang di mulutnya
"Terimakasih" Ucap shasa
Uhuk... Uhuk.. uhuk... Tiba-tiba shasa tersedak, dengan kue yang di makannya.
Uhuk.. uhuk.. uhuk.. Shasa memukul-mukul atas dadanya agar kue yang di makannya tercerna dengan sempurna. Raka yang ada di dekatnya membantunya dengan segera menepuk-nepuk punggung Shasa, sedangkan Rita segera masuk untuk mengambilkan air minum untuknya.
Rita dengan cepat berjalan sambil membawakan segelas air putih untuknya
"Ini cepat minum" Ucap Rita dan menyodorkan gelas yang berisi air ke pada Shasa
Shasa pun mengambilnya dan langsung meminumnya.
Tangan Raka terus berada di punggung Shasa dan sesekali terlihat memukul-mukul dan sesekali terlihat mengusap-usap.
"Apa yang terjadi?" Tiba-tiba dari dalam suara tanya terdengar.
Rita dan Raka menoleh dan begitupun juga Shasa.
Rendi yang melihat tangan Raka berada di punggung Shasa dengan cepat melepaskannya, dan mengganti dengan tangannya dan duduk di samping shasa,
Raka akhirnya berdiri dan berpindah tempat duduk di bangku yang satunya lagi dan terus melihat adegan yang membuatnya merasa tidak nyaman
"Dia hanya tersedak," Ucap Rita pada Rendi, karena melihat ada kekuatiran dalam hatinya
Vani yang ikut keluar berdiri di dekat Rita,
dalam hati Vani merasa cemburu melihat perhatian Rendi pada Shasa. Rendi yang begitu saja meninggalkannya karena mendengar Shasa terbatuk-batuk, membuat rasa marah di hatinya.
Begitupun dengan Ekspresi wajah Raka yang ada rasa tidak senang melihat kedekatan Rendi dan Shasa.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya rendi dan mengelus-elus pundak Shasa
Shasa tersenyum dan mengangguk
Rasa kuatir pada diri Rendi, terlihat sangat jelas hingga mereka yang ada di situ tahu akan perasaannya terhadap Shasa. Begitupun dengan Rita. Rita tersenyum senang melihat Rendi yang begitu peduli pada Shasa dan dia sangat bahagia saat tahu Rendi memiliki perasaan lain pada shasa
__ADS_1