Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Shasa aku mencintaimu


__ADS_3

Shasa Turun dari taksi! dan terlihat sang security dengan cepat berlari membuka pintu pagar untuknya, saat melihat kedatangannya.


"Nona Shasa anda sudah pulang?" Tanyanya sambil menarik pintu pagar.


"He'e" Shasa mengangguk dan tersenyum padanya dan berjalan untuk masuk ke dalam rumah


"Nona" sapa para pelayan yang melihatnya


Shasa hanya bisa membalas semua sapaan itu dengan anggukan, dan terus melangkahkan kakinya berjalan santai menuju kamar.


Didalam kamar Shasa dengan segera mengambil segelas air yang sudah disiapkan untuknya di atas meja, dan meminum obatnya yang di berikan oleh dokter antoni.


Keringat panas dingin shasa kini mulai bercucuran membasahi seluruh tubuhnya! Shasa berbaring untuk sesaat, berusaha menahan rasa sakit yang ada dalam hatinya itu


"Tuhan sampai kapan aku harus menanggung penderitaan ini? Ini sangat menyakitkan" Tuturnya pada diri sendiri sambil memegangi atas dada kirinya.


Shasa mulai mengeluh dengan penyakit yang selama bertahun-tahun sudah membuatnya menderita.


Shasa yang selalu terlihat dengan wajah riang dan gembira, kini terlihat begitu menderita, raut wajahnya tidak lagi menampakkan kebahagiaan, sakit dalam hatinya membuat dirinya tidak mampu untuk menahan air matanya, dia pun menangis karena rasa sakit itu.


Shasa yang berusaha menahan sakit menggeliat tubuhnya di atas tempat tidur sambil menggigit selimut agar tidak menimbulkan suara, dia tidak ingin seseorang mengetahui tentang penyakit yang sudah di deritanya itu.


Sakit yang sudah membuatnya menderita untuk beberapa waktu, perlahan-lahan mulai menghilang! Shasa bangun dari tempat tidur dan tetap memegangi atas dada kirinya, untuk sesaat Shasa duduk dan terdiam. Setelah itu Agar tidak menimbulkan pertanyaan bagi orang yang masuk dalam kamar yang di tempati nya, Shasa merapikan tempat tidur dan terlihat seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


***


Disisi lain Raka yang masih merasakan marah akibat pernyataan dari Santoso yang mengatur perjodohan untuknya dengan Laura membuatnya begitu emosional.


Raka berdiri dari tempat dia duduk dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangannya.


"Bos Anda mau kemana?" Tanya Romi yang melihat atasannya itu berjalan keluar, meski dia tahu tidak akan mendapat Jawaban darinya! tapi Romi tetap menanyainya


Romi mengikuti Raka sampai di tempat parkir dan melihatnya menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Sekarang antar aku pulang" ucap Raka sambil melemparkan kunci mobilnya pada Romi.


"Baik bos" jawaban dari Romi dan mencoba untuk menangkap kunci mobil yang tengah di lemparkan oleh raka


Setelah menerima kunci mobil itu, Romi dengan cepat membuka pintu untuk Raka dan segera masuk kedalam mobil dan menyetir


"Romi tugas yang aku pernah berikan padamu bagaimana perkembangannya?" Tanya Raka pada Romi hingga membuatnya merasa bingung.


"Tugas yang mana bos" tanya romi dengan raut wajah yang kebingungan


"Soal keluarga Shasa dan siapa dirinya!" Jawab Raka


Romi menggelengkan kepalanya


"Tidak ada petunjuk bos, nona Shasa saat itu tiba-tiba muncul begitu saja di warung Rita, saat itu pula Rita mengadopsinya Tampa tahu asal usulnya." Jawab romi


Mendengar penjelasan dari Romi Raka terdiam dan bersandar di sandaran kursi. Raka tidak lagi mengingat akan kemarahannya dan pertunangannya dengan Laura, kini dia mengingat akan Shasa yang ada dalam pikirannya, ingin mengetahui asal usul Shasa! itu menjadikannya sulit baginya jika tidak miliki petunjuk.


Sang security berjalan mengikuti mobil yang di kemudikan oleh Romi dengan pelan, saat mobil berhenti sang security dengan cepat membuka pintu mobil untuk majikannya itu.


"Apa Shasa sudah pulang? Tanya Raka pada security saat dia keluar dari mobil


"Iya tuan! Nona Shasa sudah pulang sejak tadi


Romi tercengang saat mendengar nama Shasa di sebut, dia tak habis pikir wanita yang bernama Shasa itu tinggal di rumah atasannya itu, Romi melihat-lihat sekeliling dan mencari orang yang bernama shasa.


("Apa bos, sudah punya seorang wanita sekarang? Dan mereka sudah tinggal bersama? Wah ini akan jadi berita besar di kantor jika karyawan mengetahuinya") tutur Romi dalam hatinya


Raka berjalan masuk ke dalam rumah, karena tak ingin ketinggalan, Romi yang selalu ingin tahu masalah pribadi atasannya dengan cepat mengikutinya berjalan masuk sambil melihat kanan kirinya.


"Tuan anda sudah kembali?" Tanya Surti yang tengah berjalan menghampirinya saat melihatnya dan mengambil jas Raka yang ada di tangannya


"Shasa di mana?"tanya balik Raka

__ADS_1


"Dia dikamar tuan, setelah kembali dia tidak pernah keluar dari kamar" jelas Surti yang membuat Raka dengan cepat berjalan menuju kamar di mana Shasa ada di dalam.


Melihat atasannya berjalan! Romi pun hendak ikut melangkahkan kakinya, namun Surti menegurnya


"Kamu mau kemana?" Tanya Surti dengan tatapan jutek


"Aku,, aku tidak akan kemana-mana" jelas Romi sambil melangkahkan kakinya menuju sofa dan sesekali melirik ke arah kamar yang telah di masuki atasannya.


"Aku hanya ingin duduk" ucapanya lagi sambil tersenyum pada Surti yang menatap dingin padanya


Kleek,, suara pintu kamar terbuka dari luar, Shasa yang tengah duduk sambil melihat obat yang di berikan oleh dokter Antoni, dengan cepat menoleh dan melihat Raka yang tengah berjalan menghampirinya! Shasa kaget dan menyembunyikan obat itu dengan cepat. Dan Shasa berdiri untuk menyapanya namun dengan cepat Raka berjalan mendekat padanya dan memeluknya dengan erat, membuat Shasa tercengang


"Tuan Raka ada apa?" Tanya Shasa sambil mencoba untuk melepas pelukan Raka padanya


"Jangan bergerak, biarkan aku memelukmu untuk sesaat" tegas Raka yang membuat Shasa terdiam dan tidak lagi mengelak dari pelukannya


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Shasa sambil menepuk-nepuk punggung raka


"Shasa aku ingin selalu seperti ini, disaat aku memiliki masalah! Aku ingin kamu ada di sampingku untuk menemaniku dan menghiburku" tutur Raka sambil terus memeluk Shasa


"Memangnya ada apa? Kamu bisa mengatakannya, siapa tahu aku bisa membantumu untuk memecahkannya" tutur Shasa


"Dengan membiarkan aku memelukmu seperti ini itu sudah sangat membantuku, kamu tidak perlu melakukan apa-apa lagi" jelas Raka sambil melepas pelukan nya dari Shasa dan Memegang wajahnya dengan kedua tangannya.


Raka mendongakkan kepala shasa agar bisa melihat dan menatapnya


"Shasa aku mencintaimu, aku tulus mengatakan ini padamu" tuturnya dan mencium bibir shasa tanpa menunggu jawaban darinya.


Shasa yang tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa memukul-mukul kedua tangan Raka yang sedang memegang wajahnya, namun Raka tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh shasa, dia terus mencium bibir shasa untuk sesaat,


sehingga Raka merasa puas dan berhenti, tapi setelah berhenti Raka kembali memeluknya seperti semula.


"Raka apa yang kamu lakukan? Siapa yang memberimu ijin untuk menciumku?" Tanya shasa dengan kesal sambil memukul-mukul Raka yang sudah memeluknya lagi

__ADS_1


__ADS_2