
Raka mengangguk, matanya kini begitu bercahaya menampakkan kebahagian dalam dirinya.
Sesekali Shasa tersenyum padanya sambil menyuapinya. dalam hati Raka! dia tidak pernah mengira shasa akan secepat itu untuk memaafkannya.
"Sha terimahkasih" ucapnya sambil mengambil sendok yang ada di tangan Shasa dan kebalikannya, dia yang mulai menyuapi shasa.
Shasa menyantap makanan yang di suapi oleh Raka sesuap demi sesuap, dia terus mengunyah makanan yang ada di mulutnya sambil terus menatapi Raka yang ada di hadapannya seperti tidak pernah terjadi apa-apa padanya.
Kini dalam hatinya telah tumbuh ada rasa cinta yang mendalam, perlakuan dan perasaan yang tulus di berikan oleh Raka, tidak bisa membuatnya untuk menolak perasaan itu.
Ingin rasanya Shasa terus tinggal di rumah itu untuk mendapatkan banyak perhatian lagi pada Raka, tapi Shasa juga masih ada hal yang perlu iya perhatikan yaitu Rita yang sekarang sendiri Tampa adanya dia
"Raka besok aku akan pulang ke rumah bibi Rita, aku tidak ingin dia merasa cemas terus menerus karena aku tidak pulang-pulang." Jelasnya sambil tetap mengunyah makanannya
"Kenapa apa kamu tidak merasa nyaman tinggal di sini? Atau karena masalah yang tadi, jadi kamu ingin pergi meninggalkanku?" Tanya Raka yang merasa kecewa dengan pernyataan Shasa yang tiba-tiba
Shasa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"Tidak,, bukan karena itu, aku sangat suka tinggal disini, aku merasa nyaman dan masalah yang tadi aku sudah melupakan nya, aku tidak ingin menyimpan hal-hal yang tidak aku sukai dalam ingatanku," jelas shasa sambil mengambil segelas air untuk di minumnya.
Setelah minum dia menyimpan kembali gelas itu di atas meja
"Sekarang aku hanya merindukan bibi Rita, dan juga kak Rendi! Aku rasa dia marah padaku soal kejadian malam itu, aku harus memberinya penjelasan agar dia tidak salah paham padaku, dari itu aku harus pulang dan bertemu dengan mereka
Raka jadi ilfil saat mendengar nama Rendi yang terucap dari mulut Shasa.
"Lalu bagaimana dengan diriku? Apa kamu tidak ingin memberiku penjelasan? Shasa kamu belum memberikan aku jawaban tentang perasaanmu padaku" tutur Raka dan menatap shasa dengan tatapan serius sambil menyimpan piring yang ada di tangannya di atas meja
"Soal itu,," Shasa terdiam sejenak
"Soal itu aku belum memikirkannya" jelas Shasa sambil mengalihkan tatapan matanya dan tidak berani untuk melihat tatapan mata Raka yang penuh dengan harap
"Kenapa?" Tanya Raka singkat
"Hanya saja aku belum mendapatkan jawaban yang pas untukmu" jawab Shasa yang membuat Raka memegangi wajahnya, dan membuatnya untuk menatap dirinya
"Kenapa" pertanyaan yang sama di pertanyakan nya untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Namun Shasa tidak bisa menjawab dan hanya terdiam melihat Raka yang menatapnya menunggu jawaban darinya
"Apa di dalam hatimu, tidak sedikitpun merasa menyukaiku?" Tanya Raka lagi
"Bukan begitu!" Dengan cepat Shasa mengelak
"Sungguh bukan itu maksudku, sebenarnya aku juga menyukaimu dan memiliki perasaan untukmu, Hanya saja...
Mendengar pernyataan Shasa yang juga menyukainya, Raka langsung memeluknya, tanpa menunggu lagi kata-kata berikutnya yang ingin di ucapkan oleh Shasa
Shasa tercengang sesaat dengan kelakuan Raka yang tiba-tiba memeluknya begitu saja
"Jawaban itu yang selalu aku tunggu-tunggu darimu, jika kamu menyukaiku dan juga memiliki perasaan untukku, itu berarti aku masih ada harapan darimu untuk mencintaiku, Shasa terimahkasih" tutur Raka hingga membuat Shasa tersenyum mendengarnya
Perasaan bahagian dalam hati Raka membuatnya memperat pelukan darinya
"Sudahlah, sekarang kamu kembali ke kamarmu, aku sudah selesai makan dan ingin melanjutkan tidurku aku merasa lelah sekarang, jangan coba-coba untuk menggangguku lagi" jelas Shasa dan melepaskan pelukan Raka darinya
Raka mengangguk
"Baiklah, Sekarang kamu istirahat" ucap Raka dan membantu Shasa untuk berbaring dan menyelimutinya dengan selimut.
"Selamat malam," ucapnya lagi
"Selamat malam" balas Shasa tanpa membuka matanya
Raka melangkahkan kakinya dan tak lupa untuk mengambil piring yang ada di atas meja dan berjalan keluar dari dalam kamar.
Raka berjalan menuju ruang makan dan di lihat oleh Surti
"Tuan apa nona Shasa sedang tidak enak badan?" Tanya Surti yang melihat Raka sedang menyimpan piring di atas meja makan
Raka hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan surti dan melangkahkan kakinya lagi berjalan menuju kamarnya
Dan Surti Hanya melihatnya dan tidak mengatakan apa-apa lagi pada majikannya itu.
Shasa mencoba untuk membuka matanya dengan pelan saat dia merasa Raka sudah tidak lagi di dalam kamar yang ia tempati.
__ADS_1
Shasa bangun dan Memegang atas dada kirinya yang berdegup kencang sambil tersenyum-senyum sendiri
Perasaan yang ada dalam hatinya kini tidak bisa iya utarakan dengan kata-kata
"Apa ini yang di namakan jatuh cinta" tanya Shasa pada diri sendiri sambil terus tersenyum
Shasa Turun dari tempat tidur dan berjalan mendekat pada jendela kamar dan membukanya, untuk mencari kesejukan yang bisa menyejukkan dirinya yang terasa panas
"Perasaan macam apa ini? Kenapa membuatku merasa gerah!" Ucapnya pada diri sendiri lagi sambil mengipas-ngipas dirinya dengan tangan
Sedangkan Raka yang ada dalam kamarnya mondar mandir tak karuan, hatinya terasa gelisah dan selalu memikirkan akan tentang Shasa
Raka duduk disisi tempat tidurnya sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya
"Apa ini? Kenapa aku merasa gelisah, dan kenapa aku merasa ingin melihat Shasa lagi, padahal aku baru saja melihatnya" ucapnya pada diri sendiri
Raka berdiri dan bingung harus berbuat apa! Tampa sengaja kegelisahan yang ada dalam hatinya, membuat pandangannya terpaku pada sesuatu yang ada di atas meja, Raka melihat boneka yang ada di atas mejanya, Raka berjalan mendeKat dan mengambil boneka itu dan melihatnya.
"Bukankan boneka ini,,"Raka terdiam untuk sesaat.
"Boneka ini sebagai hadiah ulangtahun untuk Shasa?" Jelas Raka pada diri sendiri sambil tersenyum-senyum saat sudah mendapat ide, yang bisa membawanya kembali ke kamar Shasa
Tidak menunggu lama Raka dengan cepat berjalan keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju kamar Shasa, dengan percaya diri Raka membuka pintu kamar yang tinggali oleh Shasa
Kleek suara pintu terbuka dari luar, Shasa yang masih berdiri di dekat jendela dengan cepat menoleh dan tercengang saat melihat Raka terlihat berdiri di ambang pintu kamarnya, yang telah membuka pintu itu.
"Raka,,! Ucap Shasa dengan mata yang membulat
Raka berjalan menghapiri nya
"Bukanya kamu sudah tidur, kenapa kamu berdiri disini, dan ini kenapa harus membuka jendela? Angin malam tidak baik untuk kesehatan," tanya Raka sambil menutup jendela yang terbuka lebar
"Aku tidak bisa tidur dan aku merasa kepanasan jadi membuka jendela" jawab Shasa
"Kenapa tidak mengatur ulang AC, itu lebih baik dari pada harus membuka jendela" jelas Raka lagi
Mendengar Omelan dari Raka, Shasa dengan segera berjalan menuju tempat tidur, dan berencana untuk berbaring tapi sebelum itu Shasa, menoleh kembali pada Raka
__ADS_1
"Oh iya,, apa yang membuatmu kemari?" Tanya Shasa penasaran