Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
jangan sekarang


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi oleh Shasa dan Romi, berhenti di depan sebuah hotel yang megah.


Sebelum mereka turun dari mobil, Romi terlihat mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


"Bos kami Sudah sampai" ucap Romi


"Baik bos, aku mengerti" Terdengar Romi patuh dan mengiyakan semua apa yang di katakan oleh orang yang sedang berbicara dengannya di balik ponselnya itu


Romi menoleh dan melihat Shasa yang masih duduk di belakang, saat panggilannya sudah terputus! dan setelah itu Romi membuka pintu mobil dan turun, dan dengan cepat membuka pintu mobil untuk Shasa yang masih ada di dalam mobil


"Nona Shasa, silahkan" ucap Romi, yang sedang mempersilahkan Shasa untuk turun dari mobil.


Shasa turun dari mobil dengan perasaan yang sedikit canggung dan sedikit merasa bahagia, karena sebentar lagi dia akan bisa melihat Pria yang begitu iya cintai. Shasa melangkahkan kakinya penuh dengan pertimbangan, mengikuti kata hati yang sudah begitu merindukan Raka. Shasa berjalan mengikuti Romi, sambil memerhatikan tempat yang iya datangin


"Romi,, untuk apa kita ke hotel? Bukannya kita akan menemui Raka?" Tanya Shasa dengan penasaran, tapi pertanyaannya itu tidak mendapat respon dari Romi.


Setelah keluar dari dalam lift dan melewati beberapa kamar, Romi terlihat berhenti di depan kamar 234, dan dia mengetuk pintu


Tok.. tok.. tok..


"Bos,, nona Shasa sudah di sini." Ucap Romi, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar


Cukup lama mereka berdiri di luar pintu menunggu sampai Raka memberi mereka ijin untuk masuk.


Shasa yang merasa lelah bersandar di tembok untuk memperistirahatkan punggungnya dan dengan sabar menunggu sampai Raka mempersilahkan dia masuk.


Dalam hatinya ada perasaan yang tidak enak, namun itu tidak mengurungkan niatnya untuk tetap bisa bertemu dengan Raka

__ADS_1


Dia berdiam diri Tanpa mengatakan apapun pada Romi yang juga berdiri menemaninya di luar pintu.


Derr... Derr.. suara getar ponsel Romi terdengar dari saku celana yang iya kenakan. Dengan cepat Romi memasukkan tangannya dan mengambil ponsel itu dan melihat nama yang memanggil, dan mendekatkannya di telinga


"Baik bos," ucap Romi sambil melihat Shasa dan kembali memasukkan ponselnya itu kedalam saku celananya


"Nona Shasa silahkan," ucap Romi mempersilahkan Shasa untuk masuk saat dia sudah membuka pintu kamar hotel untuknya


Shasa menoleh dan melihat Romi, ada perasaan ragu untuk masuk kedalam, namun rasa rindu Shasa mendorongnya untuk tetap masuk dan bertemu dengan Raka.


Shasa melangkahkan kakinya, berjalan masuk kedalam kamar sendiri Tanpa di temani oleh Romi. Shasa menoleh saat Romi sudah menutup kembali pintu itu, dan kemudian meneruskan langkahnya mencari Raka diruang kamar yang begitu besar.


" Tuan Raka,, aku benar-benar tidak pernah menyangka, akan bisa sedekat ini dengan anda, ini benar-benar di luar dugaan ku, bisa bersama dengan anda di dalam satu ruangan seperti ini"


Shasa terhenti dari langkahnya, saat melihat Raka yang tengah duduk di sofa! Bertelanjang dada sambil memangku seorang wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam.


Air mata Shasa mengalir deras Tampa iya sadari, melihat pria yang begitu iya cintai sedang bermesraan bersama dengan wanita lain di dalam kamar, dengan cepat Shasa berbalik dan dengan cepat menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya itu.


Senyum sinis di bibir Raka terlihat saat melihat Shasa yang sudah berdiri di hadapannya, sambil membelakanginya.


"Kamu sangat cantik dan seksi dengan pakaian yang seperti ini, aku suka dengan penampilan kamu hari ini." Ucap Raka kepada wanita yang kini ada di pangkuannya, namun pandangan matanya tetap tertuju pada Shasa yang sudah berdiri membelakanginya


Wanita itu tersenyum dan memegang wajah raka, memalingkan wajahnya untuk melihat dirinya! dan mencoba untuk mencium bibir Raka, tapi dengan cepat Raka menolak dan menurungkan wanita itu dari pangkuannya.


"Tidak,, jangan sekarang! Hari ini aku kedatangan tamu, jadi harus menunda kesenangan kita hari ini" ucap Raka sambil menyentuh wajah wanita yang kini ada di depannya, dan berdiri melihat Shasa yang berdiri mematung membelakanginya, Tanpa mengatakan apa-apa. Dan Raka meraih segelas minuman yang ada di atas meja


Wanita itu menoleh dan melihat Shasa dengan tatapan marah, karena merasa sudah mengganggu kesenangannya hari ini, dan dia pun berdiri berjalan mendekat pada Shasa yang hanya terdiam, sedangkan Raka dengan santai meneguk segelas minuman yang di ambilnya dari meja yang sudah tersedia.

__ADS_1


Dengan perasaan yang hancur, Shasa meremas bagian depan gaun yang di kenakannya, tubuhnya gemetar akibat rasa marah yang dirasakannya, namun dia tetap terdiam dan tidak mengatakan apapun


Wanita itu berjalan dan berdiri di hadapan Shasa, menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kakinya, sambil memasang wajah jutek


"Cciihh..." Wanita itu menyilang kedua tangannya dan menempelkannya di bawah dadanya sambil terus memperhatikan Shasa


"Tuan Raka,, siapa wanita norak ini? Apa dia salah satu wanita panggilan anda?" Seketika wajah Raka berubah masam setelah mendengar pertanyaan dari wanita itu, Raka menaruh gelas yang ada di tangannya dan berjalan mendekat pada Shasa dan wanita yang kini sudah menilai buruk tentang diri Shasa.


Raka tetap mencoba untuk memperlihatkan senyum di bibirnya, berdiri di hadapan Shasa sambil memeluk pinggang ramping wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam di tubuhnya itu.


Shasa menundukkan wajahnya, tidak bisa melihat adegan menjijikkan yang ada di hadapannya, kedua tangannya saling meremas, dia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak menetes.


"Cccceeh.." wanita itu melihat Shasa dengan tatapan yang tidak suka


" tuan Raka, anda memilih wanita seperti ini untuk menemani anda? Ini terlalu buruk dan jauh dari kata tak pantas untuk anda" tutur wanita itu


"Sebaiknya anda bersama denganku saja, aku bisa menjamin bisa memuaskan mu" ucap wanita itu, sambil membalik tubuhnya menggantungkan kedua tangannya ke leher Raka yang masih memeluk pinggangnya itu


Wanita itu terus menerus mencoba untuk menggoda Raka, dan Raka pun terlihat begitu menikmati alur permainan yang iya susun sendiri


Shasa mengepalkan kedua tangannya, melihat Raka yang begitu menikmati sentuhan dari wanita yang kini bersamanya


"Tuan Raka, untuk apa anda ingin menemui ku? Sekarang aku disini, jadi katakan apa yang ingin Anda sampaikan padaku" ucap Shasa dengan suara yang terdengar lantang


"Sebenarnya kamu datang di waktu yang tidak tepat, saat ini aku bersama dengan wanita cantik, seharusnya sekarang aku bersenang-senang, tapi kamu malah datang dan merusak Semuanya" ucap Raka sambil mengelus manja pipi wanita yang ada di hadapannya


"Apa sebenarnya mau mu? Kamu sendiri yang menyuruh Romi untuk membawaku ke mari, dan sekarang kamu menyalahkan ku sudah merusak kesenanganmu?" Shasa yang dari tadi terdiam kini mulai menunjukkan ekspresi marah di wajahnya

__ADS_1


"Tuan Raka,, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu, sebaiknya sekarang aku pergi" tutur Shasa sambil melangkahkan kakinya


__ADS_2