Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Itu tidak jadi masalah


__ADS_3

Belum lama Raka keluar dari dalam, Santoso dan Irawan pun ikut keluar, mereka berdua melangkahkan kakinya berjalan kehadapan para tamu undangan yang hadir, dan mereka berdua memperlihatkan senyum manis di bibirnya.


Santoso dan Irawan berdiri berdampingan sambil memegang mikrofon di tangannya dan sesekali saling menatap


Mata Parah Tamu tertuju pada mereka berdua yang terlihat berdiri di hadapannya dan terlihat Ingin menyampaikan sesuatu


Dan tiba-tiba salah satu dari reporter yang hadir, melangkahkan kakinya, dan bertanya padanya, dan tidak lupa untuk merekam apa yang sekarang dia lakukan.


"Tuan Santoso,,, tuan Irawan,,, dengar-dengar anda berdua adalah Teman dekat dari waktu masih muda, dengar-dengar anda adalah sahabat sejati, apa mungkin dari pertemanan kalian, membuat Anda menjodohkan putra putri anda?" Tanya sang reporter


"Benar juga!" Terdengar salah satu dari tamu undangan membenarkan pernyataan itu


Santoso dan Irawan kembali saling menatap dan kemudian iya pun, angkat mikrofon untuk bicara, tapi sebelum itu! Santoso memberi kode kepada bawahannya yang tengah menjaga keramaian itu, untuk menghalangi para reporter untuk mengambil gambar mereka atau pun, merekam apa yang ingin di katakan nya


"Para Tuan-tuan yang hadir hari ini, di acara pesta pertunangan putraku ini, aku dari keluarga besar Santoso mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, karena Raka putraku! hari ini harus pergi karena ada hal yang penting, yang harus di kerjakannya" jelas Santoso dengan nada yang terasa berat dan memberikan mikrofon yang ada di tangannya ke pada Irawan


Para tamu undangan jadi heboh dan saling berbisik-bisik satu sama lain


" Kenapa harus mengurus pekerjaan lain! Di hari yang baik ini?" Tanya salah satu dari mereka


Santoso dan Irawan tidak menanggapi pertanyaan itu, dan hanya tersenyum


"Benar, kami pun dari keluarga besar Irawan minta maaf, Laura putriku juga hari ini tidak bisa hadir kerena sakit! Dan dengan berat hati aku mengatakan jika pertunangan ini akan kami tunda" jelas Irawan sambil menunduk pada para tamu undangan yang ada di hadapannya, begitupun dengan Santoso! Mereka berdua terus menunduk untuk minta maaf


"Maaf tuan-tuan dan nyonya-nyonya kami sudah membuang waktu anda, yang berharga, dari itu kami mengucapkan minta maaf yang sebesar-besarnya" ucap Irawan dan di ikuti anggukan dari kepala Santoso, membenarkan setiap ucap dari Irawan


"Maaf jika kami harus mengatakan, pesta hari ini telah usai" jelas Irawan lagi

__ADS_1


Penjelasan dari Irawan Membuat para tamu undangan, menghela nafas dengan kecewa! beberapa dari mereka berjalan keluar dari dalam kediaman santoso dan sambil berbisik-bisik


"Tuan Santoso,, apa pertunangan ini tidak terlalu penting buat tuan Raka? Kenapa harus meninggalkan hari bahagia ini, hanya dengan sebuah pekerjaan yang bisa di kerjakan besok" tanya seseorang dari salah satu tamu undangan yang hadir.


Pertanyaan itu, tidak bisa di tanggapi oleh Santoso, ataupun Irawan. Mereka berdua hanya bisa tersenyum dan terdiam menatapnya dengan rasa malu, dan rasa marah di dalam hatinya


Para reporter yang hadir di larang keras untuk mengabadikan, acara itu di saluran TV manapun, dan para algojo Santoso di perintahkan untuk membuat para reporter itu pergi tanpa mengambil gambar


Andra yang masih duduk tersenyum melihat drama yang ada di depan matanya


"Pertunjukan yang bagus" ucapnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, dan berdiri dari duduknya, Andra merapikan jas yang di kenakannya mengancing jasnya dan melangkahkan kakinya untuk berjalan keluar dari dalam kediaman santoso


"Heeemmm... Andra kembali tersenyum


"Ini sangat membosankan" ucap Andra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, Berdalih dari ucapan ya sebelumnya


"Tuan Andra," dari belakang seseorang telah memanggil namanya, membuat Andra menghentikan langkahnya dan menoleh melihat Santoso dan Irawan sudah berdiri di hadapannya


Senyum di bibir Andra tidak pernah hilang, dia melihat santoso dan Irawan dengan raut wajahnya yang memerah karena merasa malu


"Jangan pikirkan itu, aku merasa sama sekali tidak di rugikan, kedepannya jangan sungkan untuk mengundangku kembali jika hari baik itu akan tiba" jelas Andra


Santoso tersenyum


"Baik,, aku akan mengingat itu! Silahkan" ucap Santoso dan mempersilahkan Andra untuk berjalan dan mengantarnya sampai di luar


Karena cuaca Sekarang masih gerimis, David membuka payung dan memayungi dirinya berjalan menuju mobilnya yang terparkir

__ADS_1


Sedangkan Andra menunggu di teras rumah Santoso sambil membahas sedikit tentang bisnisnya bersama dengan Santoso dan Irawan


Mereka yang sedang asyik berbincang-bincang, menoleh saat sebuah mobil berhenti di depan, dan terlihat, triwijaya turun dari mobil itu, dan tidak lama kemudian David pun datang membawakan mobil dan parkir di depan mobil triwijaya, Kemudian turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk majikannya itu


"Tuan,, silahkan" David mempersilahkan Andra untuk masuk ke dalam mobil dan melihat Santoso dan Irawan, sambil tersenyum


"Baiklah,, hari ini aku masih banyak pekerjaan di kantor, jadi aku harus pergi! Ucap Andra


"Baik tuan, terimahkasih karena sudah menyempatkan diri untuk hadir di pesta ini" jelas Irawan


"Itu tidak jadi masalah!" Tutur Andra sambil melihat triwijaya yang sudah turun dari mobilnya dan kini berjalan ke arah mereka


" Baiklah sekarang aku tidak bisa berlama-lama lagi" tutur raka lagi sambil melihat jam tangannya dan melihat Santoso dan Irawan mengangguk, mengartikan jika mereka berdua setuju jika Andra pergi dari sana.


Andra kembali tersenyum dan berbalik, berjalan sambil melintas di dekat triwijaya yang juga sedang berjalan kearah Santoso dan Irawan. Mereka tidak saling menyapa ataupun saling merespon dengan keberadaan mereka masing-masing.


"Triwijaya,, hari ini kamu datang terlambat?" Pertanyaan dari Santoso membuat Andra menghentikan langkahnya untuk sesaat dan menoleh melihat punggung triwijaya, yang tengah berdiri di hadapan Santoso dan Irawan. Dan setelah itu Andra kembali memalingkan wajahnya dan melanjutkan langkahnya berjalan menuju mobilnya, dimana David sudah menunggunya


Didalam mobil Andra duduk dengan santai dan mengingat akan Santoso yang baru saja di temui nya


"Apa dia Santoso, orang tua dari Dona yang sekarang ada di markas?" Tanya Raka pada David


"Benar tuan!" David membenarkan pernyataannya


Andra kembali terdiam dan seketika dia teringat pada Shasa


"Bagaimana dengan Shasa! apa bawahan mu, menghubungimu dan memberi kabar tentangnya?"

__ADS_1


"Tidak tuan,, Mungkin saja ! Sekarang nona Shasa sedang bersenang-senang bersama dengan rita di warung atau di rumahnya, lagian cuaca saat ini, tidak mendukung untuknya keluar rumah! Jelas David


Andra menganggukkan kepalanya, dan terdiam sambil memikirkan sesuatu, yang David pun tidak tahu, apa yang sedang di pikirannya


__ADS_2