
"Rendi mendapat, panggilan darurat dari itu dia harus kesana" jawabnya sambil memegang tangan Shasa
"Apa kita jadi jalan? Tanya Raka dan melihat Rita yang tengah berjalan keluar menghampirinya
"Bibi,," sapa Raka dan menundukkan kepalanya lagi
"Sekarang aku ingin menjemput Shasa apa kami boleh pergi sekarang? Tanya Raka langsung pada intinya dan tidak ingin membuang waktu lagi
Rita mengangguk
"Pergilah,! Ucapnya
Raka pun mengandeng tangan Shasa dan membawanya berjalan menuju mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk shasa.
Shasa tersenyum dan masuk kedalam mobil
"Bibi Shasa berangkat" ucap shasa saat hendak menaiki mobil
Rita hanya mengangguk dan tersenyum melihatnya.
Raka menyalakan mesin mobil dan mengemudi dengan santai, dia melajukan mobilnya dengan Pelang dan melihat Shasa yang duduk bersandar di sampingnya melihat ke depan tanpa mengatakan apapun.
"Tahu tidak selama dua hari ini kita tidak bertemu, aku menjadi sangat merindukanmu, dari itu aku mengambil kesempatan di akhir pekan ini untuk menemuimu" jelas Raka sambil memegang tangan Shasa yang terlihat tidak bersamangat
Shasa mendengar ucapan dari Raka tapi tidak meresponnya! Diapun sebenarnya juga sangat merindukan Raka, namun memendam rasa itu, dia mencoba untuk mengendalikan perasaannya, shasa tidak ingin terlihat begitu menyukainya secara mendalam! dia terespon pada penyakit dan keadaannya yang membuatnya tak bisa untuk berdalih pada hal lain
Raka yang sedang mengemudi sesekali melihat Shasa, dia merasa aneh padanya! Gadis yang dulunya selalu terlihat ceria kini diam dan tidak menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.
"Ada apa? Hari ini kamu terlihat berbeda?" Tanya Raka yang menyadari ada ke anehan pada diri Shasa
Shasa melihatnya dan tersenyum
"Tidak ada apa-apa! Itu hanya perasaanmu saja" Jawab Shasa sambil menggelengkan kepalanya
"Tidak,, hari ini aku melihatmu tidak seperti biasanya, kamu banyak diam dan terlihat lesu, apa kamu sakit?" Tanya Raka sambil menepikan mobilnya dan berhenti, dia menjulurkan tangannya menyentuh dahi shasa, dan membuat Shasa jadi kaget
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Shasa keheranan melihat tingkah Raka yang tiba-tiba, membuatnya agak malu
"Aku tidak apa-apa, dan aku tidak sakit jangan banyak berfikir" jelas Shasa melerai sentuhan tangan Raka dari dahinya
__ADS_1
"Apa kamu benar tidak apa-apa?" Tanya Raka lagi dengan rasa cemas di raut wajahnya
"Sungguh,, aku benar-benar tidak apa-apa" jelas Shasa sambil tersenyum manis padanya
"Kita mau kemana?" Tanya shasa mengalihkan perhatian Raka yang terlihat mengkhawatirkannya
Raka tersenyum dan kembali menyalakan mesin mobil dan melajukanya
"Aku dengar kamu mengajak Rendi untuk melihat laut, itu berarti kamu ingin kesana! Jadi aku berencana untuk membawamu, dan menikmati pemandangan di sana" tutur Raka
Shasa yang tadinya terlihat tidak bersemangat, menjadi tersenyum bahagia mendengar apa yang di katakan oleh Raka!
"Apa itu benar? Kita akan ke pantai?" Tanya Shasa yang tiba-tiba begitu bersemangat
Raka jadi tersenyum melihat perubahan yang seketika pada Shasa dan menganggukkan kepalanya!
"Iya kita akan ke sana!" Ucap Raka
Raka melajukan mobilnya dan tiba-tiba menepikannya, Shasa jadi tercengang dan melihat Raka, yang singgah dan memarkirkan mobilnya
"Ini dimana? Bukannya ingin ke pantai? Kenapa malah berhenti disini?" Tanya Shasa dengan penasaran yang membuat Raka tersenyum lagi padanya.
"Raka apa yang ingin kamu lakukan? Ingat jangan coba-coba untuk macam-macam padaku" jelas Shasa mengancam sambil memukul-mukul bahu Raka yang ada di hadapannya.
Raka tidak memperdulikannya dan tetap untuk melepas sabuk pengaman yang tersangkut, dan akhirnya itu terlepas
"Nah,, sekarang kita turun" ucap Raka sambil tersenyum
"Apa yang ada dalam pikiranmu? Apa kamu merasa aku akan melakukan sesuatu? Apa maksudmu seperti ini?" tanya Raka yang membuat Shasa jadi malu dan mengambil kesempatan itu untuk mencium keningnya.
Shasa tercengang dengan kelakuan Raka dan kembali memukul bahu Raka
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, sekarang cepat turun" ucap Raka sambil tersenyum geli melihat Shasa yang begitu polos.
Dengan rasa malu Shasa dengan cepat membuka pintu mobil dan turun! Dia melihat tempat di mana Raka telah memberhentikan mobilnya.
"Raka untuk apa kita kesini? Bukannya kamu ingin membawaku ke pantai?" Tanya Shasa sambil mengikuti Raka yang tengah berjalan memasuki supermarket.
"Sebelum kita kesana kita butuh minuman, makanan dan cemilan seperti ini" jelas Raka sambil memperlihatkan snack yang ada di tangannya
__ADS_1
"Kamu mau apa? Sekarang pilih sesuka hatimu, kamu bebas untuk memilih sendiri apa yang kamu mau" ucap Raka lagi
Shasa jadi tersenyum mendengarnya, dan tidak sungkan-sungkan lagi! dia memilih begitu banyak makanan dan snack dan beberapa minuman sodah dan jus kemudian menyimpan semuanya di keranjang yang di bawa oleh Raka.
Membuat Raka jadi tercengang dan terdiam melihat Shasa yang terlihat begitu bahagia dan asyik memilih yang dia inginkan.
"Apa kamu bisa memakan ini semua?" Tanya Raka sambil melihat keranjang yang dibawanya sudah penuh.
Shasa tersenyum
"Itu belum seberapa! Tunggu aku harus memilih beberapa lagi" ucapnya yang membuat Raka harus menarik tangannya dan membawanya ke kasir.
"Sudah jangan memilih lagi, makanan yang kamu pilih semuanya tidak menyehatkan," ucap Raka sambil menggandeng bahu Raka dan menunggu belanjaannya di hitung oleh kasir
Setelah selesai membayar, Shasa dengan cepat membawa semuanya dan memasukkannya kedalam bagasi mobil dan seperti anak kecil dia terlihat begitu senang, Raka pun ikut senang melihat senyum di bibirnya, yang tadinya sempat merasa cemas akibat perubahan sifat yang terjadi padanya.
Sebelum mereka masuk kedalam mobil Rakan memegang tangan Shasa dan membawanya ke toko buah yang ada di dekat situ, dan membeli beberapa buah yang Shasa mau,.
Setelah selesai membayar, Shasa terespon pada toko kue yang ada di samping toko buah itu
"Apa kamu juga mau itu?" Tanya Raka yang melihat Shasa tidak berdalih pandangan, dari kue-kue yang terlihat menggoda di dalam lemari kaca.
Dengan cepat Shasa mengangguk dan menarik tangan Raka berjalan masuk kedalam toko kue, dan membeli beberapa rasa.
Mereka pun kembali ke mobil dan masuk ke dalam, tapi sebelum Raka menyalakan mesin, suara ponselnya berbunyi! Raka mengambilnya dan melihat nama yang tertera di dalam ponsel.
"Fiona" ucapnya dalam hati.
Raka melihat ke arah Shasa yang begitu terlihat senang dan gembira, demi menjaga kenyamanan untuk Shasa, membuat Raka memutuskan panggilan dari fiona Tanpa menjawabnya terlebih dahulu! Dia tidak ingin kebersamaannya dengan Shasa merasa terganggu, dan akhirnya mematikan ponselnya, dan menyimpannya kembali.
"Siapa?" Tanya Shasa
"Bukan siapa-siapa, itu tidak penting!" Jelas Raka sambil menyalakan mesin mobilnya dan mengemudikannya.
Mereka sudah sampai, Raka terlihat mengemudikan mobilnya sampai di tepi laut, Raka memarkirkan mobilnya dan dengan cepat Shasa turun dan menikmati pemandangan itu.
Laut biru dan pasir putih di mana pantai yang sangat luas membuat pemandangan sangat mengenyangkan mata
"Waah,, ini sangat indah, Raka lihat pemandangan disini sangat indah." Ucapnya sambil menarik tangan Raka untuk lebih dekat lagi pada air laut
__ADS_1