Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Katakan saja apa mau kalian?


__ADS_3

Di kediaman Andra, Shasa yang merasa bosan tinggal di dalam kamar, mencoba untuk keluar dan mencari udara segar ditaman belakang rumah yang besar itu.


Senyum di wajah shasa terlihat saat melihat bunga-bunga yang berwarna warni di taman itu.


Shasa duduk di bangku dan melihat sekeliling, melihat kupu-kupu yang berterbangan singgah pada bunga-bunga yang cantik dan indah itu


"Nona,, apa anda menginginkan sesuatu?" Tanya seorang pelayan yang sudah ada di depannya


"Apa aku bisa meminta kertas dan pena? Aku rasa disini sangat bagus untuk mendapat inspirasi dari kebosanan ku, aku ingin membuat kesibukan sendiri dari sini agar, hidupku tidak terlalu membosankan" ucap Shasa


"Baik nona, akan segera aku bawakan, ucap pelayan itu dan pergi


Shasa duduk dan terus menatapi indahnya bunga-bunga itu, dia terbuai masuk dalam lamunannya dan merasakan pancaran sinar matahari yang begitu panas menyentuh kulitnya


"Nona ini, aku bawakan yang anda minta, dan jus untuk nona" ucap pelayang itu sambil menyimpan jus di depan Shasa


"Terimakasih, ucapanya sambil tersenyum


Shasa mengambil buku dan pena untuk menulis sesuatu yang muncul seketika dalam pikirannya


(Hidup tak sesempurna dan seindah bunga yang di taman, cantik dan enak di pandang, warna warni menghias cerahnya pagi, yang di pancarkan oleh sinar mentari, dengan terik panasnya membuat ke indahan jadikan kegelapan menghilang, namun dalam kenyataan hidup rupa yang elok hanya untuk menghiasi bingkai dinding dalam ruangan, bersembunyi dalam gelapnya malam yang dingin Tampa sinar yang di pancarkan, dalam buramnya penglihatan mencari kebahagiaan yang hilang didalam kelabuh hitam yang bisa menghancurkan hidup)


Shasa tersenyum dengan kata


Dan kalimat, yang di tuliskannya di dalam buku. Dia merenung dan kembali menatap tulisannya yang ada di dalam buku


"Andai aku bisa hidup sesempurna dengan bunga-bunga itu maka penderitaan ini tidak akan pernah ada" ucapnya dalam hati


Shasa menghela nafas dan kembali memperlihatkan senyum di bibirnya


***


David yang berdiri di dekat Andra berdiri dan melihat ponselnya yang sedang berdering, David menekan tombol jawab dan mendekatkannya di telinga


"Ada apa?" Tanya David


"Pelaku yang menabrak tuan Andra sudah di ketahui" ucap seseorang yang ada di balik ponsel


"Tunggu,, tuan Andra ingin mendengarnya" ucap David dan menekan tombol spiker ponselnya

__ADS_1


"Tuan kami sudah mendapat informasi tentang pelaku tabrakan itu, ternyata dia seorang wanita," ucap seseorang yang ada di balik ponselnya


"Seorang wanita?" Tanya andra


"Benar tuan dia seorang wanita dan kami menemukan, dia bekerja di PTr Santoso" ucap seseorang yang ada di balik ponsel


"PTr Santoso!


"Itu perusahaan milik Raka Santoso tuan" ucap David


"Benarkah, berarti ini memang sengaja di rencanakan untuk menyingkirkan Shasa, seseorang telah menaruh dendam pada Shasa," ucap Andra


"Kerjakan tugas kalian dan bawa wanita itu ke hadapanku, aku ingin melihat sehebat apa dirinya yang berani mengusik ketenangan dari Shasa, bahkan mencoba untuk mencelakainya" tegas Andra


"Baik tuan" ucap David mengangguk


David meninggalkan ruang di mana andra tengah duduk dan menunggu hasil baik dari mereka


David melajukan mobilnya dan menuju dimana, anak buahnya telah mengirim, alamat lokasi wanita yang sudah membuat Andra marah


Di sebuah apartemen David memimpin anak buahnya untuk masuk dan bergegas berjalan menghampiri kamar wanita itu


Tidak menunggu lama, dari dalam seseorang tengah membuka pintu, dan saat pintu terbuka, David dan para anak buahnya, bergegas masuk kedalam apartemen itu, dan salah satu dari mereka menutup mulut wanita itu agar tidak berteriak dan menimbulkan masalah baginya, dia membawa wanita itu masuk ke apartemennya, dan kembali menutup pintu, wanita itu di lepaskan dan di dorong menghadap pada David yang sudah duduk di sofa sambil memerhatikan setiap sudut ruangan yang ada di situ


David melihat salah satu anak buahnya dan terlihat menganggukkan kepalanya


"Baik tuan" jawabnya mengerti akan maksud dari David


Lelaki itu berjalan dan mulai memeriksa seisi ruangan itu dan di bantu oleh kawan-kawannya


"Siapa kalian? Dan apa mau kalian?" Tanya wanita itu sambil berdiri dan menghadap pada David yang duduk di sofa


"Apa kalian ingin merampok? tenang saja aku bisa memberikan semuanya pada kalian, tapi setelah itu pergi dari sini" ucap wanita itu dan melangkahkan kakinya bermaksud untuk memberi harta yang iya punya pada David dan para anak buahnya


Tapi langka wanita itu terhenti di saat salah satu anak buah dari David memegang bahunya dan kembali mendorongnya hingga dia berlutut di hadapan David


"Nona kami tidak akan melakukan apapun padamu asalkan kamu mau bekerjasama dengan Kami dan menjawab semua apa yang aku pertanyakan


"Katakan saja apa mau kalian?" Tanya wanita itu lagi

__ADS_1


"Nona apa anda bekerja di PTr Santoso?" Tanya david


"Untuk apa kamu ingin mengetahui itu" tanya wanita dengan lantang


"Nona anda tinggal menjawab ya atau tidak, itu yang terbaik untuk anda!


Wanita itu terdiam dan hanya menatap David dengan tatapan yang tajam


David tersenyum saat melihat tatapan wanita itu yang seakan tengah mengancam dirinya


"Nona ada hubungan apa anda dan Raka Santoso?" Pertanyaan yang kedua dari David Terdengar membuat wanita itu menggelengkan kepalanya


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya" ucap wanita itu


"Tuan kami, menemukan foto-foto ini di dalam kamar" tiba-tiba salah satu anak buah David menghampirinya dan memberikan beberapa lembar foto padanya.


David mengambil foto-foto itu, dan melihatnya, dia tersenyum saat melihat foto Raka yang ada di tangannya


" Jika anda tidak punya hubungan apa pun dengannya, lalu apa maksud dari foto-foto ini?" Tanya David sambil melemparkan foto yang ada ditangannya di hadapan wanita itu


"Apa sebenarnya mau kalian? Kalian tidak berhak mempertanyakan soal pribadi seseorang, dan aku punya hak untuk tidak menjawab pertanyaan darimu" balas wanita itu


"Tuan aku juga menemukan foto nona Shasa di dalam laci meja" ucap anak buah dari David


"Nona,, apa kamu tahu masalah yang telah anda perbuat itu sangat besar dan sudah menyinggung majikan kami" ucap David sambil mengambil foto Shasa yang ada di tangan anak buahnya


"Apa maksudmu, aku tidak punya masalah dengan siapapun dan tidak pernah menyinggung seseorang, jika kamu ingin mengetahui sesuatu dariku, cepat katakan saja jangan berbasa-basi dan mengacak tempatku


"Baiklah aku tidak akan berbasa-basi lagi, ada masalah apa kamu dengan nona Shasa?" Tanya David


"Siapa yang kamu maksud, aku sama sekali tidak mengenalnya" ucap wanita itu mengelak


"Lalu bagaimana bisa foto ini ada di dalam kamar anda jika anda tidak mengenalnya


Wanita itu tidak menjawab dan sekarang dia mengerti apa maksud dari mereka mendatangi apartemennya


"Bawa dia, biarkan tuan Andra yang menghadapinya, sepertinya dia wanita yang keras kepala" ucap David


" Baik tuan,,

__ADS_1


Mereka meninggalkan apartemen itu dan membawa wanita itu bersamanya


__ADS_2