Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Tuhan tolong aku,


__ADS_3

Di dalam pikiran Raka terdapat sebuah ide yang menurutnya tidak ada salahnya jika meminta bantuan pada para anak jalanan itu.


Untuk sesaat Raka terdiam dan menatap mereka satu-persatu, melihat tampan kelima anak lelaki itu, yang terlihat lusuh dan berantakan.


Dengan tekat yang sudah bulat, Raka menawarkan pekerjaan pada kelima anak lelaki itu


"Aku punya pekerjaan untuk kalian," ucap Raka dengan harapan anak itu mau membantunya


"Pekerjaan yang seperti apa yang kamu tawarkan pada kami" tanya salah satu dari anak lelaki itu dengan tatapan mata yang penasaran dan melihat ke empat temannya


"Pekerjaan untuk mencari seseorang, jika kalian berhasil mendapatkannya, aku janji akan membayar kalian masing-masing akan dapat sepuluh juta," tutur Raka yang sedang mencoba untuk bernegosiasi dengan anak itu


Bagi para anak jalanan seperti mereka, yang setiap hari hanya makan seadanya, mencari sampah yang bisa di daur ulang untuk di jualnya kembali dan mendapat hasil hanya untuk sekali beli makan saja, setelah mendengar jumblah uang yang di janjikan segitu banyaknya dia tidak akan bisa menolaknya.


Mereka tercengang saat mendengar raka akan memberikannya masing-masing uang yang nilainya tidak sedikit bagi mereka


"Itu hal mudah bagi kami, kami akan menerima pekerjaan itu," dengan cepat anak itu menjawab pernyataan dari Raka.


"katakan saja siapa yang harus kami temukan, dan bagaimana rupa orang itu" tanya salah satu anak jalanan itu dengan semangat dan terlihat sangat senang sambil melihat teman-teman yang ada di dekatnya yang sedang mengangguk-anggukkan kepalanya


Raka kembali membuka tas Shasa dan mengambil dompet yang ada di dalamnya, dan membuka dompet mengambil foto yang ada di dalam dompet itu dan memberikannya pada kelima anak jalanan itu.


"Cari pemilik tas ini, itu foto dirinya carilah dengan bekerja sama yang baik dan bersungguh-sungguh, jika kalian berhasil menemukannya aku akan memberi uang kes pada kalian" tutur Raka, untuk memberi semangat kepada anak jalanan itu agar mau membantunya mencari Shasa dengan bersungguh-sungguh, dengan menjanjikannya imbalan berupa uang kes.


Raka yakin semakin banyak yang mencarinya, Shasa akan lebih mudah di temukan.


Setelah bernegosiasi dengan para anak jalanan itu Raka kembali berjalan dan masuk ke dalam mobilnya, dan menuju ke tempat di mana anak itu menemukan tas dan ponsel Shasa.

__ADS_1


***


Di sisi lain para lelaki yang bertubuh besar dan berbadan kekar itu sibuk saat menyadari Shasa telah kabur dari ruangan dimana dia telah mengurungnya, mereka terlihat begitu cemas, dan terus mencari keberadaan Shasa, mereka menelusuri jalan yang di lalui nya, dan mendapat jendela sudah terbuka lebar.


"Sial,, sial,,!" Umpatan dari lelaki itu terucap dari mulutnya


"Cepat cari gadis itu sampai dapat, jangan membiarkannya dia lolos, dia pasti belum jauh dari sini" ucapnya memerintah pada bawahannya.


"Beraninya dia mempermainkan ku, awas saja jika aku menemukanmu!" Tutur lelaki itu dengan mengepalkan jemari tangannya, dan dengan raut wajah yang terlihat sangat marah.


Para bawahannya dengan cepat mencari Shasa di segala arah, mereka mencarinya di dekat bangunan yang dimana dia gunakan untuk mengurungnya.


Mereka yang mencari saling bertatapan sambil menggelengkan kepalanya


"Dia tidak disini," ucap dari salah satu bawahannya itu pada bos yang terlihat sedan marah dan berjalan kearah mereka.


"Cepat cari dia, jika tidak menemukannya di dekat sini, cari di tempat lain , geledah semua gedung dan bangunan kosong yang ada." Perintahnya lagi kepada bawahannya


"Baik bos" jawab mereka serentak, dan bersebar ke segala penjuru untuk mencari Shasa.


Sedangkan Shasa yang baru sadar dari tidurnya, kini sudah merasa baikan, setelah tertidur akibat rasa lelah dan sakit yang baru saja di alaminya, antara tidur dan tidak sadarkan diri di alami oleh Shasa akibat penyakitnya yang sedang kambuh.


Perlahan Shasa berdiri dan melihat kanan kirinya, dan kemudian mencoba untuk menenangkan diri dan mencoba untuk menstabilkan kondisinya.


Shasa keluar dari persembunyiannya, dan berjalan menelusuri gang sempit, dengan harapan tidak bertemu lagi dengan orang yang sudah menculiknya.


"Tuhan tolong aku, jangan biarkan para penculik itu menemukan ku," doa yang di ucapkannya dari dalam hatinya

__ADS_1


"Mereka pasti sudah menyadari jika aku kabur dan mereka pasti sudah mencari ku, aku harus secepatnya pergi dari sini" ucapnya pada diri sendiri.


Shasa terus berjalan dan berusaha menahan rasa perih pada kulit tubuhnya, yang terdapat begitu banyak goresan, dari benda yang runcing saat hendak melarikan diri.


Saat hendak melewati lorong yang sepi, dengan sangat kebetulan Shasa melihat, seseorang yang berpakaian serba hitam memakai kacamata hitam yang terlihat cengal cengol mencari seseorang, dan terlihat sedang berjalan ke arahnya.


Shasa dengan cepat berbalik dan mencari jalan lain agar bisa menghindar dari orang yang telah mencarinya.


Shasa terus berlari mengikuti lorong yang di lewatinya, sampai akhirnya dia menemui jalan besar yang ramai akan kendaraan dan orang yang berjalan kaki melakukan aktivitasnya masing-masing.


Agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi orang yang sedang mencarinya, Shasa berhenti untuk berlari, dan mencoba untuk berjalan dengan santai, sambil mendekati pembagi brosur wanita dari toko pakaian yang ada di depannya


"Nona toko kami hari ini mengadakan diskon besar-besaran untuk produk-produk tertentu kami, silahkan di lihat brosur nya siapa tahu setelah melihatnya anda akan tertarik dan berminat untuk membelinya" jelas karyawan yang sedang membagikan brosur itu


Shasa tersenyum dan mengangguk berusaha menyembunyikan kegelisahan dan ketakutan pada dirinya, dan mengambil brosur yang di berikan pada karyawan toko itu, dan berjalan pergi dari tempat itu.


Dengan adanya brosur yang ada di tangannya, Shasa menggunakannya untuk menutupi sebagian wajahnya.


Shasa menoleh dan melihat para penculik itu sudah mencarinya di area dimana kini dia berada, untuk menghindari mereka, ada niat dalam hati Shasa untuk menyebrang jalan meski ramai akan kendaraan yang melintas.


Tekat Shasa sudah bulat dia berjalan ke tepi jalan dan melihat kanan kiri dan mulai untuk melangkahkan kakinya, Shasa dengan hati-hati dan terus memerhatikan kanan kirinya berjalan cepat dan sesekali berlari untuk menghindari kendaraan yang melaju ke arahnya


"Hey,,, apa kamu sudah bosan hidup?" Tanya si pengendara dengan marah yang melintas dan melihat Shasa yang menyebrangi jalan Tampa menunggu lampu merah.


"Maaf.. maaf" ucap Shasa sambil terus berjalan agar bisa dengan cepat sampai ketempat yang di tujunya.


Setelah berhasil untuk menyebrangi jalan, Shasa menghela nafas dengan lega, tapi tetap saja dia tidak lupa untuk tetap bersembunyi dari mereka yang sedang mencarinya, Shasa melangkahkan kakinya dengan sangat cepat, seakan dia sedang berlari agar bisa menjauh dari para penculik itu.

__ADS_1


__ADS_2