Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Senang bertemu denganmu


__ADS_3

dua belas tahun telah berlalu. Shasa dan Rita terlihat tengah sibuk mempercantik diri di depan cermin, Sesekali Shasa mempertanyakan penampilannya pada Rita yang kini berdiri di dekatnya.


"Bibi bagaimana dengan penampilanku?" Tanya Shasa dan berputar di depan Rita, sambil mengibarkan roknya yang panjangnya hanya selutut, Rita tersenyum melihat tingkah gadis yang periang itu, yang kini berdiri di depannya


"Kamu sudah sangat cantik, dengan pakaian apapun kamu akan terlihat sangat cantik," Ucap Rita sambil mengelus pipi Shasa


"Tapi bi.. Shasa merasa tidak nyaman, takutnya dengan dandanan ku hari ini membuat kak Rendi jadi malu." Ucap Shasa dan duduk disisi ranjang dengan wajah yang murung, Dan melihat Rita yang masih mempersiapkan diri.


"Pesta hari ini akan sangat meriah, kak Rendi mengundang banyak temannya, dan begitupun dengan om Antoni, Pasti mengundang semua rekan kerjanya." Ucap Shasa dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar


"Aku jadi ragu untuk hadir," Ucapnya lagi


"Jangan berkata seperti itu, hari ini dan tahun-tahun sebelumnya kita terus merayakannya bersama, Rendi dan dokter Antoni akan marah jika kamu tidak hadir hari ini," Ucap Rita.


"Tapi bi.. Ini berbeda, Tahun-tahun sebelumnya kita hanya merayakannya, berempat saja. Tapi Sekarang.. Dihari ini bertepatan dengan hari kelulusan kak Rendi, dan untuk merayakan hari pengangkatannya menjadi dokter. pasti banyak tamu yang akan datang, Shasa malu." Ucapnya dengan nada Pelang


Untuk pertama kalinya di usia yang sudah menginjak sembilan belas tahun Shasa akan menghadiri pesta yang mungkin akan banyak tamu undangan yang akan hadir.


Pesta untuk hari ulangtahun Rendi yang ke dua puluh tiga tahun, di rayakan dengan meriah tahun ini, Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Membuat Shasa jadi ragu untuk menghadirinya, karena merasa tidak pede untuk tampil di depan banyak orang.


"Shasa sayang, Jangan memikirkan sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman, Sebaiknya kita berangkat sekarang, Rendi pasti sudah menunggumu." Ucap Rita pada Shasa


Shasa pun mengangguk, mereka berdua berjalan keluar rumah dan pergi menuju kediaman dokter Antoni dengan mengendarai taksi yang sudah di pesannya.


Sesampai di kediaman Antoni Shasa dan Rita turun dari taksi, dan terlihat Rita sedang membayar tagihan.


Shasa berdiri di depan rumah untuk menunggu Rita.


"Bibi, apa kita harus masuk?" Tanya Shasa yang melihat banyaknya tamu undangan yang hadir.


"Harusnya begitu" Jawab Rita dan menggandeng tangan Shasa. berjalan masuk dalam kediaman dokter antoni.


Shasa berjalan dengan langkah kaki yang berat, Ini hal yang tidak biasa baginya.


Hadir di tengah-tengah kerumunan yang bisa membuatnya merasa tertekan.


Rendi yang terlihat sibuk menyambut para tamu undangan melihat Shasa dan Rita berjalan masuk.


Senyum di bibir Rendi terlihat dan berjalan menghampirinya.


"Bibi.." Sapa Rendi pada Rita Dan melihat kearah Shasa yang berdiri di samping Rita.

__ADS_1


Rendi tersenyum manis, melihat gadis kecil yang kini berdiri di depannya dengan menggunakan pakaian warna merah muda tanpa lengan dengan rok yang panjangnya selutut, rambut panjang yang di ikat pinggirannya saja menjadi satu, dan membiarkan tengah, jatuh terurai


"Hari ini kamu sangat cantik," Ucap Rendi memujinya dan tersenyum manis pada Shasa.


Shasa tersipu malu saat Rendi mengucapkan kata itu,


"Kak Rendi jangan meledekku." Ucap Shasa


"Ini untukmu" Shasa menyerahkan kado yang iya bawah kepada Rendi.


Rendi menerima kado yang di berikan oleh Shasa dan hendak membukanya namun Shasa dengan cepat melarangnya, menahan tangan Rendi.


"Kakak, jangan buka sekarang.nDisini banyak orang, Shasa malu, jika tamu disini melihat kado murahan yang Shasa bawah.


Shasa hanya bisa memberikan itu, Kak Rendi jangan kecewa saat melihatnya." Ucap Shasa dengan berbisik.


Tawa Rendi terdengar mendengar ucapan Shasa.


"Jangan kuatir, apapun isi kado mu ini


Kak Rendi pasti suka," Ucapnya sambil mengelus pipi Shasa dengan penuh kasih.


"Sini ikut kakak," Rendi memegang tangannya membawa, Shasa di mana tempat yang khusus untuknya sudah di siap oleh Rendi.


"Dokter." Sapa Rita


"Rita kamu sudah datang?" Tanya Antoni dan melihat-lihat sekeliling, mencari seseorang.


Rita tersenyum, melihat Antoni. Rita tahu siapa yang dicari olehnya


"Shasa di bawah oleh Rendi, Itu mereka di sana" Ucap Rita sambil menunjuk kearah Rendi dan Shasa


Antoni pun tersenyum dan menyambut tamu yang kini menyapanya.


***


"Kakak ini apa?" Tanya Shasa, Yang tengah berdiri di dekat meja yang di penuhi dengan makanan di atasnya.


"Kak Rendi tahu, kamu sangat suka makan, jadi ini semua Kakak siapkan untukmu" Ucap Rendi dan menyiapkan kursi untuk Shasa dan mendudukkannya.


"Hari ini ulang tahun kakak, seperti tahun sebelumnya kakak akan membuatkan makanan yang banyak untukmu." Ucap Rendi lagi berbisik di telinga Shasa

__ADS_1


"Kakak kamu menganggap ku sebagai tukang makan ya?" Ucap Shasa sambil memukul lengan Rendi dan tertawa.


"Dokter Rendi.." Suara panggilan wanita dari belakang terdengar.bRendi dan Shasa menoleh ke arah suara, Rendi tersenyum pada wanita yang kini berjalan menghampirinya


"Hai.. Vani Wah.. hari ini kamu cantik sekali" Ucap Rendi, menyambut kedatangan wanita yang sekarang berdiri di depannya itu.


"Selamat untukmu ya,,nuntuk semua yang di rayakan hari ini" ucap wanita itu dan memberikan kado ke pada rendi.


"Terimakasih, atas ke hadirannya dan terimakasih untuk kado yang kamu berikan" Ucap Rendi pada wanita itu sambil melihat kado yang kini ada di tangannya


Wanita itu melirik ke arah Shasa yang masih duduk di kursi dan tengah melihatnya. Menyadari wanita itu meliriknya Shasa tersenyum dan berdiri dari duduknya.


"Hai.." Sapa Shasa dan menundukkan kepalanya pada wanita itu.


Rendi tersenyum lagi dan menggandeng bahu Shasa.


"Vani, perkenalkan dia adik kecilku yang sering aku bicarakan padamu," Ucap Rendi sambil mengacak-acak rambut Shasa


"Kakak jangan lakukan ini," Ucap Shasa dengan marah, dan merapikan rambutnya


Shasa tersenyum pada Vani yang terus menatapnya, Dan Vani pun membalas senyumannya itu


"Senang bertemu denganmu, Aku Vani," Ucap wanita itu dan menjulurkan tangannya.


Shasa menggapai uluran tangan Vani dan tersenyum lagi.


Ada rasa tidak senang di hati Vani saat melihat kedekatan Shasa dan Rendi, karena dia tahu jika Shasa dan Rendi tidak memiliki hubungan darah.


Vani yang berdiri melihat meja yang di depannya terdapat macam-macam makanan, dia berjalan mendekat dan memerhatikan seisi meja.


"Ini semua adalah buatan tangan kak Rendi, Silahkan dicicipi, itu semua enak"


Ucap Shasa


Vani melihat kearah Rendi


"Kamu bisa masak?" Tanya Vani kepada Rendi.


"Ini semua demi dia" Ucap Rendi sambil melihat kearah Shasa.


"Sewaktu kecil papa selalu ke rumah sakit, sedangkan bibi Rita sibuk untuk mencari uang, sering kali kami hanya tinggal berdua, jadi mau tidak mau aku harus belajar untuk memasak" Ucap Rendi lagi

__ADS_1


Mendengar itu Vani makin tidak suka pada Shasa, Vani yang memiliki perasaan lain dari pada teman terhadap Rendi membuatnya cemburu kepada Shasa.


Meski Rendi menyebut jika Shasa hanya adik kecil baginya, namun kedekatan mereka membuat Vani mempunyai pemikirannya sendiri.


__ADS_2