Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Ada apa?


__ADS_3

Dalam hati Rendi tetap bersih keras untuk bertanggung jawab


"Fiona,, kamu juga tahu jika aku mencintai Shasa. Tapi sekarang dia dan Raka sudah menikah, dan sekarang aku sudah berusaha untuk merelakannya, kenapa kamu tidak mencoba untuk merelakan dan melupakan Raka? Dan apa salahnya jika kita mencoba untuk menjalani hubungan ini" tutur Rendi


Fiona terdiam dan tidak membalas dengan apa yang di katakan oleh Rendi


"Fiona,, bagaimana jika kita menjalaninya selama sebulan, setelah itu, jika cinta tidak tumbuh di antara kita, kita bisa mengakhirinya" tutur Rendi lagi


Fiona tetap terdiam


(" Benar yang di katakan oleh Rendi, sekarang Raka sudah hidup bahagia bersama dengan Shasa, aku tidak mungkin menghancurkan hubungan mereka berdua, aku tidak ingin jadi wanita yang merusak hubungan rumah tangga seseorang") ucapnya dalam hati


"Tapi.." Fiona berhenti untuk berbicara, karena iya masih merasa ragu, dengan apa yang di katakan oleh Rendi


"Fiona.. aku tidak akan pernah bisa tidur dengan nyenyak jika kamu tidak memberiku kesempatan untuk, bertanggung jawab dengan kesalahan yang sudah aku perbuat" ucap Rendi yang benar-benar sudah merasa bersalah


Fiona terdiam lagi, berpikir keras dengan apa yang sudah Rendi tawarkan padanya


("Mungkin ada baiknya jika tawaran Rendi Aku terima saja, dan aku pun juga ingin melihat ekspresi dari kak Raka, jika dia tahu aku akan hidup bersama dengan Rendi! Apa dia akan marah atau tidak. Ini satu-satunya kesempatan untuk aku bisa tahu isi hati kak Raka, apa di dalam hatinya, ada aku atau tidak.") Ucap Fiona dalam hatinya


"Baik.. tapi aku tidak ingin kita hanya sekedar bersama, aku ingin kita menikah." Ucap Fiona


"Ah..?? Rendi tercengang


" Menikah? Fiona menikah itu adalah sesuatu yang berbeda, setelah kita benar-benar sudah saling mencintai , kita akan melangsungkan pernikahan" jelas Rendi


"Bukannya kamu bilang ingin bertanggung jawab? Sekarang aku memberimu kesempatan itu, tapi aku ingin langsung menikah" balas Fiona


"Setelah selama sebulan kita tidak bisa merasakan cinta, kita bisa berpisah" jelas Fiona lagi


" Fiona pernikahan itu bukan sebuah permainan yang bisa kita lakukan dan mengakhiri sesuka hati kita" tutur Rendi merasa keberatan dengan apa yang di inginkan oleh Fiona


"Itu terserah padamu, ingin melakukannya atau tidak. Aku memberimu kesempatan untuk berfikir, jika kamu benar-benar merasa bersalah dan ingin bertanggung jawab, maka kamu umumkan itu pada mereka semua yang ada disini hari ini" ucap Fiona dan berjalan meninggalkan Rendi yang masih berdiri mematung memikirkan perkataan darinya! Fiona berjalan menghampiri mereka yang di sana yang terlihat sedang pada sibuk. Fiona mendekat dan bergabung dengan mereka yang ada di sana


Rendi menggaruk kepalanya, merasa kebingungan dengan permintaan Fiona padanya, namun iya tetap terus berfikir


Rendi berjalan menyusul Fiona yang sudah ada ditengah-tengah mereka yang ada di sana. Di saat dia sudah menemukan jawaban dari apa yang iya inginkan


Rendi menarik nafas dan menghembuskannya

__ADS_1


"Hhhh. Fuuuuuhhh..." Rendi memejamkan matanya dan memberanikan diri untuk menyampaikan sesuatu, yang sudah mengganggunya sedari tadi


"Semuanya, aku ada hal yang ingin aku sampaikan'' ucap Rendi, membuat Fiona berdiri mematung melihat keseriusannya


Semuanya menoleh untuk melihat Rendi, termasuk Shasa dan Raka


"Rendi apa yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Rita sambil terus mengipas-ngipas api pembakaran yang ada di depannya


"Bibi..." Rendi terdiam untuk sesaat dan tidak melanjutkan ucapannya


"Kak Rendi, Sebenarnya apa yang ingin kak Rendi sampaikan?" Tanya Shasa


"Aku.. aku ingin mengatakan.., jika.. jika sebenarnya aku akan menikah" jelas Rendi membuat semua yang mendengarnya terdiam, termasuk Shasa


"Menikah? Menikah dengan siapa? Tanya Rita


"Bibi.. aku.. aku akan menikah dengan Fiona" jelas Rendi sambil melihat Fiona


"Ah.. fi.. Fiona?" Shasa tercengang, Mendengar penjelasan dari Rendi


Sedangkan Raka mendongakkan kepalanya yang tertunduk, setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh rendi


"Benar,, aku akan menikahi Fiona" jelas Rendi lagi


Mendengar pertanyaan dari Shasa, Rendi kembali untuk melihat Fiona! Mencari jawaban atas pertanyaan dari Shasa, padanya


"Rendi.. bibi setuju jika kamu ingin menikah, ini kabar baik! Papamu pasti akan sangat senang jika Mendengar berita ini" ucap Rita


Semuanya tersenyum, Shasa menghampiri Fiona dan menjulurkan tangannya


"Selamat" ucap Shasa


"Setelah menikah dengan kak Rendi, kamu akan menjadi kakak ipar ku' ucap Shasa


"Terimakasih" balas Fiona dan menggapai tangan Shasa untuk berjabat tangan dengannya, dan melihat Raka yang tadi hanya terdiam tidak mengatakan apa-apa padanya


Dengan kecewa Fiona melepas tangan Shasa, namun tatapan matanya hanya tertuju pada Raka.


("Ternyata,, kak Raka benar-benar tidak peduli padaku lagi dan sudah tidak Memiliki perasaan lagi padaku" gumam Fiona dalam hatinya)

__ADS_1


Setelah Rendi sudah mengumumkan, rencananya untuk menikahi Fiona, Raka dan Shasa, memilih untuk jalan-jalan berdua melihat pemandangan di area tempat iya piknik


"Sejak kapan kak Rendi dan Fiona menjalin hubungan?" Tanya Shasa penasaran


"Tiba-tiba kak Rendi mengumumkan ingin menikahinya, apa menurutmu itu tidak aneh?" Tanya Shasa lagi


"Entahlah" jawab Raka


"Sudah jangan memikirkan itu, mereka menikah bukannya itu jauh lebih baik?" Ucap Raka lagi


Raka dan Shasa terus melangkahkan kakinya, menjauh dari keluarga yang tengah menyiapkan makanan untuk makan siang


"Wah.. disini sangat indah" ucap Shasa saat menyadari ke indahan tempat yang iya kunjungi, sambil melihat Raka dan berjalan mundur sambil melihat-lihat sekelilingnya


"Ini pertama kalinya aku datang kemari! Apa kamu sering kesini?" Tanya Shasa pada Raka sambil terus melangkahkan kakinya


"Benar,," Raka mengangguk


"Aku sering kemari" jawab Raka


Raka Tersenyum, menggapai tangan Shasa dan memegangnya dengan erat, mereka berjalan saling bergandeng tangan, keduanya terlihat sangat bahagia


"Apa kamu merasa bahagia?" Tanya Raka


Shasa Tersenyum dan mengangguk.


Raka pun membalas senyuman dari shasa


Di tengah kebahagiaan yang mereka berdua rasakan.


Tiba-tiba Shasa merasakan jika penyakitnya mulai menyerangnya lagi.


Shasa berhenti untuk melangkah, sambil memegang dadanya yang terasa sesak


Shasa sulit untuk bernafas Tapi keadaannya itu tidak ingin iya tunjukkan pada Raka


"Ada apa?" Tanya Raka saat melihat Shasa berhenti untuk melangkah


"Ah.. tidak, tidak ada apa-apa" jawab Shasa sambil menggelengkan kepalanya dan melanjutkan langkahnya, dan Menggandeng lengan Raka

__ADS_1


"Shasa apa kamu baik-baik saja?" Tanya Raka lagi, saat melihat tingkah Shasa yang menunjukkan dia tidak sedang baik


Shasa tidak menjawab pertanyaan dari Raka, dia terus memegang dadanya! Rasa sesaknya tidak bisa membuatnya untuk berbicara, tapi seperti biasa! Shasa akan menyembunyikan itu, dia akan berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja, agar orang di sekitarnya tidak merasa Cemas


__ADS_2