Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
anda sudah di sini?


__ADS_3

"Laura,, bangun sayang.. tolong jangan menghukum mama dengan cara seperti ini, mama benar-benar tidak kuat! mama tidak bisa menerima hukuman ini, ini terlalu berat untuk mama" tutur Debi sambil mengelus rambut Laura yang terbaring di hadapannya


Kleek... Tiba-tiba Pintu terbuka dari luar, Debi yang tengah menangis di samping putrinya menoleh dan melihat Irawan (suaminya), tengah berjalan masuk kedalam ruang kamar itu, dan berjalan menghampirinya.


Debi mengabaikan kedatangan Irawan dan memalingkan pandangannya kembali menatap wajah pucat putrinya yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang pasien


Irawan yang tak dapat respon dari istrinya berdiri di samping Debi sambil memegang bahunya


"Ma,, Kamu belum makan apapun sejak kemarin, sebaiknya mama keluar untuk makan, di dekat rumah sakit ini ada restoran yang menu makanannya Semuanya enak-enak" jelas Irawan berusaha untuk membujuk istrinya agar mau makan


Namun Debi tetap tidak menghiraukan ucapan dari suaminya itu, dia tetap duduk menatap Laura, dan memegang tangannya sambil terus meneteskan air matanya


"Bagaimana? Apa papa merasa puas sekarang? Tanya Debi sambil menatap Irawan dengan mata yang berkaca-kaca


"Lihat ke adaan putri kita sekarang pa,,! Apa ini yang papa inginkan? Tatapan marah Debi melihat suaminya yang masih berdiri di sampingnya sambil memegang bahunya


"Ma,, papa tahu papa salah! Papa juga merasa sedih dengan hal ini, papa tidak pernah menyangka jika Laura akan berpikir sejauh ini" Irawan mengelus rambut putrinya dan menatapnya


"Sayang bangun,, papa janji setelah kamu bangun papa akan menuruti semua permintaan dan keinginan kamu! Jika kamu tidak ingin bertunangan dengan Raka papa bisa membatalkannya, jadi papa mohon bangunlah!" Pinta Irawan dengan memasang wajah yang sedih


Irawan berlutut di samping tempat dimana Laura terbaring sambil meletakkan kepalanya di sisi ranjang pasien dan menangis


"Sayang papa sangat menyayangi mu dari itu papa berniat untuk menjodohkan mu dengan Raka! Karena papa tahu, jika sebenarnya Raka adalah pria yang baik, meski kalian tidak saling mencintai tapi papa yakin, cinta itu akan tumbuh di saat kalian bersama, itu yang papa yakini" tutur Irawan dan air matanya pun kini menetes dan jatuh ke lantai


Mendengar perkataan dari suaminya Debi merasa terharu, dia memeluk bahu suaminya dari belakang dan ikut menangis


"Pa,, ma,," tiba-tiba suara Laura terdengar menyebut nama mereka berdua, dia menggerakkan tangannya membalas pegangan tangan dari Debi.

__ADS_1


Setelah mendengar suara yang menyebut namanya itu, dengan cepat Debi mendongakkan kepalanya begitu pun dengan Irawan.


Raut wajah yang terlihat sedih seketika berubah menjadi sangat bahagia! Setelah melihat Laura sudah membuka matanya


"Laura,, sayang,, kamu sudah sadar?" Tanya Debi dengan ekspresi wajah yang bahagia


"Pa,, cepat panggil dokter, putri kita sudah sadar" pinta Debi pada Irawan, Irawan pun dengan segera berdiri dan bergegas berjalan keluar dan memanggil dokter


Dokter yang sudah memeriksa keadaan Laura Tersenyum pada Irawan dan Debi


"Jangan khawatir sekarang nona Laura sudah tidak apa-apa, tapi dia tetap harus istirahat dengan baik" jelas dokter yang sudah menangani Laura sejak dia masuk ke rumah sakit itu yang tak lain adalah dokter Dafa


"Terimakasih dokter" ucap Irawan saat dokter Dafa pamit untuk keluar dari dalam ruangan itu, dan mengantar dokter Dafa sampai ke ambang pintu


***


Sebelum masuk ke ruangan dokter Dafa! Dokter Dafa yang baru saja dari kamar pasien menyapa Andra


"Tuan Andra ,," sapa dokter Dafa sambil menundukkan kepalanya


" anda sudah di sini? Silahkan masuk" tutur dokter Dafa mempersilahkan Andra untuk masuk kedalam ruangannya sambil membuka pintu untuknya


Andra masuk dan duduk di kursi di depan meja dokter Dafa dan di susul oleh dokter Dafa, melangkahkan kakinya dan duduk di kursi berhadapan dengan Andra


Tanpa berbasa-basi, Dokter Dafa mengambil sebuah map di dalam laci meja yang ada di depannya dan bermaksud menyerahkannya pada Andra


"Tuan ini hasil dari pemeriksaan sampel darah nona Shasa yang pernah di ambil, dan ini laporan dari laboratorium" ucap dokter Dafa sambil memberikan map yang baru di ambilnya dari dalam laci.

__ADS_1


"aku harap tuan bisa menerima kenyataan,,, karena laporan yang ada di tangan tuan Andra menyatakan jika nona Shasa mengidap penyakit yang berbahaya." Jelas dokter Dafa, dan menghela nafas panjang


Andra yang menerima map dari dokter Dafa! Membuka dan mengeluarkan beberapa lembaran kertas dari dalam map, dan membaca isi dari kertas itu


" Tuan maaf jika aku harus mengatakan ini, nona Shasa memiliki kangker di hatinya, dan ini sudah di stadion akhir! Nona Shasa tidak bisa di sembuhkan lagi, kecuali dia mendapatkan seseorang yang ingin mendonorkan hati untuknya" jelas dokter Dafa hingga membuat Andra yang mendengarnya menjadi gemetar ,


Kertas yang di keluarkan dari dalam map menjadi remuk akibat genggaman dari Andra


Andra sama sekali tidak pernah menyangka jika Shasa adik kandungnya, yang baru saja di temuinya mengidap penyakit yang sangat ganas, dia pun tidak menyangka jika itu sudah ada di stadion akhir


"Ini tidak mungkin!" Andra menggelengkan kepalan sambil melihat dokter Dafa yang ada di hadapannya.


Andra berdiri dan menarik kerah seragam Dokter! dari dokter Dafa membuatnya sampai berdiri


"Ingat ini menyangkut hidup dan mati dari saudariku, jika kamu melakukan kesalahan dari pemeriksaan yang kamu dapatkan sekarang, aku tidak akan segang untuk membuatmu menderita seumur hidupmu" ancam Andra dengan wajah yang sudah memerah


"Tu.. tuan,, anda te.. tenang dulu, hasil pemeriksaan itu sudah di pastikan oleh dari para dokter ahli. ti.. tidak ada kesalahan dari pemeriksaannya" jelas Dokter Dafa dengan kata yang terbata-bata, karena ketakutan melihat tatapan mata Andra yang seakan ingin menikamnya langsung dari tatapan matanya itu


Andra melepas tangannya dari kerah kemeja dokter Dafa, dia duduk kembali di kursi dan menghentakkan tangannya di atas meja


Rasa marah pada diri Andra tidak tahu harus di lampiaskan kepada siapa, dia tidak tahu harus bagaimana, adik yang begitu iya sayangi meski baru di pertemukan, tiba-tiba dinyatakan memiliki penyakit yang tidak bisa di sembuhkan lagi, membuat batinnya hancur.


"Lakukan apapun yang kamu bisa, cari dokter yang benar-benar ahli. Aku bisa membayar berapapun, yang bisa menyembuhkan Shasa" tutur Andra yang seakan-akan melakukan sayembara untuk yang bisa menyembuhkan shasa


"Tapi tuan,, pengobatan secara medis atau pun terapi itu hanya akan menyakitinya, nona Shasa terlalu lemah untuk itu!" Jelas Dokter Dafa yang mencoba untuk memperingati Andra


" Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus diam saja melihat dia setiap hari semakin terpuruk?"

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat dokter Dafa terdiam, dia tidak bisa mengatakan apapun, dia hanya melihat Andra dengan kesedihan yang terlihat di raut wajahnya


__ADS_2