
Di kediaman Raka, seperti biasa! Para penghuni rumah itu akan disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak ada habisnya.
Surti yang terlihat sibuk membereskan, merapikan dan membersikan kamar tamu yang habis di tempati oleh Shasa di sulap jadi baru olehnya.
karena Shasa sudah pergi, jadi Surti merapikan tempat itu.
Sedangkan Anton sedang di sibukkan untuk mengajari dan memberi tugas pada masing-masing orang yang telah iya sewa untuk menjaga keamanan rumah itu! karena itu perintah dari majikannya raka.
Dari jauh sang security yang sedang bersantai di dalam posnya melihat Anton yang tengah sibuk dengan tugasnya.
Dia yang sedang asyik duduk sendiri, mendengar suara mobil yang singgah dari luar pagar, sang security menoleh untuk melihatnya dan benar! dari luar pagar terlihat mobil mewah sedang diparkirkan oleh si pengemudi dalam mobil itu! pas di depan pagar.
Karena merasa penasaran sang security yang tak lain adalah Dean yang melihatnya berdiri, berjalan dan menghampiri mobil itu Tampa membuka pagar.
Terlihat wanita paru baya yang terlihat elegan dan anggun turun dari mobil dan melihat dalam, pada kediaman Raka.
"Maaf nyonya,, apa anda sedang mencari seseorang?" Tanya security itu yang sedang penasaran.
Wanita itu tidak menjawab dan hanya tersenyum melihat Dean yang menanyainya dan terus memandangi rumah Raka.
Anton yang tengah berdiri dari kejauhan sana, Tampa sengaja terespon saat melihat seseorang yang berdiri di luar pagar, dia mengamatinya dari jauh! Semakin melihatnya dia semakin merasa Wanita yang kini ia lihat tidak asing baginya, dia melihat sang security telah berbicara padanya Tampa membuka pintu pagar untuknya!
Karena rasa penasaran, Anton melangkahkan kakinya berjalan menghampiri mereka yang ada di sana.
Wanita itu tersenyum saat Anton terlihat berjalan ke arahnya.
Anton terdiam saat melihat wanita yang ada di luar pagar, mulutnya terbuka lebar dan untuk sesaat dia merasa tidak percaya dengan siapa yang dia lihat.
"Anton apa kamu sudah tidak mengingatku lagi?" Tanya wanita itu sambil tersenyum pada Anton
Anton terdiam untuk sesaat dan di saat dia tersadar dia dengan cepat menjawab wanita itu
__ADS_1
"Iya,,! Maksudku tidak,, " Anton menjadi serba salah dengan jawabannya sendiri
"Nyonya.. apa benar itu anda?" Tanya balik anton yang sedang mastikan bahwa wanita yang di depannya itu benar orang yang ia kenal
"Benar ini aku" jawab wanita itu sambil tersenyum pada anton
Mendengar jawaban dari wanita itu, Anton dengan cepat menundukkan kepalanya dengan hormat, dan begitupun dengan Dean yang melihatnya, meski dia tidak tahu siapa wanita itu, tapi dia tetap mengikuti anton untuk menundukkan kepalanya.
Anton dengan segera membuka pintu pagar, saat sudah memastikan bahwa wanita paru baya itu adalah Ratna, ibu kandung dari Raka Santoso
"Nyonya silahkan masuk" ucap anton mempersilahkan Ratna saat pintu pagar sudah terbuka.
Meski merasa tidak enak hati, Ratna tetap masuk dengan melangkahkan kakinya yang terasa berat, dia berjalan memasuki kediaman Raka dengan perasaan yang campur aduk dalam hatinya, antara sedih dan bahagia bisa memasuki rumah putranya yang dulu tidak iya tinggalkan.
matanya mulai berkaca-kaca, jika mengingat bagaimana putranya dulu menangis saat dia meninggalkannya! Dan kini Raka sudah dewasa dan memiliki rumah dan perusahaan sendiri, itu membuat Ratna merasa terharu dan bangga pada putranya, Tampa adanya dia putranya itu pun bisa sukses .
Ratna berjalan mengikuti Anton sambil melihat sekeliling di pekarangan rumah Raka, dan begitupun saat masuk kedalam rumah, Ratna memperhatikan setiap sudut ruangan dan melihat segala isi dan tataan benda yang sangat rapi.
"Nyonya silahkan duduk" ucap Anton mempersilahkan Ratna untuk duduk di sofa, dan Anton terlihat melihat kanan kirinya mencari keberadaan surti
"maaf nyonya aku tinggal sebentar, buat diri anda senyaman mungkin disini, ini rumah putra kandung anda sendiri" ucap Anton lagi saat melihat Ratna merasa tidak nyaman, yang tengah duduk di sofa.
Setelah menyampaikan beberapa kata! dengan cepat Anton berjalan untuk mencari surti.
saat sudah menemukan Surti di dalam kamar tamu, Anton memanggilnya dan menyuruhnya untuk mengikutinya keluar.
Surti mengikuti Anton yang berjalan keluar menuju ruang tamu, dan tercengang saat melihat Ratna tengah duduk santai di sofa sambil terus melihat seisi ruangan itu
Tampa berkata apapun Surti berjalan mendekat Menghampiri ratna yang tengah duduk di sofa.
"Nyonya,," tegur Surti dan membuat Ratna menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Ratna langsung berdiri saat melihat Surti yang sudah berdiri tidak jauh darinya
"Surti,," Ratna dengan cepat berjalan mendekat pada Surti dan memeluknya. Mereka berdua saling berpelukan dan terdengar Isak tangis dari mereka berdua pun membuat Anton jadi ikut bersedih melihatnya.
"Surti,, kamu benar-benar sudah merawat Raka sampai saat ini, aku benar-benar tidak bisa membayangkan itu, dan aku ucapkan banyak terimakasih padamu," ucap Ratna sambil melepas pelukannya dari Surti
"Jangan mengatakan itu, jangan berterimakasih padaku, aku melakukannya dengan tulus, aku menyayanginya dan menganggap tuan Raka seperti anak kandungku sendiri, jadi jangan mengucapkan terimakasih lagi" jelas Surti sambil terus menatap Ratna dengan air mata yang menetes di pipinya
"Apa kamu ingin bertemu dengannya? Biar aku menghubunginya!
"Tidak,, jangan menghubunginya! Sekarang aku belum siap untuk menemuinya, aku tahu sekarang dia pasti sangat membenciku, aku sudah banyak mendengar kabar tentangnya, bagai mana kehidupannya selama dua belas tahun ini, anak yang dulu begitu manis tumbuh menjadi lelaki yang dingin, aku tahu itu semua karena perlakuan dari orang tuanya! dari itu aku tidak ingin menemuinya untuk saat ini" jelas Ratna dengan raut wajah yang sedih
selama hampir tiga belas tahun, dia meninggalkan Raka begitu saja dan itu yang membuatnya tidak berani untuk menemui putranya itu, dan ini pertama kalinya dia berani untuk menampakkan dirinya, dan mengunjungi rumah putra semata wayangnya itu.
"Nyonya, beberapa hari ini, tuan Raka sudah berubah, dia tidak terlihat sama dengan sebelumnya, saat nona Shasa berhasil menyentuh hatinya,
dia beberapa hari ini sering tersenyum dan tidak bersifat dingin lagi." Jelas Surti dan menuntun Ratna agar kembali duduk di sofa
"Aku rasa ini waktu yang tepat untuk anda menenuinya" jelas Surti lagi
Ratna menggelengkan kepalanya.
"Tidak aku belum bisa, aku belum siap,, aku takut untuk menghadapi kemarahannya dan belum siap untuk menerima semua perkataan yang pasti akan menyakitiku" jelas Ratna lagi
"Kedatanganku kemari hanya ingin mengetahui keadaannya dan bagaimana dia hidup selama ini, meski aku sudah Mendengar kabar dari banyak orang, tapi aku tidak puas jika tidak mendengar langsung darimu" jelas Ratna lagi dan memegang tangan surti
"Surti tetaplah untuk seperti biasanya tolong jangan membahas tentang diriku padanya, aku tidak ingin kebahagiaannya akan hilang saat mendengar kemunculan diriku" penjelasan yang panjang lebar membuat Surti menggelengkan kepalanya
"Harus sampai kapan anda akan bersembunyi? Aku lihat di mata tuan Raka memiliki rindu di hatinya untuk anda.
.
__ADS_1