
"Shasa beri aku penjelasan, yang bisa membuat aku menerima keputusan mu itu, katakan apa yang membuatmu seperti ini? Kenapa ingin memutuskan hubungan dariku? Apa alasannya?" Tanya Raka sambil menggoyang-goyangkan bahu Shasa yang hanya terdiam menatapnya
Shasa yang hanya terus terdiam! Untuk sesaat memejamkan matanya, kini dia mulai merasakan sakit di dalam hatinya, sakit akan perlakuannya pada Raka dan sakit karena penyakitnya yang mulai menyerangnya. Shasa memegang dadanya yang mulai Terasa sesak dan perih dia mengelus-elus dadanya dan berusaha untuk tidak menunjukkan itu pada Raka.
di tengah ketidak berdayaan Shasa, Andra yang sudah kembali berjalan ke arahnya! Dia melihat bagaimana Raka seperti sedang memaksa Shasa untuk menjawab pertanyaannya sambil terus menggoyangkan bahu shasa. Andra melihat Shasa bersama dengan Raka yang terlihat saling membicarakan hal yang penting.
Andra memicingkan matanya Hingga membuat keningnya berkerut, saat melihat Shasa yang seperti sudah merasa kesakitan! Dia menyadari jika sekarang Shasa tidak baik-baik saja.
dengan cepat Andra melangkahkan kakinya berlari dan langsung melayangkan tinju ke wajah Raka yang sedang memegang bahu Shasa, sampai Raka melepaskan tangannya dari bahu Shasa dan terjatuh ke tanah
"Aaaahk...." Melihat kejadian itu Shasa berteriak saat Raka terjatuh, sekujur tubuhnya gemetar! sekarang perasaan Shasa tidak bisa iya rasakan lagi! semuanya sudah tercampur aduk, dari penyakit dalam hati dan trauma yang di deritanya, dan dengan rasa sakit yang sudah melihat kekasih hatinya, di sakiti oleh dirinya dan kakaknya sendiri
Andra dengan raut wajah yang marah menarik kerah kemeja Raka, hingga membuatnya berdiri dan melayangkan tinjunya lagi
"Beraninya kamu, menyentuhnya! Siapa yang memberimu hak itu" Tutur Andra sambil menunjuk Raka yang terkapar di tanah, dengan pukulan keras yang di terima dari Andra Membuat mulutnya Raka mengeluarkan darah.
Andra melangkahkan kakinya bermaksud untuk mendekat lagi pada Raka, namun Shasa dengan cepat memeluk Andra dari depan, saat dia menyadari jika Andra bisa saja membuat Raka lebih sakit lagi jika kembali memukulinya.
"Tidak,, jangan kak" Shasa menggelengkan kepalanya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat andra
"Jangan memukulinya lagi, itu sudah cukup" ucap Shasa dengan suara yang pelan dan tetap memeluk Andra dengan erat
Raka yang melihat adegan di depannya, mencoba untuk bangun dan mengusap darah yang keluar dari mulutnya saat dia sudah berdiri.
" Kamu Andra?" Tanya Raka dengan tatapan sinis
__ADS_1
" Kalian saling kenal?" Tanya Raka lagi dengan rasa penasarannya dan rasa ingin tahunya
"Shasa.. kamu mengenalnya? ada hubungan apa kamu denganya?" Tanya Raka dengan suara yang keras dan mencoba untuk menarik Shasa dengan kasar, yang masih memeluk Andra
Andra menahan tangan Raka menghentikannya dan menghentakkannya dengan keras
"Jangan menyentuhnya" tegas Andra lagi dan berusaha melepas pelukan Shasa yang semakin erat. Andra bermaksud untuk kembali memberi pelajaran lagi pada raka, tapi Shasa terus menggelengkan kepalanya menahan Andra agar tidak menyakitinya
"Kak aku mohon jangan, ucap Shasa
Raka yang sudah terlanjur salah paham pada Shasa Tersenyum sinis
"Apa ini yang membuat kamu, sampai ingin memutuskan hubungan denganku? Apa itu karena dia?" Tanya Raka dengan marah,
Shasa tidak menjawab pertanyaan dari raka, dan tetap terus membelakanginya dan tetap terus memeluk Andra.
Andra menatap wajah Shasa yang semakin memucat! Dan mengingat akan perkataan dari Leo ke padanya, dan Andra kini sadar jika saat ini Shasa memang tidak dalam keadaan baik-baik saja
"Sekarang Shasa sudah memutuskan hubungannya denganmu, jadi kamu tidak berhak untuk mempertanyakan masalah pribadinya, apa hubungannya denganku itu tidak perlu kamu ketahui, sebaiknya kamu pergi dari sini Sebelum aku membuat perhitungan denganmu" ancaman dari Andra terdengar membuat Shasa hanya bisa menggelengkan kepalanya
Shasa tertunduk dan menyandarkan kepalanya ke dada Andra, kakinya sudah terasa lemas, namun dia tetap mencoba untuk menahannya agar tidak terjatuh
"Shasa lihat aku, dan katakan padaku jika ini hanya sebuah candaan darimu, kamu hanya ingin mengerjai ku! Iya kan? Katakan jika Semuanya tidak benar, kamu tidak bersungguh-sungguh ingin memutuskan hubunganmu dariku iya kan? Tiba-tiba suara tanya Raka melembut membuat Shasa semakin tidak tega untuk menyakitinya
"Shasa kamu tahu betul bagaimana perasaanku padamu, jadi kamu tidak mungkin tega untuk menghianati ku, aku percaya padamu" tutur Raka
__ADS_1
"Tuan,," tiba-tiba suara sapaan dari David terdengar, dan semuanya menoleh ke arah suara itu
"Apa ada yang perlu aku bantu?" Tanya David yang membuat Shasa yang mendengarnya, melepaskan pelukannya dari Andra dengan cepat.
Shasa berbalik dan melihat Raka yang berdiri di hadapannya, karena tidak ingin Andra melakukan sesuatu pada Raka Shasa dengan sekuat tenaga berusaha untuk menahan rasa sakit dan sesak yang sudah menyerangnya
"Raka,, aku sekarang tidak sedang bercanda, aku tidak menyukai dan tidak mencintaimu! Apa itu belum jelas?" Pandangan Shasa kini mulai buram dan dia tidak tahu berapa lama dia akan bisa bertahan, dia terus mencoba untuk membuat Raka marah dan pergi dari hadapannya
"Dan sekarang aku sudah menemukan seseorang, yang jauh lebih baik darimu, bahkan dia jauh lebih mapang darimu, dan perlu kamu ketahui kami pun sudah tinggal bersama, beberapa hari ini aku tinggal di kediamannya" Shasa memegang tangan Andra dan memperlihatkannya pada Raka, mengakui Andra jika seseorang yang dia maksud adalah Andra.
Andra hanya bisa mengikuti apa yang di inginkan oleh Shasa Tampa mengelak dari semua yang dikatakannya.
"Tidak mungkin,,! Shasa,,, aku percaya padamu! Jangan mengatakan hal itu" Raka menggelengkan kepalanya
Shasa Tersenyum dan memalingkan pandangannya
"Aku tidak butuh kepercayaan mu itu. selama ini aku sudah hidup susah! Dan sekarang seseorang akan menjamin hidupku, apa lagi yang aku cari? Semuanya sudah ada di depan mataku! sebaiknya kamu pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi
"Shasa,, kamu benar-benar!"
"Sekarang semuanya sudah jelas, mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi! Jadi tolong jangan pernah mengganggu aku lagi" jelas Shasa
Raka yang marah dan merasa geram hanya bisa menunjuk Shasa yang ada di hadapannya, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, hatinya hancur karena ulah dan perkataan dari Shasa! Dia menghentakkan tangannya ke udara dan pergi meninggal Shasa Tampa menoleh
Melihat Raka sudah berlalu pergi, Shasa yang dari tadi berusaha untuk menahan diri agar bisa kuat, tidak bisa lagi menahan otot-otot kakinya, semuanya terasa lemas, dia jatuh ketanah dan hilang kesadaran.
__ADS_1
"Shasa,," Andra yang tengah berdiri disampingnya, merasa panik dan cemas.
Sedangkan David yang melihat kejadian itu dengan cepat berjalan menuju mobil yang tengah iya parkir, dan dengan cepat dia mengemudikannya, menuju dimana Andra dan Shasa berada