
"Tapi aku sudah baikan, sungguh aku tidak memerlukan dokter lagi, aku tidak ingin di periksa, aku hanya butuh istirahat" jelas Shasa yang bersikeras menolak agar Raka tidak memeriksakannya ke dokter
"Tapi aku yang memerlukan itu!" Balas Raka dengan cepat, ketika Shasa bersihkeras untuk di bawah pulang
" Aku tidak akan merasa tenang sebelum dokter menjelaskan soal penyakitmu itu padaku, aku ingin mendengar dokter mengatakan jika kamu baik-baik saja, Shasa sebaiknya kamu menurut, aku tidak rela jika penyakit itu sewaktu-waktu akan kambuh lagi di kemudian hari, aku tidak tega melihatmu seperti itu,
Sekarang tolong jangan membantah dan lakukan sesuai yang aku katakan"
Ucap Raka seolah-olah telah memberi perintah pada shasa
Shasa pun diam dan tertunduk, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Raka, dia seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh orang tuanya, dia tidak lagi merengek untuk di bawa pulang.
Di dalam mobil Raka menghubungi seseorang yang terdengar akrab dengannya.
Raka melakukan panggilan melalui Head Unit yang terdapat di mobil mewahnya itu, dan berbicara Tampa basah basi, mengenai penyakit yang di derita oleh Shasa.
"Halo,, tuan Raka, menghubungiku, dengan secara tiba-tiba, apa kamu menemukan kesulitan?" Tanya seseorang yang di hubungi oleh raka
Karena melakukan panggilan melalui Head Unit mobilnya, Shasa bisa mendengar jelas setiap kata dan ucapan yang sedang mereka bicarakan.
"Benar, aku butuh bantuan darimu,"
Raka menjelaskan setiap detail yang terjadi pada Shasa pada orang yang sedang iya hubungi, dan mengatakan apa yang di alami oleh shasa saat melihat kekerasan hari ini.
Akhir kata dari raka**
"Aku harap kamu bisa membantuku untuk menyembuhkan penyakitnya itu," jelas Raka pada orang yang ada di balik telfon
"Baik tuan Raka aku akan mengunjungimu, dan ingin menemui gadis yang sedang kamu bicarakan itu, aku jadi penasaran ingin tahu gadis mana yang mampu membuatmu segelisah ini" ucapnya dengan nada yang semangat dan memutuskan panggilan itu
Raka mengangguk dan terus melajukan mobilnya,
Sore kini berganti malam, Raka yang hanya terdiam setelah panggilannya itu usai, sekarang memarkirkan mobilnya saat dia sudah sampai di kediamannya,
__ADS_1
Dan Terlihat Anton tengah berlari, menuju mobil yang sudah terparkir, dia terlihat dengan cepat membuka pintu untuk raka, yang masih duduk di kursi pengemudi untuk mematikan mesin mobil.
"Malam tuan muda," ucap Anton sambil menundukkan kepalanya dengan hormat pada Raka.
Shasa yang hanya terdiam Sejak tadi, merasa bingung, dia terlihat mengamati setiap arah di tempat itu di dalam mobil, di pekarangan yang terlihat sangat luas membuat Shasa melebarkan matanya melihat indahnya lampu-lampu pekarangan yang menghiasi gelapnya malam.
"Wah,, ini sangat indah," ucapnya dalam hati
"Ini dimana? Kenapa Raka membawaku kemari?" Tanyanya lagi dalam hati
Saat itu juga pintu mobil terbuka, terlihat Raka tengah berdiri di ambang pintu mobil membungkuk dan menjulurkan tangannya pada shasa
"Sekarang turunlah kita sudah sampai" ucap Raka sambil menunggu Shasa untuk menggapai uluran tangannya
"Ini di mana? Dan untuk apa kamu membawaku kemari?" Tanya Shasa yang kebingungan
Raka tersenyum
"Ini adalah rumahku, karena kamu menolak untuk di bawa ke rumah sakit, jadi aku membawamu kemari,"ucap Raka
"Tuan Raka,, biarkan aku pulang, jika kamu tidak bisa mengantarku, aku bisa menghubungi kak Rendi agar menjemput ku di sini, atau aku bisa naik taksi" ucap Shasa lagi sambil terus melihat setiap arah di luar mobil yang terlihat begitu asin baginya
Raka menyentil kepala Shasa
"Aaaaaohk.. tuan apa yang kamu lakukan? Ini sakit tau!" Ucap Shasa sambil menyentuh dahinya
"Bibi mempercayakan mu padaku, itu berarti aku harus menyembuhkan mu, sebelum membawamu pulang, bagaimana pun caranya aku akan berusaha untuk melakukan itu," ucap Raka dengan tulus sambil tersenyum
"Tapi sekarang, seperti yang kau lihat aku sudah sembuh, aku tidak butuh dokter lagi" ucap Shasa ngeyel
Raka tidak merespon perkataan dari Shasa, dia melihat uluran tangannya dan merasa di abaikan, dia sendiri yang meraih tangan Shasa dan menariknya dengan pelan agar Shasa mau turun dari mobil.
"Tuan,, aku sudah bilang aku tidak ingin disini, aku hanya ingin pulang, aku mohon bawa aku pulang" ucap shasa merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
Raka tetap tidak menghiraukan ucapan dari Shasa dan tidak peduli rengekannya itu, karena Shasa menolak untuk masuk ke dalam rumahnya, dia terpaksa mengangkat tubuh Shasa yang kecil dan memopong nya masuk, Tampa mengatakan sesuatu,
"Eh,, eh,, eh,, apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku," ucap Shasa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, yang merasa malu karena beberapa pembantu di luar rumah melihat adegan itu,
Shasa meronta-ronta untuk melepaskan diri dari Raka, namun tubuh Raka terlalu kuat dan sama sekali tidak merasa terbebani oleh Shasa yang selalu memberontak
Raka berjalan masuk kedalam rumah, dan dia sama sekali tidak peduli dengan Shasa yang tengah memberontak, di dalam gendongannya.
Raka berjalan masuk dan di ikuti oleh Anto di belakang nya, dan anton dengan cepat membuka pintu saat Raka sudah dekat dari pintu rumahnya, Tampa bertanya apapun Anton terus mengikuti instruksi dari Raka.
"Rapikan dan bersihkan kamar tamu untuknya, malam ini dia akan menginap disini" ucap Raka tetap dengan nada dinginnya kepada Anton dan melihat Shasa yang masih ada dalam gendongannya.
"Baik tuan" ucap Anton yang mendengar perintah dari atasannya itu
"Apa yang kau katakan? Aku tidak ingin menginap disini, aku ingin pulang" ucap Shasa sambil terus memukul-mukul Raka
Raka menurungkan Shasa ke sofa Tampa peduli dengan semua yang di katakan nya
"Raka kamu benar-benar keterlaluan, aku akan melaporkan mu pada polisi karena telah menculik ku," ucap shasa mengancam
Raka tersenyum mendengar ancaman dari Shasa, dan Raka menoleh saat menyadari Surti tengah berjalan menghampirinya.
"Tuan apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Surti dengan penuh rasa hormat
Raka mengangguk
"Siapkan makan malam untuk kami. Aku sudah merasa lapar" ucap Raka pada Surti dan melihat Shasa yang memasang wajah murung padanya, Raka tersenyum melihatnya dan melangkah duduk di samping shasa
"Baik tuan," ucap Surti mengangguk dan berbalik dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam
"Jangan marah,, besok aku akan membawamu pulang, dan untuk malam ini menginap lah disini, dokter Reza akan datang untuk memeriksa mu, lagian ini juga atas izin dari bibi" ucap Raka membujuk shasa dengan nada yang lembut
Shasa hanya terdiam dan mendengar perkataan dari Raka, dia memalingkan pandangannya saat Raka menatapnya,
__ADS_1
Seperti anak kecil Shasa merajuk, karena permintaannya tidak terpenuhi.
Raka tersenyum lagi, melihat tingkahnya yang seperti itu, dari kejauhan Anton tidak sengaja melihat Raka yang tengah tersenyum bahagia, selama dua belas tahun. ini yang pertama kalinya, Raka merasakan kebahagiaan hingga membuatnya tersenyum seperti itu