Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Rendi jangan membuat onar,


__ADS_3

"Kalian semua jahat, bukan Shasa yang melakukannya," bantah Shasa menggelengkan kepalanya dan memberontak


Aaaaohkk... Shasa menjerit lagi dan lagi.


Hingga membuat Raka benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya karena melihat penderitaan yang tengah di alami oleh shasa


"Aku katakan hentikan ini, jangan di teruskan lagi," jelas Raka sambil memegang kera kemeja dokter Reza yang ada di hadapannya menatap mata dokter Reza dengan tajam


"Tuan Raka ini hanya sementara, tetaplah untuk tenang, dia tidak akan kenapa-kenapa, percaya padaku dia akan baik-baik saja" jelas dokter Reza di dalam ancaman Raka, dia perlahan melepaskan tangan Raka yang memegang erat kera kemejanya itu


Mendengar perkataan dokter Reza, Raka pun mulai sedikit percaya dan melepaskan kerah kemeja dokter Reza.


Raka dengan perasaan gelisah dan kawatir, kembali melihat kearah Shasa dan mencoba untuk menyadarkan nya


Raka berlutut di hadapan Shasa dengan wajah yang terlihat takut akan sesuatu hal yang tidak di harapkan akan terjadi


Raka menggelengkan kepalanya, dengan perasaan paniknya dia terus mencoba untuk tetap berkomunikasi padanya


"Shasa ini aku Raka, sadarlah sekarang aku disini jangan kawatir tidak akan ada yang bisa menyakitimu, aku akan menjagamu, percayalah" ucap Raka sambil terus memegang kedua tangan shasa dengan perasaan yang tidak menentu, dia mencoba menyadarkan Shasa yang masih dalam pengaruh hipnotis dokter rendi


Shasa tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Raka, dia tetap terus memejamkan matanya.


sekarang dia berada di mana di saat itu dia masih berumur enam tahun, kejadian yang menimpanya saat itu terlihat begitu jelas di ingatannya, hingga dalam pengaruh hipnotis dokter Reza, dia merasakan hal itu yang begitu nyata di alaminya saat ini.


Shasa terus menangis sesekali menjerit kesakitan, dia membawa penderitaannya itu sampai ke masa di mana yang sebenarnya dia hanya duduk santai di kursi sambil di dampingi oleh Raka yang kini terlihat begitu mengkhawatirkannya


Shasa terus menggelengkan kepalanya, tubuhnya menjadi lemah, rasa sakit yang di alami di dalam bawa sadarnya membuatnya tidak berdaya, rasa sesak di hatinya makin terasa


"Cepat hentikan ini" ucap Raka untuk kesekian kalinya, dia benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat Shasa yang begitu menderita seperti itu


"Sebelum aku bertindak kasar, cepat hentikan, jangan meneruskannya lagi." Ucap Raka lagi mengancam dokter Reza dengan tatapan marah di wajahnya,

__ADS_1


Dokter Reza pun mengangguk, dia pun juga tidak menyangka, trauma yang dialami oleh Shasa begitu mendalam dan membuatnya sangat menderita, dan di tambah rasa cemas Raka yang membuat dokter Reza, tidak bisa menggali lebih dalam lagi, ingatan dan kesakitan yang di alami Shasa di masa lalu.


Dokter Reza terlihat mengambil suntikan yang sudah di isi dengan cairan dan menyuntikkannya di lengan Shasa.


Dan Tidak lama setelah itu, Shasa terlihat sudah lebih tenang, Shasa tidak lagi menangis, namun tetap memegang tangan Raka dengan kedua tangannya.


Obat bius yang di suntikkan oleh dokter Reza, membuat Shasa menjadi sangat mengantuk dan di saat itu Shasa tertidur.


Raka terus menatap Shasa, yang sudah benar-benar tertidur pulas, dia terlihat menghapus air matanya yang ikut mengalir di saat melihat Shasa begitu menderita.


Dokter Reza menghampirinya dan menepuk-nepuk bahunya.


"Sekarang dia baik-baik saja, bawa dia ke kamar agar bisa istirahat dengan tenang, dan kamu juga istirahatlah, sekarang sebaiknya aku pulang, besok aku akan kemari lagi" ucap dokter Reza, dengan nada yang lembut dan berjalan keluar dari ruang kerja raka, dia pergi Tampa menunggu persetujuan dari Raka.


Saat dokter Reza berlalu pergi


Raka mengangkat tubuh kecil Shasa dan membawanya keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menaiki anak tangga satu persatu, membawa Shasa menuju kamarnya.


Anton dan Surti yang dari tadi menunggu di ruang keluarga, hanya bisa memandang sikap majikannya itu dari bawah sana. Mereka tidak berani untuk bertanya atau pun mengajak tuannya itu untuk berbicara, mendengar perkataan dari dokter Reza, mereka sudah tahu jelas bagaimana majikannya itu jika sendang marah.


"Benar" balas Surti dan mengangguk,


Sekarang kita hanya bisa mendukungnya dan membantunya, agar nona Shasa mau menerimanya" jelas surti


Raka membuka pintu kamar dan berjalan masuk menuju tempat tidur dan membaringkan Shasa, dan tidak lupa dia berdiri lagi dan kembali menuju pintu yang masih terbuka dan menutupnya.


kemudian kembali ke ranjang, memperbaiki posisi tidur Shasa dan Raka pun berbaring di samping Shasa,


Raka berbaring sambil memiringkan tubuhnya menghadap pada Shasa yang sudah tertidur pulas dengan posisi yang terlentang.


Raka terus menatap wajah Shasa yang terlihat sangat cantik dan begitu manis yang kini ada di hadapannya,

__ADS_1


Raka mengangkat kepalanya dan mencium keningnya, Dan kemudian menarik Shasa masuk dalam pelukannya.


Kebahagiaan yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata kini di Alami oleh raka,


***


Di sisi lain dokter Rendi, yang berdiri dengan Rita, sibuk dengan ponsel di tangannya, dia terlihat terus menghubungi seseorang, namun tidak mendapat jawaban dari orang yang tengah di hubungi nya.


"Rendi, tidak perlu menghubunginya lagi, bibi percaya pada Raka, dia pasti mampu untuk menjaga dan melindungi Shasa" ucap Rita,


"Bibi dia itu orang asing, bibi mengenalnya baru beberapa hari yang lalu, tapi kenapa bibi begitu mempercayainya?


Sekarang lihat Shasa tidak mengangkat atau menjawab ponselnya, Rendi takut sedang terjadi sesuatu padanya" jelas Rendi dengan perasaan kawatir


"Aku tidak bisa tinggal diam, aku akan mendatangi kediamannya,"ucap Rendi lagi sambil berjalan menuju mobilnya


"Rendi jangan membuat onar, bibi sendiri yang menyerahkan Shasa padanya, tunggulah sampai besok, aku percaya padanya, Raka akan membawa Shasa pulang," jelas Rita mencoba untuk mencegah Rendi agar tidak mendatangi rumah Raka.


Namun sifat keras kepala dari Rendi tidak akan mendengarkan apa yang di katakan oleh Rita,


Rendi tetap berjalan membuka pintu mobilnya, masuk ke dalam mobil menyalakan mesin dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.


Di dalam mobil Rendi sangat gelisah dia memikirkan hal-hal yang bersifat negatif, hingga membuat pikirannya jadi tambah kacau.


"Shasa tunggu aku,, aku akan menjemputmu," ucapnya dalam hati


Tidak menunggu lama bagi Rendi, dia sudah Tibah di depan rumah Raka,


Rendi keluar dari mulut mobilnya dan berjalan mendekat pada pagar besi yang menjadi Penghalang untuknya.


Rendi memperhatikan setiap sudut pekarangan yang luas di dalam sana.

__ADS_1


Rendi berjalan dan menekan bel yang terdapat pada tembok besar yang ada di depannya itu.


Tidak lama kemudian, security yang berjaga malam itu, menghampirinya


__ADS_2