
Andra duduk di kursi meja makan sambil terdiam, dan hanyut dalam lamunannya! dia terlihat terus mengaduk jus yang ada di hadapannya, tatapan matanya kosong dan tidak mengepresikan suasana dalam hatinya, hingga yang melihatnya tidak akan tahu isi dalam hatinya sekarang
Sesekali dia terdengar menghela nafas yang panjang
"Hhheemmm....."
Andra terus mengingat akan perkataan dari dokter Dafa, yang sudah menggangu pikirannya dari semalam
(" Tuan maaf jika aku harus mengatakan ini, nona Shasa memiliki kangker di hatinya, dan ini sudah di stadion akhir! Nona Shasa tidak bisa di sembuhkan lagi, kecuali dia mendapatkan seseorang yang ingin mendonorkan hati untuknya")
Kata-kata itu selalu terngiang di telinganya, dia merasa gagal untuk menjadi saudara yang baik! dia yang sudah berjanji untuk melindungi dan menjaga Shasa tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
Andra tertunduk, dan menghela nafasnya lagi
"Hhhheeemmm...."
"Shasa maaf kan kakak! Tenang saja kakak akan berusaha untuk mencari cara agar bisa menyembuhkan penyakitmu itu" Tutur Andra dalam hatinya
Shasa yang tengah berjalan ke arah Andra Tersenyum, melihatnya terdiam dan tidak menyapanya seperti biasa saat melihat dirinya
"Apa yang sedang kakak pikirkan?" Tiba-tiba suara tanya dari shasa terdengar membuat Andra tercengang
Andra mendongakkan kepalanya melihat Shasa sudah berdiri di hadapannya menarik kursi dan duduk didepannya sambil tersenyum pada Andra yang dari tadi tidak mengatakan apapun.
"Apa yang sedang kak Andra pikirkan? Apa memikirkan seorang wanita?" Tanya Shasa lagi
"Ah,," Andra Tersenyum
"Tidak ada" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya
"Shasa tahu,, jika sekarang kakak sedang menyembunyikan sesuatu dari Shasa!" Ucap Shasa lagi
Raka melihat adiknya itu dan berdiri mengulurkan tangannya mencubit pipi Shasa dengan gemas
"Tidak,, kakak tidak menyembunyikan apapun darimu!" Jelas Andra dan menggelengkan kepalanya lagi sambil tersenyum
" Jangan bohong,, Shasa tahu jika kakak sekarang sedang memikirkan seseorang. Kak,, apa dia seorang wanita? Apa dia wanita kakak? Atau jangan-jangan baru ingin dekat dengannya? apa kakak butuh bantuan dari Shasa?" Tanya Shasa sambil tertawa bahagia meledek Andra yang hanya tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Shasa terlihat tidak miliki kesulitan apapun dalam dirinya saat tertawa, meski sudah tahu jika dia mengidap penyakit yang sudah hampir merenggut nyawanya itu! dia tidak menunjukkan sedikit pun rasa kecewa ataupun sedih di wajahnya, dia terlihat tertawa bahagia dengan sangat santai, Membuat orang di sekitarnya yang tidak tahu akan penyakitnya! akan merasa jika wanita itu adalah wanita yang periang dan tidak miliki kesusahan dalam hidupnya
Mendengar tawa dari adiknya itu, Andra menunjukkan rasa senang! Namun raut wajahnya tetap memperlihatkan kekuawatiran yang mendalam, Andra menahan kesedihannya dan tetap untuk Tersenyum di hadapan adik kesayangannya itu
"Shasa apa kamu mengingingka sesuatu? Tidakkah kamu memilih Ki permintaan pada kakak?" Katakan saja jika itu ada, Kaka akan mengabulkan untukmu
Shasa menggelengkan kepalanya dan tersenyum
"Untuk saat ini Shasa belum ada, tapi nanti lain kali Shasa pasti memiliki permintaan yang harus kakak penuhi" jelas Shasa sambil mengambil sepotong roti dan segelas susu untuk di santapnya
"Kak,,, Shasa ingin keluar hari ini apa itu boleh?" Tanya Shasa sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya, tapi Andra hanya terdiam dan tidak menjawabnya, Andra berfikir untuk sesaat
" Shasa,," Andra yang ingin mengucapkan sesuatu di potong oleh Shasa dengan cepat
"Kakak boleh menyuruh Leo untuk menemaniku, jika Kakan tidak mengijingkanku keluar sendiri!" Ucap Shasa lagi dengan cepat, saat melihat raut wajah Andra yang terlihat ingin melarangnya
"Shasa kamu sedang tidak..." Andra menghentikan ucapannya
"Sedang, apa maksud kakak?" Tanya Shasa
"Tidak," Andra menggelengkan kepalanya dan tersenyum
"Kak,, kamu sedikit aneh hari ini, ada apa? Tanya Shasa yang penasaran
"Tidak,, tidak ada apa-apa!" Jelasnya
"Baiklah, kakak harus kekantor" ucap Andra yang sengaja ingin menghindari interogasi dari shasa
"Hem e'" Shasa mengangguk patuh.
***
Bersama dengan Leo, Shasa turun dari mobil saat sudah tiba di depan warung rita
Shasa Tersenyum saat melihat, mobil Rendi juga terparkir di sana, Shasa melangkahkan kakinya berjalan dan masuk kedalam warung melihat Rendi dan Rita duduk berdampingan di bangku
" Bibi" Shasa yang merasa senang berteriak memanggil Rita saat sudah melihatnya
__ADS_1
Rita dengan cepat menoleh dan berdiri saat melihat Shasa sudah ada di hadapannya
"Shasa," Rita mendekat dan memeluknya
"Kamu selalu begitu, pergi semau mu dan datang semau mu, bibi sangat merindukanmu, kenapa baru datang untuk menjenguk bibi? Apa kamu tidak merindukan bibi?" Rita memukul-mukul punggung Shasa
"Maaf bi,, Shasa tidak bermaksud untuk membuat bibi seperti ini, Shasa pun juga sangat merindukan bibi!" Ucap Shasa sambil membalas pelukan dari rita
Rendi yang dari tadi terdiam, tidak sanggup melihat Shasa yang terlihat begitu senang, berusaha untuk menyembunyikan kesedihan dalam dirinya, Shasa menunjukkan raut wajah yang begitu bahagia memeluk Rita dengan erat
Tapi ekspresi wajah itu membuat Rendi meneteskan air mata karena sudah tahu akan penyakit Shasa yang di deritanya.
Rendi memalingkan wajahnya dan dengan cepat menghapus air matanya, antara sedih dan kasihan Rendi menyeimbangkan perasaannya
"Kak Rendi,, ada apa denganmu?" Tanya Shasa dengan Tersenyum padanya saat melepas pelukan Rita darinya
"Tidak ada apa-apa" Rendi menggelengkan kepalanya, dan melangkah, memeluk Shasa dengan erat
"Shasa kakak sangat merindukanmu! Kakak benar-benar merindukanmu," ucap Rendi dengan mata yang berkaca-kaca
Shasa Tersenyum, seakan tidak ada yang terjadi padanya, dia seolah-olah tidak tahu jika Rendi sudah mengetahui tentang penyakitnya. Shasa terlihat tenang dan tidak ingin mendalami kesedihan yang ada pada dirinya
"Shasa juga sangat merindukan kak Rendi" ucap Shasa
Saat mereka telah saling melepaskan rindu, Leo masuk dan duduk di bangku sambil melihat mereka bertiga
Rita yang menyadari kehadiran Leo melihat kearahnya dan melangkahkan kakinya mendekat pada Leo,
"Kamu siapa?" Tanya Rita
"Apa kamu,, kakak kandung dari Shasa?" Tanya Rita lagi
Shasa menoleh saat mendengar pertanyaan dari Rita dan melepaskan pelukan Rendi.
"Bibi,, dia adalah Leo! Kak Andra menugaskannya untuk menjagaku dan mengantar ku kemanapun aku ingin pergi" tutur Shasa, sambil tersenyum dan mendekat pada Rita
"Salam nyonya" sapa Leo penuh dengan hormat dan menundukkan kepalanya di hadapan Rita dengan ramah
__ADS_1
Rita pun membalas menundukkan kepalanya di hadapan Leo, dan Tersenyum