Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Kalian bertengkar?


__ADS_3

Di dalam warung mereka berempat terlihat begitu akrab satu sama lain, Leo yang ikut berkumpul sambil duduk berhadapan dengan Shasa, Rita dan rendi menyantap makan siang yang ada di depannya.


Memakan lauk pauk yang ada di depannya sesuap demi sesuap, mata Leo berkaca-kaca! Dia tidak pernah menyangka jika shasa akan memberi kebahagiaan ke padannya dengan membuat dirinya, seperti dengan keluarga sendiri.


Leo tidak pernah menyangka akan makan bersama dengan mereka duduk berhadapan seperti keluarga, itu yang membuatnya merasa sedih.


Dengan mengunyah makanan di mulutnya, Leo sesekali menatap Shasa yang terlihat tanpa ada beban.


Menyadari hal itu Shasa pun membalas tatapan dari Leo dan melihatnya dengan memicingkan matanya.


"Nona Shasa anda terlalu baik padaku, selama ini aku tidak pernah makan dengan berkumpul seperti ini, ini membuatku seakan makan dengan keluarga sendiri" ucap leo sambil terus menatap Shasa yang juga sudah menatapnya


Rita yang mendengar ucapannya itu merasa terharu dan merasa iba, dia berdiri memegang bahu Leo menatapnya dengan penuh rasa kasihan, yang duduk Di sampingnya


"mulai hari ini anggap kami sebagai keluargamu, Sekarang makan yang banyak, jangan sungkan-sungkan" ucap Rita sambil menambah nasi dan lauk pauk ke piring Leo


"Terimakasih nyonya" Leo menundukkan kepalanya dengan penuh hormat


"Bibi,, panggil aku dengan sebutan itu, seperti Shasa dan Rendi memanggilku" ucap Rita lagi


"Baik bibi, terimahkasih!" Tutur leo


Rita dan Shasa Tersenyum, kepada Leo! Namun Rendi tidak bereaksi apa-apa, Rendi yang merasa canggung, tidak bisa seperti Shasa yang mampu mengendalikan keadaan di sekitarnya.


Rendi terlarut dalam kesedihannya, melihat Shasa yang seakan tidak memiliki masalah dalam hidupnya, membuatnya makin sakit, karena dia tahu jika sebenarnya dalam hati Shasa sedang terluka dan sakit, hanya saja Shasa mampu menyembunyikan Semuanya


"Kak Rendi, aku perhatikan kamu dari tadi hanya diam saja, ada masalah apa?" Tanya Shasa dan menatap Rendi


"Shasa,, kakak...!" Rendi yang tak mampu menahan air matanya melepas sendok makan dan garpu yang ada di tangannya dan berdiri, dia berjalan keluar dari warung Rita, sambil menghapus air mata yang sudah menetes di pipinya, dia terlarut dalam kesedihan, dia tak mampu untuk menahan kesedihannya.


"Kak Rendi,,!" Panggil Shasa

__ADS_1


Shasa yang tahu, jika Rendi sudah tahu tentang penyakitnya! Mengikutinya keluar dari dalam warung Rita


"Kak,,, semuanya akan baik-baik saja! Jangan khawatir.. Shasa bisa melewati semuanya" Shasa berjalan mendekat pada Rendi dan berdiri di sampingnya melihat ke ujung jalan dan menatap dengan wajah yang datar


Rendi menoleh dan melihat Shasa yang telah berdiri di sampingnya, melihatnya Tampa memiliki ekspresi di wajahnya


"Shasa kenapa menyembunyikannya? Kenapa kakak tidak berhak mengetahui tentang penyakitmu itu?" Tanya Rendi dengan di iringi air mata


" Shasa,, sejak kecil kita selalu bersama, hampir tiga belas tahun kita selalu bersama menjalani hidup suka dan duka, aku sudah menganggap jika akulah yang paling berhak atas dirimu" jelas Rendi


"tapi,, itu malah sebaliknya! Ternyata selama ini kamu sangat menderita Tampa sepengetahuan dariku, aku tidak punya muka lagi untuk mengatakan hal yang di masa lalu! Aku tidak bisa membanggakan diri lagi untuk membicarakan bagaimana aku sudah menjagamu"


"Kak Rendi,, jangan mengatakan itu, kamu tetap yang terbaik, tidak ada yang mampu menandingi kebaikan yang kudapat darimu selama ini" Shasa menoleh dan membalas untuk melihat Rendi sambil tersenyum


"selama ini aku menyembunyikan Semuanya darimu, karena tidak ingin melihatmu bersedih, dan mengkhawatirkan diriku"


Hhheemmm... Shasa menghela nafas


Air mata Rendi makin deras mengalir, dia tidak mampu untuk menahannya, tapi demi Shasa dia tetap berusaha untuk terlihat tegar.


Mereka berdua berdiri di luar warung Rita, melihat kendaraan yang berlalu lalang melintas di hadapannya, Tampa ada suara untuk sesaat


"Kak,, apa kamu ingat? Bagaimana kak Rendi melindungi ku, dari anak-anak nakal yang ingin membuli ku waktu itu?" Shasa Tersenyum tipis, mengingat akan masa lalu di mana saat itu Rendi harus berkelahi melawan anak-anak jalanan waktu itu saat berusaha untuk melindunginya


Rendi mengangguk


"Saat itu lutut mu terluka jadi kakak Terpaksa harus menggendong Mu, membawamu pada papa untuk mengobati lukamu"


Rendi memejamkan matanya melihat dirinya di masa itu yang sedang menggendong Shasa di punggungnya melarikannya dengan perasaan panik dan cemas kepada papanya (dokter Antoni) untuk mengobati luka di lututnya


"Saat itu,, Shasa sangat sedih melihat kakak begitu mengkawatirkan Shasa, Shasa tidak ingin melihat kesedihan itu di pancaran wajah kak Rendi, dari itu aku meminta pada om Antoni untuk merahasiakan penyakit ini" ucap Shasa sambil melepaskan lengan Rendi dari pelukannya.

__ADS_1


Hhheemmm.... Helaan nafas shasa terdengar lagi


"Kak,, Shasa benar-benar tidak beruntung!" Shasa melangkahkan kakinya, berjalan menuju bangku yang ada di luar warung Rita dan duduk


Shasa menoleh dan melihat Rendi yang masih berdiri di tempat, memperlihatkan senyum manisnya, dengan ekspresi wajah yang Santai


"Apa kalian ada masalah?" Tiba-tiba dari dalam warung Rita, Terdengar Rita sedang menegur mereka berdua.


Rita terlihat berjalan keluar dari dalam warung! dan menghampiri Rendi yang masih berdiri menatap jalanan yang ada di hadapannya Tampa berkedip


Rita melihat Rendi dengan ekspresi wajah yang terlihat sedih, membuatnya jadi penasaran akan perasaan yang yang ada dalam hatinya sekarang.


"Kalian bertengkar?" Tanya Rita, sambil melihat Rendi dan menoleh untuk melihat Shasa yang tengah duduk di bangku


Sedangkan Leo yang ikut keluar hanya bisa berdiri dan berdiam diri melihat Rita yang sedang mengintrogasi mereka berdua


Pertanyaan yang tidak di beri jawaban membuat Rita dengan kesal menghampiri Shasa yang masih duduk, dan duduk di samping Shasa Tanpa mengatakan sesuatu


Rendi menoleh dan melihat Shasa yang tengah duduk berdampingan dengan rita, dia melangkahkan kakinya mendekat pada Shasa dan berlutut


"Shasa,, menikalah dengan kakak" Rendi yang Tampa berpikir panjang lagi, menyodorkan sebuah kotak kecil yang berisi cincin, untuk melamar Shasa di hadapan Rita dan Leo


Shasa berdiri melihat perlakuan Rendi yang secara tiba-tiba, begitupun dengan rita yang tidak pernah menyangka jika Rendi akan melamar Shasa begitu saja.


Sedangkan Leo hanya tercengang melihat tingkah Rendi.


"Shasa,, menikalah dengan kakak, kak Rendi janji akan membahagiakanmu! Tutur Rendi yang mencoba untuk meyakinkan shasa


"Kak rendi! Apa yang kamu lakukan?"


"Shasa,, ini sudah lama kakak rencanakan, kakak mohon jangan menolak" Rendi berdiri dan menghadap pada Shasa yang sudah berdiri di hadapannya

__ADS_1


__ADS_2