Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
kak Raka Fiona merindukanmu


__ADS_3

Raka berdiri mengantar kepergian dokter Reza yang baru saja mengunjunginya, dia menatap punggung dokter Reza sampai menghilang setelah itu kembali duduk di kursi besarnya.


Raka duduk dan memegangi dahinya yang terasa sakit, mengingat akan apa yang baru saja dokter Reza katakan padanya tentang mengenai penyakit trauma yang di derita oleh Shasa.


("Gadis kecilmu itu, sudah mengalami masa sulit di masa lalunya, masa-masa yang seharusnya di isi dengan kebahagiaan malah berubah menjadi sangat menyakitkan, itu yang membuatnya menjadi trauma dan tidak bisa melihat kejadian yang sama dengan yang pernah iya alami di masa lalu")


Ucapan dari dokter Reza itu membuat Raka jadi kepikiran.


"Masa sulit yang seperti apa yang telah kamu lalui di masalah lalu?" Tutur Raka pada diri sendiri sambil menghela nafas.


("Jika gadis kecilmu itu tidak bisa melihat kekerasan, itu artinya di masa lalu dia pernah mengalami hal yang sama, mungkin saja dia, pernah mendapat siksaan atau pernah mendapat perlakuan buruk pada seseorang, itu sangat memungkinkan itulah yang membuatnya dia mendapatkan penyakit itu")


("Penyakit seperti itu tidak bisa dibiarkan menjalar di hatinya, itu bisa sewaktu-waktu akan kambuh dan itu bisa mengganggu kejiwaannya, jika membiarkannya begitu saja.


itu bisa di sembuhkan dengan cara melakukan terapi psikologis, agar bisa membantunya untuk menerima kenyataan yang sudah di alaminya itu,")


Penjelasan dari dokter Reza membuat Raka merasa marah, dia mengepalkan tangannya seakan-akan ingin menghajar seseorang.


"Aku akan mencari tahu, tentang kehidupanmu di masa lalu, aku janji akan menghukum orang yang sudah membuatmu menderita seperti ini"


Tutur Raka dalam hatinya yang kini bergejolak akibat rasa marah yang di pendamnya.


Tok.. tok.. tok..


Pintu terdengar berbunyi dari luar, dan Tampa menunggu Jawaban darinya, pintu itu terbuka, dan terlihat Romi muncul dari balik pintu.


"Bos,,!" Sapa Romi sambil menundukkan kepalanya


Romi melangkahkan kakinya berjalan masuk dan tidak lupa untuk menutup pintu itu kembali.


Dengan perasaan was-was, Romi berdiri seperti biasanya tak jauh dari tempat duduk atasannya.


Sesekali dia melihat kearah raka yang memasang wajah marah, tidak ada kesenangan yang terpancar di wajah atasannya itu.


Romi menghela nafas, merasa menyesal karena telah masuk dalam ruangan itu.


"Kenapa aku harus masuk kemari?" Tuturnya pada diri sendiri dan menggelengkan kepalanya.


"Romi aku ada tugas penting untukmu" ucap Raka dengan tiba-tiba membuat Romi jadi kaget

__ADS_1


"Ah,,!" Romi tercengang


"Tugas apa bos" tanyanya dengan cepat saat sudah tersadar dari lamunannya.


"Cari tahu tentang kehidupan Shasa di masa lalu, kamu harus mengetahui setiap detailnya, siapa dia dan apa yang terjadi padanya, dan cari tahu bagaimana bisa dia berakhir di rumah Rita, bagaimana bisa dia sampai hidup bersama dengan Rita." Jelas Raka hingga membuat Romi tercengang kebingungan.


"Shasa itu siapa bos?" Tanya Romi dengan wajah penasaran


"Gadis kecil yang pernah mengantar ayam Kentucky" jawab Raka dengan nada dinginnya


Karena tahu suasana dalam hati atasannya itu tidak terlalu baik, Romi hanya bisa setuju, dan mengiyakan perintah dari atasannya


"Baik bos" ucap Romi, sambil mundur diri dan keluar dari ruangan itu dengan cepat.


Romi Memegang dadanya saat sudah berada diluar, rasa lega di hatinya jadi terasa saat sudah meninggalkan ruangan kantor atasannya itu, yang hampir membuatnya terbakar dengar rasa marah yang di pancarkan oleh wajahnya


"Ada apa?" Lola yang selalu merasa ingin tahu setiap kejadian di dalam ruangan itu, mendekati Romi dengan wajah yang terlihat penasaran.


Romi hanya menggelengkan kepalanya, dan berjalan untuk duduk di kursi kerjanya.


Setelah Romi, sudah keluar dan menutup pintu, Raka meraih sebuah kantongan besar yang berisi boneka.


"Shasa aku harap besok kamu akan menerima perasaanku, aku berjanji akan membantumu untuk menemukan siapa saja yang sudah menyakitimu di masa lalu" ucap Raka dalam hatinya sambil memandangi boneka yang akan di berikan pada Shasa besok.


Tiba-tiba ponselnya terdengar berdering Raka mengalihkan perhatiannya ke pada ponselnya itu, dia terlihat meraih ponsel dan melihat nama yang sedang menghubunginya, dan setelah itu Raka memencet tombol jawab dan mendekatkan ponselnya itu di telinga


"Halo,,!" Jawaban dari Raka saat menerima panggilan itu


"Halo kak raka, bagaimana kabarmu sekarang?" Tanya seorang wanita dari balik telfon yang tak lain adalah Fiona


"Kabarku baik,,!" Ucapnya dengan santai mencoba untuk menyembunyikan kegelisahannya dari fiona


"Kamu sendiri gimana?" Tanya balik Raka pada Fiona


"Fiona juga baik kak..!! kak Raka Fiona merindukanmu" ucap Fiona membuat Raka jadi terdiam dan tidak membalas ungkapan darinya.


"Kak Raka apa kamu mendengar ku?" Tanya Fiona saat Raka tidak merespon perkataannya.


"Hah,, !! Raka tercengang saat Fiona menegurnya

__ADS_1


"Iya aku mendengarmu, Fiona bagaimana kabar Tante farah di sana?" Tanya Raka mengalihkan pembicaraan


"Mama masih sama kak, dia terus memanggil nama papa, ini sudah sepuluh tahun berlalu tapi dia belum bisa untuk merelakannya, Fiona jadi tidak tahu harus berbuat apa" jelas Fiona dengan nada yang terdengar sedih


"Sabar ya,, kakak yakin setelah beriringnya waktu semuanya akan baik-baik saja" tutur Raka yang mencoba untuk menyenangkan hati Fiona yang sedang sedih


***


Saat pagi menjelang Shasa bagun dari tidurnya dia mengeliak tubuhnya dan mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat,


Shasa duduk di ranjang Tampa menampakkan ekspresi di wajahnya, dia yang seharusnya bahagia karena ini hari ulang tahunnya, tidak sedikit pun memasang wajah yang bahagia.


Sesekali Shasa menghela nafasnya yang terasa berat, ada rasa menyesal dalam hatinya karena ulang tahunnya kali ini sama sekali, tidak memberinya rasa bahagia


"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Shasa pada diri sendiri dengan nada yang berat


Shasa Turun dari ranjang dan keluar dari kamar berjalan menuju kamar mandi.


" Pagi bi,,!" Sapa Shasa saat melihat rita sedang menyiapkan sarapan, dengan wajahnya yang lesu


Rita menoleh karena mendengar sapaan dari Shasa dengan suara yang sama sekali tidak terdengar bersemangat


"Ada apa? Kamu terlihat sangat lesu, hari ini ulang tahunmu, seharusnya kamu berbahagia


Shasa tidak menghiraukan perkataan dari rita, dia terus melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi Shasa terdiam melihat bayangannya di cermin.


Shasa memikirkan sesuatu yang harus di lakukan nya, agar bisa membatalkan janjinya dengan Rendi.


Setelah lama merenung, Shasa memutuskan untuk menemui Rendi di kediaman antoni.


Pagi itu Shasa keluar dari kamarnya dan berjalan menuju pintu untuk keluar rumah.


"Shasa kamu mau kemana?"Tanya Rita saat melihat Shasa hendak keluar Tampa sarapan dan minta izin padanya


"Bibi,,! Shasa ingin keluar, ada hal penting yang harus Shasa luruskan" jelas Shasa sambil terus berjalan


"Tapi kamu belum sarapan!" Tutur Rita


Shasa berbalik dan tersenyum,

__ADS_1


"Ntar aja bi,, setelah Shasa pulang" teriaknya tampah berhenti dari langkahnya.


Shasa terus berjalan menuju rumah rendi, dan sebelum Shasa sampai di kediaman Antoni, seseorang Turun dari mobil dan menutup mulut Shasa dengan sapu tangan yang sudah di olesi dengan obat bius, Shasa mencoba untuk melepaskan diri dengan cara memberontak, tapi obat bius itu bekerja dengan cepat sehingga Shasa tak sadarkan diri.


__ADS_2