
Malam cepat berlalu Rita dan Shasa duduk berhadapan di meja makan untuk sarapan.
Shasa yang tidak seperti biasanya terlihat lesu dan tidak bersemangat, matanya bengkak dan memerah Membuat Rita mengerutkan keningnya dan terus menatapnya
"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Rita dengan rasa penasarannya
Mendengar pertanyaan itu Shasa melihat Rita yang menatapnya dan hanya menggelengkan kepalanya
"Apa kamu habis menangis? Siapa yang membuatmu menangis? Katakan pada bibi! Apa itu Raka? Tanya-tanya Rita lagi
Shasa tersenyum
"Apa yang akan membuatku menangis bi,,? Didalam hidupku tidak ada kesedihan apapun" Jawa Shasa mencoba untuk menyembunyikan segala penderitaan pada dirinya
"Berarti kamu sedang sakit?" Tanya Rita lagi sambil berdiri dan berjalan mendekat pada Shasa dan menyentuh dahinya
"Bibi,, Shasa tidak sakit, Shasa sangat sehat, lihat aku segar dan bugar" jelas Shasa sambil berdiri di depan Rita sambil melipat lengan bajunya mengangkat kedua tangannya memperlihatkan otot-ototnya pada Rita dan tersenyum
"Sudah,, bibi jangan terlalu kawatir! Shasa sangat sehat. Sekarang kita sarapan" ucap Shasa mengelak di katakan sakit oleh Rita
"Bibi ini akhir pekan, Shasa ingin keluar untuk mencari kesenangan sendiri, apa itu boleh?" Tanya Shasa sambil minta ijin pada Rita! yang membuat Rita berdiri lagi dan mengetuk kepalanya
"Bibi,, apa yang kau lakukan? Kenapa mengetuk kepalaku?" Tanya shasa dengan merengek
"Kesenangan sendiri yang bagaimana kamu maksud hah,, kamu sudah berani keluar untuk keluyuran!" Tutur Rita dengan marah
" Bibi kamu salah paham, Shasa hanya ingin bermain di luar itu yang Shasa maksud, bi... Boleh ya..!" Ucap Rita sambil memasang wajah manja pada Rita hingga membuat Rita tersenyum dan tidak bisa berkata-kata
"Atau begini saja Shasa ingin menemui Raka, apa itu boleh? Dari pada aku keluar tanpa tujuan yang pasti, jika menemui Raka bibi sudah tau aku ada di sana" jelas Shasa yang mencoba untuk kompromi dengan Rita.
"Kamu bisa saja,, jika kamu ingin bertemu dengannya langsung katakan saja, jangan berbelit-belit seperti tadi" tutur Rita sambil tersenyum
Shasa pun membalas senyuman dari Rita dan tetap mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
Setelah sarapan Rita bersiap-siap untuk ke warung begitupun dengan Shasa, mereka berdua terlihat membereskan meja makan dan berjalan keluar dari dalam rumah setelah semuanya selesai di kerjakan
__ADS_1
Mereka berdua berjalan kaki sambil bergandengan tangan seperti biasa, tiba-tiba sebuah mobil berhenti pas di depan mereka, terlihat Raka Turun dari mobil dan berjalan menghampiri mereka.
keduanya tersenyum melihatnya, Shasa yang dalam dua hari ini tidak bertemu dengan Raka merasa rindu di hatinya terobati saat melihat Raka di depan matanya, tapi dia tetap terlihat tenang dan tidak menunjukkan rasa rindu itu dan rasa bahagia yang ada dalam hatinya.
"Pagi bi,,! Sapa Raka sambil menundukkan kepalanya pada Rita
"Pagi,,! Jawab Rita sambil tersenyum
Raka melihat kearah Shasa yang tersenyum manis padanya, dan dia pun membalas senyuman nya itu
"Hari ini akhir pekan aku tidak punya kerjaan dan datang kemari bermaksud untuk mengajakmu jalan" ucap Raka pada Shasa
Shasa tidak langsung menjawab dan melihat ke arah Rita, dengan tatapan yang sedang minta ijin tapi tidak mengutarakannya dengan kata-kata.
Rita tersenyum dan mengerti akan tatapan Shasa kepadanya, dan menganggu
"Pergilah! Ucap Rita yang membuat Shasa tersenyum lagi
Raka mengangguk saat melihat Shasa sebagai ajakan darinya, dan kembali tersenyum pada Rita.
Shasa tersenyum senang dan mendekat pada Rendi.
"Kak Rendi, kamu juga di sini! Kakak mau kemana?" Tanya Shasa
"Kakak bermaksud ke rumah untuk menemuimu, kebetulan kakak melihatmu disini, dari itu kakak berhenti!" Jelas Rendi
"Bibi,, Rendi bermaksud untuk mengajak Shasa jalan apa itu boleh" ucap Rendi sambil melihat Rita dengan tatapan yang penuh harap
" Tapi aku sudah mengajaknya duluan, dan bibi sudah menyetujui" jelas Raka dengan cepat
Rendi yang mendengar ucapan dari Raka merasa kecewa dan melihat Shasa yang ada di dekatnya dan memegang tangannya.
"Sha kamu tidak ingin jalan dengan kakak? Ini sudah lama setelah kita berdua jalan bersama, bukannya kamu pernah mengajak kakak untuk melihat laut, sekarang kita bisa kesana" tutur Rendi
Shasa tidak menjawab dan hanya menatap mata Rendi yang penuh dengan harapan, dan dia kini merasa bingung dengan situasi yang di alaminya sekarang.
__ADS_1
Tak mau kalah Raka pun menggapai tangan Shasa yang satunya, menariknya membuatnya menoleh ke arahnya.
"Shasa jangan menghiraukannya, sebaiknya kita pergi sekarang" ucap Raka sambil menarik tangan Shasa mengajaknya untuk berjalan dan melangkahkan kakinya berbalik membelakangi Rendi dan begitupun dengan Shasa mengikuti langkah Raka
Tapi Rendi tetap tidak mau melepaskan Shasa, dia tetap memegang tangan Shasa dan menahannya agar tidak pergi dengan Raka
Rita yang melihat tingkah mereka, menggelengkan kepalanya dan melihat kanan kirinya, dan mulai menutup wajahnya dengan satu tangannya karena merasa malu dilihat banyak orang
Rendi menarik Shasa seperti yang di lakukan Raka, dan membuat Shasa sampai menoleh padanya.
"Shasa apa kamu tegah meninggalkan kakak dan pergi dengannya" ucap Rendi sehingga membuat Shasa menjadi sangat bingung dan tidak bisa melakukan apa-apa.
Shasa melepaskan pegangan tangan Raka darinya yang berdiri membelakanginya, sedangkan Rendi terlihat mengelus rambut Shasa dengan penuh kasi sayang.
Rita tidak bisa tinggal diam, melihat Shasa yang sudah menjadi bingung dan serba salah, Rita menarik tangan Shasa dan membawanya pergi dari Raka dan Rendi
"Sekarang Shasa tidak akan kemana-mana, sebaiknya kalian berdua pergi bersama saja" jelas Rita dan berjalan meninggalkan mereka berdua di ikuti oleh Shasa yang ada di sampingnya.
Sekarang tinggal Raka dan Rendi yang sedang berdiri berhadapan, tanpa satu kata pun darinya! mereka saling menyerang dengan tatapan yang seakan ingin saling membunuh.
Dan pada akhirnya ponsel Rendi yang ada di dalam mobil terdengar berdering, yang membuatnya harus mengalah dan berdalih dari tatapan raka.
Rendi berjalan dan mengambil ponsel dari dalam mobilnya dan melihat nama yang sedang menghubunginya, dan setelah itu menjawabnya
"Halo,," jawaban dari Rendi terdengar
"Baik aku akan segera kesana" ucap Rendi, dan masuk kedalam mobil dan melajukanya dengan cepat, dia meninggalkan Raka berdiri seorang diri, pergi dan tanpa mengatakan apapun.
Saat punggung mobil Rendi sudah tidak terlihat lagi, Raka yang masih berdiri sendiri tersenyum, dan merasa ada kemenangan dalam dirinya, diapun berjalan dan masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobilnya menuju arah warung Rita.
Sesampainya di depan warung, Raka memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil dan menghampiri Shasa yang tengah duduk sendiri.
Shasa berdiri saat melihat Raka berjalan ke arahnya dan tersenyum
"Raka kak Rendi mana?" Tanya Shasa sambil terlihat mencari keberadaannya
__ADS_1