Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
tuan Andra bisa saja membunuhku


__ADS_3

Kleek... Tiba-tiba pintu terbuka dari luar dan terlihat, seorang suster masuk sambil membawa perlengkapan medis


Senyum di bibir suster itu terlihat dan kemudian dia menundukkan kepalanya pada Shasa


"Nona Shasa,, Anda sudah bangun?" Tanya suster itu dengan terlihat senang


Shasa membalas pertanyaannya dengan anggukan dan membalas senyum dari suster itu


"Apa sekarang ini aku di rumah sakit?"


Suster itu kembali tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Shasa


"Benar nona,, tuan Leo yang sudah mengantar anda kemari dalam keadaan tak sadarkan diri (pinsang).


"Dan Pakaianku?" Shasa melihat pakaian yang di kenakannya sudah terganti dan melihat suster itu dengan penuh tanda tanya


"Jangan khawatir nona, pakaian Anda aku yang menggantikannya, tuan Leo hanya membelikan penggantinya untuk Anda" jelas suster itu, yang sudah tahu dengan maksud tatapan Shasa padanya


Shasa Kembali mengangguk-anggukkan kepalanya, dan merasa lega setelah tahu suster yang sudah mengganti pakaiannya


Leo yang dari tadi tertidur pulas, perlahan membuka matanya saat mendengar suara percakapan yang tak jauh darinya, dia mendapati Shasa tengah berdiri berhadapan dengan suster dan menanyakan sesuatu yang membuatnya bingung


" Nona Shasa,, anda sudah sadar?" Tanya Leo sambil mengucek matanya


" Maaf aku ketiduran" ucapnya lagi sambil menundukkan kepalanya dan tetap duduk di tempatnya


"Tidak apa-apa!" Jelas Shasa dan tetap menatap leo.


"Apa soal ini kak Andra sudah mengetahuinya?" Tanya Shasa dengan penasaran sambil melihat leo dan berharap jika Leo tidak memberitahu siapa pun tentang dirinya yang sudah pinsang tadi


"Tidak nona, " Leo menggelengkan kepalanya


"Aku menunggu nona untuk sadar dulu dan berniat untuk mempertanyakan soal itu! Jika nona tidak mengijingkanku untuk memberitahu tuan Andra, aku akan tutup mulut" tutur Leo

__ADS_1


"Terimahkasih" ucap shasa


"Tapi nona,, bagaimana jika tuan Andra mempertanyakan keberadaan anda hari ini? Bagaimana aku harus menjawab?" Tanya leo


"Katakan saja padanya, aku ke warung Rita dan bertemu dengan bibi Rita dan Rendi, atau Terserah darimu ingin jawab apa,, yang terpenting jangan membahas aku masuk rumah sakit."


Leo menganggukkan kepalanya Mendengar penjelasan dari Shasa, dan mengerti akan maksud dari shasa, untuk menyembunyikan hal yang sudah terjadi hari ini


Sedang Shasa yang masih berdiri di dekat tempat tidur melihat suster yang tengah membereskan tempat tidurnya dan sesekali suster terlihat melihat acara yang ada di TV


Shasa pun ikut merespon acara di TV dan itu sangat kebetulan, berita saat itu mengenai keluarga dari Santoso


("Berita hari ini, pertunangan dari dua keluarga besar, dari keluarga Santoso dan Irawan di nyatakan di tunda! Karena Laura putri tunggal dari Irawan, sedang sakit dan Raka Santoso kini terlihat gelisah dan cemas Lantaran calon tunangannya kini terbaring di rumah sakit")


Tiba-tiba acara TV itu mengejutkan Shasa, yang baru saja mengikutinya


Mendengar berita itu, jantung Shasa seakan berhenti berdetak untuk sesaat, dia menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Hheemmm... Ada,, aja berita terpanas setiap hari,"ucap suster saat mendengar berita di TV dan berjalan untuk mematikan TV itu


"Nona Shasa ada apa?" Leo yang menyadari bahwa Shasa sedang tidak baik, bertanya untuk memastikan keadaannya


"Nona apa anda baik-baik saja?" Tanya Leo lagi saat tidak mendapat jawaban dari Shasa


Shasa terdiam dan tetap tidak menjawab pertanyaan dari Leo, dia tertunduk! Dan air matanya kini mengalir deras membasahi wajahnya,


"Raka apa ini sebabnya kamu tidak datang menemui ku? Apa karena hari ini, hari pertunangan mu? Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?" Gumam Shasa dalam hatinya yang sekarang terasa perih


"Nona Shasa,,," Leo yang dari tadi bertanya pada Shasa namun tidak dapat jawaban darinya, menepuk bahu Shasa untuk menyadarkannya dari lamunannya


Shasa tersentak kaget dan melihat Leo yang ada di hadapannya


"Nona ada apa?" Tanya Leo lagi saat melihat mata Shasa yang sudah memerah akibat menangis, airmatanya tidak bisa berhenti untuk menetes

__ADS_1


"Nona apa anda merasa sakit?" Suster yang melihatnya pun langsung menghampirinya, dan bertanya


Shasa menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk Tersenyum


"Tidak aku tidak apa-apa" jelas Shasa sambil menghapus air matanya


"Aku hanya ingin pergi dari sini, aku tidak suka dengan bau rumah sakit!" Ucap Shasa


" Apa kamu bisa mengantarku?" Jelas Shasa yang tiba-tiba menginginkan Leo untuk mengantarnya


"Tapi nona,, anda masih harus di periksa oleh dokter, aku takut jika terjadi apa-apa dengan anda, tuan Andra bisa saja membunuhku, jika itu terjadi" tutur Leo, yang tengah menolak ajakan dari Shasa


"Tapi,, aku benar-benar tidak nyaman tinggal disini! Aku ingin segera meninggalkan tempat ini. Jika berlama-lama disini itu hanya akan memperburuk keadaanku" jelas Shasa yang membuat Leo jadi terbujuk. mendengar perkataan dari majikannya membuatnya merasa takut jika itu benar-benar memperburuk keadaannya


Sesekali Shasa mendongakkan kepalanya berusaha untuk menahan air matanya agar tidak keluar lagi.


Pikirannya saat ini, di penuhi oleh Raka yang benar-benar sudah membuatnya sakit, bukan karena hanya Fiona sekarang dia akan bertunangan dengan Laura, itu yang membuat Shasa sangat terpukul karena Raka tidak jujur padanya, dan masih tetap setuju bertemu dengannya.


Percakapan dari Shasa dan Leo di tanggapi langsung dari suster yang ada di ruangan itu yang mendengar pembicaraan mereka


"Tidak bisa,, nona Shasa jika anda inginkan pergi dari sini, itu harus dengan persetujuan dari dokter yang menangani anda. Anda tidak boleh pergi begitu saja


"Tapi aku sudah tidak kenapa-kenapa suster, lihat aku sangat baik," jelas Shasa sambil memperlihatkan dirinya dengan cara berputar


"Nah kan lihat sendiri, Shasa sangat baik." Shasa terus berputar memperlihatkan dirinya! Sontak Leo dan suster yang melihatnya tersenyum melihat tingkah Shasa yang seperti anak kecil, Shasa berusaha untuk mengendalikan perasaannya, menyembunyikan kesedihannya, dengan cara membuat dirinya seperti biasanya, melakukan hal-hal yang Terlihat ceria


" Kak Leo aku ingin pergi dari rumah sakit ini, aku mohon bawa aku pergi. Bau rumah sakit sangat menggangguku, bau obat itu membuatku merasa lemas dan tidak bisa bersemangat, jangan khawatir aku sangat sehat sekarang" Mata Leo membulat! seketika mendengar Shasa begitu bermanja padanya, dia mendengar Shasa menyebut namanya dengan sebutan kak Leo! membuat Leo sangat senang mendengarnya,


"Baik aku akan berbicara dengan dokter, tapi apa benar kamu sudah tidak kenapa-kenapa?" Tanya Leo dengan cepat dan dengan raut wajah yang terlihat senang


"Ini beneran,, Shasa sekarang sudah tidak kenapa-kenapa lagi! Lihat,," Shasa dengan cepat menjawab pertanyaan dari Leo dan seperti sebelumnya dia memperlihatkan dirinya, yang menurutnya dia sangat sehat


"Baik sekarang kamu tunggu disini aku akan berbicara dengan dokter," jelas Leo dan melangkahkan kakinya, keluar dari ruangan dimana Shasa sempat di rawat

__ADS_1


__ADS_2