Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
tapi tolong jangan mendiami ku


__ADS_3

"Sekarang kamu ingin apa lagi? Aku sudah memberitahu mu apa yang aku tahu, jadi apa lagi yang kamu inginkan sekarang?" Kini Shasa sudah tidak bisa menahan suara tangisnya lagi di memukul-mukul Raka yang berdiri di depannya


"Kamu sudah membuatku marah dan sekarang kamu ingin membujukku, apa sebenarnya yang kamu inginkan?" Tuturnya sambil menangis tersedu-sedu


Shasa melampiaskan kemarahannya dengan terus memukul-mukul Raka yang berdiri di hadapannya, dia menangis tersedu-sedu seperti anak kecil.


Shasa yang selalunya menyembunyikan kesedihan kini benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi! dia terus menangis, meluapkan semua amarah dalam hatinya.


Raka menangkap kedua tangan shasa yang terus memukulinya dan melingkarkan nya di pinggangnya, dia mengelus pundak Shasa dengan rasa bersalah di hatinya.


"Maafkan aku! Tutur Raka yang tidak bisa berkata apa-apa lagi selain kata maaf.


Melihat gadis yang begitu ia cintai merasa sedih karenanya, membuatnya tidak bisa untuk berhenti minta maaf.


Rasa menyesal dalam hati Raka kini benar-benar sudah tidak bisa dia hindari lagi.


Raka melepas tangan Shasa yang iya lingkarkan sendiri, sambil duduk di samping Shasa, Raka memegang wajahnya dengan kedua tangannya dan membuatnya menoleh untuk melihatnya, Raka menghapus air mata Shasa yang sudah membasahi pipinya itu.


"Aku minta maaf, tolong berhentilah untuk menangis sekarang matamu sudah mulai membengkak" jelas Raka yang benar-benar sudah tidak tega melihat shasa menangis


Raka memeluknya


"Aku mengaku bersalah, maafkan aku! Jangan menangis lagi" untuk kesekian kalinya Raka minta maaf padanya.


Kini Shasa tidak terdengar menangis lagi, dia membalas pelukan dari Raka


"Sekarang aku benar-benar mengantuk, aku merasa lelah! biarkan aku tertidur sebentar" ucap shasa sambil membiarkan kepalanya bersandar di bahu Raka


Raka mengangguk dan melepaskan pelukannya, membiarkan Shasa untuk berbaring di tempat tidur agar bisa tertidur Dengan pulas.


Setelah Shasa benar-benar sudah tertidur Raka berjalan keluar dari dalam kamar, dan berjalan menuju ruang kerjanya. Dia duduk dan sambil memegangi dahinya, mengingat akan perkataan-perkatan Shasa yang membuatnya ikut merasa sedih.


Raka menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar, rasa bersalah dan rasa menyesal kini menyelimuti hatinya.


Dia marah pada dirinya sendiri, dia terlihat mengacak rambutnya sendiri dan sesekali menghentakkan kedua tangannya di meja kerjanya


"Apa yang sudah aku lakukan?" Tanyanya pada diri sendiri dengan kesal.


Raka berdiri dan berjalan keluar dari dalam ruang kerjanya, di luar dia bertemu Surti,

__ADS_1


Surti yang melihatnya menundukkan kepalanya dengan hormat


"Tuan makan malam sudah siap," ucapnya


Raka menganggukkan kepalanya


"Baik,,!" Jawabnya singkat


"Bagaimana dengan nona shasa, apa perlu aku yang memberitahunya?" Tanya Surti


"Tidak,, tidak perlu! Aku yang akan mengantar makanan untuknya" jawab Raka lagi dan berjalan menuju ruang makan.


Raka mengambil piring dan terlihat mengisinya dengan nasi dan lauk pauk, dan kemudian dia melanjutkan langkah kakinya, berjalan dan masuk lagi kedalam kamar Shasa.


Raka berjalan menuju sofa dan meletakkannya piring yang berisi makanan itu di atas meja, dan kemudian duduk sambil memandangi Shasa yang masih tertidur.


KarenaTidak bisa menunggu lama Raka berdiri dan menghampiri Shasa dan duduk di tepi tempat tidur sambil membangunkan Shasa.


"Sha kamu belum makan, bangunlah untuk makan malam, setelah itu kamu bisa tidur lagi" tegur Raka mencoba untuk membangunkan shasa, tapi Shasa tidak merespon Raka yang sudah membangunkannya


Raka terdiam sembari menatapnya dan memegang kedua tangan shasa.


"Sekarang sudah waktunya makan malam , bangunlah!" Ucap Raka dengan nada yang lembut


Tidak menunggu lama Shasa bangun dan duduk di tempat dia tertidur.


"Ini aku sudah mengambilkan makanan untukmu, kamu makanlah dan setelah itu bisa melanjutkan tidurmu lagi" jelas Raka sambil meraih piring yang ada di atas meja.


Rakan mencoba untuk menyuapi Shasa yang selalu menatapnya! dengan wajah datarnya, dia tidak memiliki ekspresi di wajahnya yang membuat Raka jadi bingung untuk mengetahui suasana hatinya sekarang.


"Shasa apa kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Raka yang mencoba untuk membuat Shasa Mau merespon keberadaan nya yang sekarang.


Dia merasa tidak tenang melihat shasa tidak menghiraukannya, ada kegelisahan di dalam hatinya saat Shasa mendiaminya seperti itu.


Raka menyimpan kembali piring yang ada di tangannya di atas meja dan memegang tangan Shasa


"Shasa tolong jangan seperti ini padaku, aku benar-benar menyesal dan mengakui kesalahanku, aku mohon jangan mendiami ku" ucap Raka sambil memeluk Shasa.


"Aku benar-benar tidak bisa menerima perlakuan yang seperti ini darimu, katakan apa saja dan lakukan apa yang kamu inginkan untuk melampiaskan amarahmu itu, tapi tolong jangan mendiami ku, aku tidak bisa menerima itu" jelas Raka lagi yang membuat shasa jadi tersentuh oleh semua kata-kata yang di ucapkannya.

__ADS_1


Dalam hati shasa merasa jika Raka benar-benar tulus padanya hingga membuatnya membalas pelukan dari Raka.


Merasakan pelukan Shasa Raka untuk sesaat tercengang, namun dalam hatinya begitu bahagia.


"Aku tidak mungkin bisa mendiami mu, jika kamu berbicara terus Tampa berhenti. Bagaimana mungkin aku bisa marah padamu jika kamu selalu saja minta maaf, aku tidak mungkin melakukan itu" ucap Shasa yang membuat Raka yang sedari tadi merasa sedih akibat merasa bersalah pada shasa kini terlihat tersenyum.


Raka mempererat pelukannya hingga membuat Shasa memukul punggungnya


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. Kamu membuatku tidak bisa bernafas,'' tutur Shasa sambil terus memukul-mukul punggung raka


Raka dengan cepat melepaskan pelukannya, dan dengan segera memberi shasa segelas air, untuk diminumnya! Berharap batuknya akan segera menghilang.


Raka terus menatap Shasa yang menerima gelas yang berisi air dari tangannya dan meminumnya.


"Kenapa terus menatapku seperti itu?" Tanya Shasa yang sudah minum dan menyimpan gelas di atas meja


Raka hanya menggelengkan kepalanya, tidak menjawab pertanyaan dari shasa, dan kembali memeluknya.


"Ada apa?" Tanya shasa lagi.


Namun lagi-lagi Raka menggelengkan kepalanya lagi dan tersenyum.


Raka kini tidak bisa mengukur rasa bahagianya, mendengar Shasa berbicara padanya dengan nada yang seperti biasanya membuat dirinya begitu bahagia.


Shasa pun tersenyum bahagia melihat tingkah Raka


"Apa kamu sudah memaafkan ku?" Tanya Raka yang masih memeluk Shasa


Shasa mengangguk


"Aku tidak bisa berlama-lama marah padamu jika cara minta maaf mu seperti itu" tutur shasa sambil tersenyum dan melepas pelukan Raka darinya.


"Apa kamu sudah makan?" Tanya Shasa lagi dengan penuh perhatian.


Raka menggelengkan kepalanya.


Melihat Raka menggelengkan kepala, Shasa mengambil piring yang berisi makan yang disimpannya di atas meja, dan menyuapi Raka,


"Tidak,, itu untukmu! Aku bisa makan di luar" jelas Raka menahan suapan Shasa yang sudah dekat dari mulutnya

__ADS_1


" Ini terlalu banyak untukku, aku tidak akan bisa menghabiskannya, kamu bisa membantuku untuk menghabiskannya" ucap Shasa sambil tersenyum


__ADS_2