
(Malam yang sudah larut, di kediaman masing-masing, Raka duduk di ruang kerjanya sambil memegang dahinya, mengingat akan diri Shasa yang kini mungkin benar-benar marah kepadanya! dan merasa cemas karena tidak tahu keberadaan Shasa sat ini, dia berdiri dan sesekali melihat ponsel di tangannya mengharap Shasa menghubunginya
**
Sedangkan di sisi lain Rendi mondar mandir di dalam kamarnya merasa gelisah memikirkan keberadaan Shasa saat ini, dia pun tak luput dari ponsel yang ada di tangannya sesekali melihat dan memeriksa mengharapkan Shasa akan menghubunginya)
Malam cepat berlalu, Shasa yang masih memeluk lututnya mengangkat kepalanya dan melihat Pagi telah cerah menjelang!
"Apa aku tidak tidur semalaman?" Tanyanya pada diri sendiri, Shasa membaringkan tubuhnya dan mengambil ponsel yang ada di dekatnya, mengaktifkannya, dan dia melihat begitu banyak pesan yang masuk dari Raka maupun dari Rendi
Shasa membaca semua pesan-pesan itu, namun tidak menghiraukan isi dari dalam pesan, dia memencet tombol ponselnya dan menekan tombol panggil saat nama Rita tertera di dalam layar ponselnya
Dengan cepat panggilannya mendapat Jawaban dari Rita
"Halo,, Shasa! Jawaban dari Rita terdengar
"Shasa sayang, sekarang kamu dimana? Kenapa baru menghubungi bibi Sekarang?" Tanya Rita dengan nada yang terdengar gelisah
"Maaf bi,, jika Shasa sudah membuatmu merasa khawatir" jelas Shasa dengan nada yang terdengar menyesal
"Jangan mengatakan itu! Sekarang kamu dimana? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kamu dan Raka sedang bertengkar?" Tanya Rita dengan penasaran
"Bibi,, mungkin shasa terlalu naif, membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak perlu Shasa permasalahkan, tapi sekarang Shasa sudah dapat solusinya! bibi,, jangan mengkhawatirkan shasa, dengan cepat! Shasa akan menyelesaikan masalahku, dengan Raka, tapi bi,, Mungkin aku masih harus tinggal disini untuk menenangkan pikiranku" ucapnya untuk menenangkan hati Rita
"Itu terserah padamu! Yang bibi inginkan hanyalah kesenangan dan kebahagiaanmu, jika kamu Di sana merasa tenang, tetaplah untuk tinggal, bibi tidak akan mempermasalahkannya" jelas Rita
"Terimahkasih bi,,!" Ucap Shasa dan memutuskan panggilannya dari Rita
Shasa kembali bangun dan duduk di tempat tidurnya, dan masih tetap mengotak Atik ponselnya
"Dua hari lagi adalah hari ulang tahun raka, aku harus mengambil kesempatan itu untuk memutuskan hubungan darinya, aku tidak ingin menjadi orang ketiga dia antara mereka" ucapnya pada diri sendiri sambil tersenyum mencoba untuk menguatkan diri sendiri.
__ADS_1
Shasa duduk dam terdiam! sebesar apapun masalahnya dia tidak akan pernah lupa dengan Rendi.
Dia kembali melihat ponselnya yang masih ada di tangan dan menekan tombol panggil saat nama Rendi telah tertera di dalam layar ponselnya
Tak menunggu lama Rendi pun menjawab panggilan darinya
"Halo Shasa,, sekarang kamu ada dimana? Apa yang terjadi? Kenapa kamu tidak mengaktifkan ponselmu? Apa kamu.."
"Kak Rendi pelan-pelan tanya satu persatu! bagaimana Shasa bisa menjawab jika kakak bertanya terus" jelas Shasa
"Maaf,, shasa sekarang kamu di mana?" Tanya Rendi lagi
"Kak Rendi maaf sudah membuatmu cemas, tapi Shasa tidak bisa memberitahumu soal keberadaanku sekarang!" Ucap Shasa
"Kenapa? Apa itu semua karena raka?" Lagi-lagi Rendi bertanya
Shasa terdiam mendengar pertanyaan dari rendi
"Kak Rendi maaf Shasa tidak mendengarkan mu" ucap Shasa menyesal
"Sudah jangan bahas itu, sekarang katakan kamu ada di mana? Biar kakak menjemputmu"
"Tidak kak, Shasa masih ingin tinggal disini, kak Rendi jangan khawatir, di sini Shasa baik-baik saja" jelas Shasa untuk meyakinkan Rendi agar tidak mencemaskan nya
"Tapi sha,,
" Kak biarkan Shasa untuk sekali-kali, menyelesaikan masalah Shasa sendiri, Shasa tidak ingin selalu merepotkan kak Rendi, Shasa ingin mandiri" tegas Shasa hingga membuat Rendi terdiam untuk sesaat dan menghela nafas
"Baiklah terserah kamu saja, apa yang menurutmu baik" ucap Rendi yang membiarkan Shasa untuk belajar mandiri
"tapi shasa jika membutuhkan kakak, cepatlah untuk menghubungiku" Ucap Rendi
__ADS_1
"Baik kak" jawab Shasa
Setelah pembicaraan mereka selesai, Shasa memutuskan panggilannya dan Shasa turun dari tempat tidurnya dan berdiri, Shasa melangkahkan kakinya berjalan menuju kamar mandi, membasuh muka dan mencoba untuk mencium aroma tubuhnya, dan melihat-lihat baju yang di kenakannya
"Ini masih bisa di kenakan" ucapnya sambil berjalan membuka pintu kamar bermaksud untuk keluar mencari makan dan pekerjaan
***
Pagi itu, di sebuah perusahaan besar yang dimana di ketuai oleh seorang lelaki mudah dan tampan, memiliki fisik yang sempurna duduk di sebuah ruangan di mana itu didalam kantornya sendiri! dia duduk sambil mengingat akan perkataan dari lelaki paru baya yang meyakini melihat sosok ibunya sewaktu masih mudah
("Tuan aku benar-benar melihat rupa dari nyonya! Di dalam bus itu, aku yakin telah melihatnya, dan lihat foto yang sempat saya ambil, itu sangat mirip dengan nyonya saat masih mudah, apa mungkin itu Shasa adik kandung Anda yang telah hilang dua belas tahun yang lalu?")
Perkataan dari lelaki paru baya yang tak lain adalah kepala pembantu dikediamannya, membuatnya berpikir keras
"Apa mungkin itu benar kamu?" Tanya lelaki itu sambil melihat foto Shasa yang kini ada di dalam ponselnya
"Shasa,, kakak, benar-benar merasa bersalah padamu, tolong maafin kakak" ucapnya dalam hati dan mengingat lagi akan waktu itu, dimana di saat dia hendak keluar negri untuk melanjutkan sekolah karena mendapat beasiswa agar dapat mencapai cita-cita yang iya mimpikan
("Kak andra aku ingin bersama dengan kakak, aku takut dengan paman dan bibi, jangan meninggalkanku bersama dengannya, kakak bawa Shasa bersama dengan kak andra, Shasa janji tidak nakal dan akan menuruti semua perkataan kakak")
Kata-kata terakhir dari Shasa yang selalu iya ingat dalam ingatannya
Lelaki tampan yang tak lain adalah Andra, bersandar di sandaran kursinya sambil memejamkan matanya, dia mengingat akan kebersamaannya dengan Shasa waktu itu, Shasa masih kecil, dimana disaat orang tua mereka sudah tidak lagi di bumi!
Shasa yang masih berusia empat tahun saat itu, terpaksa harus di rawat oleh kakak kandungnya Andra, yang sudah berusia tiga belas tahun, namun Andra hanya bisa menjaga Shasa selama dua tahun, dan menitipkan Shasa pada paman dan bibinya saat itu karena dia harus keluar negeri
"Shasa jika itu benar kamu, kakak berjanji akan memberikan semua yang sudah kamu tinggalkan dulu, kakak akan memberimu kasih sayang yang tidak kamu dapatkan selama ini dari kakak" ucapnya dalam hati
Renungan andra tiba-tiba terhenti saat ponselnya berdering , dia melihat nama yang tertera di dalam layar ponselnya
"Paman David?" Ucapnya dan menekan tombol jawab
__ADS_1
"Ada apa paman?" Tanya andra