Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa perasaanku ini tidak bisa kamu rasakan?


__ADS_3

"Aaaaohk,,,, aaaaohk,,," jerit Shasa saat Raka tidak sengaja menindih lengannya.


Mendengar jeritan dari Shasa, Raka dengan cepat mengubah posisinya!


"Ada apa? Apa aku menyakitimu?" Tanyanya dengan rasa cemas di matanya


Shasa tersentuh dan tersenyum melihat tingkah Raka yang begitu mengkawatirkan nya, namun hanya dengan mengelabuhi nya seperti itu, Shasa bisa terlepas dari godaannya.


Melihat Raka yang tidak lagi mencoba untuk menggodanya, membuat Shasa mengambil kesempatan itu untuk menarik selimut dan menutupi dirinya, dan berbaring miring memunggunginya.


Raka yang terlihat kawatir kini tersenyum mengetahui Shasa hanya sekedar mengelabuhi nya


"Apa kamu benar-benar tidak begitu menyukaiku? Sehingga harus menutup dirimu seperti itu?" tanya Raka sambil tersenyum dan tetap duduk di tepi ranjang sambil memandangi Shasa


"Tuan Raka,, ingat kita itu masih belum punya hubungan, aku belum menerimah mu dan aku belum mengatakan iya. Sebaiknya kamu kembali ke kamarmu dan jangan menggangguku, aku ingin tidur" jelas Shasa dari dalam selimut


"Aku tidak peduli kamu menerimah ku atau tidak, ini rumahku dan aku bebas melakukan apa saja yang aku inginkan" ucap Raka dan ikut berbaring di samping Shasa memiringkan tubuhnya dan memeluk Shasa yang masih tertutupi dengan selimut


"Raka,, apa yang kamu lakukan? kamu benar-benar keterlaluan!" Ucap Shasa sambil membuka selimut yang menutupi dirinya dan berbalik melihat Raka yang sudah memejamkan matanya.


"Jangan berisik, aku seharian mencari mu, dan menjagamu! Sekarang aku sangat Lela dan mengantuk, beri aku kesempatan untuk beristirahat sebentar" tutur Raka sambil mengeratkan pelukannya seakan-akan tidak ingin shasa pergi darinya


Shasa hanya menurut dan tidak mengatakan apa-apa lagi. dia merasakan kehangatan dalam pelukan Raka yang membuatnya merasa nyaman dan tidak berdalih lagi.


Dia memiringkan tubuhnya menghadap pada Raka dan mendongakkan kepalanya untuk melihat Raka, namun tubuhnya yang pendek tidak bisa setara dengan Raka, dia hanya mampu melihat dagu Raka Saat mendongakkan kepalanya.


"Tidurlah,, jangan terus bergerak kamu telah menggangguku, dan membuatku tidak bisa tertidur" jelas Raka yang membuat Shasa tersenyum.


Shasa tidak mengubah posisinya lagi dia menyandarkan kepalanya pada dada bidang Raka, dan merasakan denyut jantung Raka, kenyamanan yang di dapat dalam pelukan Raka membuatnya menutup mata, dan mencoba untuk tertidur kembali.

__ADS_1


Setelah lama tidak merasakan gerakan dari Shasa lagi, Raka membuka matanya melihat Shasa yang ada dalam pelukannya, dia mengecup kepala shasa sambil tersenyum.


"Tidur lah dengan nyenyak dan mimpi yang indah," bisiknya sambil memejamkan matanya kembali


***


Sedangkan Rendi yang dengan amarahnya, masuk kedalam apartemennya, wajahnya yang murung membuatnya begitu terlihat tidak biasa.


Rendi berjalan menuju lemari pendingin dan membukanya! mengambil sebotol air dingin dan menyiram seluruh tubuhnya yang terasa panas dan menyimpan kembali botol air minum itu dan menutup pintu lemari pendingin dengan keras


Kekesalan di dalam hatinya membuat Rendi tidak bisa berfikir jernih, Dia masuk kedalam kamar dan membuka kemejanya yang basah sambil melihat dirinya di dalam cermin lemari pakaiannya.


Rendi mendekat pada cermin dan melihat dirinya dengan tatapan yang tajam, mencoba untuk menyentuh bayangannya sendiri


"Apa kamu sudah berbuat salah padanya? Sekarang Shasa terlihat berusaha untuk mengindari mu, dan berusaha terus untuk menjaga jarak Dengan mu, tidakkah kau merasakan itu?" Tanya Rendi pada bayangannya sendiri yang ada di dalam cermin


"Shasa kakak begitu menyayangi dan mencintaimu! Apa perasaanku ini tidak bisa kamu rasakan? Bagaimana aku memperlakukan mu apa semua itu tidak bisa kamu lihat dari pandangan yang kamu miliki sebagai seorang wanita?" tuturnya pada bayangan Shasa yang juga terlihat dari dalam cermin.


Rendi menggelengkan kepalanya mencoba untuk berfikir jernih dan mengganti pakaiannya dan berbaring di atas kasur empuknya, dan mencoba untuk memejamkan matanya agar bisa tertidur dan melupakan semua apa yang terjadi malam ini


Namun bayangan Raka yang sedang tersenyum bahagia sambil menatap Shasa, membuatnya tidak bisa menutup mata.


Dengan kesal Rendi bangun dan duduk memegangi kepalannya dan mengacak-acak rambutnya sendiri dengan perasaan kesal.


("Dokter Rendi jangan mencap Shasa sebagai milik anda, untuk saat ini dia bukan milik siapa-siapa, tapi tidak lama lagi dia akan menjadi milikku, jadi aku ingatkan jangan mengganggunya lagi") ucapan dari Raka itu terngiang di telinganya.


Rendi mengepalkan tangannya dan turun dari tempat tidurnya, berjalan keluar dari dalam kamar! dia menyempatkan dirinya untuk melakukan olah raga malam, agar bisa membuatnya untuk melupakan segala sesuatu yang telah mengganggu pikirannya.


Rendi dengan keras membuat dirinya melakukan segala sesuatu hanya untuk melupakan kejadian malam ini.

__ADS_1


***


Pagi telah tiba, Raka bangun dan masih mendapati Shasa ada dalam pelukannya, pagi yang begitu membahagiakan baginya!


dia tersenyum dan mencium kening Shasa yang masih tertidur pulas dan dengan hati-hati, Raka mengangkat kepala Shasa dan membaringkannya di bantal.


Raka turun dari tempat tidur dan dengan hati-hati dia berjalan agar tidak menimbulkan suara yang bisa membuat Shasa terbangun, Raka keluar dari kamar dan berjalan menuju kamarnya, dan bergegas untuk ke kantor.


Wajahnya begitu terlihat ceria! pagi yang begitu indah, terlihat sangat menghangatkan hatinya Tampa sadar Raka terus menampakkan senyum manis di bibirnya, membuat para penghuni di rumah itu merasakan kehangatan.


"Tuan anda tidak sarapan dulu?" Surti yang melihat Raka hendak ke kantor Tampa sarapan, menegurnya.


"Aku sarapan di luar saja, sekarang aku hampir terlambat," jelas Raka sambil melihat jam di pergelangan tangannya. "Oh iya,, Shasa masih tertidur! Jangan mencoba untuk membangunkannya, biarkan dia tidur selama dia mau, dan ladeni dia setelah terbangun" jelas Raka lagi dan berjalan keluar dari rumah.


Anton yang tengah berdiri menunggunya di samping mobil, dengan cepat membuka pintu, saat melihat Raka berjalan menuju ke arahnya.


"Pagi tuan" sapa Anton sambil membuka pintu mobil untuk Raka


Raka menganggukkan kepalanya sebagai balasan dari sapaan anton,


"Anton cari beberapa orang untuk menjaga keamanan di rumah ini, aku tidak ingin hal semalam terjadi lagi, orang bisa masuk seenaknya Tampa mendapat persetujuan dariku" ucap Raka Sebelum dia masuk kedalam mobil


"Baik tuan" jawab Anton dan menutup pintu mobil


Raka yang sudah ada di dalam mobil, menurungkan kaca jendela mobilnya


"Anton keamanan Shasa aku serahkan padamu! jika dia ingin keluar, Sebelum itu kamu harus mengabari ku terlebih dahulu, dan ingat jangan membiarkan seorangpun masuk untuk menemuinya Tampa ijin dariku," ucap Raka hingga membuat Anton merasa seolah-olah mendapat tugas yang berat


"Baik tuan" ucap Anton lagi sambil menganggukkan kepalanya bertanda dia sudah mengerti dengan semua perkataan darinya

__ADS_1


__ADS_2