
Di apartemen Rendi, pagi itu iya membuka mata dengan pelan, seperti biasa setelah iya bangun iya akan melakukan olahraga Sebelum melakukan aktifitas lain, tapi pagi ini tidak, iya merasa kepalanya begitu sakit, Rendi menyentuh dahinya sembari memijit-mijit karena begitu sakit yang iya rasa
Rendi memukul-mukul batang lehernya, dan memukul-mukul kepalanya
"Kepalaku begitu sakit, apa yang terjadi?" Akibat begitu banyak minum alkohol,
semalam Rendi menjadi lupa akan situasi di kediaman Andra, iya lupa bagaimana iya bisa sampai di apartemennya
Rendi menurungkan kakinya dari tempat tidurnya dan berdiri, tapi.. setelah itu dengan cepat iya kembali keranjang menarik selimut dan menyelimuti dirinya, disaat iya menyadari dirinya dalam ke adaan polos
"Apa yang terjadi?" Rendi kembali membuka selimut dan melihat dirinya
Rendi meletakkan tangan di kepalanya sembari menarik-narik rambutnya
Mencoba untuk mengingat ke jadian semalam, tapi setelah iya terdiam, iya menyadari sesuatu, Raka menarik selimut, dan melihat Fiona sedang menguap dan mengucek-ngucek matanya
Rendi tercengang, sedangkan Fiona yang belum sepenuhnya sadar menggaruk kepalanya, dan sembari memijitnya
"Kepalaku, sakit sekali" ucap Fiona dan menoleh melihat Rendi yang dari tadi menatapnya, dan saat mereka bertatap mata keduanya serentak berteriak
"Aaaaaaaahk.......
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Fiona dan melempari Rendi dengan bantal yang ada di dekatnya
"Kamu..." Fiona mengambil guling dan terus memukuli Rendi tanpa memberinya kesempatan untuk Berbicara
"Dasar lelaki mesum.. apa yang kamu lakukan di tempat ku? Kenapa bisa kamu ada disini?" Fiona terus menerus melontarkan pertanyaan, namun tetap tidak memberi kesempatan pada Rendi untuk menjawabnya
Karena harus memegangi selimut yang menyelimuti tubuhnya, Rendi hanya bisa menerima pukulan-pukulan dari Fiona tanpa bisa mengelak, pada akhirnya, Rendi berlari masuk kedalam kamar mandi
"Dasar lelaki tak tahu diri..." Fiona melemparkan guling yang ada di tangannya, ke pintu kamar mandi, dan melemparkan apa saja yang ada di dekatnya
"Nona Fiona tenang dulu! Lihat dan cermati dulu anda ada dimana sebelum menghakimiku" ucap Rendi
Mendengar perkataan dari Rendi Fiona melihat sekelilingnya, sambil terus memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Nona Fiona, soal semalam aku tidak ingat apa-apa, aku benar-benar tidak bisa mengingat apapun" jelas Rendi
__ADS_1
"Kembali ke apartemen saja aku tidak ingat bagaimana aku bisa sampai ke sini" Jelas Rendi lagi
Fiona terdiam dan memasang wajah lesuh sembari mengingat akan kejadian semalam di kediaman Andra bersama dengan Rendi
***
("Dokter,, sekarang kita habiskan semua minuman ini, aku pastikan setelah itu kita akan terbebas dari rasa sakit hati karena, cinta kita yang hanya bertepuk sebelah tangan" ucap Fiona
"Nona Fiona,, maaf.. aku sudah tidak kuat. Aku sudah minum terlalu banyak, ini tidak akan menimbulkan hal yang baik jika aku masih terus minum" ucap Rendi
"Aaaah.... Dokter kamu payah, baru beberapa botol sudah menyerah, lihat aku, tidak menghiraukan sebanyak apapun yang aku minum itu tidak akan membuatku mabuk" jelas Fiona menyombongkan diri
"Dokter Rendi, sekali-kali minum banyak tidak akan membuatmu mati, setelah ini aku pastikan kamu akan melupakan semua kesedihan di dalam hatimu" ucap Fiona lagi sambil menyodorkan gelas yang berisi minuman di dalamnya
"Nona Fiona jangan memaksaku, aku benar-benar sudah tidak bisa minum lagi"
Fiona mendengus, dan meneguk minuman langsung dari botolnya
"Cceeh... Tau gitu aku tidak akan mengajakmu untuk minum" ucap Fiona
Rendi merasa terhina dengan ucapan Fiona dia mengambil gelas yang disodorkan oleh Fiona dan meneguknya sampai habis dan meminta lagi
Fiona tersenyum dan dengan senang hati menuangkan minuman lagi ke gelas yang ada di tangan Rendi
Rendi terus minum, sampai-sampai iya mabuk berat begitupun dengan Fiona
"Rendi.. apa yang kamu lakukan? Kenapa bisa sampai mabuk seperti ini?" tanya dokter Antoni, saat melihat Rendi sudah tidak kuat untuk menggerakkan tubuhnya.
Karena Rendi tidak menjawab pertanyaan dari dokter antoni, Fiona yang sudah setengah mabuk merasa bersalah, iya berdiri sempoyongan dan meminta maaf kepada dokter Antoni
"Dokter maaf,, ini semua karena salahku, aku yang mengajaknya untuk minum," ucap Fiona menundukkan kepalanya
Dokter Antoni menghampiri Rendi, tanpa menghiraukan ucapan dari Fiona
"kamu itu tidak bisa minum, kenapa harus minum sebanyak itu sampai harus seperti ini!" Ucap dokter Antoni sambil mencoba untuk memopong Rendi dan keluar dari kediaman Andra dan di ikuti oleh Fiona
Dokter antoni memberhentikan sebuah taksi dan membawa Rendi masuk ke dalam taksi dan memberi alamat apartemen Rendi pada Sopir taksi agar membawanya kesana
__ADS_1
"Tuan aku minta tolong pada anda untuk memopongnya masuk ke dalam kamar apartemennya" ucap dokter Antoni meminta tolong pada sopir taksi
"Tidak perlu dokter, karena ini kesalahanku, biar aku yang membawa Rendi pulang, aku harus bertanggung jawab atas kesalahanku ini" jelas Fiona
" Bagaimana bisa kamu membawanya, dan kamu sendiri pun sudah mabuk seperti ini" ucap Dokter Antoni sambil memperlihatkan diri Fiona pada dirinya sendiri
"Ini, ini tidak jadi masalah dokter, aku tidak mabuk! Aku hanya merasa pusing, tapi demi untuk bertanggung jawab aku tidak menghiraukan itu" ucap Fiona
"Tapi kamu .."
Fiona masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan dokter Antoni yang masih mengajaknya berbicara! dan menyuruh sopir untuk membawanya ke alamat yang sudah diberikan oleh dokter Antoni
Fiona memopong tubuh Rendi masuk kedalam apartemen, dan membaringkan Rendi di tempat tidurnya
"Kamu terlalu berat, Membuat tubuhku menjadi pegal karena harus memopong mu sampai ke mari" ucap Fiona sambil membaringkan Rendi dengan kasar
Rendi yang sudah tidak bisa berkata-kata hanya bisa pasrah dengan kelakuan Fiona padanya
"Seandainya aku tahu kamu akan menyusahkan ku seperti ini, aku tidak akan mengajakmu untuk minum tadi" gumam Fiona sambil memijit kepalanya yang terasa pusing
Fiona berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil segelas air untuk meminumnya, sembari melihat-lihat, Fiona melihat setiap sudut ruangan di dalam apartemen Rendi
"Tempat ini cukup bersih," gumam Fiona sambil menggesekkan jari telunjuk di atas meja! sambil meneguk air putih Fiona kembali membuka lemari pendingin dan mengambil kaleng yang berisi minuman alkohol.
"Katanya tidak kuat untuk minum tapi masih memiliki minuman keras di dalam lemari pendingin ini," ucap Fiona sambil melihat kaleng minuman yang ada di tangannya
"Apa lagi ini kandungan alkoholnya sangat tinggi, wah dokter ini benar-benar munafik" ucap Fiona sambil mengambil beberapa kaleng dan masuk kedalam kamar Rendi
Fiona duduk di sofa sambil terus meneguk minuman dalam kaleng)
***
Fiona menggelengkan kepalanya
"Apa yang sudah aku lakukan?" Tanya Fiona pada dirinya sendiri dan terus memukul-mukul kepalanya
"Nona Fiona..." Teriak Rendi dari dalam kamar mandi, setelah sudah tidak mendengar ocehan darinya
__ADS_1
"Nona Fiona.." teriaknya lagi, karena tidak mendapat jawaban