
"Jika menolak,," Lola terdiam sesaat
" Jika dia menolak, terus saja yakinkan dia agar percaya dengan perasaan anda, bos bisa membelikannya semacam hadiah atau beri dia kejutan-kejutan yang bisa membuatnya merasa anda benar-benar memperhatikannya" jelas lola hingga membuat Raka merasa jawaban dari Lola masuk akal, dia mengangguk-anggukkan kepalanya
"Hadiah yang kamu sebut semacam apa?" Kini Raka terlihat begitu santai, dia bertanya pada Lola dengan begitu akrab dan terasa begitu lebih dekat dengan sifat yang terlihat polos, untuk sesaat rasa hangat dalam mobil begitu terasa, Romi sesekali memperhatikan bosnya itu yang kelihatan agak berbeda
"Bos Anda harus tahu dulu, kriteria wanita yang anda suka, setelah itu baru memberinya hadiah yang cocok untuknya" jawaban dari Lola membuat Raka makin bersemangat untuk mengetahui lebih banyak lagi hal-hal yang bisa menjadi pembelajaran untuknya
"Bos Anda mau kemana?" Tanya Romi tiba-tiba mengganggu keseriusan Raka dan Lola, yang sedang menyetir dan tak tahu arah tujuannya.
Raka terdiam juga tidak tahu ingin kemana, dia tiba-tiba memikirkan Shasa, mengingat akan sifatnya yang begitu kekanak-kanakan sehingga membuatnya tersenyum dan menemukan Jawaban dari pertanyaan Romi
" Ke toko boneka" jawab Raka dengan singkat
Romi tercengang mendengar perkataan dari Raka.
"Bos apa anda menyukai anak kecil?" Tanya Romi dengan penasaran.
"Dia seperti anak kecil bagiku, makanya itu aku harus memberinya boneka, dia pasti akan suka" jawab Raka
Suasana dalam hati Raka yang begitu bahagia, kini membuatnya terlihat berbeda, hawa dingin yang selalu iya bawa kini sedikit demi sedikit terasa menghilang dan menjadi hangat
"Bos Anda menyukai orang lain?" Tanya Dona yang tiba-tiba, saat mendengar perbincangannya dengan Romi, hingga membuat hatinya terasa kecewa.
"Yang sudah pastinya lah, apa kamu merasa, bos sedang menyukaimu?" Dengan cepat Romi menjawab pertanyaan lola yang di tujukan oleh Raka.
"Aku tidak sedang bertanya padamu, kamu menyetir dan fokus ke depan saja, jangan ikut campur" ucap Lola dengan kesal, dari tadi perasaan yang begitu bahagia karena salah paham dengan sikap Raka kini berubah menjadi kekecewaan, mengetahui sebenarnya Raka menyukai orang lain, bukan dirinya.
Lola melipat kedua tangannya menyilangkan nya mendekat pada dadanya dan bersandar di kursi dengan wajah murung.
Romi yang melihatnya tersenyum meledek melihat kekecewaan dari wajah Dona, sambil terus menyetir dan akhir sampai ke toko boneka yang di maksud oleh Raka.
Romi turun dengan cepat dan membuka pintu mobil untuk atasannya. Dan disaat itupun Raka keluar dari mobil,
Untuk sesaat Raka terdiam memandangi toko boneka itu, dia mengingat akan hari terakhir dia berkunjung di toko itu, di mana saat itu hendak membelikan Fiona sebuah boneka untuk jadi kenang-kenangan di antara mereka,
__ADS_1
Raka tersenyum dan merapikan jasnya mengandungnya dan melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam toko itu, dan di ikuti oleh Romi dan lola
"Selamat datang tuan-tuan dan nyonya," sapa dari pelayan di toko itu,
Raka mengangguk membalas sambutan dari karyawan toko.
Mereka bertiga masuk sembari melihat-lihat. Boneka yang cocok untuk di jadikan hadiah
"Anda mencari boneka yang seperti apa?' ucap karyawan itu saat melihat ketiganya terasa bingung untuk memilih.
Romi mendekati karyawan toko itu, dan meliriknya dengan genit, dan berbisik pada pelayan toko
"apa ada boneka yang bisa menyatakan cinta?" Ucapnya hingga membuat pelayan toko itu tertawa
"Ha-ha-ha, tuan anda bisa saja, mana mungkin ada boneka yang bisa menyatakan cinta! Yang ada boneka yang melambangkan tanda cinta ada!" Jelas pelayan toko itu pada Romi dalam tawanya, hingga membuat Romi tersipu malu di buatnya
Lola yang masih memasang wajah cemberut, hanya berdiri dari tadi tidak mengatakan apa pun mendekat pada Romi sambil melihat Raka yang sedang serius melihat-lihat boneka yang ada di depannya, dia terlihat meraih satu boneka, yang membuatnya teringat akan Fiona semasa mereka remaja dan masih bersama, Raka tersenyum dan menyimpan kembali boneka itu dan menatapnya.
"Dulu kamu sangat imut dan menggemaskan seperti boneka itu, entah sekarang bagaimana dirimu, mungkin kamu terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya,
"Eh,, menurutmu bos direktur menyukai siapa? Banyak wanita yang sudah datang ke kantor, menurutmu siapa di antara mereka?" tanya Lola yang sangat penasaran pada Romi sambil berbisik.
"Entahlah," jawab Romi sambil menaikkan kedua bahunya.
"Yang pastinya itu bukan kamu," jelas Romi pagi sambil tersenyum meledek pada Lola
Lola memukul-mukul lengan Romi yang tengah meledeknya,
"Kamu itu,,! Aku sama sekali tidak merasa bos direktur menyukaiku, jadi berhenti untuk meledekku" tutur Lola dengan perasaan yang marah
"Tuan, nyonya, apa boneka ini yang anda maksud?" ucap pelayan toko dengan tiba-tiba dan dengan sangat ramah.
Romi menoleh untuk melihat nya dan mengambil boneka itu dan membawanya pada Raka untuk dilihatnya.
Raka tersenyum manis, dia sangat menyukai boneka itu, dan dia yakin Shasa pun pasti menyukainya.
__ADS_1
***
di sisi lain Shasa duduk di samping Rendi dan bibi Rita, mereka membahas tentang ulang tahun Shasa besok.
"Sha apa kamu sudah merencanakan sesuatu,? Tanya rendi sambil melihat shasa
"He'ee," Shasa mengangguk
"Kak Rendi bagaimana jika besok kita ke pantai, sudah lama Shasa tidak melihat pantai" ujar Shasa sambil melihat Rendi dan melihat rita
"Bibi ikut ya!!" Tutur Shasa.
Rita tersenyum mendengar ajakan Shasa dia memegang tangan Shasa, dan menatap Rendi.
Di dalam mata Rendi sangat jelas Terlihat dia tidak ingin dapat gangguan dari siapapun
"Tidak, sebaiknya bibi tidak ikut, bibi sekarang sudah berumur, tidak baik terkena banyak angin," jelas Rita, sambil melihat Rendi.
Rita mencoba memberi Rendi sedikit peluang, karena dia tahu akan perasaannya pada Shasa
"Kalian berangkat berdua saja" ucap Rita lagi
"Tapi itu hari ulang tahunku, apa kalian tidak ingin merayakannya bersama? Tanya Shasa dengan wajah yang murung
"Shasa bibi benar kita ke pantainya berdua saja, kita bisa merayakannya setelah kita pulang," jelas Rendi dengan cepat.
"Iyakan bi,,? tanya rendi pada Rita
"Benar,. Setelah kalian pulang kita akan merayakannya seperti biasa," ucap Rita mencoba meyakinkan Shasa
Rendi ikut mengangguk dan membenarkan ucap dari bibi rita
"Terserah bibi dan kakak saja" ucap Shasa sambil bersandar di bahu Rita yang duduk di sampingnya.
Di jalan seberang sana Terlihat seorang wanita duduk dalam mobil tengah memperhatikannya mereka bertiga.
__ADS_1
Dia dengan sabar duduk di dalam mobilnya dengan begitu lama.