
Ucapan dari Rita, menyadarkan Shasa jika beberapa hari ini, dia memang tidak pernah melihat Leo lagi, semenjak hari di mana Romi membawanya, Shasa tidak pernah melihatnya lagi.
Tok.. tok.. tok.. ketukan pintu terdengar lagi, mereka yang ada di dalam menoleh untuk melihat siapa yang tengah mengetuk pintu
Kleek.. suara pintu terbuka dan pembantu yang membawa minuman masuk kedalam kamar,
"Nona Shasa,," pembantu itu menyapa dan menundukkan kepalanya pada Shasa dan berjalan menuju meja dan meletakkan loyang serta minuman di atas meja
Shasa tidak merespon sapaan dari pembantu itu, dia kini telah hanyut dalam lamunannya
("Apa kak Andra melakukan sesuatu padanya" gumam Shasa dalam hati
Shasa menggelengkan kepalanya
"Tidak,, kak Andra tidak akan melakukan apapun padanya" ucapnya lagi, mencoba untuk berpikir positif pada Andra)
"Shasa.." Rendi yang dari tadi melihatnya terdiam memanggil namanya, tapi Shasa tidak merespon panggilan itu
"Shasa,," Rendi menepuk bahunya, hingga membuat Shasa kaget
"Kak Rendi ada apa?" Tanya Shasa kebingungan
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya balik Rendi
"Tidak ada" jawab Shasa
Tiba-tiba ponsel Rendi berdering, Rendi mengambil ponsel dan melihat nama yang sedang menghubunginya
"Vani..!" Ucap Rendi dengan wajah yang penasaran
Rendi memencet tombol jawab dan mendekatkan ponselnya itu di telinga
"Halo.." jawab Rendi
Rendi hanya terdiam mendengarkan, apa yang di katakan oleh orang yang sedang menghubunginya.
Dan setelah panggilan itu terputus, Rendi menatap Shasa dengan wajah yang terlihat kecewa
"Kak Rendi harus pergi, ada panggilan darurat dari rumahsakit, terjadi sebuah kecelakaan, yang membuat banyak orang terluka" jelas Rendi
"Maaf jika kak Rendi tidak bisa berlama-lama"
"Tidak apa-apa! kak menolong orang itu hal yang wajib, dan itu memang adalah tugas kak Rendi, bergegas lah untuk pergi, kasian Mereka yang terluka" jelas Shasa
"Kalau begitu bibi akan ikut Rendi, bibi juga masih harus membuka warung, kapan-kapan bibi pasti akan kemari lagi" jelas Rita
__ADS_1
Shasa mengangguk dan tersenyum
"Baiklah
Sebelum Rita dan Rendi pergi!
Kleek... Pintu terbuka dari luar.
Andra dan David masuk ke dalam kamar Shasa, dan di ikuti dengan seorang wanita cantik di belakangnya
Rita dan Rendi yang hendak beranjak dari tempatnya, melihat Andra sambil tersenyum
Andra pun membalas senyuman dari Rita dan Rendi dan kemudian melihat Shasa
"Dia seorang penata rias yang terkenal handal," jelas Andra ke pada shasa sambil menunjuk wanita yang kini berdiri di samping David.
"Nona Shasa senang bertemu dengan Anda" ucap wanita itu sambil menundukkan kepalanya dan memperlihatkan senyum manis di bibirnya
"Shasa,, kak Rendi dan bibi pergi sekarang!" Ucap Rendi sambil melihat jam di pergelangan tangannya
"Baik kak,, hati-hati di jalan, bibi,, ingat untuk sering-sering kemari." Tutur shasa
Rita mengangguk dan berjalan mengikuti Rendi yang sudah berjalan duluan.
"Kak Andra,, beberapa hari ini! Shasa tidak melihat Leo, apa dia baik-baik saja?" Tanya Shasa yang membuat Andra dan David saling menatap
"Untuk apa kamu mempertanyakannya?" Balas Andra
"Tidak,, shasa hanya penasaran karena tidak pernah melihatnya, dan Leo adalah teman pertama shasa, selain dia Shasa tidak memiliki seorang teman lagi, jadi Shasa mencarinya" ucapnya
Andra terdiam, tidak langsung membalas apa yang di katakan oleh Shasa
"Kak.. kak Andra tidak melakukan sesuatu padanya kan?" Tanya Shasa
Andra tetap terdiam, membuat Shasa terus menatapnya dengan tatapan yang sedang memojokkannya
"Kak Andra... Kak Andra tidak melakukan apapun padanya kan?" Tanya Shasa lagi sambil memegang lengan Andra
"Aturan dari orang yang bekerja dengan kakak! Yang melakukan kesalahan harus di beri hukuman, begitupun dengan Leo. Dia sudah melakukan kesalahan jadi harus di hukum, sesuai dengan aturan yang kakak sudah atur"
"Kesalahan? Apa karena waktu itu Shasa ikut dengan Romi?" Tanya Shasa dengan tatapan marah
"Kak,, itu adalah kemauan Shasa sendiri, Leo sudah berusaha untuk menghalangiku, tapi Shasa bersih keras untuk ikut dengan Romi. Leo sama sekali tidak bersalah" ucap Shasa yang mencoba untuk membela Leo
"Shasa dia hanya seorang bawahan, jangan begitu membelanya" ucap Andra
__ADS_1
"Tapi kak,, dia teman bagi Shasa! Shasa membelanya karena dia tidak bersalah, jika ingin menghukum, hukum saja Shasa itu semua karena kesalahan Shasa" jelasnya
"Shasa,, sebaiknya kita sekarang siap-siap, jangan membahas hal yang tidak penting" ucapan itu membuat Shasa jadi marah pada Andra, Shasa terdiam dan duduk di kursi meja riasnya, dengan wajah murung Shasa tidak menatap ataupun melirik Andra yang tengah menatapnya
Wanita yang dari tadi hanya berdiri melihat perdebatan antara kakak dan adik itu melihat David.
David menganggukkan kepalanya, menandakan jika dia menyuruh Wanita itu untuk mulai merias wajah Shasa
Andra yang sadar akan kemarahan Shasa mendekat dan memegang bahunya.
"Maaf jika kakak sudah membuatmu marah, jika kamu tidak ingin Leo mendapat hukuman maka itu akan kakak patuhi. Kakak akan segera membebaskannya" ucap Raka dengan nada yang lemah lembut, mencoba untuk membuat Shasa jadi bahagia lagi
"Benar,, kakak akan membebaskannya?" Tanya Shasa sambil memegang tangan Andra yang ada di bahunya
Andra mengangguk
"Terimakasih kak,," ucap Shasa sambil tersenyum
Andra membalas senyuman Shasa dengan hati yang senang, melihat kebahagian di wajah Shasa Andra pun ikut merasakannya.
Andra melihat David yang berdiri di belakangnya, dan memberi isyarat untuk segera membebaskan Leo
David mengangguk dan segera melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar Shasa dan berjalan menuju ruang bawah tanah, yang cukup besar dan terdapat beberapa ruangan disitu, dan salah satunya ruang dimana Leo telah di kurung
"Tuan,," para bawahan yang sedang menjaga di ruangan itu, menyapa dan menundukkan kepalanya saat melihat David
"Bagaimana dengan ke adaannya?" Tanya David yang mempertanyakan tentang keadaan Leo
"Seperti yang tuan perintahkan sampai saat ini, dia belum di beri makan ataupun minum" ucap salah satu dari mereka yang ada di ruang bawah tanah itu
"Segera beri dia makan dan minum, jangan sampai terjadi apapun padanya!" Jelas David yang membuat para bawahan yang ada di ruangan itu merasa heran
"Baik tuan" salah satu dari mereka segera bergegas untuk memberi makanan padaLeo
Dan David berjalan ke arah ruang gelap tempat Leo di kurung
"Buka pintunya" perintah David
"Baik tuan,," David masuk saat pintu sudah terbuka, dan memerintahkan bawahannya untuk melepaskan ikatan Leo, dan membawanya keluar. Leo yang tak berdaya tidak mampu untuk berdiri ataupun duduk saat ikatan tangan dan kakinya di lepas pada tiang yang sudah beberapa hari ini membantu dirinya untuk berdiri.
Leo terbaring lemas saat bawahan Andra membawanya kesebuah kamar dan membaringkannya di sana, Leo mencoba untuk bangun saat melihat David tengah berjalan ke arahnya
"Tuan,,"
David duduk di tepi ranjang dan melarangnya untuk bangun
__ADS_1