Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Kalian berdua sama saja,


__ADS_3

Andra berjalan menuju ruangan dimana wanita itu telah di sekap oleh David


"Tuan," ucap salah satu bawahan David menyambut kedatangannya


Andra menganggukkan kepalanya sebagai balasan untuk sambutan yang di terimanya, dan masuk ke dalam ruangan itu.


"Tuan,," sapa David yang melihat Andra sudah berdiri di dekatnya dan dengan cepat berdiri untuk memberi kursi untuknya


"Silahkan duduk" ucap David sambil berjalan mendekat pada wanita itu dan membuka penutup kepala yang dipakaikan saat dia di bawa ke markas David, kemudian membuka penutup mulutnya


Saat penutup kepala dan mulutnya di lepas wanita itu meludah pada David yang ada di depannya


David hanya bidah pasrah Tampa melakukan apapun pada wanita itu


"Apa maksud kalian membawaku kemari, aku tidak mengenal kalian dan tidak ada urusan dengan kalian, cepat lepaskan aku" ucap wanita itu dengan nada suara yang keras


Andra melihat wanita yang tengah duduk di hadapannya dengan tangan yang terikat, dia memerhatikan tubuh wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki


"Kamu wanita yang cantik" ucap Andra dan tersenyum sambil berjalan mendekatinya


"Apa kamu majikan dari mereka?" Tanya wanita itu dengan tatapan yang membara seakan ingin membakar seisi ruangan itu


"Katakan apa mau mu! Dan cepat lepaskan aku" ucapnya lagi


"Aku akan melepaskan mu, tapi Sebelum itu katakan, ada masalah apa kamu dengan Shasa?" Tanya Andra sambil memegang dagu wanita itu dan menyentuh luka yang ada di dahinya, Andra tersenyum sinis padanya


"Apa maksudmu? Aku tidak memiliki masalah dengan siapapun, termasuk Shasa


"Jadi kamu mengenal Shasa?" Tanya Andra yang mencoba untuk menjebaknya


"Tidak,,, aku tidak mengenalnya" ucap wanita itu dan menatap Andra mencoba untuk bisa mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya


"Tuan ini kartu nama dari wanita itu," ucap David sambil menyerahkan sebuah kartu ke Andra

__ADS_1


"Manajer Susi" ucap Andra sambil melihat kartu namanya yang ada di tangannya


"Ternyata kamu seorang manajer di PTr Santoso," ucap Andra lagi dan menatap manajer Susi dengan tatapan yang marah


"Sebelum kesabaranku habis, sebaiknya kamu mengatakan apa masalahmu dengan Shasa, kenapa kamu berniat untuk menyakitinya, dan bahkan bertekad untuk mencelakainya" jelas Andra yang berjalan kembali duduk di kursi


Susi terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari andra, dia mencari ide untuk mengelak dari tuduhan yang di tujukan padanya


Andra berdiri melihat wanita yang di depannya kini terdiam membisu


"Baik Sepertinya kamu tidak ingin bekerja sama, nona jangan mengira aku tidak bisa melakukan apa pun padamu, aku tidak pernah pandang bulu, siapa pun itu, meski kamu seorang wanita! aku tidak akan mengampuninya jika dia sudah mengganggu ketenanganku" jelas Andra


" Kurung dia dan jangan memberinya makan dan minum, selama Tiga hari! aku ingin lihat sampai kapan dia akan bertahan" tegas Andra dan melangkahkan kakinya


"Tidak jangan mengurungku, baik aku akan mengatakannya" ucap Susi


Andra berhenti dari langkahnya, dan lagi-lagi memperlihatkan senyum manis di bibirnya dan menoleh


"Ini semua adalah ide dari Dona" jelas Susi yang sedang mengambing hitamkan Dona


"Dia adalah putri sulung dari triwijaya, dia yang menyuruhku untuk melakukan itu semua" jelas Susi lagi


David yang mendengar pernyataan dari Susi langsung bergerak, tampah menunggu perintah dari majikannya, dia menyuruh bawahannya untuk membawa Dona di hadapannya majikannya sekarang


"Sekarang lepaskan aku, aku sudah mengatakan semuanya padamu" ucap Susi dan terus meronta-ronta mencoba untuk melepaskan tangannya yang terikat


Andra terdiam dan berjalan ke luar dari dalam ruangan itu


"Kamu mau kemana, cepat perintahkan bawahan mu untuk melepaskan ku" teriak Susi pada Andra yang mengabaikan dirinya


"Kamu sudah berjanji akan melepaskan ku..


Susi terus berteriak dengan keras hingga David yang mendengarnya dengan segera menyumbat mulutnya agar tidak berisik

__ADS_1


"Nona kami pasti akan melepaskan mu jadi bersabarlah," jelas David dan berjalan meninggalkan nya sendiri di ruangan itu, dan tak lupa untuk mengunci ruangan itu


"Tuan apa yang sedang anda pikirkan?" Tanya David yang sudah berjalan di belakang Andra


"Tidak ada," ucap Andra Sambil menggelengkan kepalanya


"Bawa Dona ke hadapanku, aku merasa wanita yang ada di dalam, sedang membohongiku" jelas Andra dan pergi meninggalkan David


***


Di tengah kesibukan Santoso, mengatur pertunangan Raka dan Laura, membuat Dara dengan leluasa menyusun dan menyempurnakan rencana yang iya buat, Erik bahkan putrinya Dila yang ikut serta dalam rencananya, membuat itu hampir sempurna.


"semuanya sudah ada di tangan kita, dan sekarang tinggal menunggu Santoso untuk menandatangani semuanya, dan menyerahkan semua aset yang iya miliki kepada kita" ucap Dara dengan senyum jahat di bibirnya


"Dara apa ini tidak akan menimbulkan masalah buat kita? Apa tidak sebaiknya kamu melepaskan semuanya dan kita bisa hidup bahagia bersama" jelas Erik yang mulai ragu dengan kejahatan yang sudah di perbuat oleh Dara


" Tidak,, ini sudah hampir tiga belas tahun aku menunggu-nunggu saat ini, bagaimana mungkin aku akan melepaskannya begitu saja" jelas Dara


"Tapi ma,, papa benar! bagaimana jika ini menjadi masalah buat kita, Santoso sangat licik, dia tidak akan mudah untuk di kelabuhi seperti ini" ucap Dila yang membenarkan perkataan dari papanya


" Kalian berdua sama saja, ayah dan anak tak tahu di untung, semuanya sudah ada di depan mata, mana mungkin kita akan menolaknya begitu saja, coba berfikir setelah semua kita dapatkan, kita bisa pergi dari kota ini dan akan menjadi orang yang sangat kaya raya." Jelas Dona dengan hayalan yang sudah membubung tinggi


"Tapi Dara itu bisa saja di pidanakan, kita bisa masuk penjara, apa tidak sebaiknya seperti ini saja, kita bisa makan dan berbelanja sesuka hati!" Jelas Erik


"Apa kamu ingin mundur, Erik kamu sudah berjanji padaku untuk membantuku sampai akhir, dan sekarang apa? Kenapa baru sekarang kamu ingin mundur! dengan Semua yang sudah pasti dan nyata, kita tinggal menunggu pertunangan Raka selesai, baru kita menyelesaikan misi kita" tutur Dona


"Tapi,,,


"Sudahlah aku tidak ingin mendengar ocehan mu, aku tidak akan berhenti di tengah jalan, kita sudah sejauh ini, untuk apa kembali tanpa membawa apa-apa!


Erik dan Dila putrinya tidak bisa lagi mengatakan apapun, Dara terlalu keras kepala dia tidak akan mendengarkan mereka berdua begitu saja.


"Sekarang aku harus pulang, besok adalah pertunangan Raka dan aku harus ikut serta di tengah-tengah kesibukan Santoso agar tidak membuatnya untuk mencurigai ku" jelas Dara dan berjalan meninggal Erik dan Dila yang hanya terdiam mendengar setiap perkataan darinya.

__ADS_1


"Ma,, hati-hati" ucap Dila yang sambil mengantar dara sampai di ambang pintu rumah yang mereka tempati sekarang


"Sayang ingat untuk menjalankan tugasmu," ucap Dara sambil menyentuh wajah Dila dan setelah itu berjalan menuju mobilnya dan pergi


__ADS_2