
Raka yang telah tiba di kantor berjalan menuju ruangannya, Dan Romi yang menunggunya dari tadi, dengan segera menyambut kedatangan atasannya itu.
"Bos direktur" Sapa Romi penuh dengan hormat
Raka mengangguk, sebagai jawaban untuk Romi, dan tetap berjalan masuk dalam ruangannya.
Di dalam ruang kantor, Raka duduk termenung, mengingat akan hal yang terjadi semalam dan pagi ini. Sesekali Raka tersenyum, Jika mengingat Shasa yang begitu menggemaskan
Romi sang asisten yang berdiri mematung melihat atasannya itu, yang seperti sedang mengalami hal yang bahagia, Wajahnya yang terlihat cerah, dan tidak hanya itu pria yang selama ini di kenal dingin dan angkuh, Pagi ini sering terlihat senyum sendiri.
Melihat emosi bosnya yang terlihat baik rasa ingin tahu Romi pun tak bisa di tahan lagi.
"Bos... Semalam apa anda bersama dengan nona Dona?" Tanya Romi dengan rasa penasarannya
Raka hanya terdiam dan tidak merespon pertanyaan dari asistennya yang sok tau itu.
Raka terus memainkan pulpen yang ada di jari jemarinya, Menatap sesuatu yang ada di dalam pikirannya
Tok.. tok.. tok.. Ketukan pintu dari luar ruangan terdengar.
Namun Raka tetap tidak menghiraukan ketukan pintu itu, Dia tetap dengan tatapannya yang membuatnya mematung
Romi yang tidak tahan mendengar ketukan itu menjawabnya
"Masuk" Ucap Romi dengan tegas
Tak lama kemudian
Kleek.. Pintu terbuka dan Lola sekertaris Raka berjalan masuk.
Lola yang berjalan menghampiri Raka melihat Romi yang memberi tanda jangan di ganggu dengan gerakan yang tidak di pahami oleh Lola
Romi terus memberinya kode, tapi tidak di mengerti oleh Lola
"Apa?" Bisik Lola tidak mengerti dan tetap berjalan.
"Bos ini laporan yang kemarin dan nona Dona ada di luar, dia ingin bertemu dengan anda." Ucap lola dengan percaya diri
Namun Raka tetap tidak menghiraukannya,
Lola menatap kearah Romi. Romi yang melihatnya menaikkan kedua bahunya serta tangannya mengartikan dia tidak tahu apa-apa
"Bos.." Tegur Lola lagi memberanikan diri
"Hem.." Raka kini tersadar dari lamunannya
"Bos nona Dona ada di luar dan ingin bertemu dengan anda, dan ini laporan yang kemarin," Ucap Lola lagi dan menyerahkan berkas ya kini ada di atas meja.
"Dona? Untuk apa dia kemari?" Tanya Raka dengan jutek
"Tidak tahu bos, sepertinya ada hal yang penting," jelas lola
"Katakan saja jika aku sedang sibuk,
Dan jangan biarkan siapapun masuk kecuali aku menyuruhmu." Ucap Raka pada Lola
"Baik bos," Lola mengangguk mengerti dan berlalu pergi.
__ADS_1
Saat Lola keluar dari ruangan kantor Raka, Dona yang duduk menunggu, dengan cepat berdiri dan menghampiri Lola.
"Bagaimana?" Tanya Dona
Lola menggelengkan kepalanya
"Nona Dona,, Maaf.. bos direktur sedang sibuk dan tidak ingin di ganggu, Anda datang lain waktu, dan sebelum itu buat janji sebelum anda datang." Jelas lola dan berjalan duduk di kursi meja sekretaris
Dona mendengus kecewa.
"Aku hanya ingin menemuinya meski hanya sebentar," Ucap Dona dengan nada jecewa
"Tapi nona Dona maaf,,bBos tidak mengijinkannya, sebaiknya anda pergi dari sini." Jelas lola lagi
Dona tetap berjalan ke arah pintu ruang kantor Raka, Namun sebelum dia membuka pintu. Pintu terbuka dari dalam
Kleek... Romi keluar dan menghalangi Dona.
"Nona Dona jangan memaksa. Anda tahu jelas dengan sifat bos direktur, Yang di katakan lola sudah jelas, Bos direktur tidak menerima tamu hari ini."
Jelas romi
"Tapi,, Aku ingin menemuinya, meski hanya sebentar saja" Ucap Dona lagi
"Tidak,, Nona Dona jangan mempersulit ku,
Ini perintah bos direktur. Silahkan pergi"
Romi mengangkat tangan dan mempersilahkan Dona untuk pergi
Dona menoleh ke arah lola
"Apa katamu? Apa kamu mengancam ku?"
Dengan marah Dona membentak Lola dengan keras. Dan berjalan mendekat pada Lola
"Apa kamu lupa? Aku juga memiliki saham di kantor ini. Jadi jangan ikut campur dengan urusanku, jika tidak ingin aku membuat kamu di pecat." Jelas dona
Dari saku celana Romi terdengar suara ponselnya berbunyi, Romi dengan segera mengambil dan menekan tombol jawab.
Mendekatkan ponselnya di telinga.
"Romi apa begitu sulit untuk mengusir wanita itu? Dia sangat berisik. Aku tidak mau tahu, dengan cara apapun cepat bawa dia pergi." Ucap tegas seseorang dari balik telfon yang baru saja di terima oleh Romi yang tak lain adalah Raka.
Romi tidak mengatakan apapun dan melihat ke arah Dona saat panggilan yang di terimanya sudah di putuskan oleh si penelepon.
"Raka biarkan aku masuk, ada hal penting yang ingin aku bicarakan." Teriak Dona dan memukul-mukul pintu yang ada di hadapannya
Romi yang berdiri di sampingnya, memegang tangan Dona dan menariknya.
"Nona Dona sebaiknya anda pergi dari sini" Ucap Romi dengan menarik tangannya
"Tidak.. aku tidak akan pergi sebelum bertemu dengan atasanmu," Jelas dona lagi
Lola pun jadi geram dengan sikap keras kepala Dona, dan berdiri untuk membantu Romi, mengusirnya dari kantor itu.
"Nona Dona apa anda tidak mengerti dengan bahasa kami? Bos direktur tidak ingin menemui anda!" Ucap Lola dengan lantang
__ADS_1
Kata-kata tegas dari mulut Lola membuat Dona jadi kesal
Plaak... Sebuah Tamparan melayang ke pipi Lola
"Aaauhk.. Jerit Lola
"Aku ingatkan untukmu sekali lagi jangan coba-coba untuk ikut campur." Ucap Dona
Lola yang menerima tamparan dari Dona tidak menerima, dia memegang tangan Dona dengan keras dan menariknya untuk keluar.
"Aku tidak takut dengan ancaman mu.
Sebaiknya kamu pergi dari sini" Ucap Lola sambil menarik tangan Dona
Akibat Dona berusaha melawan akhirnya, Dona jadi terseret. Romi angkat tangan melihat perkelahian pada kedua wanita itu dan tetap mengikuti mereka
Dona yang di seret oleh Lola, menjadi tontonan bagi karyawan yang ada di situ.
Lola melepaskan tangannya saat mereka sudah jauh dari ruang kantor Raka.
"Kamu dasar wanita sialan" Dona berdiri dan menghampiri Lola, dan mencoba untuk menamparnya lagi, Namu dengan sigap Lola menangkap tangannya.
Plaak.. Dan Lola balik menampar Dona.
"Aaaauhk.. Dona pun menjerit kesakitan dan memegang pipinya
"Kamu.." Dona mengangkat tangan menunjuk Lola
"Jangan harap untuk bisa menamparku lagi. Dan tamparan yang kau terima itu balasan karena kamu juga menamparku tadi" Jelas lola
Keberanian lola membuat para karyawan yang melihatnya jadi takjub, Mereka tahu pasti siapa Dona, dan tidak ada yang berani untuk mengusiknya.
"Waauw,, Sekertaris Lola benar-benar hebat" Bisik Sindi pada Anita yang berdiri berdampingan
"Sssstt.. Jangan berisik" Ucap Anita, menempelkan jari telunjuknya di bibir
"Apa yang kalian lakukan?" Suara tanya terdengar dengan tiba-tiba dari arah lain.
Terlihat wanita cantik berjalan menghampiri Lola dan Dona.
Wanita itu yang tak lain adalah manajer Susi, menengahi perkelahian mereka.
"Lola beraninya kamu..!" Ucap Susi marah pada Lola
Susi dan Dona adalah teman akrab dan tentu saja Susi akan membela Dona.
Dan diwaktu itu juga Romi pun bergabung.
"Manajer Susi anda jangan ikut campur, Ini perintah dari bos direktur" Ucap Romi dan memanggil petugas keamanan yang tengah berdiri ikut melihat tontonan yang menarik itu.
"Bawa dia keluar itu perintah dari atasan" Jelasnya
"Baik" Ucap petugas keamanan itu dengan patuh.
"Tidak.. Susi tolong bantu aku ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan direktur," Ucap Dona
Karena takut pada atasan Susi hanya terdiam, dan memalingkan pandangannya tidak tega melihat teman karibnya itu di tarik keluar secara paksa oleh petugas keamanan di kantor itu
__ADS_1