Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Maafkan aku,,


__ADS_3

"Raka biarkan aku pergi. Andra pasti sudah mencariku, Leo akan mendapat masalah dan akan mendapat hukuman karena ku! jika aku tidak pulang sekarang." Jelas Shasa yang sengaja untuk memancing amarah dari Raka agar mau mengusirnya dari tempat iya berada sekarang


"Shasa,, di situasi seperti ini, kamu masih saja memikirkan orang lain. Tidakkah kamu bisa memikirkan tentang diriku sedikit saja. Bagaimana perasaanku padamu, apa itu tidak bisa membuatmu berpikir untuk menjadikanku pilihan di hatimu? Dan sekarang kamu terluka, biarkan aku untuk mengobati mu terlebih dahulu.


"Tidak, itu tidak perlu! Luka ini karena kecerobohan ku sendiri, biar aku yang akan mengobatinya sendiri, kamu tidak perlu bersimpatik ataupun merasa kasihan padaku!" Jelas Shasa sambil menarik kakinya yang ada di pangkuan raka


"Shasa,, kamu..." Raka yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, tidak bisa meneruskan ucapannya, dia tidak bisa untuk menahan kaki Shasa, dan hanya bisa melepaskannya dan melihat Shasa berdiri dari dari tempat iya duduk


"Shasa sekarang kamu terluka, jangan menambah kedalaman dari pecahan kaca yang menusuk itu, jika kamu menginjatkannya kelantai kamu akan kesakitan. Maaf jika aku sudah berlaku kasar padamu! tinggalan sebentar untuk mengobati lukamu itu, setelah itu aku sendiri yang akan mengantarmu pulang


Shasa memejamkan matanya, menggeleng-gelengkan kepalanya, membuat dirinya untuk bisa menguasai rasa sakit yang sudah menyerangnya.


Shasa membuka matanya dan melihat Raka yang sudah berdiri di hadapannya, dia berusaha untuk menyembunyikan rasa sakitnya itu, dan mencoba untuk tersenyum


"Raka,, apa kamu tidak bisa mengerti apa yang dari tadi aku katakan, aku ingin pergi dari sini! Seperti yang kamu katakan padaku aku muak padamu. aku tidak ingin berlama-lama disini dan melihat dirimu, apa kamu tidak bisa mengerti itu?" Shasa yang sudah kehabisan akal, sengaja untuk memilih kata-kata yang paling menyakitkan untuk raka


Mata yang memerah menatap mata Shasa, seakan-akan ingin meluapkan emosi yang begitu membuatnya marah. Tatapan panas dari mata Raka seakan ingin membakar diri Shasa yang sudah benar-benar menyakitinya


"Seharusnya kamu mengerti di dalam hatiku sama sekali tidak ada dirimu, aku mencintai orang lain! Jadi aku mohon lupakan aku, anggap saja di antara kita tidak pernah saling berhubungan atau pun saling mengenal" kata-kata itu, bagai petir yang menyambar di siang bolong, seketika hati Raka hancur Mendengar pengakuan Shasa


Raka terdiam dan berdiri mematung melihat Shasa yang sudah berdiri membelakanginya


Dengan ucapanya sendiri Shasa, sudah menusuk hatinya sendiri dengan belati yang sangat runcing, dia terus mengusap dan Sesekali memukul-mukul dadanya yang terasa sesak dan berjalan dengan terpincang-pincang.


"Katakan apa yang baru saja kamu ucapkan itu semuanya hanyalah ke bohongan," Raka meraih tangan Shasa menghentikannya dari langkahnya, menarik Shasa membuatnya untuk menghadap pada dirinya.

__ADS_1


Raka Memegang kedua lengan Shasa yang tidak berani untuk menatapnya.


"Sekarang lihat mataku, katakan jika semua itu bohong


Shasa hanya bisa menggelengkan kepalanya dan terus mengalihkan pandangannya


"Shasa, apa kamu membutuhkan ini?" Raka mengeluarkan dompet dari saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas, dan memperlihatkan pada Shasa


"Lihat,,, aku pun memiliki banyak uang, bukan hanya Andra, aku pun memiliki semua yang iya miliki, jadi apa bedanya aku dengannya?, Jika kamu hanya menginginkan uang! Ini,, ambil Semuanya bahkan aku masih bisa untuk melipatgandakan itu" tutur raka sambil melemparkan uang itu di wajah Shasa


Shasa hanya bisa mengelak dan memalingkan muka, dengan apa yang tengah Raka lakukan padanya, air matanya tak berhenti untuk mengalir


"Selama ini aku berpikir kamu wanita berbeda dari sekian banyak wanita di luar sana, tapi itu semua hanyalah pemikiran ku saja! Kamu tidak ada bedanya dari mereka, kamu Sama murahannya dengan mereka yang sudah menjual diri. Sekarang kamu pergi dari sini, aku jijik aku benar-benar sudah tidak tahan berada dalam satu ruangan bersama denganmu" jelas Raka sambil menunjuk ke arah pintu kamar hotel


Shasa melangkahkan kakinya, tanpa mengatakan apapun, dia hanya bisa menangis, mendengar hinaan yang di lontarkan oleh raka ke padanya. Shasa mendekat pada pintu dan mencoba untuk membuka pintu kamar hotel


"Kata kuncinya adalah namamu. Pergilah,, aku sudah tidak ingin melihat wajahmu lagi, dan lain waktu Kedepannya jangan pernah menampakkan, dirimu lagi di hadapanku, jangan pernah menganggap bahwa kita pernah kenal sebelumnya, aku tidak sudih untuk mengenal seseorang sepertimu" pinta Raka Sebelum Shasa pergi dan meninggalkan Raka sendiri di dalam kamar.


Dengan langkah yang berat, Shasa mengangkat kakinya berjalan terpincang-pincang dan berusaha untuk menahan sakit di hatinya.


Shasa Memegang dadanya berjalan membungkuk berpegangan pada dinding, menulusuri lorong hotel agar bisa keluar dari hotel tersebut


***


Shasa menghela nafas panjang saat sudah keluar dari hotel, sesaat Shasa berhenti untuk melangkah! dia membungkuk memegang kedua lututnya yang terasa lemas untuk melangkah, dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Shasa berbalik dan melihat hotel yang baru saja iya masuki, dia mengingat bagaimana tatapan Raka melihatnya! Bagaimana amarah dan kebencian yang sudah melanda hatinya


"Maafkan aku,, hanya ini yang bisa aku lakukan aga kamu membenciku, agar kepergianku kelak tidak membuat hatimu terluka lebih dalam lagi" ucap Shasa sambil berusaha untuk berjalan meski langkahnya itu terasa berat.


Dengan kesedihan di hati Shasa dan dengan luka yang ada di kakinya, dan bagaimana penyakit yang sudah menyerangnya membuat Shasa tidak mampu untuk menahan semuanya. Pandangan matanya gelap dan membuatnya tak sadarkan diri di depan hotel.


Shasa terjatuh dan tergeletak di tanah, dan tidak menunggu lama untuk membuat para pengunjung dan orang-orang yang melintas di area itu berkerumunan untuk melihat ke adaannya.


"Syukurlah, dia baik-baik saja sekarang" ucap salah satu wanita yang yang sudah memeriksa denyut nadinya


"Apa ada yang sudah memanggil ambulans?" Tanya salah satu lelaki paruh baya yang juga ikut melihat keadaan Shasa


"Iya aku sudah menghubunginya, sebentar lagi mobil ambulance akan segera datang" jawab orang yang berdiri di dekatnya


Dengan sangat kebetulan Ratna yang tengah melintas di depan hotel, penasaran melihat kerumunan yang terjadi di depan hotel, dia pun dengan rasa ingin tahunya menyuruh sopirnya untuk berhenti dan bermaksud untuk melihat apa yang sedang mereka tonton


Ratna yang tengah berjalan di dalam kerumunan itu membulatkan matanya saat melihat Shasa tengah tergeletak di tanah tak sadarkan diri.


"Shasa,," Ratna dengan cepat berjalan ke arah Shasa yang sudah di kerumuni banyak orang


"Nyonya apa anda mengenalnya?" Tanya wanita yang dari tadi sudah memeriksa keadaan Shasa


"Benar,, dia calon menantuku" jawab Ratna


"Tolong bantu aku membawanya ke mobil, aku akan membawanya ke rumah sakit" pinta Ratna pada orang yang ada di dekatnya.

__ADS_1


__ADS_2