Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa yang mereka lakukan di dalam?


__ADS_3

"Kata mereka,, Sebelum bibi menemukanku, aku tidak bisa ingat apa-apa lagi. bibi bilang padaku dia menemukanku disaat aku berusia tujuh tahun, itu aku mengingatnya,


tapi sebelum itu aku sama sekali tidak bisa mengingat apapun." Jelas Shasa yang raut wajahnya sudah mulai terlihat sedih, sambil menggelengkan kepalanya.


"Sungguh aku tidak bisa mengingat apa-apa! Jelas Shasa lagi


tapi Raka tidak berhenti sampai disitu untuk terus bertanya padanya. rasa penasaran dalam hatinya terus mendorongnya agar mengintrogasi Shasa sampai mau mengatakan semuanya


Raka berdiri dari duduknya dan memegang bahu shasa


"Shasa apa kamu tidak pernah mencoba untuk mengingatnya? Tentang siapa dirimu dan siapa orang tuamu yang sebenarnya" Tegas Raka memaksa


"Menurutmu Anak di usia tujuh tahun di temukan tak sadarkan diri dengan basa kuyup Tampa adanya seseorang yang menemaninya, menurutmu itu bagaimana? Kenapa orang tuanya tidak ada di sana?" Tanya balik Shasa yang membuat Raka mengerutkan keningnya tak mengerti dengan apa yang tengah


diucapkannya


Shasa tersenyum, berusaha untuk menyeimbangi perasaannya yang kini sudah merasa perih dalam hatinya


"Apa maksudmu? Tanya Raka yang merasa bingung


"Seorang anak Di usia yang masih terbilang kecil, yang masih butuh kasih sayang dari orang tuanya ditemukan dengan keadaan yang memperihatinkan. Dan saat dokter menyatakannya dia menderita akibat tidak makan dengan teratur, memakan makanan yang tak layak untuk di konsumsi, di temukan dengan banyak bekas luka di tubuhnya! Menurutmu apa yang sudah dialami oleh anak itu?" Tanya shasa yang mulai merasa emosi.


"Apa anak itu telah di buang atau sengaja di terlantarkan begitu saja? Atau anak itu sudah mendapat siksaan yang membuat luka di tubuhnya, hilang dengan butuh waktu yang lama?


"Apa menurutmu semua itu perlu di ingat? Apa masa-masa itu perlu untuk di simpan dalam memori? Apa itu aku harus mengingat semuanya?


"Aku harus mulai mengingat dari mana? apa disaat aku di terlantarkan? Atau di saat aku di siksa, menurutmu bagaimana? Shasa dengan emosinya terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada Raka, Dan terus berbicara Tampa henti.


"Sebenarnya Jangan kan untuk mengingat! untuk menyebutnya saja aku merasa tidak bisa bernafas aku merasa sesak, tapi kenapa kamu terus mengungkitnya dan terus mempertanyakan itu" Jelas Shasa dengan emosi yang sudah membuatnya marah hingga suaranya pun menjadi gemetar dan serak.


Shasa tidak bisa lagi menahan air matanya, dia berbalik dan membelakangi Raka yang tengah berdiri di belakangnya


Raka yang terus menatapnya, dengan tatapan yang sudah merasa bersalah memegang bahu Shasa dari belakang.

__ADS_1


"Sudah jangan dipikirkan lagi, aku minta maaf, karena sudah bertanya padamu" tutur Raka dengan rasa bersalahnya


untuk mencoba menyembunyikan kesedihan hati nya, Shasa Menghapus air matanya dengan cepat. Dia tidak ingin memperlihatkan kesedihan yang ada pada dirinya


"Untuk apa aku mencoba mengingat orang yang begitu tegah padaku? Membuang ku itu berarti mereka tidak menginginkan ku, apa aku harus mengingat mereka?" Lanjut Shasa yang benar-benar sudah merasa marah


"Sudah jangan bicara lagi itu sudah cukup, tidak perlu untuk melanjutkannya lagi, aku minta maaf." Ujar Raka dengan rasa menyesal dan membalikkan tubuh Shasa dan memeluknya


"Maaf,,, maaf,, aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, Shasa maafkan aku, Tolong jangan bersedih lagi" tutur Raka


"Aku berjanji tidak akan mempertanyakan itu lagi, jadi aku mohon maafkan aku" tutur Raka dengan rasa bersalah dalam hatinya hingga membuatnya memeluk shasa dengan erat.


Raka melepas pelukannya dan melihat Shasa dengan matanya yang memerah dan air mata yang masih terbendung di kelopak matanya, meski berusaha untuk menahannya, namun air mata itu tetap mengalir, Shasa yang selalu tidak ingin memperlihatkan kesedihannya kembali berbalik dan membelakangi Raka.


"Aku tidak apa-apa! Tuan Raka aku ingin istirahat, apa kamu bisa meninggalkan aku sendiri?" Ucap Shasa yang masih mencoba untuk terdengar tenang.


Tapi Raka tidak beranjak dari tempat iya berdiri, meski shasa sudah bermaksud untuk mengusirnya.


Raka tetap berdiri di belakang shasa dan tidak berdalih untuk tetap terus memandangnya.


Didalam kamar menjadi hening dan sunyi Tampa ada suara dari mereka berdua.


***


Dan Di luar kamar, Romi yang merasa kepo dengan gelisah duduk di sofa sambil sesekali melihat ke arah kamar, di mana Raka masuk ke dalam sana, dan sesekali melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Hhemmm..." Romi menghela nafas


" Apa yang mereka lakukan di dalam?" Tanyanya dalam hati


" Ini sudah malam tapi bos masih belum juga keluar dari sana, apa aku kesana saja untuk minta ijin pulang, atau aku pulang saja Tampa minta ijin" tutur Romi pada dirinya sendiri


Romi yang tidak bisa menahan diri berdiri dari sofa, rasa bosan karena duduk sendiri dan rasa keponya itu, membuatnya memberanikan diri berjalan mendekat pada pintu kamar tamu yang di tempati Shasa.

__ADS_1


Saat ingin mengetuk pintu


"Ehhem.. tiba-tiba terdengar suara dehuman yang membuatnya menoleh dengan cepat.


Romi jadi salah tingkah dan tersenyum-senyum sendiri melihat Surti yang menatap tajam padanya.


"Kenapa kamu masih disini?" Tanya Surti dengan memasang wajah datar


"Ini sudah malam dan kamu tidak ada kerjaan lagi sebaiknya kamu pulang" ucapnya sambil mencibir bibirnya melihat kesal pada Romi


"Aku memang bermaksud untuk pulang, sekarang aku hanya ingin minta ijin dulu sebelum pergi" jelasnya pada Surti yang selalu memang tidak pernah menyukai dirinya


"Kamu tidak perlu minta ijin, sekarang kamu pergi saja," ucapanya dengan dingin


Romi hanya patuh dan melangkahkan kakinya untuk berjalan keluar dari dalam rumah sambil terus menggerakkan bibir dan wajahnya bermaksud untuk meledek Surti dari belakang.


Setelah Romi sudah pergi Surti melihat ke arah pintu kamar Shasa dan tersenyum bahagia.


**


Untuk beberapa lama kemudian Raka mulai mengangkat kakinya berjalan menghampiri Shasa yang tengah duduk dan berdiri di depannya.


Raka memegang dagunya dan mendongakkan kepalanya, melihat wajahnya yang masih terlihat sedih


"Apa kamu marah padaku?" Tanya Raka yang tidak bisa melihat Shasa mendiaminya.


Shasa hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban dari pertanyaan Raka


"Shasa aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuatmu bersedih" jelas Raka yang mencoba untuk membujuknya


"Tidak,, aku benar-benar tidak apa-apa. sekarang aku hanya merasa sedikit lelah, dan ingin beristirahat! Apa bisa kamu meninggalkanku untuk beristirahat sebentar" ucap Shasa yang mencoba untuk memalingkan tatapan matanya.


Raka menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Tidak,, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Sebelum kamu benar-benar sudah memaafkan ku" tegas Raka yang tetap pada pendiriannya


Shasa yang selalu ingin memalingkan pandangannya kini menatap tajam pada Raka, mata yang masih berkaca-kaca menatapnya dengan penuh kemarahan di dalamnya


__ADS_2