
Raka pun berhenti dan menatap tajam lelaki yang berbadan besar itu, seakan ingin menyingkirkannya dengan cara menikamnya dengan tatapan yang iya pancarkan
"Minggir, aku akan membawanya ke rumah sakit aku tidak punya waktu untuk meladeni mu sekarang, jika majikan mu ingin menemui ku, katakan aku menunggunya di sana!" Ucap Raka dan mencoba untuk melanjutkan langkahnya, namun lelaki itu tidak membiarkan Raka pergi, dia menahan dengan cara memegang tangan Raka.
Raka pun tak bisa untuk melawan karena kedua tangannya sedang mengangkat tubuh Shasa.
Dari belakang terlihat Rendi, mencoba untuk membantu Raka, melepas tangan lelaki itu dengan sekuat tenaganya. Dan melayangkan tinju pada lelaki yang berbadan besar itu.
Tidak menunggu lama untuk Rendi membuat lelaki berbadan besar itu jatuh terkapar di tanah
Rendi menatap ke arah Raka yang kini memandanginya
"Jangan besar kepala, aku melakukan ini demi Shasa bukan untukmu, pergi dari sini biar aku yang menangani ini," ucap Rendi, ketika lelaki berbadan besar itu berhasil iya jatuhkan.
Rendi yang berbadan kekar hampir memiliki kekuatan yang sama dengan Raka, bela diri mereka cukup hebat, masalah algojo algojo itu, dengan muda iya kalahkan.
Raka yang tidak ingin membuang waktu, dengan cepat berjalan menuju mobilnya, dan membaringkan Shasa di kursi belakang, dan dia pun segera masuk dan duduk di kursi pengemudi,
Raka menyalakan mesin mobil dan menyetir mobil mewahnya itu dan melajukan nya dengan cepat. Berharap bisa sampai tujuan dengan cepat
Rendi yang masih berdiri di antara lelaki bayaran itu hanya bisa melihat mobil Raka hingga menghilang Tampa melakukan apapun,
Begitupun dengan Rita dia memandangi punggung mobil Raka sampai menghilang, rasa kawatir nya begitu besar, hingga dia merelakan Shasa di bawa pergi oleh Raka.
Rita percaya, Raka mampu mencarikan dokter hebat untuk Shasa agar dapat menyembuhkan penyakitnya itu, melihat dari kedudukan dan materi yang di miliki oleh Raka, itu mampu membayar dokter mana pun.
Dan Rita juga percaya perhatian Raka pada Shasa bukan hanya sekedar untuk balas Budi saja,
Melainkan dia memiliki perasaan yang mendalam terhadap Shasa.
Dari itu Rita memiliki harapan besar terhadap Raka.
__ADS_1
"Pergi dari sini, jangan sampai aku melihatmu lagi, di sekitar sini,
Jika memiliki urusan dengan Raka, jangan mendatanginya kemari. Dia memiliki rumah dan tempat tinggalnya sendiri" ucap Rendi dengan marah
Rita yang masih berdiri melihat Rendi membereskan para algojo itu, menggelengkan kepalanya. Dia Mendengar ucapan dari rendi, yang sangat jelas menunjukkan jika dia tidak menyukai Raka.
Para algojo yang sudah babak belur, segera bergegas untuk meninggalkan tempat itu, Tidak membuang waktu ketiga algojo itu berdiri, dan dengan cepat berjalan ke arah mobil mereka, dan pergi dari tempat itu
Setelah mereka pergi, Rendi pun melangkahkan kakinya berjalan menuju mobilnya, Tampa mengatakan apa pun pada Rita yang masih berdiri dan menatapnya.
Rasa marah di hati Rendi, akibat persetujuan Rita yang mengijing kan Raka untuk membawa Shasa, membuatnya beranggapan buruk padanya.
"Rendi,, jangan marah pada bibi
Bibi bisa menjelaskan semuanya kepadamu, kenapa bibi mengizinkan Raka untuk membawa Shasa"
Ucap Rita, yang mencoba untuk menjelaskan ke pada Rendi dengan pemahaman yang di anggapnya benar
Melihat tingkah laku Rendi, Rita hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Rita belum sempat menjelaskan pada Rendi, kenapa dia menyetujui shasa di bawah oleh Raka, tapi kini Rendi pergi begitu saja Tampa mencari penjelasan itu darinya.
Rita berjalan masuk ke dalam warung dengan langkah kaki yang terasa berat, dia merasa gelisah dengan keadaan Shasa sekarang,
"Ini yang pertama kalinya, buat Shasa selama dua belas tahun ini apa dia bisa menahan rasa sakit yang di deritanya?" Tanya Rita dalam hatinya,
Rita sama sekali tidak menyangka penyakit itu masih ada dalam ingatan Shasa. Dia terus menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan segala sesuatu yang terjadi sore ini
Rita yang berdiri di dekat meja, berjalan menuju meja kasir miliknya, dan tidak lupa untuk menghubungi dokter Antoni, Rita mengambil ponsel dan menekan tombol mencari nomor kontak dokter Antoni dan menghubunginya,
Rita menjelaskan semua yang terjadi sore ini, dan menceritakan ke salah pahaman Rendi terhadapnya.
__ADS_1
"Dokter aku hanya ingin Shasa sembuh, dan melihatnya hidup bahagia, dari itu aku membuat keputusan seperti itu." Ucap Rita pada dokter Antoni, dengan sedikit penyesalan karena telah membuat rendi, salah paham dan marah padanya.
"Jangan kawatir dengan masalah Rendi, kamu sudah tahu sifatnya, dia memang sedikit keras, tapi kepada kamu dan Shasa aku yakin dan percaya dia tidak akan pernah bisa marah, dengan lama," ucap dokter Antoni pada Rita yang mencoba untuk menenangkan hatinya, yang sedang kawatir dengan keadaan shasa dan juga dengan Rendi yang sedang marah padanya
"Dokter terimahkasih, karena kamu setuju denganku dan mendukungku," ucap Rita dengan nada yang tulus.
Antoni terdengar tersenyum, dan Rita pun membalas senyuman dokter Antoni dari balik telfon, dan setelah itu Rita memutuskan panggilannya
Setelah panggilan dari Rita terputus, dokter Antoni menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar
Antoni yang mendengarkan penjelasan dari Rita tadi setuju dengan pendapat Rita.
namun sesuatu yang mengganjal di hatinya, mengenai dengan penyakit Shasa yang lain , dokter Antoni tidak tau harus bagaimana dan apa yang harus di lakukan nya.
Jika Raka benar-benar peduli pada Shasa, dia akan melakukan segala hal yang bisa menyembuhkan trauma Shasa, tapi yang di takutkan oleh dokter Antoni, Raka juga akan tahu dengan penyakit kangker dalam hati Shasa.
Di dalam mobil Raka sesekali, melihat ke belakang, melihat ke adaan Shasa yang lama kelamaan mulai berangsur membaik.
"Tuan,, anda tidak perlu membawaku ke rumah sakit, sekarang lihat sendiri kan?
Aku sekarang sudah hampir membaik," ucap Shasa sambil bangun dan duduk.
"Sekarang sakit kepalaku juga sudah tidak terlalu menyakitkan, sebaiknya bawa aku pulang saja, setelah aku istirahat semuanya akan berlalu" ucap Shasa lagi.
Shasa berusaha mencegah Raka agar tidak membawanya ke rumah sakit, karena dia yakin, jika Raka memeriksakannya, alhasil penyakit kanker hati yang di deritanya juga akan di ketahui olehnya.
Shasa tidak ingin itu terjadi, dia tidak ingin penyakitnya itu di ketahui oleh orang lain, baginya cukup hanya dia dan dokter Antoni yang mengetahuinya.
Untuk sesaat Raka hanya terdiam mendengar permintaan dari Shasa, Raka melirik shasa melalui cermin yang ada di atas depan pengemudi. Dan kemudian dia mengangguk
"Baik,,, aku tidak akan membawamu kerumah sakit, tapi kamu tetap harus di periksa oleh dokter," ucap Raka dan tetap melajukan mobilnya
__ADS_1