Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Ini sakit tau


__ADS_3

Raka yang kini menjadi pria dewasa dengan umur dua puluh delapan tahun, tumbuh menjadi pria yang sangat tampan dan kaya, dia memiliki perusahaannya sendiri dan menjadi idola bagi para wanita,


Sifat dinginnya yang tidak pernah hilang membuatnya mendapat julukan si pria es bagi para karyawannya, Senyuman di wajahnya tak pernah terlihat oleh siapapun dia selalu nya irit bicara, namun dia tetap menjadi lelaki yang paling populer, Dengan ketampanan dan kekayaannya, tak sedikit wanita yang berebut untuk mendapatkan hatinya**


Raka berjalan masuk menuju ruang kantornya, Pria yang tinggi dengan satu tangan di saku celana, berjalan dengan elegan membuat para karyawan wanita di kantor itu hanya menatapnya.


"Waauw,, Untuk saat ini aku benar-benar jatuh cinta, hanya pada seseorang yang membuat hatiku ini berdegup kencang"


Ucap salah satu karyawan wanita, pada rekan kerja yang ada di dekatnya


"Hey,, aniata jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil untuk kamu dapatkan," Ucap pria yang bernama Vero padanya


"Benar,, Kamu tidak tahu dengan sikap bos kita itu, pria es yang sangat dingin, jangankan senyum berbicara pada kita-kita saja aku tidak pernah mendengarnya, selama aku bekerja disini," Karyawan wanita yang satunya lagi yang bernama Sindi ikut bicara,


"Bener juga,," Aniata menyentuh dagunya


"Tapi aku tetap menyukainya, andai saja si bos mau berkencan denganku, aku akan menjadi wanita paling bahagia di muka bumi ini" Ucap Anita dengan genit


Ehemm...


Dehuman dari belakang terdengar membuat karyawan menoleh ke arah suara, Semuanya berdiri saat melihat siapa yang berdiri di belakang mereka


"Pagi manajer Susi!" Sapaan dari para karyawan terdengar untuk wanita cantik yang tengah berdiri itu,


"Saat bekerja jangan membicarakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan,


Kalian bekerja dengan baik saja, Untuk kedepannya jangan berbicara omong kosong"


Kata-kata Susi membuat Anita, Vero, dan Sindi saling menatap


"Baik.." Ucap serentak para karyawan.


Manajer Susi berjalan pergi dan masuk dalam ruangannya dia duduk dan memegang ponsel di depannya, pikirannya fokus pada sesuatu yang tidak tahu apa itu, Dia terlihat tersenyum sendiri dan bersandar di kursi kerjanya


**


"Ahh.. Waktu makan siang sudah tiba, teman-teman kalian ingin makan di luar kantor?" Vero mendekati kedua wanita yang duduk berdampingan di depan meja


"Oh iya aku mendapatkan kupon diskon dari warung ayam Kentucky, apa kalian ingin makan itu?" Tanya Sindi pada kedua temannya


"Tidak buruk juga, Baiklah hari ini kita makan ayam Kentucky, Teman-teman hari ini kami ingin memesan ayam Kentucky,


apa diantara kalian juga ingin memesan?" Tanya Vero pada rekan kerja lainnya


Mereka-mereka saking menatap


"Ok, ok Aku juga ingin pesan"


"Aku juga"

__ADS_1


Masing-masing mereka yang mendengar mengangkat tangan ke Vero untuk di pesankan.


"Semuanya ingin," Bisik Sindi


"Kita akan dapat diskon yang banyak," Bisik Sindi lagi pada Anita sambil tersenyum


"Bener juga, Ssss cepat pesan,"


Bisik Anita dengan jari telunjuk di bibirnya.


Sindi mengangguk dan memesan ayam Kentucky, dengan jumlah yang banyak.


"Sudah di pesan tinggal tunggu pesanan datang," Ucap Sindi dan bersandar di kursi kerjanya.


Tidak lama menunggu terlihat gadis muda, berlari masuk dalam kantor sambil membawa kotak yang diikat rapi menjadi satu, Banyaknya pesanan dari Sindi membuatnya kesusahan membawa pesanan itu, Kedua tangannya mengangkat pesanan itu dengan tubuh kecilnya, menjadikan langkah kakinya pun terasa berat.


"Maaf-maaf Karena telah membuat kalian menunggu dengan lama?" Gadis muda itu menunduk kan kepalanya di hadapan para karyawan dengan senyuman yang menawan di perlihatkan, dan membagikan kota itu satu persatu pada mereka.


"Tidak masalah ini tepat waktu kok" Ucap Sindi mendekati gadis muda itu dan memberinya uang, Bayaran untuk pesanannya itu.


Gadis muda itu pun menerimanya


"Terimakasih, terimahkasih Telah memesan di warung kami" Katanya sambil menundukkan kepalanya


Gadis muda itu dengan penampilan yang lusuh, dengan keringat di sekujur tubuh membuat tampilannya menjadi berantakan, namun dia tetap terlihat manis dan menggemaskan. Dia mengusap keringat di wajah dan berjalan keluar dari kantor setelah menerima uang dari Sindi.


Dia berjalan sambil melihat kebawah, melihat kakinya yang sedang melangkah,


Raka yang ingin keluar melihat kejadian itu dan menatap gadis yang ada di depannya, dengan mengerutkan keningnya


Gadis itu terlihat memarahi pintu yang ada di depannya, sambil memegang dahinya yang terasa sakit


"Aaaohk.. aaahk.. Kepalaku,, apa yang kau lakukan disini? Ini sakit tau,," Ucap gadis muda itu pada pintu, sambil menunjuk-nunjuknya


Gadis muda yang begitu polos, dengan penampilan yang norak menarik perhatian Raka.


Raka yang berdiri di belakang gadis itu, tiba-tiba tersenyum melihat tingkah lucunya! Senyum geli Tampa iya sadari muncul di bibirnya yang seksi, Romi sang asisten yang berdiri disampingnya membulatkan matanya yang sipit melihat atasannya itu tersenyum, Selama bertahun-tahun dia mengikuti atasannya itu, ini baru pertama kalinya dia melihatnya tersenyum seperti itu.


Sikap dingin yang selalu di perlihatkan, tiba-tiba menjadi hangat untuk sesaat


Tampa tahu keberadaan Raka yang berdiri di belakangnya, Gadis itu mendorong pintu dan keluar dari kantor, Diar berjalan menuju motor yang terparkir. Dan pergi


Raka masuk dalam mobil dan duduk di belakang pengemudi.


Sedangkan Romi sang asisten duduk di depan untuk mengemudi. Romi melajukan mobil dengan pelan dan santai seperti biasa, Dan sesekali melihat atasannya yang duduk di belakang melalui cermin di depannya


"Bos Dona mengundang anda untuk datang ke acara ulangtahun nya malam ini" Ucap Romi sambil tetap menyetir


Raka hanya mendengarkan perkataan asistennya itu tapi tidak meresponnya, dia tetap duduk santai dan melihat lurus ke depan.

__ADS_1


Raka yang umumnya irit bicara tidak begitu suka dengan situasi yang begitu ramai, Romi pun tahu dengan hal itu, Jadi dia tidak mengulangi perkataannya.


Didalam mobil seperti biasa, sepi Tampa suara, dari Raka maupun Romi yang sedang menyetir,


Sesampai di tempat tujuan Romi bergegas Turun dan membukakan pintu untuk atasannya itu, Raka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam restoran bintang lima


Raka berjalan masuk dan disambut baik dari para pelayang restoran


"Selamat siang tuan" Sambut para pelayang yang melihatnya


Raka hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban dari sapaan itu. Raka berjalan masuk dalam satu ruangan


Ha-ha-ha


"Jangan sungkan saat ini kita adalah rekan bisnis dan akan segera menjadi besan" Ucap seseorang yang ada di dalam ruangan itu


Kata-kata yang terdengar itu membuat Raka menghentikan langkahnya disaat telah berada di dalam ruangan, Melihat dua pengusaha besar saling tertawa bahagia itu mengurungkan niat untuk bergabung dengan mereka, Raka berbalik untuk pergi


Tapi Santoso terlanjur melihatnya


"Lihat sekarang putrakuu sudah tiba" Ucap santoso


Santoso berdiri dan menunjuk ke arah Raka,


"Dialah putraku, Raka Santoso" Ucapnya lagi.


Santoso begitu senang dan bahagia melihat kehadiran Raka. Ekspresi wajahnya begitu cerah sehingga membuat Raka, Raka yang mau tidak mau terpaksa bergabung dengan mereka.


Seorang wanita yang tengah duduk di antara dua kelurga itu Membulatkan mata, melihat pria yang sangat tampan berjalan kearah mereka.


Pria yang bertubuh tinggi dan berbadan kekar, dengan kemeja putih yang di pakainya terlihat pas menempel di tubuhnya membuat otot-ototnya jelas terlihat menonjol


Wanita itu dengan segera berdiri menghampiri Raka dan mempersilahkannya duduk di kursi yang sudah di siapkan


"Kau sudah datang duduklah" Ucap Santoso pada putranya itu


Raka duduk dengan santai, Wanita yang masih berdiri di sampingnya menjulurkan tangan memperkenalkan diri


"Hai.. Aku Laura, harap kedepannya kita akan lebih akrab" Ucapnya


Raka menoleh ke arah papanya yang terlihat begitu gembira! Raka menjabat Tangan wanita itu demi menjaga nama baik papanya


"Aku Raka" Jawabnya singkat dan melepaskan tangannya


Kedua keluarga itu tertawa bahagia


"Laura,,, Bagaimana menurutmu? Tanya lelaki paruh baya yang duduk di tengah-tengah mereka yang tak lain adalah Irawan papa dari Laura,


Laura tersipu malu mendengar pertanyaan dari papanya itu, Dan melirik kearah Raka.

__ADS_1


"Jika kau menyukainya katakan saja, kami akan senang mendengarnya" Ucap Debi mama dari laura


Laura hanya tersenyum dan sesekali melirik Raka yang duduk di sampingnya


__ADS_2