Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa kalian sedang memperebutkan ku?


__ADS_3

Mata Shasa jadi melebar dan senyuman di wajahnya pun terlihat sangat manis saat melihat Rendi yang sudah berdiri di belakangnya


"Kak Rendi,, kamu.., apa yang membuatmu kemari dan ini masih terlalu pagi, apa kamu tidak ke rumahsakit?" Tanya Shasa sambil berjalan mendekat pada Rendi dengan perasaan yang senang dan memegang tangan Rendi di hadapan raka


Rendi yang di sambut baik oleh Shasa tersenyum bahagia, dia mengelus rambut Shasa dan tersenyum.


"Aku merindukan adik kecilku ini, jadi pagi-pagi begini kakak sengaja datang kemari untuk menjemputmu pulang" ucapnya sambil menekan hidung Shasa dengan manja


Kecemburuan Raka muncul saat melihat kedekatan dari mereka berdua, Raka tidak berfikir jernih dan mengeluarkan, kata yang ada dalam pikirannya


"Shasa bergegaslah, aku harus mengantar mu pulang, dan juga harus ke kekantor, aku bisa saja terlambat jika kamu mengulur waktu seperti ini," jelas Raka, dengan nada yang terdengar sedang dalam suasana hati yang tidak begitu baik, Setelah melihat Shasa begitu sangat senang dengan kedatangan rendi.


Dengan ketidak sukaannya pada Rendi, Raka dengan tidak sengaja mengeluarka kata-kata yang membuat Rendi mendengarnya tersenyum senang, dia seakan merasa telah mendapat contekan dari soal yang di kerjakannya.


Shasa menoleh ke arah Raka yang sedang memanggilnya dan menganggukkan kepalanya, dan ingin melangkahkan kakinya, tapi dengan cepat Rendi menahannya saat shasa ingin melepaskan tangannya dari genggaman rendi


"Tidak perlu repot-repot, aku bisa mengantarnya pulang dan kebetulan hari ini aku tidak bertugas, karena aku tugas malam, jadi biarkan aku yang mengantarnya, aku tidak akan terbebani sepertimu." Tegas Rendi yang jelas sedang menyinggung raka.


"Tidak,, aku yang harus mengantarnya," tegas Raka sambil berjalan mendekat pada shasa dan menarik tangan Shasa yang satunya, dan menatap tajam pada Rendi


Rendi pun tidak membiarkan Raka membawa Shasa dan tetap menahan Shasa dengan memegang tangan yang satunya lagi


"Tuan Raka kamu itu pemimpin di perusahaanmu, dan kamu itu sebagai contoh teladan bagi para karyawan mu, jika kamu mengikuti aturan yang kamu terapkan sendiri, para karyawanmu akan senantiasa, mengikuti semua yang kau lakukan" jelas Rendi


Shasa yang berada di tengah-tengah mereka berdua, melihatnya dengan tatapan bingung, sesekali Shasa menoleh untuk melihat raka dan sesekali dia menoleh melihat Rendi.


"Apa yang kalian lakukan? Apa kalian sedang memperebutkan ku?" Tanya Shasa sambil tersenyum menganggap dirinya sedang bercanda, namun bagi kedua pria itu memang sedang memperebutkan nya.


"Shasa,, bibi pasti sangat merindukanmu, ini yang pertama kalinya kamu meninggalkannya, sebaiknya kita pulang dengan cepat, dan lagi pula tuan Raka harus ke kantor, kamu jangan mengulur waktu untuknya." Sindiran jelas dari Rendi lagi sambil melihat kearah Raka, yang sudah menatapnya dengan tatapan dengan penuh aura kemarahan.


"Tuan Raka,, kak Rendi benar. Shasa ikut dengannya saja, jika mengantarku kamu bisa saja telat kekantor, pagi ini bukannya kamu ada meeting penting?" Tegas Shasa sambil melepaskan tangannya dari pegangan Raka


"Tapi aku sudah berjanji padamu untuk mengantarmu pulang," ucap Raka dengan memegang kedua bahu Shasa

__ADS_1


"Tidak apa,, Shasa mengerti, tuan Raka memiliki kesibukan sendiri," ucapnya dan memukul lengan Raka sambil tersenyum manis padanya


"Tapi Shasa..


"Shasa ayo,," Rendi memotong perkataan dari Raka, dengan sengaja mengajak Shasa untuk masuk ke dalam mobilnya.


Sebelum melangkahkan kakinya, Shasa kembali menoleh ke arah Raka dan memukul lengannya lagi


"Tuan Raka aku pulang dulu, terimahkasih atas segalanya yang sudah kamu lakukan," ucap Shasa sambil menundukkan kepalanya dengan hormat di hadapan Raka dan berjalan menuju mobil Rendi yang tidak jauh darinya


Rendi mendahului Shasa dan membuka pintu mobil untuknya, membantu Shasa masuk ke dalam mobil


"Hati-hati" ucap Rendi


Raka melihatnya penuh dengan amarah di dalam hatinya, Raka mengepalkan tangannya dan berjalan menuju mobilnya, tidak lagi mempedulikan Shasa yang masih menatapnya di dalam mobil dan yang sedang tersenyum manis padanya.


Raka menjalankan mobilnya sebelum Shasa dan Rendi meninggalkan kediamannya, Tampa melihat lagi ke arah Shasa.


Sedangkan di sisi Rendi melihat sikap Raka yang seperti itu, tersenyum puas karena melihat kecemburuan raka yang begitu membara.


"Apa semalam tidurmu nyenyak?" Tanya rendi


"Hee''eee,, Shasa mengangguk dan tersenyum


"Shasa dua hari lagi,, hari ulang tahunmu apa kamu memiliki permintaan pada kakak, seperti biasanya? Apa kamu menginginkan sesuatu atau ingin berpergian di suatu tempat atau apapun itu. katakan saja kakak akan mengabulkannya untukmu," jelas Rendi dan tetap fokus melihat ke depan


Shasa melihat mata Rendi penuh dengan ketulusan saat mengatakan hal itu, Shasa tersenyum


"Benarkah?" Tanyanya dengan serius


Rendi mengangguk


"Katakan saja apa itu, aku akan berusaha untuk bisa mengabulkannya," ucap Rendi dan kembali mengusap rambut Shasa

__ADS_1


"Baik,,, aku harus memikirkannya dulu. tapi ingat kak Rendi berjanji untuk mengabulkannya," jelas Shasa memperingati Rendi agar tidak ingkar dari janjinya


Lagi-lagi Rendi mengangguk


"Jangan kawatir aku tidak akan melupakan itu" ucapnya untuk meyakinkan shasa


Mereka berdua telah sampai di warung Rita, Rendi dan Shasa keluar dari dalam mobil.


Shasa bergegas, melangkahkan kaki nya dengan cepat dan berjalan masuk ke dalam warung sambil berteriak memanggil Rita


"Bibi,, bibi,, Shasa sudah pulang," seperti anak kecil Shasa terus memanggil bibi Rita


"Shasa,, kamu sudah pulang!?" Ucap Rita dan berjalan mendekat pada Shasa.


"Apa kamu baik-baik saja? Kamu tidak merasakan sakit lagi? Kamu..


"Bibi,, lihat Shasa sangat sehat," jawab Shasa sambil berputar di depan Rita memperlihatkan ke kebugaran tubuhnya yang dia rasa sangat sehat.


Rita langsung memeluk Shasa


"Jangan sampai kamu sakit lagi, bibi sangat takut jika terjadi apa-apa denganmu" ucapnya lagi


"Bibi jangan kawatir, mulai saat ini Rendi janji akan selalu menjaganya, tidak akan membiarkannya sakit lagi." Ucap Rendi untuk menenangkan hati Rita, yang terlalu kawatir pada shasa.


***


Raka berjalan masuk kedalam kantor, dimana saat itu Romi telah menunggunya di ambang pintu.


"Pagi bos," sapa Romi sambil menundukkan kepalanya dengan hormat


Meski mendengar dan melihat sapaan dari Romi, namun Raka tak memberinya balasan apapun,


Raut wajah yang terlihat begitu asam membuat suasana itu jadi masam

__ADS_1


Raka berjalan dengan tatapan lurus ke depan tampah menoleh, meskipun para karyawan menyambutnya dengan menyapanya.


Raka berjalan Tampa menghiraukan semua sapaan dari para karyawan, wajah dinginnya seakan-akan membekukan semua ruangan yang ia lewati.


__ADS_2