Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
entahlah apa yang terjadi padanya


__ADS_3

"Bibi jangan cemas, secepatnya Shasa akan membawa bibi untuk bertemu dengannya, agar bibi bisa menilainya" ucap Shasa sambil menggandeng bahu Rita yang ada di sampingnya


"Tapi sha,,


"Kak Rendi.. kak Rendi juga tidak percaya pada Shasa? Setelah kak Rendi bertemu dengannya, kak Rendi akan baru tahu tentangnya, jadi untuk saat ini, jangan mengambil kesimpulan sendiri" tutur Shasa


"Baiklah sekarang kamu duduk baik disini dan tunggu bibi untuk membuatkan mu sesuatu," ucap Rita sambil berdiri


"Tidak perlu bi, " ucap Shasa dengan cepat dan memegang tangan Rita yang sudah bermaksud untuk berjalan menuju dapur


"Hari ini Shasa ada janji dengan seseorang" jelas Shasa sambil melihat jam tangannya


Rendi mengerutkan keningnya


"Seseorang? Apa seseorang yang kamu maksud itu adalah Raka? Shasa kakak sudah bilang..


"Kak Rendi,,, kak Rendi jangan khawatir! ini mungkin hari yang terakhir Shasa menemuinya" tutur Shasa dengan raut wajah yang terlihat sedih


"Shasa,,,


"Bibi Shasa sudah memikirkannya, jadi jangan khawatir Shasa baik-baik saja" jelas Shasa


Penjelasan dari Shasa Membuat dalam hati Rendi menjadi sangat bahagia, dalam hati Rendi sudah memikirkan langkah yang harus dia ambil setelah pertemuan Shasa dengan Raka usai


"Bagaimana jika kakak mengantarmu?" Ucap Rendi menawarkan tumpangan pada Shasa


"Tidak perlu kak, Shasa ingin berjalan sendiri," tutur Shasa


"Ini waktunya hampir tiba, Shasa harus pergi sekarang, Shasa tidak ingin membuatnya menunggu" jelas Shasa sambil berjalan keluar dari dalam warung


Rita dan Rendi mengikuti langkah Shasa dan bermaksud untuk mengantarnya sampai di luar,


"Shasa cuaca hari ini seakan tidak mendukung, ini terlihat akan Turun hujan, apa tidak sebaiknya kamu membatalkan janji kalian" jelas Rita


"Tidak bi,, air hujan tidak akan membuat Shasa mengurungkan niatku untuk menemuinya hari ini, Shasa sudah berjanji padanya, biarkan Shasa untuk menemuinya" jelas Shasa sambil berjalan pergi, Tampa menunggu persetujuan dari rita


"Shasa,,," panggil Rita yang sudah berjalan menjauh darinya! Rita merasakan sesuatu yang akan terjadi pada diri Shasa hari ini, dia ingin menghentikan Shasa dan melangkahkan kakinya, namun Rendi dengan cepat menghentikannya

__ADS_1


"Bibi,,, biarkan Shasa pergi,! Ucap Rendi sambil memegang bahu Rita yang bermaksud untuk mengejar Shasa


Rendi sekarang berpihak pada Shasa karena tahu, akan memutuskan hubungannya dengan Raka, rasa bahagia di hatinya itu tidak bisa iya pungkiri, dari itu dia tidak ingin Rita untuk ikut campur dengan hubungan Shasa dan Raka kali ini.


Shasa berjalan melangkahkan kakinya ketempat dimana iya berjanji akan bertemu dengan Raka , di dalam hati Shasa sudah tak sabar ingin bertemu dengan Raka, rasa rindunya pada Raka begitu mendalam, Membuat dihatinya ada rasa senang mengingat dia akan bertemu dengannya, namun ada juga duka, mengingat sebentar lagi dia akan memutuskan hubungan dengannya


Setelah sampai! Shasa duduk di bangku taman di mana dulu iya pernah, duduk bersama dengan Raka waktu itu!


Shasa tersenyum mengingat kembali kenangannya bersama Raka di tempat itu


("Kamu perlu tahu, seseorang yang ada dalam hatiku ini sebenarnya itu adalah kamu,") kata itu terngiang di ingatan Shasa saat mereka bersama dulu, senyum di mulutnya terus terlihat mengenang akan diri Raka


("Shasa yang aku katakan adalah kejujuran, Aku benar-benar menyukaimu,


Sejak malam itu,,, Sejak malam itu kamu sudah tinggal di dalam hatiku ini") Shasa menghela nafas saat kata itu muncul di dalam ingatannya


"Untuk apa semua itu kamu katakan jika sebenarnya kamu memiliki wanita lain di dalam hatimu" ucap Shasa


dengan Mengingat semua kata-kata yang di ucapkan oleh Raka waktu itu, membuat Shasa kembali menghela nafasnya


***


Sedangkan Raka yang masih ada di dalam ruang kantornya, terlihat begitu bahagia! Dia berdiri saat melihat jam di pergelangan tangannya,


"Aku harus cepat tiba di taman Sebelum Shasa datang dan menungguku" ucap Raka dalam hatinya


Raka berjalan menuju pintu dan keluar


"Tuan,," sapa Romi dan Lola serentak, saat mereka berdua melihat atasannya itu sudah berdiri di ambang pintu


"Hari ini aku ada janji, dan sekarang aku ingin keluar! ingat,, pertemuan yang belum sempat kalian batalkan, batalkan sekarang" jelas Raka sambil berjalan dan pergi, Tampa menunggu Jawaban dari Romi dan lola


Romi dan Lola hanya bisa melihat punggung atasannya itu sampai menghilang


"Eh,, eh,," Lola yang berdiri di samping Romi menggerakkan sikunya dan sengaja mengenai pinggang Romi


"apa kamu tidak merasa aneh pada sikap bos direktur yang kadang terlihat bahagia, dan juga kadang terlihat kesal dan merasa sedih" tutur Lola sambil terus menatapi punggung atasannya itu sampai menghilang

__ADS_1


"Benar juga," balas Romi membenarkan ucapan dari Lola


"entahlah apa yang terjadi padanya, aku sebagai asisten pribadinya tidak begitu terlalu mengenalnya, seperti asisten-asisten yang lain pada umumnya, yang pasti akan tahu semua apa yang terjadi pada atasannya" ucap Romi sambil menghela nafasnya dan melangkahkan kakinya menuju kursi dan duduk


"Sudahlah, cepat duduk! Jangan mempusingi apa yang terjadi pada bos direktur" jelas Romi yang melihat Lola terus berdiri dan menatap ke arah yang sudah di lalui oleh Raka


Raka berjalan menuju mobilnya yang terparkir, dan membuka pintu mobil, namun tiba-tiba dari belakang Raka! seorang laki-laki, berdiri dan menyapanya


"Tuan Raka" ucapnya sambil menunduk dengan penuh hormat


Raka menoleh dan melihat lelaki yang tengah menyapanya,


Raka tidak membalas sapaan dari lelaki itu dan kembali memalingkan wajahnya dan bermaksud untuk naik ke mobil, tapi lelaki yang ada di belakangnya menahan Raka dengan cara memegang bahunya


"Tuan muda maaf,,, tuan besar meminta anda untuk segera hadir di acara ulangtahun Anda!" Jelas lelaki itu yang tak lain adalah feri, asisten pribadi santoso


Raka berhenti namun tidak menoleh dan melihat tangan feri yang ada di bahunya


"Acara Ulangtahun?" Tanya Raka dan tersenyum


"Tapi kalian salah, aku sama sekali tidak suka merayakan itu" jelasnya dan melepaskan tangan feri dari bahunya dan tetap masuk kedalam mobil.


Raka menyalakan mesin mobilnya, namun tiba-tiba suara ponsel berdering, Raka mengambil dan melihat ponselnya, melihat nama yang ada di balik layar, Raka kembali menyimpang ponselnya itu dengan perasaan yang malas setelah melihat siapa sedang menghubunginya


Ponselnya terus berdering dan feri yang masih berdiri di luar, terus menerus mengetuk kaca jendela mobil Raka.


Dan pada akhirnya Raka pun menurungkan kaca jendela mobilnya itu


"Tuan muda,, tuan besar memerintahkan anda untuk menjawab panggilan darinya," jelas feri dengan cepat saat Raka sudah terlihat dari luar


"Feri katakan padanya! Aku tidak punya waktu untuk berurusan dengannya, aku masih ada urusan! sebaiknya kamu kembali pada majikan mu itu." Jelas Raka


"Tapi tuan muda, ini menyangkut dengan seseorang yang mungkin sangat penting dalam hidup anda


Raka menatap feri, dan menyipitkan matanya


"Apa maksudmu?" Tanya Raka dan segera mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu

__ADS_1


__ADS_2