
"Anak muda,, sekarang aku sudah tua, aku tidak bisa bekerja seperti dulu lagi, aku sudah tidak bisa menghasilkan uang! siapa yang ingin menampung orang tua seperti diriku ini, yang hanya akan menyusahkan mereka"
Mendengar penjelasan dari lelaki tua itu membuat Raka benar-benar kasihan padanya, Raka tidak tega melihat lelaki Tua yang sudah berjalan membungkuk kulit yang sudah keriput, tinggal di bangku taman seorang diri
"Pak tua,, bagaimana jika anda ikut denganku, aku akan membawa anda ke panti jompo, di sana anda tidak perlu bekerja, ataupun melakukan apapun! aku yang akan mengatur semuanya, anda hanya bisa tinggal dengan nyaman di sana" jelas Raka sehingga membuat lelaki tua itu tersenyum bahagia
"Anak muda,, kamu pria yang baik! Jika kamu benar-benar tulus aku akan mengikuti mu. sekarang aku sudah tua tinggal menunggu hari sampai ajal menjemput! dan aku ingin jika saatnya itu tiba, aku ingin menutup mata di tempat yang layak." Ucap lelaki tua itu lagi Membuat Raka yang mendengarnya, semakin kasihan padanya.
"Baik sekarang anda ikut aku," jelas Raka sambil membantu lelaki tua itu untuk berdiri dan membantunya untuk berjalan, menuju mobilnya yang terparkir
***
Sedangkan Malam itu Fiona duduk di sofa ruang tamu sambil mengigit ujung kuku jarinya, dengan perasaan gelisah. Sesekali melihat jam di dinding ruangan itu
Fiona Mengingat akan kejadian pagi tadi, dimana disaat dia diculik oleh anak buah Santo, dan dimana dia melihat senyum menyeramkan dari Santoso, yang terlihat sangat senang saat dirinya sedang terikat di dalam gudang itu.
("Wanita yang cantik,, kamu sangat cantik! Tapi kamu tidak bisa bersama dengan Raka, sekarang aku sudah menjodohkannya dengan wanita lain , jadi aku berharap kamu berkerjasama denganku sampai acara itu berlangsung dengan baik dan selesai.")
Ucapan Santoso yang terngiang di telinganya, membuatnya mengepalkan tangannya, Fiona merasa marah akan perlakuan Santoso padanya, menjadikan dirinya sebagai tawanan untuk membuat raka mau bertunangan dengan wanita pilihannya
Dan di saat itu pula, Fiona mengingat bagaimana Raka yang telah menyelamatkannya, melihat raut wajah Raka yang terlihat begitu cemas dan khawatir, tapi.. itu pun membuat dalam hati Fiona merasa marah ketika kenyataan yang di dapat bahwa, kegelisahan di dalam hati Raka itu hanya untuk Shasa.
__ADS_1
"Kak Raka, kamu tidak boleh berpaling dariku hanya karena Shasa! itu tidak boleh kak Raka lakukan, yang berhak untuk mendapingi mu, hanya aku seorang." Fiona dengan rasa marah di hatinya memukul sofa di mana iya tengah duduk dan menggelengkan kepalanya
"Ini tidak boleh aku biarkan begitu saja" ucap Fiona dalam hatinya, dia berpikir keras untuk mendapatkan sebuah ide agar Raka menjadi miliknya seutuhnya
Fiona yang merasa gelisah berdiri saat melihat Surti
"Bi,,, apa kak Raka belum juga kembali?" Tanya Fiona saat melihat Surti tengah berjalan melewati ruangan itu
Surti menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban dari pertanyaan Fiona, dan menatap tidak suka pada Fiona! Surti merasa semua masalah yang terjadi pada Raka akhir-akhir ini, itu semua berawal darinya
"Bibi,, ada apa?" Tanya Fiona yang menyadari akan tatapan kesal Surti padanya
"Nona Fiona,, kenapa anda kembali? Kenapa harus membuat hidup Raka jadi sengsara seperti ini?" Pertanyaan itu membuat Fiona melotot pada Surti, namun tidak mengatakan apapun
"Nona Fiona, tuan Raka pernah memimpikan anda siang dan malam menanti kedatangan anda tapi itu dulu, sekarang dia sudah berniat untuk melanjutkan hidup, tapi kenapa anda malah muncul di saat dia tengah berbahagia?" Setelah uneg-uneg dalam hati Surti di keluarkan semuanya, dia melangkahkan kakinya, Tampa menunggu Fiona untuk membalas ucapannya, tapi dengan kata-kata Surti yang panjang lebar Fiona pun tidak bisa tinggal diam
"Bi,,, kenapa bibi mengatakan semua itu padaku? Kenapa harus aku yang disalahkan? Bukankah ini semua terjadi karena Shasa? Dialah yang masuk kedalam hidup kak Raka dan merusak semuanya, Tampa dia semua ini tidak akan terjadi" Fiona yang mencoba untuk membelah diri malah membuat Surti makin kesal padanya.
Surti yang berhenti dari langkahnya menoleh dan melihat Fiona dengan tatapan yang tajam
"Nona Fiona, jangan pikir karena tuan Raka baik pada anda, dan membiarkan Anda tinggal di rumah ini, itu membuat anda besar kepala. Itu hanya semata-mata karena mengingat akan masa lalu anda dengan dia, saat ini tuan Raka hanya mencintai nona Shasa anda jangan memiliki pikiran untuk masuk kedalam hatinya," Surti memperjelas perasaan Raka padanya, seolah-olah dia tahu akan isi dalam hati majikannya itu
__ADS_1
Dengan ucapan Surti, Fiona meneteskan air mata karena tidak bisa menerima kenyataan itu! dia merasa punya hak untuk menyukai dan mencintai Raka dari itu dia bersihkeras untuk tinggal di rumah itu.
"Bi,, surti! Awalnya kak Raka adalah milikku dan sampai detik ini pun, dia tetap milikku! Aku yakin kak Raka memiliki perasaan yang sama denganku, buktinya saat ini pun aku masih ada di kediamannya, dia masih mempertahankan keberadaan ku! jadi kamu jangan sembarang menyimpulkan perasaan seseorang yang sama sekali tidak kamu ketahui"
Perdebatan antara Fiona dan Surti terhenti saat pintu rumah terbuka dari luar, Mereka berdua menoleh dan melihat Raka sedang berjalan masuk kedalam rumah
Raka yang baru saja kembali, menatap mereka berdua yang tengah berdiri berhadapan di ruang tamu.
Surti yang malas meladeni Fiona menghampiri Raka dan Tersenyum pada Raka, seperti tidak terjadi apa-apa.
"Tuan,, anda sudah kembali?" Surti menyambut Raka dan seperti biasa dia akan membantu Raka untuk melepas jas yang di pakainya, dan mengikuti Raka berjalan menuju kamarnya
"Kak Raka,," Fiona yang berdiri merasa terabaikan saat Raka datang tanpa menyapanya dan Tersenyum padanya, Raka dengan raut wajahnya yang terlihat sedang sedih, hanya menatap Fiona Tampa mengatakan apapun, dan kembali melanjutkan langkahnya, berjalan menuju kamarnya
Fiona untuk sesaat terdiam melihat tingkah Raka padanya, namun itu tidak membuatnya tidak merasa nyaman, dia pun berjalan mengikuti Raka menuju kamarnya
"Kak Raka,, apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Fiona, yang tengah penasaran dengan kejadian di kediaman Santoso
"Nona Fiona apa anda tidak menonton berita di TV? Disitu semuanya di siarkan" balas Surti yang sudah merasa sangat kesal pada fiona.
Menjawab pertanyaan dari fiona yang sebenarnya di tujukan untuk Raka
__ADS_1
"Maksudmu apa?" Raka pun bertanya keheranan pada Surti.
"Kejadian di kediaman santoso, sudah di siarkan di TV, dan acara pertunangan anda dengan Laura dinyatakan untuk di tunda beberapa hari, karena nona Laura sedang di rawat di rumah sakit" jelas Surti pada Raka