
Raka perlahan membuka matanya, dan bangun dari tempat iya tertidur, tangannya menyentuh dahi yang terasa sakit, dan menggelengkan kepalanya mencoba untuk meredahkan sedikit rasa sakit itu
Raka membulatkan matanya saat menyadari dirinya tidur di tempat yang terasa asin, dan melihat sekelilingnya
"Ini dimana?" Gumamnya pada diri sendiri
Raka perlahan menurungkan kakinya ke lantai, dan mencoba untuk berdiri dan mencoba untuk mengingat apa yang terjadi semalam, tapi karena banyaknya minum minuman keras, membuat kepalanya begitu sakit hingga dia tidak bisa mengingat apapun soal semalam
"Apa yang terjadi padaku semalam?" Gumamnya lagi pada diri sendiri
Kleek.. tiba-tiba suara pintu terbuka dari luar. Raka menoleh dan melihat Fiona sedang berjalan ke arahnya sambil membawa semangkuk sup jahe di tangannya
"Pagi Kak Raka.. kamu sudah bangun?" Tanya Fiona sambil tersenyum. Namun pertanyaan dari fiona itu diabaikan oleh Raka, dia hanya fokus pada ruang kamar yang iya tempati sekarang, Raka terus melihat sekelilingnya dan terus menyentuh kepalanya yang sakit.
Fiona Tersenyum lagi
"Ini.. Minum sup jahe ini agar sakit kepala kak Raka cepat hilang" ucap Fiona dan memberikan mangkuk yang berisi sup jahe di tangannya ke pada Raka
Raka yang masih kebingungan mengambil mangkuk yang ada di tangan Fiona yang sudah di sodorkan untuknya, tanpa mengatakan apa-apa, dan menatap keheranan pada Fiona
"Kak Raka,, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Fiona saat melihat Raka yang sedang kebingungan
"Fiona kamu..." Raka mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya! tidak melanjutkan ucapannya, Raka melihat Fiona dan mencoba untuk mencari tahu sendiri jawaban dari pertanyaan yang ingin dia pertanyakan
Raka mencoba untuk mengingat kejadian semalam
"Kak Raka segera minum sup itu selagi masih panas, agar rasa sakit di kepala kak Raka juga cepat sembuh" ucap Fiona sambil membereskan tempat tidur yang baru saja di tempati oleh Raka
"Kak Raka, apa yang terjadi pada kakak? kenapa kak Raka harus minum banyak seperti semalam?, hingga kak Raka mabuk berat dan tak sadarkan diri" ucap Fiona lagi
Raka lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan dari fiona , dia terdiam menatap mangkuk yang berisi dengan sup jahe di tangannya, dan kemudian meminumnya dan menaruh mangkuk di meja
"Apa ini tempat tinggal mu?" Tanya Raka, sambil melihat ruang kamar yang besar itu
__ADS_1
"Bukan,, ini bukan tempat Fiona, ini rumah orang lain"
"Lalu kamu,, bagaimana bisa disini bersamaku?' tanya Raka kebingungan
"Kak Raka apa kamu benar-benar tidak mengingat, soal semalam?" Tanya Fiona
"Fiona kan juga ada di sana? Apa kak Raka tidak mengingatnya? Apa itu berarti kak Raka juga lupa Siapa yang menemui kak Raka? siapa yang sedang berbicara dengan kak Raka dan apa yang kak Raka lakukan semalam? Apa itu semua kak Raka melupakannya" Tutur fiona
Perkataan itu membuat Raka terdiam, dia terus menap Fiona dan berusaha untuk mengingat bagaimana Fiona bisa ada di pesta ulangtahun Laura.
Sedikit Raka mulai Mengingat tentang Fiona dan Laura yang tengah berdebat, dan sekilas juga di Mengingat jika dokter Reza menghubunginya semalam, Raka kembali menyentuh dahinya
("Sekarang Aku tidak perduli lagi soal itu, dan aku tidak tahu itu miliknya atau bukan, kamu tidak perlu lagi untuk repot-repot, mencari tahu tentang pil obat itu"
"Sekarang soal Shasa itu bukan urusanku lagi! Bahkan jika dia sekarat ataupun mati aku tidak peduli lagi dengannya")
Mengingat perkataannya itu yang terlintas di pikirannya. membuat Raka mengepalkan tangannya, marah ke pada dirinya sendiri
Raka mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya merasa menyesal dengan apa yang sudah iya ucapkan pada Dokter Reza tentang ketidak peduliannya terhadap shasa. Meski iya marah pada Shasa, tapi Raka sama sekali tidak pernah berfikir untuk menyumpahi Shasa dengan kata-kata yang sama sekali iya tidak pernah pikirkan
Raka terdiam dan merenungi dirinya dengan ucapan kasarnya itu. Raka menutup matanya, dan dengan jelas iya mendengar perkataan dari dokter reza
("Raka meski kamu tidak ingin tahu! Tapi aku akan tetap memberitahumu, pemilik obat yang kamu berikan padaku, itu mungkin seperti yang kamu katakan! Mungkin saja sekarang dia sudah sekarat ataupun semacamnya! obat itu untuk penderita kanker, yang mungkin pemiliknya sudah menggunakannya dengan jangka lama, dan sangat berkemungkinan, pemilik obat tidak akan bisa di sembuhkan lagi jika itu sudah mencapai stadium akhir")
Raka membuka matanya, saat perkataan Dokter Reza terngiang di telinganya, Seketika kaki Raka terasa lemas, sekujur tubuhnya terasa gemetar
"Tidak mungkin! Itu tidak mungkin benar adanya," Raka menggelengkan kepalanya
"Reza pasti hanya sedang bercanda denganku, karena kesal dengan setiap ucapan yang aku ucapkan semalam ke padanya" gumam raka, Mengingat akan Dokter Reza, Raka dengan cepat merabah setiap dari saku pakaian yang iya kenakan, Raka mendekat pada ranjang yang sudah di rapikan oleh fiona dan kembali membuat tempat tidur itu jadi berantakan karena sedang mencari sesuatu
"Kak raka,, apa yang sedang kak Raka cari?" Tanya Fiona saat melihat Raka menggeledah tempat tidur yang baru saja iya rapikan
"Ponsel.. ponselku di mana?" Tanya Raka balik, dengan raut wajah yang terlihat cemas
__ADS_1
Fiona berjalan ke arah sofa dan mengambil ponsel Raka yang ada di atas meja depan sofa dan melangkahkan kakinya mendekat pada Raka.
Melihat Fiona sudah membawa ponselnya, Raka dengan cepat mengambinya dan melihat panggilan dari Dokter Reza
Raka berniat untuk menghubunginya, tapi Belum sempat untuk menghubungi balik dokter Reza.
Kleek... Tiba-tiba pintu kamar terbuka lagi
Raka menoleh melihat ke arah pintu dan melihat seorang wanita paruh baya tengah berjalan masuk sambil tersenyum manis padanya.
"Raka kamu sudah bangun?" Tanya wanita itu, yang terlihat tampak tidak ada sesuatu yang terjadi diantara mereka
Namun Raka berfikir lain, di antara mereka berdua tidak ada kata akrab.
Raka terdiam dan terus menatap ke arah wanita itu, tampa Raka sadari air matanya menetes, dan raut wajahnya Seketika berubah memerah akibat rasa rindu dan rasa marah yang tercampur aduk dalam hatinya
Untuk menghubungi Dokter Reza, jadi tertunda saat Raka melihat wanita yang tidak pernah iya bayangkan akan melihatnya sekarang
"Pagi Tante.." sapa Fiona saat melihat wanita yang tak lain adalah Ratna masuk kedalam kamar itu
Ratna mengangguk dan tersenyum
"Pagi"
Raka yang tidak pernah menyangka akan melihat Ratna, terdiam tidak berkata apa-apa, dan tidak bertanya apapun, dia hanya berdiri mematung terus menatapi Ratna yang sudah berdiri di hadapannya
"Raka,, apa kamu sudah merasa baikan? Apa jus jahenya sudah kamu minum?" Tanya Ratna sambil melangkahkan kakinya untuk mendekat pada Raka, tapi setiap Ratna melangkahkan kakinya, Raka pun melangkah mundur untuk menjauh
"Apa yang kamu lakukan disini? Untuk apa kamu disini?" Tanya Raka dengan marah
"Fiona,, apa ini ulah mu? Apa kamu yang sudah menyuruhnya kemari? Cepat usir Dia aku tidak ingin dia ada di sini"
Ratna dengan nada yang tinggi
__ADS_1