Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Cukup.. mereka saja yang meninggalkanku,


__ADS_3

Anto keluar dari kamar dan berjalan menghampirinya, seperti biasa Anton akan selalu berbicara dan menundukkan kepalanya sebagai rasa hormatnya kepada raka


"Tuan kamar sudah kami siapkan dan membersihkannya sesuai perintah dari anda," ucap Anton


Raka mengangguk tanpa melihat Anton yang berdiri di hadapannya, mata Raka fokus hanya pada Shasa, seakan tidak ingin berpaling dari pandangannya itu.


Melihat anggukan itu, Anton mundur diri dan berjalan, menuju dapur dimana Surti, tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk majikannya itu


Anton mendekat ke pada Surti yang berdiri membelakanginya


"Apa kamu tahu siapa gadis itu?" Tanya Anton tiba-tiba hingga membuat Surti jadi kaget


Surti menoleh melihat Anton dan memukul lengannya


"Kamu membuatku kaget saja," ucap Surti sambil memegangi dadanya


"Kenapa? Apa kamu merasa ada yang aneh pada gadis itu?" Tanya Surti balik pada Anton


"Tidak,," Anton menggelengkan kepalanya


"Selama dua belas tahun setelah nona Fiona pergi, ini yang pertama kalinya aku melihat senyum bahagia itu kembali muncul di bibir tuan. Bahkan aku merasa kebahagian yang iya miliki kini berbeda saat tuan bersama dengan nona fiona" ucap Anton penuh rasa syukur.


Anton dan Surti termasuk pelayang terlama bagi Raka, dari itu dia menghormatinya, meski caranya tidak seperti orang lain pada umumnya, sifat dingin Raka yang membuat hatinya membeku, selalu bersikap dingin pada Surti dan anton meski buat Raka tidak bermaksud seperti itu


Surti tersenyum mendengar berita itu dari Anton, sambil melihat sekeliling ruangan.


"Mudah-mudahan, rasa dingin dalam rumah ini, akan menjadi hangat dengan kehadiran gadis itu," ucap Surti ikut merasakan kebahagiaan, mendengar anak yang selama ini dia asuh, berbahagia.


"Tapi,,, Anton menghentikan ucapannya dan menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya


"Aku merasa gadis ini masih sangat mudah, dilihat dari wajah dan tingkah lakunya, usianya jauh berbeda dengan tuan, aku takut itu yang akan menjadi penghalang untuk mereka" lanjut Anton


Setelah mengatakan semuanya, Anton kembali mengambil nafas dan menghembuskannya.


Di sisi lain Shasa yang mendiami Raka, terdiam cukup lama, dan pada akhirnya Raka mendengus dan berdiri dari sofa tempat iya duduk

__ADS_1


"Heeemmm,, jangan murung seperti itu, sebaiknya kamu mandi setelah itu kita makan malam bersama" ucap Raka dengan lemah lembut pada shasa


Akhirnya Shasa menoleh dan menatap raka dengan tatapan marah dan kesal pada Raka yang sudah berdiri di hadapannya,


"Kenapa kamu melakukan ini? Kita itu baru kenal, kamu itu orang asin bagiku, bagaimana mungkin aku akan tinggal di rumah orang lain, yang baru aku kenal dua hari yang lalu. Sebaiknya kamu mengantarku pulang atau membiarkan aku menghubungi kak Rendi untuk menjemput ku, aku tidak bisa tinggal disini meski hanya semalam apa kata orang jika tahu hadis seperti ku menginap di rumah mewah mu ini?"ucap Shasa dengan nada lantang hingga membuat Raka jadi terdiam seribu bahasa


Raka tak bisa lagi berkata-kata dan berjalan menuju tangga dan menaiki anak tangga satu persatu,


"Hey,, kamu mau kemana? Sekarang beri perintah pada orang yang ada disini agar mengantarku pulang, atau biarkan aku meminjam ponsel untuk menghubungi kak Rendi" teriak Shasa pada Raka yang sudah ada di atas sana


Raka berbalik dan berdiri di ujung tangga, dia hanya tersenyum Tampa mengatakan apa-apa, dan kembali berbalik dan berjalan santai menuju kamarnya


Melihat Raka hanya tersenyum dan pergi, Shasa semakin kesal


"Apa maksudnya itu? Ucap Shasa tidak mengerti dan tersenyum menyebalkan.


"Nona muda," panggilan dari belakangnya membuat Shasa menoleh dengan sangat cepat.


Shasa melihat Surti sudah berdiri di belakangnya dan tersenyum manis padanya


Mendengar perkataan dari Surti yang begitu sopan padanya, shasa tertawa lepas hingga suara tawanya itu terdengar jelas di telinga raka


Raka pun terpancing dan membuka pintu kamarnya, dia keluar dari kamar dan berdiri melihat tingkah Shasa dari atas


"Ha-ha-ha


Bibi,,, bicara dengan nada yang biasa saja, aku tidak terbiasa jika bibi berbicara denganku begitu sangat sopan," ucap Shasa pada Surti


"Tapi nona, ini sudah kebiasaan dariku, nada bicaraku sudah seperti ini sejak aku bekerja di kediaman Santoso, itu tidak bisa di rubah lagi," ucap Surti lagi


"Ha-ha-ha


Bibi bisa saja, mana mungkin selalu seperti itu? Ucap Shasa dan mendekat pada Surti dan mengandeng bahu Surti dengan begitu akrab.


Raka yang melihat nya dari atas kembali tersenyum melihat tingkah Shasa yang lucu, dia kembali masuk kamar dan menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Raka berjalan dan tidak sengaja melihat bayangan dirinya di cermin, Raka menghentikan langkahnya dan melihat dirinya di dalam cermin itu,


Raka menutup mata dan tersenyum, setelah membuka kembali matanya, dia seolah-olah melihat bayangan shasa di dalam cermin itu. Raka mencoba untuk menyentuhnya


"Mulai hari ini, aku tidak akan melepaskan mu, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, dengan begitu kamu tidak akan berfikir lagi untuk meninggalkanku" ucap Raka di depan cermin


"Heeemmm... Raka menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Cukup.. mereka saja yang meninggalkanku, aku pastikan dengan cintaku padamu hanya maut yang bisa memisahkan kita," ucap Raka lagi dan terus menatap cermin yang ada di depannya


***


"Nona bagaimana jika aku mengantarmu ke kamar, untuk mengganti pakaian anda! Pakaian yang Anda pakai sekarang terlihat lusuh dan kotor, tidak baik jika di pakai sampai besok," ucap surti mencoba untuk lebih akrab dengan Shasa.


Shasa pun mengangguk dan berjalan bersama Surti ke dalam kamar tamu.


Surti dan Shasa tiba-tiba menjadi akrab, membuat Shasa merasa lebih nyaman berada di rumah Raka, dan tidak merengek lagi untuk dibawa pulang.


Saat masuk dalam ruang kamar tamu, Shasa kagum dengan luas dan besar kamar tamu itu, Shasa berjalan dan terus menatap setiap sudut ruangan


"Wahh... Ini sangat luas" ucap Shasa dengan nada yang terdengar merasa kagum.


"Bibi hanya dengan satu kamar ini, bisa menandingi luas rumah bibi rita, ternyata tuan Raka benar-benar banyak uang, kamar tamu pun di buat seluas ini," ucap Shasa lagi


Surti tersenyum dengan ucapan Shasa.


"Apa itu berarti kamu sudah setuju untuk tinggal disini?" Tanya Surti yang mencoba untuk mengetes Shasa


"Heeemmm... Seluas apapun kamar ini atau sebesar apapun rumah ini, aku tetap akan nyaman tinggal di rumah bibi Rita, meski hanya rumah kecil tapi kehangatan di dalam rumah itu membuatku selalu merasa nyaman," ucap Shasa


Surti tersenyum puas mendengar Jawaban dari Shasa, sebagai seorang pengasuh, dan sebagai pengganti dari kedua orang tua Raka, Surti bertekad untuk membantu Raka agar bisa mendapatkan hati shasa.


"Ya,,, sudah bergegaslah untuk mandi, takutnya tuan Raka sudah menunggumu di ruang makan," ucap Surti dengan nada yang pelan


Shasa mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Surti tetap di ruang kamar itu untuk menunggunya sambil menyediakan pakaian ganti untuknya dan menyimpannya di atas tempat tidur

__ADS_1


__ADS_2