Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
jangan menjelaskannya lagi


__ADS_3

"tentu saja, katakan saja apa itu! Pasti kakak akan memenuhinya" jelas Andra


Andra dan Shasa duduk berdampingan di bangku bagaikan sepasang kekasih yang sangat mesra, dimana Shasa yang masih memeluk lengan Andra dan bersandar di bahunya, dan tiba-tiba David datang menghampiri mereka dan berbisik pada Andra!


Andra menganggukkan kepalanya dan David pun melangkahkan kakinya, meninggalkan mereka.


"Shasa kakak harus menemui seseorang, kamu tunggu disini, itu hanya sebentar" ucap Andra, Shasa pun mengangguk kemudian melepaskan pelukannya dari Andra dan Tersenyum


Andra melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan Shasa duduk sendiri di bangku, dan berjalan menuju gedung yang tidak jauh dari taman itu berada! Dan terus berjalan menuju tempat di mana David sudah mengatakannya untuk mereka menunggunya


Andra berjalan menuju sebuah ruangan di mana, Di sebuah ruangan David dan Leo terlihat ada di dalam ruangan itu menunggunya. Dan Leo yang tengah berlutut sambil tertunduk dengan raut wajah yang gelisah


"Tuan,," sapa David saat melihat Andra berjalan masuk kedalam ruangan dan menuju ke arahnya


Andra mengangguk dan melihat Leo yang berlutut dan menundukkan kepalanya dan menyapanya


"Tuan,,"


"Apa yang ingin kamu katakan padaku?" Sepertinya itu terlihat serius" tanya Andra dengan memicingkan matanya


"Tuan maaf jika awalnya aku tidak jujur pada anda. Sebenarnya dua hari yang lalu nona Shasa sempat pinsang dan aku membawanya ke rumah sakit" jelas Leo


Raut wajah Andra tiba-tiba memerah saat mendengar pernyataan dari Leo


"Apa yang kamu katakan?


"Maaf tuan," ucap Leo dengan cepat


"Sebenarnya Nona Shasa melarang ku untuk memberitahu Anda. tapi dokter Dafa terus mendesak ku untuk memberitahu Anda masalah ini, karena dia merasa jika nona Shasa memiliki penyakit yang serius pada dirinya yang iya sembunyikan dari semua orang" jelas Leo

__ADS_1


"Tuan,, saat itu nona Shasa tiba-tiba tidak sadarkan diri jadi itu aku membawanya ke rumah sakit, dan kebetulan saat itu dokter Dafa yang menanganinya. Tuan,, maaf jika aku baru mengatakannya, aku pantas untuk di hukum" jelas leo lagi dengan kepala yang terus tertunduk


***


Disisi lain Raka yang sudah memarkirkan mobilnya dengan cepat berjalan dan menghampiri Shasa yang tengah duduk sendiri di bangku.


Shasa berdiri saat melihat kedatangan Raka yang begitu tiba-tiba, karena merasa belum siap untuk menemui Raka Shasa bergegas untuk meninggalkan tempat itu, namun itu tidak sempat lagi! Raka dengan cepat menggapai tangannya, dan menarik Shasa berbalik padanya dan langsung memeluknya


Raka memeluk Shasa begitu erat, hingga Shasa Sulit untuk melepaskan pelukannya itu


"Raka apa yang kamu lakukan, lepaskan aku" tutur Shasa dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Raka


Raka menggelengkan kepalanya, dan tetap pada posisinya memeluknya dengan erat, berharap itu bisa mengobati rasa rindunya pada shasa. Dia tidak mempedulikan apa yang di katakan oleh Shasa


"Tidak,, aku tidak akan melepaskan mu, Shasa aku sangat merindukanmu, tolong jangan pergi dan meninggalkan ku lagi. Beberapa hari ini aku hampir gila karena mu, aku sangat merindukanmu benar-benar merindukanmu"


Raka melepaskan pelukannya dari Shasa dan memegang bahu Shasa dan menatapnya


"Shasa, semua itu tidak benar! Aku dan Laura tidak bertunangan, aku sama sekali tidak ada niat untuk bertunangan dengannya, itu semua ulah dari Santoso yang menjodohkan ku dengan Laura" jelas Raka


"Tolong percaya padaku"


"Maaf tapi Aku tidak peduli lagi dengan itu, Raka aku tidak ingin memiliki hubungan lagi denganmu" jelas Shasa singkat dan melepas tangan Raka dari bahunya dan berbalik untuk melangkah pergi dari hadapan Raka, tapi Raka tidak membiarkan itu


"Shasa tolong jangan seperti ini padaku, aku sudah menjelaskannya padamu! Aku dan Laura tidak ada hubungan apapun" jelas Raka yang sedang memegang tangan Shasa


"Aku tidak peduli, Raka lepaskan aku! Biarkan aku pergi" Shasa tetap berusaha untuk melepaskan diri dari Raka, karena dia tidak ingin lagi menjalin hubungan dengannya, mengingat akan penyakit yang di deritanya, yang tidak di ketahui sampai kapan dia akan bisa bertahan


Shasa tidak ingin membuat orang yang di cintainya, merasakan sakit saat dia meninggalkannya untuk selamanya

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi, Shasa apa yang membuatmu marah? Aku sudah menjelaskan semuanya. Apa karena masalah Fiona?" Raka kembali memegang bahu shasa


"Shasa Fiona dan aku hanya sebatas kakak dan adik, tidak lebih dari hubungan saudara, Shasa,, aku dan dia sama halnya dengan hubungan kamu dan Rendi, dan saat ini pun Fiona tidak tinggal lagi di rumahku, sekarang dia..."


"Sudahlah,, jangan menjelaskannya lagi, kamu tidak perlu menjelaskan semuanya padaku! Sekarang aku tidak membutuhkan itu" Tutur Shasa yang sedang memotong penjelasan dari Raka


"Terserah padamu ingin memiliki hubungan dengan siapa atau ingin bertunangan dengan siapa! aku tidak peduli, sama sekali tidak peduli lagi. Raka aku tidak ingin memiliki hubungan apa-apa lagi denganmu, jadi mulai saat ini, tolong jangan menggangguku lagi! Aku mohon padamu jangan mengganggu hidupku" Tegas Shasa dan memalingkan pandangannya dari Raka, tidak bisa menatap mata Raka yang terlihat sedih dengan ucapan darinya


Shasa mengedip-ngedipkan matanya berusaha untuk menahan air matanya agar tidak keluar, dia melepaskan tangan Raka dari bahunya


"Shasa apa sebenarnya yang sudah membuatmu sampai seperti ini? Awalnya kita baik-baik saja, dan jika kamu tidak ingin mendengar penjelasan dariku, itu artinya kamu percaya padaku, lalu untuk apa kamu ingin memutuskan hubungan denganku?" Raka memegang wajah Shasa dan membuatnya untuk melihat dirinya


"Shasa,, jelaskan padaku! Apa kamu dapat ancaman dari seseorang? Katakan siapa dia?"


Shasa kembali melepaskan tangan Raka yang kini Memegang wajahnya, dan berbalik membelakangi Raka


"Raka sudahlah,, jangan mengintrogasi ku seperti ini! Aku tidak menerima ancaman Dari siapapun, dan Sekarang kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa, jadi tolong pergi dari sini! Aku tidak ingin melihat mu lagi" ucapanya itu membuat luka di dalam hati Shasa yang sudah terbalut seakan terbuka dan membuatnya begitu menyakitkan,


Shasa yang berdiri membelakangi Raka dengan cepat mengusap air matanya yang sudah memenuhi kelopak matanya dan berbalik untuk menatap raka.


"Shasa apa kamu sedang bercanda denganku? Aku sangat mencintaimu, dan kamu tahu itu


"Tapi aku tidak mencintaimu" dengan cepat Shasa membalas ucapan dari Raka


"Dulu aku hanya keliru, dan sekarang kekeliruan itu sudah menyadarkan ku, jika ternyata aku tidak mencintaimu" tegas Shasa


"Apa maksudmu? Raka memicingkan matanya dan melihat shasa


"Shasa apa kamu sedang mempermainkan ku?" Raka memegang bahu Shasa lagi yang sedang menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2