Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
biarkan dia memilih sendiri kebahagiaan yang dia inginkan


__ADS_3

Plaakk.. plaak... Plaak...


Sebuah tamparan melayang ke pipi para algojo itu satu persatu yang sudah menjaga Shasa, tapi Shasa masih saja bisa melarikan diri dari penjagaan mereka.


Seorang wanita yang bersifat seperti orang gila mengamuk dan memaki mereka dan menghina mereka yang terlihat berlutut di hadapannya.


"Untuk apa memiliki badan sebesar itu. Jika hanya untuk menjaga satu gadis kecil seperti itu saja kalian tidak becus" ucap wanita itu dengan sangat marah karena Shasa berhasil kabur sebelum sempat untuk memberinya pelajaran


"Ini sudah yang kedua kalinya kalian gagal menjalankan perintah dariku, ini ambil uang ini sebagai bayaran untuk kalian dan pergi dari hadapanku, aku tidak ingin melihat tampan Kalian lagi yang sama sekali tidak berguna, aku tidak Sudi memperkerjakan seseorang seperti kalian, yang hanya mengharapkan bayaran mahal, tapi berkerja Tampa ada hasil" ucap wanita itu sambil melemparkan uang di wajah bos preman yang sudah iya bayar untuk menculik Shasa.


Perlakuan dan hinaan bagi para algojo itu tidak dapat iya terima, dia berdiri dan memegang tangan wanita itu dengan erat hingga membuat wanita itu menjerit kesakitan


"Aaaaohkk.., jangan kurang ajar kalian! apa yang kamu lakukan? Kamu menyakitiku" ucapnya sambil mencoba untuk melepas tangannya dari genggaman pria besar itu.


"Nona kamu sudah menjanjikan kami bayaran yang dua kali lipat dari yang kamu berikan sekarang, ini tidak bisa kami terima jika bayarannya tidak penuh," ucapanya dengan wajah dingin dan marah melihat wanita yang kini ada di hadapannya


Wanita yang tak lain adalah Dona, merasa terancam dengan kelakuan bos algojo itu, dengan cepat mengangguk dan mengiyakan ucapan dari bos algojo itu.


"Baik.. baik.. aku akan mentransfer sisanya, jadi cepat lepaskan tanganku" ucapnya dengan nada yang terdengar ketakutan


Bos algojo itu melepaskan tangan Dona dengan menghentakkan nya dengan keras,


"Tanganmu itu sudah dua kali menampar kami, seharusnya kamu di beri pelajaran yang setimpal atas perlakuan mu itu," tutur bos algojo sambil menatap Dona dengan penuh nafsu bejat dari pikirannya dan melangkah perlahan mendekati Dona yang berdiri di hadapannya.


"Apa yang kamu inginkan? Jangan coba-coba untuk berfikir macam-macam padaku, aku bisa saja memenjarakan kalian jika melakukan hal yang sudah membuatku rugi" jelas Dona dengan gemetar karena takut.

__ADS_1


Bos algojo itu tertawa


"ha-ha-ha,, Kamu pikir kami takut dari ancaman mu? Apa kamu lupa Kami ini siapa? Sudah banyak kejahatan yang kami lakukan tapi tetap saja bisa lolos." Jelas bos algojo itu.


"Apa yang kalian inginkan? Tanya Dona dengan ketakutan di hatinya,


"Aku akan membayar sisanya pada kalian, jadi biarkan aku pergi. Aku janji akan menambah bayaran mu lagi, jadi aku mohon lepaskan aku," tutur dona sambil melihat para pria yang sudah mengelilinginya.


Bos dari algojo tertawa lagi


"Ha-ha-ha,, Kamu memang wanita yang murah hati, tapi sayang kamu bukan tipeku, jadi pergilah dan ingat untuk secepatnya mentransfer uangnya pada kami, jika kamu berani macam-macam kamu akan tahu sendiri akibatnya." ucap bos algojo itu dan memerintahkan anak buahnya agar membiarkan Dona pergi


Tampa menunggu lama Dona berbalik dan dengan cepat berlari meninggalkan tempat itu, dengar rasa takut pada dirinya


Umpatan demi umpatan keluar dari mulut Dona, karena rasa marah yang sedang menyelimuti hatinya yang sedang membawa mobil.


Dengan rasa cinta dalam hati Dona kepada Raka membuatnya begitu membenci Shasa, yang sudah di anggapnya sebagai orang yang membuat Raka tidak bisa menerima perasaannya.


Karena Shasa di anggapnya sudah menggoda Raka, dari itu Dona merasa marah dan benci padanya.


***


Di sisi lain Rita, dan Rendi duduk terdiam Tampa ada satu kata dari mereka yang keluar dari mulutnya.


Sampai satu pelanggannya masuk kedalam warung dan memesan makanan.

__ADS_1


Rita berdiri dan meladeni pelanggan itu, Tampa peduli dengan Rendi yang masih duduk di bangku pelanggan.


Rendi yang kepikiran tentang Shasa merasa gelisah, meski dia sudah tahu akan keberadaan Shasa, tapi yang membuatnya merasa gelisah dan cemas karena yang bersamanya Sekarang adalah Raka, Rendi tidak rela jika Raka dan Shasa bersama di dalam satu atap.


Rendi yang tahu akan perasaan Raka pada Shasa membuatnya tidak tenang, karena dia pun memiliki perasaan yang sama pada Shasa


Rendi berdiri dari duduknya


"Bibi,, Rendi tidak bisa duduk disini berdiam diri seperti ini" ucapnya dan menghampiri Rita yang sedang menyiapkan pesanan pelanggan yang ada di warungnya itu.


"Biarkan Rendi untuk menjemputnya pulang, Shasa pasti tidak akan menolak jika aku yang datang untuk menjemputnya," tutur Rendi lagi hingga membuat Rita berhenti untuk menyiapkan pesanan untuk pelanggannya dan berbalik memandangi Rendi.


"Nak Rendi, biarkan Shasa menenangkan dirinya dulu, bibi tahu tentang kekuawatiran mu, dan bibi juga tahu akan mencemasanmu karena itu juga bibi merasakannya. Tapi ini permintaan dari Shasa sendiri, biarkan dia di kediaman Raka, bibi sangat yakin Raka akan merawatnya dengan sangat baik." Jelas Rita pada Rendi agar dia mengerti dan tidak mengganggu Shasa untuk sementara waktu, karena Rita tahu hilangnya Shasa itu semata-mata untuk menghindarinya, dan Rita tahu bagaimana pembicaraan Shasa dengan Vani sebelumnya.


Rita sama sekali tidak mengetahui keadaan Shasa yang sebenarnya, dan juga Shasa tidak memberitahunya bahwa dirinya sempat di culik oleh beberapa premang.


"Tapi bi,, aku tahu bibi mengetahui akan perasaanku pada shasa, dan juga bibi tahu akan perasaan Raka pada Shasa, tapi aku tidak percaya jika bibi memilih orang yang baru bibi kenal mempercayakan Shasa kepadanya begitu saja" jelas Rendi yang membuat Rita jadi emosi karena telah menyalahkannya


"Rendi,, bagi Shasa kamu hanya sekedar saudara baginya, dia menganggap mu hanya sebagai kakak laki-lakinya, dia tidak memiliki perasaan yang lebih dari itu untukmu, jadi biarkan dia memilih sendiri kebahagiaan yang dia inginkan" jelas Rita dengan marah dan melihat pelanggan yang tengah duduk melihat perdebatan dari mereka berdua.


Rita dengan amarah dalam hatinya juga tidak bisa begitu menyalahkan rendi, karena sudah lama dia tahu akan perasaanya pada Shasa, tapi Shasa malah sebaliknya, tidak memiliki perasaan yang sama pada Rendi, melihat kedekatan dari mereka berdua, Rita sempat menyetujui nya, namun apa daya jika Shasa menolaknya,


Mengingat ucapan dari Vani kepada Shasa sebelumnya, membuat Rita jadi marah dan emosi itu semua hanya karena Rendi, tapi Rita juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, dengan semua yang di katakan Vani pada Shasa.


jadi dia melampiaskan amarahnya pada pelanggan yang tengah duduk itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih disini? Apa begitu senang melihat kami berdebat? Cepat pergi dari sini, hari ini aku tutup" jelas Rita dan mengusir pelanggan itu untuk pergi


__ADS_2