Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa yang terjadi padanya?


__ADS_3

Mendengar ucapan dari Rita, Raka pun tidak lagi bisa tenang dan tinggal untuk berdiam lebih lama lagi.


"Baik bi,, kalau begitu Raka pamit dan jika Shasa pulang aku harap bibi bisa membujuknya untuk menghubungiku, atau membujuknya untuk menjawab panggilan dariku" jelas raka dan dia pun pamit dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang di parkirkan di depan warung.


Romi yang dari tadi hanya terdiam melihat dan mendengar percakapan dari Rita dan Raka, mengikuti Raka yang keluar dari dalam warung dan dengan cepat berjalan untuk membukakan pintu mobil untuk atasannya itu.


Raka masuk kedalam mobil dengan wajah yang terlihat kecewa dan marah pada dirinya sendiri


Setelah mobil Raka telah berlalu dan pergi, Shasa berdiri dari duduknya dan dia pun memutar balik langkahnya, Shasa tidak bisa untuk bertemu dengan Rita dengan kesedihan dalam dirinya, dia yang selalu menyembunyikan setiap masalah pada dirinya, tidak bisa menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Rita padanya, dari itu Shasa memilih untuk tidak kembali pada Rita untuk sementara waktu


Shasa berjalan sambil membuka tas dan mengambil dompet yang ada di dalamnya, dia membuka dompet dan menghitung uang yang ada di dalam dompetnya.


"Ini cukup untuk menyewa penginapan untuk beberapa malam" ucapnya dalam hati


Shasa berjalan dan memutuskan untuk menyewa kamar kost yang murah agar punya tempat untuk berteduh dan bisa menenangkan dirinya, untuk sementara waktu.


***


Sedangkan Raka dengan marah dalam hatinya menyuruh Romi untuk menghentikan mobilnya


"Berhenti" ucapnya dengan tiba-tiba, membuat Romi pun menginjak rem dengan tiba-tiba


"Ada apa bos? Tanya Romi dengan penasaran


"Sekarang kamu keluar dan pulang sendiri" jelas Raka


"Tapi bos aku bisa mengantar anda ketempat tujuan anda"


Raka menggelengkan kepalanya


" Tidak perlu, sekarang sudah hampiri malam kamu bisa pulang untuk istirahat" jelas Raka lagi


Romi dengan patuh, Turun dari mobil Tampa mengatakan apapun karena mengetahui hati atasannya itu tidak sedang baik, dia menundukkan kepalanya Sebelum Raka meninggalkannya sendiri di tepi jalan

__ADS_1


Didalam mobil sambil menyetir! Raka yang merasa kesal dalam hatinya, melampiaskan kekesalannya pada stir mobil, dia tidak menyangka kembalinya Fiona akan membuat masalah pada hubungannya dengan Shasa


Raka mengemudikan mobilnya menuju apartemen Rendi, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap bisa sampai dengan cepat di tempat yang iya tujuh


Raka berjalan dan menekan bel saat sudah berada di depan pintu apartemen Rendi.


Rendi yang ada di dalam apartemennya penasaran akan kedatangan Raka yang menemuinya dengan tiba-tiba, dia membuka pintu untuk Raka yang ada di luar pintu


"Ada apa kamu menemuiku?" Tanya Rendi dengan rasa penasaran


Raka tidak menjawab, dia menggeser Rendi dan dengan cepat berjalan masuk kedalam apartemennya sambil melihat di semua sisi, bahkan didalam kamar Rendi pun tak lepas dari pencarian Raka


"Apa yang kamu lakukan?" Ucap Rendi sambil menahan Raka yang masih terus berjalan membuka semua pintu ruangan yang ada di dalam apartemennya itu


"Katakan di mana Shasa" ucap Raka sambil menarik kerah kemeja Rendi yang di kenakannya


Rendi jadi tercengang mendengar pertanyaan dari raka


"Apa maksudmu! di mana? Tanya Rendi dengan rasa ingin tahunya!


Emosi Rendi begitu cepat meningkat


"Katakan apa yang kamu lakukan padanya? Tanya Rendi dengan surah yang terdengar geram sambil tinju pun ikut bicara pada wajah Raka.


Rendi membuat Raka sampai mengeluarkan dari dari mulutnya, sedangkan Raka yang baru saja mendapat pukulan dari Rendi tidak melawan dia hanya mencoba untuk berdiri tegak dan menghapus darah yang ada di mulutnya


"Apa yang terjadi padanya? Kenapa bisa kamu mencarinya sampai kemari?" Rendi yang tiba-tiba merasa cemas dengan segera melangkahkan kakinya, untuk mengambil ponsel, bermaksud untuk menghubungi Shasa, namun ponsel Shasa tidak di aktifkan


Dengan marah Rendi menarik tangan Raka yang hanya terdiam saat mendapat pukulan darinya dan menyeretnya sampai ke depan pintu


"Pergi dari sini, dan jangan coba-coba untuk menampakkan wajahmu lagi di hadapan ku, dan ingat jika sesuatu terjadi pada Shasa aku pastikan kamu akan menanggung akibatnya" jelas Rendi dan menutup pintu apartemennya dan kembali untuk tetap menghubungi Shasa


"Shasa kamu dimana?" Ucap Rendi dengan gelisah.

__ADS_1


Raka pergi meninggalkan apartemen Rendi, dan berjalan menuju mobilnya, dia masuk dan duduk, lagi-lagi Raka yang marah memukul stir mobil yang ada di depannya.


Raka menyalakan mesin dan mengemudikan mobilnya


"Shasa jika kamu tidak ke rumah Rendi! Lalu kamu kemana?" Tanya Raka pada dirinya sendiri


Raka melajukan mobilnya dan menuju kediamannya.


Raka masuk kedalam rumah saat dia sudah sampai, dan terus melangkahkan kakinya menuju kamar. Sebelum sampai di kamarnya, dengan kebetulan dia bertemu dengan Fiona


"Kak Raka kamu sudah pulang?" Tanya Fiona dengan senyum manis di bibirnya


Raka hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Fiona, dan tetap melanjutkan langkahnya! Berjalan menaiki anak tangga satu persatu


"Kak Raka apa kamu ada masalah? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Fiona lagi, yang sekilas melihat Raka dengan memar di wajahnya, namun Raka tidak peduli dengan pertanyaan-pertanyaan, dia tetap terus menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya


"Ada apa dengannya?" Tanya Fiona penasaran


Malam itu dimana Shasa yang sudah ada di dalam kost, duduk terdiam seorang diri, dia duduk di tempat tidurnya sambil memeluk lutut dan mengingat akan perkataan Fiona padanya


(" Kami berpisah hampir tiga belas tahun lamanya, itu semua adalah kesalahan dariku, selama aku pergi tidak pernah menghubunginya, selama itu aku merasa kak Raka akan marah dan benci padaku, tapi setelah aku kembali! Aku menemukan Perasaannya padaku sama sekali tidak berubah, dia masih sama kak Raka yang dulu, yang selalu memerhatikan dan mencemaskan ku dia sangat memperdulikanku, itu yang membuat aku merasa senang dan bahagia")


Kata-kata itu kembali terngiang pada ingatan shasa


"Raka jika masih kamu menyukai Fiona! Lalu untuk apa ku menyatakan cita padaku? Dan Sekarang aku benar-benar sudah mencintaimu, tapi sekarang aku harus bagaimana? Fiona sudah kembali, dan pastinya kamu tidak mungkin bisa untuk meninggalkannya lagi, demi diriku" ucap Shasa pada dirinya


Shasa menghela nafas dan menundukkan kepala di atas lututnya


"Apa sekarang aku harus menyerah pada dirimu?" Ucapnya lagi dengan suara yang terisak


Shasa mengangkat kepalanya dan mendongakkannya menghapus air mata yang jatuh menetes ke pipinya


Dia menganggukkan kepalanya,

__ADS_1


"Aku tidak mungkin akan berada di tengah-tengah hubungan mereka, aku harus mengakhiri hubunganku dengan Raka, mereka berdua saling menyukai, dan itu sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu, sedangkan aku baru beberapa hari mengenal Raka, aku tidak ingin egois, hanya karena perasaanku ini" ucapnya sambil mencoba untuk tersenyum meski air mata tidak berhenti untuk mengalir


__ADS_2