Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Ssssst... Jangan berisik


__ADS_3

"Jangan berharap kamu akan berhasil untuk bisa membuatku datang ke acara itu, aku tidak akan datang, apa kamu mendengarnya? Aku tidak akan datang" teriak Raka, namun Santoso tidak menghiraukannya ataupun berhenti dari langkahnya, dia tetap berjalan meninggalkan Raka yang masih berdiri menatapnya dengan raut wajah yang seakan ingin menerkanya


Dengan rasa marah, Raka mengepalkan kedua tangannya dan menghentakkannya ke udara


Raka berjalan mendekat pada kursinya dan duduk, sambil menyentuh dahinya. Dengan amarah yang ada di hatinya dia kemudian menyapu semua benda yang ada di depannya, hingga membuat semua yang ada di atas meja, jatuh berhamburan di lantai


"Kamu sama sekali tidak punya hak atas diriku, aku tidak akan menuruti semua kemauanmu" ucap Raka dalam hatinya


***


Di apartemen Dilan, Laura mencoba untuk membuka matanya dan dia memukul-mukul kepalanya yang masih terasa sakit,


"Aaaahk... Kepalaku terasa sangat sakit," ucapnya sambil mencoba untuk menjernihkan pikirannya,


"Semalam apa yang aku lakukan?" Tanyanya dalam hati sambil memijit-mijit dahinya.


Laura terdiam dan mencoba untuk mengingat apa yang terjadi semalam, dan dengan cepat melihat dirinya, yang hanya menggunakan selimut dan duduk di atas tempat tidur, setelah mengingat semuanya


"Apa ini?" Tanyanya pada diri sendiri


Laura melihat dirinya Tampa pakaian yang ada di tubuhnya dan menoleh melihat dilan yang masih pulas dalam tidurnya


"Kenapa aku melakukan ini?" Ucapnya dengan menyesal dan mengusap wajahnya


Laura dengan rasa menyesal di hatinya memeluk lututnya dan membiarkan kepalanya tertunduk dan menyandarkannya di atas lututnya, Laura menangis mengingat akan tingkah lakunya yang sudah iya perbuat semalam saat dia tengah mabuk berat


"Kenapa aku melakukannya? Kenapa aku sampai melakukan hal itu? Bagaimana aku bisa secerobo ini? Tanyanya pada diri sendiri dan memukul-mukul dirinya sendiri


Dilan membuka mata dan melihat Laura yang masih memeluk lututnya dan memukul-mukul dirinya


"Laura apa yang kamu lakukan?" Tanya dilan sambil cepat bangun dan menahan tangan Laura yang terus memukuli dirinya

__ADS_1


"Dilan,, bagaimana mungkin kita melakukan hal ini, aku selama ini sudah berusaha untuk menjaga kesucianku, tapi semalam,,," Laura menangis dengan rasa menyesal di dalam hatinya


"Laura,, kamu jangan bersedih semuanya sudah terjadi" jelas dilan dan memegang tangan Laura


" Lihat aku,, aku tidak mungkin akan meninggalkanmu setelah ini, aku akan bertanggung jawab, dengan apa yang sudah aku lakukan padamu, sudah jangan menangis lagi" jelas dilan dan memeluk Laura


"Dilan aku mencintaimu, kamu harus berjanji padaku untuk tidak akan pernah meninggalkanku, dan menyerah atas diriku setelah ini!" Ucap Laura yang masih ada dalam pelukan Dilan


"Aku juga mencintaimu, dan jangan khawatir aku tidak akan meninggalkanmu" jelas dilan


"Jujur besok aku akan bertunangan dengan Raka Santoso, aku tidak punya kuasa untuk menolak perintah dari orang tuaku! apa rencana mu untuk itu?" Tanya Laura yang tengah mendongakkan kepalanya melihat wajah Dilan yang masih memeluknya


"Lakukan saja, seperti apa yang di inginkan oleh orangtuamu, tapi kamu harus ingat jangan pernah jatuh hati pada Raka Santoso" ucapnya sambil membalas tatapan mata dari Laura


Laura menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Dilan


"Laura semalam aku sudah mendapatkan dirimu! kamu sudah menjadi milikku, dan aku tidak akan melepaskan mu begitu saja" ucap dilan sambil mencium bibir Laura


Laura mencoba untuk mendorong Dilan yang tengah menindih dirinya


"Dilan apa yang kamu lakukan?" Laura menghentikan aksi dilan yang sudah begitu bernafsu


"Kenapa? Untuk apa kamu masih malu? Semalam kita sudah melakukannya!" Jelas Dilan


"Semalam kita sudah melakukannya, tapi pagi ini untuk apa kamu menginginkannya lagi?" Tanya Laura sambil memalingkan wajahnya dengan rasa malu


"Semalam kamu melakukannya dengan ke adaan mabuk, aku tidak merasa puas! Aku ingin kita melakukannya dengan cara yang sadar," jelas Dilan, sambil memalingkan wajah Laura untuk melihatnya dan tidak bisa menunggu lagi persetujuan dari Laura, dia langsung mencium bibir Laura dengan nafsu yang membara.


"Dilan kamu,,," Laura terhenti dari ucapannya saat Dilan menutup mulutnya dengan tangan dan dilan tetap dengan aksinya


Karena rasa cintanya pada Dilan akhirnya Laura pasrah dan mengikuti semua yang di lakukan oleh Dilan, dan merasakan setiap sentuhan darinya. Laura tidak lagi mencoba untuk mengelak ataupun menghentikan aksi Dilan yang sudah memburu nafsu dengan sangat antusias

__ADS_1


"Laura,, jujur ini pertama kalinya aku melakukan hal semacam ini, dan itu membuatku ketagihan! Terimahkasih karena sudah memberiku kebahagiaan seperti ini, ini kenikmatan yang benar-benar belum pernah aku rasakan dalam hidupku" ucap Dilan sambil terus melakukan aksinya hingga membuat Laura mendesah


Di tengah aksi kedua insan itu, yang sudah menuju puncak


Tiba-tiba terhenti saat suara dering ponsel Laura Terdengar! Laura yang tengah hanyut dalam buaian Dilan, dengan cepat merespon suara ponsel yang sedang berdering dan mendorong tubuh dilan agar tidak menghalanginya untuk bangun


Dengan cepat Laura terbangun dan mengambil tas yang ada di atas meja, membuka dan mengambil ponsel dari dalam


Dilan yang merasa tergantung, menggapai tangan Laura yang fokus pada ponselnya


"Ssssst... Jangan berisik" ucap Laura sambil menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya dan menekan tombol jawab


"Halo..." Laura menjawab ponselnya


"Laura apa yang kamu lakukan di luar sana, ini sudah pagi dan kamu masih belum pulang juga" tanya seseorang yang tengah menghubunginya


"Maaf pa,,, semalam Laura tidur di rumah teman dan sekarang sudah mau pulang, Laura benar-benar minta maaf," ucap Laura


"Pa,, sekarang Laura harus memanggil taksi, Laura akan memutuskan panggilan papa" ucap Laura, dan dengan cepat memutuskan panggilan dari papanya Tampa menunggu jawaban darinya


Setelah memutuskan panggilan dari papanya, Laura bergegas untuk membersihkan diri, dia menarik selimut yang tengah menutupi tubuhnya


Dilan menghentikannya dan memegang tangan Laura. Yang hendak berdiri


"Laura ini belum selesai! Apa kamu ingin pergi begitu saja?" Tanya dilan dengan memasang wajah yang terlihat kecewa


"Sayang maaf, aku tidak bisa berlama-lama lagi disini, papa sudah mencariku, jika aku tidak pulang dia akan menghukum ku" jelas Laura dan melepaskan tangan dilan yang tengah menggenggam tangannya dan mengambil semua pakaiannya yang berserakan di lantai dan berjalan menuju kamar mandi


"Tapi sekarang aku merasa tergantung, apa tidak bisa kita menyelesaikannya dulu?" Tanya dilan


"Tidak,, sekarang aku harus buru-buru untuk pulang, Sebelum papa mencari keberadaanku" jelas Laura yang sudah ada di dalam kamar mandi

__ADS_1


Dilan terdiam dengan raut wajah yang murung, merasa kecewa, dan tergantung, dia berbaring di tempat tidurnya dan menutup matanya dengan tangannya


__ADS_2