
Shasa tidak mempedulikan dengan rambutnya yang rontok, dan tidak lagi untuk melanjutkan untuk menyisir rambutnya. Shasa mendekatkan wajahnya pada cermin dan memperhatikan lingkaran matanya yang menghitam seperti mata panda
"Ini mungkin karena aku beberapa hari ini jarang tidur karena banyak pikiran," ucapnya lagi menyalahkan dirinya sendiri
Shasa melangkahkan kakinya mendekat pada meja dan membuka laci meja, dia mengambil botol obat dan melihat pil yang di dalamnya
"Ini tinggal sedikit lagi, aku harus ke klinik om Antoni besok" tuturnya dalam hati
Shasa berjalan menuju sofa dan duduk sambil terus melihat pil obat yang ada di tangannya
"Sampai kapan aku harus mengkonsumsi obat ini? Tampa obat ini aku tidak tahu bagaimana aku hidup, dengan rasa sakit yang selalu membuatku menderita itu tidak mungkin bisa membuatku hidup sampai sekarang, Tampa adanya obat ini" Shasa menghela nafas
"Namun sekarang aku merasa, ini tidak berefek lagi, apa mungkin aku demam? sekarang aku merasa semua makanan yang aku cerna serasa hambar
Shasa berdiam diri untuk sejenak, sambil memikirkan sesuatu,
"Apa aku ikuti saran dari om Antoni saja untuk melakukan operasi? Lagi-lagi Shasa membuang nafas dengan kasar, dan menggelengkan kepalanya
"Tidak,, Shasa apa yang kamu pikirkan? Itu bukan solusi yang terbaik untukmu." Ucapanya Pada diri sendiri
***
Di dalam mobil Andra duduk dengan santai di jok belakang mobilnya, dan melihat David yang sedang menyetir
"Bagaimana dengan hasil pencarian mu? Apa pelakunya sudah ketemu?" Tanya Andra pada David yang tengah menyetir
"Be.. Belum tuan, tapi secepatnya kami,, kami akan menemukannya" jelas David yang terbata-bata Mendengar pertanyaan dari Andra yang tiba-tiba
"Ini sudah lewat dari dua puluh empat jam, tapi kalian belum juga menemukannya, bukannya kalian semua ahli dalam hal yang seperti ini? Atau mungkin orang yang melakukan semua itu lebih hebat dari kalian" tegas Andra
"Maaf tuan" ucap David sambil menundukkan kepalanya, namun tetap fokus untuk menyetir
"Pelakunya sangat cerdik, dia tidak meninggalkan jejak sedikitpun! Itu yang membuat kami kesulitan untuk menemukannya, dan juga sepertinya dia sudah membuat saksi mata yang ada pada saat kejadian untuk menutup mulut" jelas David
"Sepertinya,, itu adalah lawan yang cukup sulit untuk di musnahkan" tutur andra
"Tapi aku tidak ingin tahu itu, aku ingin kamu mendapatkannya secepat mungkin. Aku memberi kalian waktu sehari lagi, jika tidak bisa menemukannya, aku akan mencari orang yang lebih hebat dari kalian" tegas Andra
__ADS_1
"Terimakasih tuan atas kesempatan yang anda berikan, aku pastikan hari ini mereka akan menemukan pelaku yang mencoba untuk melukai nona Shasa" jelas David
Andra terdiam dan melihat tangannya yang masih terluka, akibat pecahnya kaca mobil yang mengenainya, dia mengingat kembali akan kejadian dimana saat mobil itu melaju dengan kecepatan yang tinggi, mengarah ke arah Shasa
"Aku akui kamu begitu hebat dan berani" ucap Andra dalam hatinya sambil tersenyum
David yang sedang menyetir Terlihat gelisah, seperti telah menyembunyikan sesuatu pada majikannya itu, dan tingkah David yang tidak seperti biasanya membuat Andra menyadari akan hal itu
"Ada apa? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Andra, yang membuat David tercengang untuk sesaat
"Tuan sebelumnya aku minta maaf, sebenarnya aku juga menyelidiki kehidupan nona Shasa dan orang sekitarnya, Tanpa sepengetahuan anda, aku minta maaf soal itu" ucap David sambil menundukkan kepalanya lagi
"Apa maksudmu? Bukannya kamu sendiri yang mengatakan jika, Shasa kemungkinan besar adalah saudara kandungku? Terus untuk apa kamu masih menyelidikinya?" Tanya Andra yang mulai merasa kesal
"Maaf tuan, aku mengaku salah! aku melakukannya, hanya ingin mengetahui siapa yang sudah berniat untuk mencelakai nona Shasa, tapi yang kami temukan , nona Shasa tidak pernah membuat masalah pada seseorang" jelas David yang membuat Andra tersenyum
"Aku tahu itu, gadis ini masih sangat polos, dia masih sama dengan Shasa yang dulu semasa masih kecil
"Tapi tuan,, Dari penyelidikan ku! Aku menemukan jika nona Shasa dekat dengan seorang pria." Jelas David yang membuat Andra mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya mendengar perkataan dari David
"Dekat dengan seorang pria! Maksudmu
"Siapa lelaki itu?" Tanya Andra
"Dia Putra sulung dari pengusaha yang terkenal, yang bernama Santoso
"Apa dia Raka Santoso?" Tanya Andra
"Benar tuan Raka Santoso,
"Raka,,,!" Andra menganggukkan kepalanya dan mengingat jika Shasa memang pernah menyebut nama raka saat dia masih tak sadarkan diri.
"Tapi tuan menurut informasi yang aku dapat, nona Shasa pergi dari rumah Rita, karena memiliki masalah dengan Raka Santoso. Karena tidak ingin bertemu dengannya, nona Shasa sengaja untuk menghindarinya dan milih untuk menyewa kamar kost" Jelas David
"Raka Santoso,," Andra mengulang untuk menyebut namanya, dan terlihat tertarik dengan kabar yang baru saja iya dengar
"aku ingin kamu mengawasinya!" Jelas Andra
__ADS_1
" Baik tuan" ucap David dan memarkirkan mobilnya
***
Sedangkan Raka berjalan dengan santai menuju ruang kantornya
"Bos,, hari ini manajer Susi tidak masuk, dia ijin selama tiga hari, dan untuk meeting hari ini memerlukan kehadirannya," jelas Romi sambil terus berjalan mengikuti langka Raka
"Jika dia tidak ada! cari pengganti yang bisa menggantikannya," ucap Raka
"Untuk meeting besok, kamu batalkan hari ini, aku ada urusan lain besok " ucap Raka lagi
" Baik bos" jawab Romi
"Bos direktur,," sapa lola, dan menundukkan kepalanya
"Bos,, tuan Santoso ada di dalam" ucapnya lagi sambil menunjuk kearah ruangan Raka
Mendengar perkataan Lola! Raka menoleh ke arah pintu ruangannya dengan tatapan sinis Raka melangkahkan kakinya menuju pintu
Kleek,, Raka membuka pintu dan melihat Santoso tengah duduk di kursi besarnya
"Putraku, kamu sudah datang?" Ucap Santoso menyambutnya saat melihat Raka tengah berdiri di ambang pintu
"Apa yang membuatmu kemari? Kita tidak punya janji, dan sekarang aku sibuk? Aku tidak punya waktu untuk meladeni mu, sebaiknya kamu pergi dari sini" jelas Raka dengan dingin
Santoso tersenyum dan berdiri dari kursi dan melangkahkan kakinya berjalan mendekat pada Raka
"Aku tidak akan berlama-lama disini! Aku kemari hanya untuk memperingankan mu, besok kamu harus datang tepat waktu" ucap Santoso
"Mungkin itu akan mengecewakanmu, besok aku tidak akan hadir, jadi sebelum kamu merasa malu, batalkan pertunangan itu hari ini juga," tegas Raka
Santoso kembali memperlihatkan senyum di bibirnya.
"Putraku, aku bisa menjamin 100% kamu pasti akan datang besok! Papa sangat mengenalmu dan papa yakin itu
"Tidak,, kamu salah, besok aku tidak akan datang, jangan menungguku, karena itu akan membuatmu merasa kecewa," tegas Raka
__ADS_1
Santoso mendekat pada Raka dan memegang bahu Raka,
"Aku bisa melakukan apa saja untuk membuatmu menghadiri pesta itu" jelas Santoso dengan nada yang seakan-akan sedang mengancam Raka dan kemudian dia berjalan keluar dari dalam ruang kantor Raka