
David masuk kembali dalam ruangan dimana iya telah mengurung Raka, David membuka pintu dan mendapati Raka sudah tersadar
Raka menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, dan di Saat melihat David berjalan menghampirinya, Raka yang terduduk langsung berdiri, sambil memegangi bagian belakang kepalanya yang sakit
Raka tanpa mengatakan apapun, langsung menyerang David yang sudah berdiri di hadapannya, namun karena kemampuan David, dia mampu menghindar dari serangan Raka yang secara tiba-tiba
Raka yang sudah terluka, tidak akan bisa mengalahkan David yang juga jago dalam bela diri, tapi itu tidak membuatnya menyerah, Raka terus dan terus menyerang David, meski dia tidak bisa mengenai David, malah dia yang selalu mendapat pukulan balik dari David, sampai Raka harus jatuh tersungkur di lantai
"Tuan Raka.. cukup! Kedatanganku kemari bukan untuk berkelahi dengan Anda, tapi untuk membawa anda menemui nona Shasa" jelas David
Mendengar nama Shasa membuat Raka mendongakkan kepalanya, iya berdiri di hadapan David dan berhenti untuk menyerang David, tatapan matanya jadi bersemangat Mendengar Shasa ingin menemuinya
"Ikut aku" ucap Davi sambil berjalan keluar dari dalam ruangan
Raka berjalan mengikuti David yang berjalan di hadapannya. memasuki kediaman Andra, Membuat Raka tidak berhenti untuk, melihat sekelilingnya
Dengan tampang yang sudah babak belur Raka berjalan seperti sedang tidak merasakan sakit
Raka berhenti saat melihat Andra dan beberapa anak buahnya berdiri, di depan pintu kamar
"Silahkan tuan.." melihat Raka berhenti David kembali untuk mempersilahkannya.
Andra yang ada di depan pintu hanya melihat Raka tanpa mengatakan apa-apa, berdiri dengan elegan dengan kedua tangannya di dalam saku celananya
"Tuan Raka,, nona Shasa ada di dalam kamar," ucap David sambil membuka pintu kamar untuk Raka
"Silahkan masuk" ucap David lagi
Raka berjalan masuk dengan senyum manis di bibirnya
"Shasa,," Raka menghampiri Shasa yang sedang tiduran di tempat tidur
Raka duduk di tepi ranjang, sedangkan David berdiri tidak jauh dari pintu memperhatikannya.
Melihat Shasa seperti orang yang tertidur dengan pulas membuat Raka tidak tega untuk membangungkannya
__ADS_1
Raka hanya duduk tanpa mengatakan apapun. cukup lama dia duduk menunggu Shasa untuk bangun, namun itu tidak terjadi.
Raka mulai merasa aneh, iya melihat ke arah David yang juga berdiri di sana tanpa mengatakan apa-apa, dan kemudian kembali untuk melihat Shasa.
"Shasa.." Raka menyebut namanya sekali mengharap Shasa membuka matanya, namun itu tidak ada balasan
"Shasa.." Raka Memegang lengan Shasa dan dengan Pelang iya menggoyangkannya
"Shasa bangun.. ini aku Raka! Ada yang perlu aku tanyakan padamu." Raka mulai merasa jika sesuatu terjadi pada Shasa, namun dia tetap terlihat tenang dan terus menatap Shasa yang sedang tertidur pulas
"Aku sudah tahu semuanya, kamu sedang mengerjai ku dengan menyebut Andra adalah priamu, sekarang kamu disini berpura-pura sedang tidur agar aku tidak mempertanyakan masalah itu, iya kan?"
Dengan waktu yang lama Raka terus Berbicara sendiri, mengoceh tanpa ada balasan dari Shasa
Air mata raka mulai menetes, namun dia tetap terus merasa jika Shasa hanya tertidur
"Shasa.. apa kamu tahu? Mengetahui Andra adalah saudara kandung mu, itu Membuat ku sangat bahagia." Raka yang sudah tidak bisa menyembunyikan kecemasannya lagi memegang tangan Shasa, dan di saat dia menyadari jika tangan Shasa begitu dingin iya memerhatikan wajah Shasa yang tidak iya sadari begitu pucat.
"Shasa ada apa denganmu?" Raka mulai khawatir.
Raka menepuk-nepuk pipi Shasa, mengetahui jika Shasa tidak tidur, Raka berjalan ke arah David,
"Apa yang terjadi padanya?" Tanya Raka sambil memegang kerah kemeja David
"Jika Dia sedang tidur! Lalu apa yang terjadi padanya? Kenapa dia sama sekali tidak bergerak" Tanya Raka lagi sambil melihat ke arah Shasa
"Kenapa kalian Hanya berdiri tanpa melakukan apa-apa?"
"Tuan Raka,,, nona Shasa sedang koma
Pernyataan dari David membuat dunia Raka seakan menjadi gelap, Raka menggelengkan kepalanya, dan terus menggeleng kepalanya
Raka melepas tangannya dari kerah kemeja David dan menoleh untuk melihat Shasa, dengan langkah yang berat iya, dia berusaha berjalan menghampiri Shasa lagi
"Nona Shasa, mengidap penyakit kanker dalam hatinya, dan itu sudah di stadion akhir, dokter mengatakan jika nona Shasa tidak akan bisa di sembuhkan lagi, dan sekarang dia sedang koma dokter mengatakan jika kemungkinan dia tidak akan pernah bisa bangun lagi"
__ADS_1
"Tidak..." Raka menggelengkan kepalanya
"Itu tidak akan terjadi, Shasa akan baik-baik saja"
Penjelasan dari David membuat air mata Raka mengalir tanpa henti, melihat wanita yang begitu iya cintai sedang terbaring di hadapannya membuatnya begitu terpukul
"Shasa maafkan aku!" Raka meraih tangan Shasa dan menggenggamnya
"Shasa bangun,, aku minta maaf! Aku tidak memercayai mu, dan aku pernah kasar padamu, aku mohon bangun.. kamu boleh memberiku hukuman apa saja asalkan kamu bangun, aku mohong"
"Shasa,," tiba-tiba panggilan dari luar terdengar, Rita dengan cepat menghampiri Shasa yang sedang berbaring di tempat tidur dan di susul oleh Antoni dan Rendi
Rita mendekat pada Shasa, berdiri di sampingnya, tanpa menghiraukan Raka yang tengah duduk di sisi tempat tidur
"Shasa,, apa yang terjadi padamu? Kenapa ini terjadi padamu?" Rita menangis sambil terus menatapi Shasa, yang seakan hanya sedang tertidur pulas
"Bibi tenang,," Rendi mencoba untuk menenangkan Rita
"Apa katamu? Kamu menyuruhku tenang?" Rita berbalik dan melihat Rendi
" Kenapa kamu menyembunyikan ini dariku? Kenapa kamu tidak memberi tahuku tentang penyakitnya? Jika tahu aku tidak akan menyuruhnya untuk membantuku menjaga warung" Rita memukul-mukul Rendi yang ada di dekatnya
"Shasa menderita penyakit itu sejak iya masih kecil, saat kamu membawanya padaku, penyakit itu sudah menyerangnya" jelas dokter Antoni
"Jika tahu begitu, kenapa tidak melakukan sesuatu?" Raka pun ikut bicara saat mendengar penjelasan dari dokter Antoni
"Saat itu shasa masih sangat kecil, dan juga banyak penyakit yang sudah singgah di tubuhnya, dari itu aku tidak berani untuk melakukan sesuatu, dan disaat Shasa sudah remaja, dia tidak ingin melakukan operasi di karenakan, dia tidak suka dengan rumah sakit, dia sama sekali tidak ingin tinggal di rumah sakit." Jelas dokter antoni
"Shasa memintaku dan membuatku berjanji agar tidak memberitahu pada siapapun tentang penyakitnya itu, Bahkan Rendi pun tidak tahu.
"Lalu kita harus bagaimana? Kamu seorang dokter, kamu pasti tahu cara untuk membangunkannya" ucap Raka sambil melihat dokter Antoni
"Maaf tuan Raka, penyakit Shasa tidak bisa di sembuhkan lagi, itulah kenyataannya." Ucap dokter Antoni dengan penuh kekecewaan
"Tuan Raka Sama seperti dirimu, aku pun tidak ingin jika sesuatu terjadi padanya, aku sudah menganggapnya seperti putri kandungku sendiri, aku juga sangat menyayanginya, tapi apa boleh buat itu semua di luar kendali ku"
__ADS_1